Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Pancasila


__ADS_3

Baru juga maaf-maafan eh Abang nya itu sudah membuatnya kembali kesal karena terus berbicara kalimat yang tak bisa ia pahami. masih teringat jelas bagaimana Arka menolak perasaannya saat mereka jalan-jalan di Mall. "Ngeselin." Batinnya sambil berlalu meninggalkan Arka untuk masuk kembali ke kamar.


Arka memegang lengan Freya yang hendak menjauh darinya, membawa gadis itu kembali ke pelukannya. “I love you Freyanisa, My Wife My Treasure.”


Freya mendongakkan kepalanya menatap Arka, masih tak percaya ucapan yang baru saja ia dengar. “Abang beneran? Aku nggak lagi mimpi kan?”


"Beneran sayang." Ujar Arka kemudian mencium kening Freya.


"Sayang?" Lagi-lagi Freya menatap Arka dengan penuh tanya. Ini kali pertama baginya di panggil sayang dan semua itu seolah tak nyata.


"Iya Dedek Freya sayangnya Abang." Arka mengacak gemas rambut Freya.


Bagaimana respon Freya saat Arka berulang kali memanggilnya sayang? Jangan ditanya gadis lugu itu masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Tadi siang tak dianggap, di bentak-bentak sampe nangis dan sekarang tiba-tiba Arka yang dulu menolaknya mengatakan mencintainya dan memanggilnya dengan sebutan sayang.


Freya menyatukan kedua telapak tangannya sambil memejamkan matanya. "Tuhan kalo ini cuma mimpi please biarkan aku selamanya hidup di mimpi ini aja." Ucapnya cukup keras hingga Arka yang berdiri di hadapannya bisa mendengar do'a yang baru saja ia panjatkan.


Arka menahan tawanya melihat tingkah Freya saat ini. "Lu emang nggak bisa dibikin romantis Dek. Bisa-bisanya gue bilang cinta bukannya dijawab malah ngira mimpi." Batin Arka.


Arka mengecup kedua kelopak mata Freya yang terpejam secara bergantian membuat gadis itu membuka matanya. "Ini bukan mimpi Dek, Abang beneran cinta sama kamu." Ucap Arka seraya mencubit pipi kanan Freya supaya gadis itu tak terus menganggap ini semua hanya mimpinya.


"Aw sakit atuh Bang Ar ih." Protes Freya.


"Lagian dibilangin bukan mimpi masih nggak percaya aja. Jadi gimana cinta Abang di terima nggak?"


Freya memeluk Arka, "Diterimalah Bang. Freya sayang banget sama Bang Ar. Kalo Abang juga sayang sama Freya kenapa dulu Abang nolak Freya?" Tanyanya dengan cemberut.


"Kapan Abang nolak kamu Dek? Abang kan cuma bilang belum waktu itu. Lagian di kasih kode juga nggak pernah peka kamu Dek."


"Ya maaf Bang. Aku kan nggak pengalaman pacaran mana tau aku soal kode-kode begitu. Bang tau sendiri aku belum pernah pacaran malah langsung nikah sama Abang." Jelas Freya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Jangan di monyong-monyongin itu bibir. Minta di cium yah?"


"Hah?" Belum sempat Freya berucap, Arka sudah membungkam mulut Freya dengan bibirnya. Sama seperti mencium Freya saat tertidur dipelukannya tadi, Arka menggigit bibir bawah dan atas Freya secara bergantian tapi gadis itu tak juga membuka bibirnya dan membiarkannya masuk untuk mengeksplor mulutnya.


Arka menghentikan ciumannya. "Buka Dek."


"Apanya Bang?"


"Mulut kamu lah, emangnya apa?"


Freya tak menjawab pertanyaan terakhir dari Arka. Karena lelaki itu langsung menciumnya kembali. Freya membiarkan Arka mengabsen isi mulutnya, Arka memasukan lidahnya kedalam mulut Freya dan memainkannya dengan lidah miliknya. Freya yang tak berpengalaman hanya pasrah dan menikmati ciuman yang diberikan Arka.

__ADS_1


Arka menghentikan ciumannya karena tak ada respon dari istrinya, ia yakin jika ciuman ini adalah ciuman pertama Freya.


"Love you sayangnya Abang." Ujar Arka setelah melepaskan ciumannya kemudian mengecup kening Freya.


"Nomu nomu saranghae Arkana Oppa." Jawab Freya sambil memeluk Arka dengan manja.


"Artinya?"


"Pokoknya aku cinta banget sama Bang Ar." Ucapnya sambil mempererat pelukannya.


"Lain kali jangan pake bahasa alay kamu ke Abang. Bikin pusing aja."


"Tapi tetep sayang kan sama aku Bang?"


"Sayang banget. Ayo masuk lama-lama di sini nanti kamu masuk angin." Arka menggandeng Freya kembali masuk ke kamar.


Freya menggigit bibir bawahnya sendiri, "ada manis-manisnya kayak yang tadi." ucapnya lirih.


"Manis-manis apaan?"


"Itu Bang, tadi pas bangun tidur bibir aku rasanya ada manis-manisnya kaya barusan loh. aku ngimpi kali ya tadi pas pulang?" ujar Freya polos sambil memegangi bibirnya seolah mengingat rasa manis tadi.


"Abang mesum. Berarti Abang suka cium-cium aku pas tidur." keluhnya.


"Mesum sama istri sendiri bebas kali Dek. Kamu aja suka nyium Abang diem-diem."


"Kapan coba aku kayak gitu Bang?" sanggah Freya tak terima.


"Waktu malam kedua pas kita abis nikah. waktu pertama kali Abang tidur di kamar kamu."


Jawaban Arka berhasil membuat Freya tersipu malu. Setahunya saat ia mencium Arka, lelaki itu sudah tidur. kenapa Arka tau semuanya?


"Udah nggak usah malu-malu gitu Abang seneng kok." ucap Arka kemudian kembali ke laptopnya, menyelesaikan tugas kuliahnya.


Freya yang sedang bahagia tak bisa menyembunyikan raut bahagia dari wajahnya. Berbeda dengan Arka yang tampak biasa-biasa saja.


Freya mengambil HP di tasnya dan segera membuat vidio di aplikasi tok tok nya. Freya mengambil vidio di belakang Arka, gadis itu menyenderkan punggungnya di punggung Arka. "Buat kamu yang sekarang jadi tempat aku bersandar, aku cuma mau bilang Neul Saranghae." Ucapnya sambil menyilangkan ibu jari dan telunjuknya membentuk simbol love serta tak lupa lagu i love you milik Treasure yang sudah di remix menjadi backsound untuk vidio alaynya yang kini sudah selesai di upload.


Arka hanya tertawa di belakang Freya, ia tak menyangka akan melihat istrinya membuat vidio alay seperti itu. Vidio yang dulu pernah ia lihat saat stalking media sosial milik Freya. Dulu Arka begitu ilfeel melihat calon istrinya yang pecicilan dan alay, ia bahkan selalu mengatakan pada kedua sahabatnya jika jodoh pilihan bundanya itu bocah putih abu yang masih bau kencur. Tapi yang namanya jodoh tak ada yang tau, nyatanya kini Arka benar-benar mencintai istri bocah yang bau kencur itu.


Freya yang sudah pindah menjadi duduk di ranjang melihat Arka yang sedang tertawa. "Bang Ar ngetawain aku yah?"

__ADS_1


Arka beranjak dari duduknya, berpindah ke samping Freya. "Nggak. Masa Abang ngetawain kamu." Elaknya.


"Bohong."


"Nggak. Beneran sayang." Ucap Arka sambil membelai rambut panjang Freya.


Freya kembali fokus ke layar HP nya membalas komentar-komentar dari teman-teman SMK nya yang menanyakan siapa sosok di belakangnya, punggung yang digunakan olehnya untuk bersandar. Karena ini untuk pertama kalinya Freya mengupload vidio tanpa editing dengan Asahi si suami halunya.


"Dek sini! Simpen dulu HP nya." Ujar Arka yang sudah rebahan di kasur.


Freya merebahkan tubuhnya di samping Arka, menjadikan lengan kanan suaminya sebagai bantalan. "Dek kamu hapal pancasila kan?"


"Hapal lah Bang. Kan tiap upacara selalu ada, kita ucap ulang bareng-bareng. Emang kenapa sih Bang malem-malem bahas pancasila segala?" Freya menatap Arka dengan penuh tanya.


"Sila ke tiga apa coba?"


"Persatuan indonesia. Bener kan?"


"Yups pinter banget sayangnya Abang. Gimana kalo sekarang kita praktek sila ketiga?"


"Maksudnya?"


"Ya persatuan diantara kita sayangku, ngegemesin banget sih kamu." Ujar Arka yang langsung mencium Freya dengan rakus. Arka begitu senang karena baru diajari sekali saja saat di balkon tadi, kini Freya sudah mulai membalas ciumannya meskipun masih kaku. Ya tak apalah karena semua memang butuh proses.


Arka mulai menyusupkan tangannya ke kaos yang Freya kenakan. Mengelus perut datar gadis itu sebelum membuka kunci pabrik susu yang sudah menjadi miliknya sejak lama.


"Abang ih geli." Ucap Freya saat tangan baru mulai menjelajahi tubuhnya.


.


.


.


Udahan dulu aku geli ngetiknya wkwkwk


Sampe sini aku seneng mereka udah ngungkapin perasaan masing-masing.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah!


Like komen dan favoritkan!

__ADS_1


__ADS_2