
Di perjalanan menuju rumah mertuanya untuk makan malam, Freya terus membaca setiap komentar yang ada di postingan IG suami yang belum genap dua puluh empat jam ia ketahui. Dia berulang kali terkejut dengan jumlah komentar yang ada di tiap postingan gambar maupun hanya kata-kata tak penting yang Arka unggah. Freya melirik Arka yang duduk santai di sampingnya.
"Kenapa?"
"Bang Ar pengikutnya banyak padahal kan Abang bukan artis." Ucapnya begitu melihat jumlah followers Arka.
"Bukan artis tapi wajah mah nggak kalah sama artis kan? Gini-gini juga di kampus tuh abang populer tau."
"Jadi nggak sabar pengen cepet-cepet besok. Pengen mulai ke kampus, pengen tau juga sepopuler apa suami aku ini." Ucap Freya sambil bersandar di bahu Arka.
"Ya ya liat aja besok yah." Jawab Arka. "Awas juga kalo besok liat Lisa ngaku-ngaku pacar Abang kamu ngambek lagi." Imbuhnya.
"Iya iya kan udah tau. Nggak ngambekan sekarang aku Bang, kan udah jadi mahasiswa besok. Kuliah pasti seneng yah Bang? Nggak perlu pake seragam, bisa sambil main terus pulangnya jalan-jalan sama temen. Jadi pengen cepet-cepet masuk kuliah deh siapa tau ada juga yang suka sama aku gitu." Ucap Freya sambil tersenyum senang.
"Yang suka sama kamu pasti banyak." Jawab Arka.
"Masa sih Bang?" Freya begitu antusias.
"Iya lah kan Dedek Freya nya Abang cantik gini." Arka mencubit kedua pipi Freya gemas. "Tapi harus inget udah punya suami." Tukas Arka.
"Siap suamiku."
"Anak pinter."
"Tapi besok di kampus aku tetap jadi adik sepupu Abang lagi?"
"Maunya gimana?" Tanya balik Arka.
Freya belum menjawab, matanya kini tertuju pada postingan terakhir yang benar-benar membuatnya meleleh. Tapi tak lama dia malah mendadak takut setelah membaca beberapa komen teratas dari ratusan komen yang membanjiri postingan itu.
Bukannya Arka udah putus sama Lisa yah? Apa itu cewek itu Lisa?
Siapa tuh cewek berani banget tiduran di pangkuan pangeran gue
Kalo aja tuh cewek keliatan wajahnya udah auto gue susul gue obrak abrik deh
Pokoknya sebelum janur kuning melengkung Arka milik kita bersama
Jangan deket-deket sama cowok gue dasar cewek gatel.
Freya mengembalikan benda pipih berwarna biru itu pada Arka. "Serem lah fans Abang. Apa dulu pas Abang pacaran Kak Lisa juga kena teror sama fans-fans Abang?"
"Nggak lah. Lisa kan populer juga di kampus. Jadi mereka nggak berani ngusik Lisa."
"Oh gitu. Kalo gitu besok aku tetap jadi adik sepupu Abang aja lah kalo di kampus soalnya aku kan nggak populer kayak Kak Lisa. Terus kenapa Abang putus sama Kak Lisa? Apa karena dijodohin sama aku?"
"Iya." Jawab Arka singkat.
"Berarti aku jadi orang ketiga dong? Apa yah namanya itu hm?"
__ADS_1
"Pelakor." Timpal Arka.
"Nah iya itu. Berati aku pelakor dong yah Bang. Jangan-jangan Abang masih cinta lagi sama Kak Lisa?"
Arka menyentil kening Freya pelan tapi sukses membuat gadis itu mengaduh kesakitan.
"Mulai deh kamu tuh Dek, mikirnya kejauhan."
"Ya kan abisnya tadi Abang putus gara-gara dijodohin sama aku. Jadi kan bisa aja Abang masih cinta sama Kak Lisa soalnya kata orang nggak mudah menghilangkan perasaan." Ujar Freya so tau karena dia saja belum pernah mengalaminya.
"Itu kan kalo Abang beneran cinta sama dia. Orang cuma pacaran demi status doang supaya Rendi berhenti ngejek jomblo mulu."
"Ya kali aja Bang, perasaan orang kan kagak ada yang tau." Ujar Freya.
"Udah jangan bahas Lisa terus. Dari tadi kamu buka sosmed Abang apa ada foto atau postingan tentang Lisa disana?"
Freya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa semua ucapan dan perlakuan Abang ke kamu selama ini masih kurang buat nunjukin kalo cuma kamu yang ada di hati Abang?" Arka memeluk istri labilnya yang selalu ragu akan perasaannya setiap membahas Lisa.
"Nggak. Aku tau Abang cinta banget sama aku."
"Sekarang berhenti mengusik masa lalu karena sedikit pun tak ada kenangan indah dengan Lisa disana, meskipun ada itu juga hanya masa lalu. Yang penting masa sekarang dan yang akan datang Abang sama kamu."
Keduanya turun dari taksi yang mereka tumpangi setelah kendaraan beroda empat itu berhenti dengan sempurna di halaman rumah Arka.
Setibanya di sana Mira, Bayu dan Ardi sudah menunggu di meja makan. Mereka semua makan malam dengan selingan obrolan-obrolan ringan. Tak lupa membahas soal kepindahannya ke apartemen.
"Beneran kalian nggak butuh asisten rumah tangga?" Tanya Mira.
"Nggak usah Bun. Lagi pula apartemennya nggak terlalu luas jadi Freya bisa kok beres-beres sendiri. Lagian nanti juga dibantuin sama Bang Ar. Iya kan Bang?"
"Iya sayang." Jawab Arka sambil mengusap puncak kepala Freya.
"Nggak usah sayang-sayangan di depan gue deh. Bikin enek aja." Sindir Ardi.
"Sirik aja." Timpal Arka.
"Nggak usah di dengerin Di, suami aku lagi kekanak-kanakan. Besok di kampus aku bantuin kamu cari cewek deh. Meskipun sekarang gue udah jadi kakak ipar lu, tapi lu tetep sahabat gue."
"Ogah ntar dapetnya yang satu server sama lu, penggila drama."
"Eh ati-ati ya Ardi sama ucapan lu, ntar lu dapat pacar k-drama lover jalur karma lu kaya gue yang suka k-pop jalur karma padahal dulu gue sukanya ngejek anak-anak penggila k-pop." Tutur Freya.
Bayu dan Mira hanya saling lempar senyum melihat suasana keluarga mereka yang jadi semakin ceria setelah kehadiran Freya.
"Sudah-sudah jangan ribut terus. Ayah mau bicara penting sama Arka, kalo Ardi sama Freya masih mau saling ejek sana pindah ke ruang TV." Ucap Bayu.
"Aku di sini aja Yah, mau mendampingi suami aku." Ucap Freya sambil menjulurkan lidahnya mengejek Ardi.
__ADS_1
Ardi beranjak dari duduknya. "Aku ke kamar aja, males liat tingkah mantu kesayangan ayah sama bunda. Kekanak-kanakan."
"Jadi Ayah mau bicara apa?" Tanya Arka.
"Soal tempat magang kamu, bukankah semester ini sudah waktunya magang?"
"Iya Yah."
"Sudah dapat tempat magang?"
"Aku ikut rekomendasi Ayah aja. Aku udah siap kerja sekarang di kantor cabang sesuai keinginan Ayah. Toh sekarang aku sudah tak perlu sering ke kampus. Sudah tak ada mata kuliah yang harus di tempuh, tinggal magang dan penelitian untuk skripsi dan keduanya bisa aku lakukan di tempat kerja." Jawab Arka.
"Ayah bangga sama kamu. Kamu punya pemikiran jauh ke depan sampai magang, kerja dan penelitian untuk skripsi bisa kamu kerjakan bersamaan. Padahal ayah tak memaksa kamu untuk bekerja dari sekarang, hanya ingin kamu mulai belajar kehidupan perusahaan kita. Bagaimana pun kamu dan Ardi adalah penerus ayah."
"Nggak apa-apa yah dari awal kuliah emang udah rencana Arka seperti ini. Meskipun dulu nikah nggak ada di list tapi dengan adanya Freya di sisi aku bikin aku semakin yakin untuk berusaha mandiri sedini mungkin. Aku ingin menghidupi istriku dengan jerih payahku sendiri."
Freya menatap Arka lekat-lekat ia begitu tersentuh dengan setiap kata yang terucap dari bibir suaminya. Saat ini ia merasa bahwa dirinya sangat berarti untuk Arka.
"Bang Ar." Ucapnya lirih.
"Abang pasti bikin kamu bahagia sayang. Bentar lagi Abang kerja kamu nggak perlu lagi mikir 'mau dikasih makan apa karena Abang bukan Ceo' lagi kan?" Tanya Arka sambil membelai rambut Freya. Entahlah malam ini tiba-tiba ia kembali teringat saat Freya meminta uang jajan pada Ratna dan Frans ketika ia berpamitan pada sang mertua dengan alasan suamiku cuma mahasiswa bukan ceo.
"Aku beruntung punya suami kayak Abang. Berarti bentar lagi beneran jadi Ceo dong yah?"
"Ya belum lah Dek. Mana ada orang baru mulai kerja langsung jadi Ceo." Arka mengacak gemas rambut istrinya.
"Tapi nanti Bang Ar jadi Ceo kan Yah?" Kali ini Bayu yang menjadi sasaran pertanyaan Freya. Lelaki paruh baya yang duduk di hadapannya itu hanya menjawab pertanyaan sang menantu dengan tersenyum.
"Asik suamiku Ceo." Ucap Freya begitu senang. "Nanti aku kalo magang di tempat Bang Ar yah. Nanti aku jadi sekretarisnya Abang. Uhh pasti seru banget itu nanti, aku bisa ngerasain jadi Kim Mi So. Uwuw banget dah." Tutur Freya begitu antusias.
"Kuliah juga baru mau mulai besok udah jauh banget mikirnya sampe mau magang di tempat kerja Abang. Itu siapa lagi Kim Mi So?"
"Kim Mi So itu sekretaris yang nikah sama bosnya Bang. Makanya Abang nonton drakor dong biar tahu."
Semua yang ada di meja makan hanya tersenyum mendengar penuturan Freya, gadis itu benar-benar sudah terkontaminasi drama korea.
.
.
.
yang bentar lagi jadi Ceo kalo kata Freya mah.
Ardi yang sabar yah bentar lagi jodohmu otw kok.
__ADS_1
makasih sudah menemani freya arka sejauh ini. ajak juga temen-temen buat baca kisah ini.
itu like komen dan share jangan lupa.