Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Kakak sepupu


__ADS_3

Freya duduk di meja yang di tunjuk Arka tadi. Tak ada makanan, camilan ataupun minuman yang gadis itu pesan. Padahal sebelumnya ia sangat lapar karena hanya memakan bubur pagi tadi. Mendengar Arka mengenalkannya sebagai adik sepupu membuatnya merasa sangat kecewa.


Sudah dua puluh menit berlalu tapi Arka masih belum selesai dengan teman-temannya. Sesekali Freya melirik Bang Ar nya yang masih sibuk berbicara di seberang sana. Entah apa yang dibahas lelaki itu dengan teman-temannya, Freya tak ingin tau. Hatinya terlalu sakit mendengar kata 'adik sepupu' keluar dari suaminya.


Pikirnya kini semakin jelas kenapa Arka kala itu mengatakan 'logikanya belum bisa berkata saranghae' padanya. Pasti karena Bang Ar hanya menganggapnya sebagai Adik tak lebih dari itu. Semua perlakuan baik Arka padanya selama ini ternyata salah diartikan.


"Ternyata gue cuma lu anggap adik Bang. Gue kira lu selama ini baik ke gue, nurutin semua mau gue, ngalah setiap gue ngambek sampe meluk dan cium gue tiap mau tidur. Gue kira lu mulai suka ke gue Bang. Ternyata gue cuma adik buat lu." Batin Freya sambil menatap Arka yang tak sengaja juga sedang melihat ke arahnya dan memberikan senyuman padanya, tapi Freya mengabaikannya. Memilih memandang ke arah lain.


Melihat Freya membuang muka padanya membuat Arka sadar bahwa ada yang tak beres dengan gadis itu. Arka berpikir mungkin Freya jenuh karena sudah menunggu terlalu lama. "Ren beresin sisanya yah. Gue ke Freya dulu." Ucapnya pada Rendi yang juga satu kelompok dengannya.


"Kemana Ar gue ikut." Lisa yang sedari tadi duduk di samping Arka ikut beranjak dari duduknya tapi digagalkan oleh Irfan. "Lu sini aja. Kita belum selesai bagi tugas!" Cegah Irfan yang membuat Lisa duduk kembali.


Lisa memang tidak satu jurusan dengan Arka tapi untuk kegiatan KKN kampus memiliki kewenangan untuk mengelompokkan mahasiswa dari berbagai jurusan di dalam sebuah kelompok. Sehingga kelompok untuk KKN itu terdapat perwakilan dari setiap jurusan yang ada di kampus. Entah memang di sengaja oleh Lisa atau tidak, yang jelas gadis itu begitu senang karena bisa satu kelompok dengan sang mantan, Arkana Rahardian. Berharap melalui KKN dirinya bisa kembali mendapatkan Arka.


Arka menghampiri Freya. "Kok ngga pesen makan atau minum Dek? Emang lu ngga laper?" Tanyanya setelah duduk di hadapan Freya.


Freya tak menjawab. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. Bukannya tak lapar tapi sakit hatinya mengalahkan rasa lapar yang ia rasakan sejak tadi.


"Kesel yah nungguin Abang lama?" Tangan Arka sungguh sudah gatal, rasanya ingin sekali mengelus rambut panjang Freya. Tapi apalah daya ini di kampus dan teman-temannya masih memperhatikannya. Dirinya tak boleh memperlakukan Freya berlebihan.


Arka benar-benar bingung kali ini kenapa lagi dengan istrinya. Raut wajahnya berbeda, ini bukan raut wajah ngambek Freya nya. Lagi pula bocah dihadapannya kalo lagi ngambek bakalan berucap 'tau ah aku lagi ngambek' padanya, tapi kali ini istrinya itu hanya diam dan seolah menganggapnya tidak ada. Ekspresi datar yang sulit diartikan.


"Abang pesenin seblak yah? Waktu itu kan kamu suka sama seblak yang Abang beliin. Disini juga seblaknya enak kok." Tanya Arka yang masih tak dijawab oleh Freya. "Minumnya jus alpukat kan? Abang tau kamu suka itu." Imbuhnya lalu beranjak memesankan Freya makanan dan minumannya.

__ADS_1


Freya melihat Arka yang berjalan ke counter makanan untuk memesan makanan. "Ngga usah terlalu baik ke gue Bang. Kalo lu cuma anggap gue adik sepupu. Gue udah baper parah selama ini." Batinnya.


"Arka mana Fre?" Freya memalingkan wajahnya pada sosok yang cukup tampan tapi tak setampan Bang Ar nya.


"Lagi pesen makan." Jawab Freya lirih.


"Oh ya udah." Rendi kembali ke mejanya bersama dengan teman-temannya.


Arka kembali sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman Freya. "Makan dulu, kalo kurang pesen lagi aja. Tunggu bentar lagi Abang selesai kita pulang." Ucapnya kemudian kembali bergabung dengan anggota kelompok yang lain karena sedari tadi Rendi memanggilnya.


"Cih ngga peka banget Bang Ar tuh. Di sangka gue bocah apa di sogok pake makanan." Batin Freya yang tak menyentuh sedikitpun makanan di hadapannya.


Lima belas menit berlalu akhirnya pembahasan soal KKN itu selesai, sayangnya Arka tak bisa langsung pulang karena harus meninjau rumah yang akan mereka jadikan tempat tinggal kelompoknya selama kegiatan berlangsung.


Arka kembali menghampiri Freya, gadis itu terus membuang pandangannya ke arah lain setiap kali tak sengaja bertatapan dengannya. Lihatlah kali ini dia malah sengaja menatap ke luar kantin seolah ada pemandangan indah di sana padahal hanya ada kursi dan meja kosong.


Freya tak menjawab, dan itu berhasil membuat Rendi dan Irfan tertawa melihat Arka yang selama ini selalu gemas dengan istri polosnya, nyatanya kali ini malah seperti tak dianggap.


"Hai Fre, kenalin gue Randi. Dan yang ini Irfan." Sapa Rendi pada Freya. Sialnya gadis itu menjawab sapaan kedua temannya. Benar-benar menyebalkan.


"Hai kak. Gue Freya. Adik sepupu orang itu." Ucapnya sambil menyalami Rendi dan Irfan serta melirik ke arah suami yang tak mengakuinya.


Ucapan Freya membuat Irfan dan Rendi tertawa kemudian duduk di meja itu. "Sama kita ngga usah bilang adik sepupu. Kita mah udah tau dari lama lu bininya Arka. Iya kan?" Ujar Rendi.

__ADS_1


Freya menatap Arka dengan tatapan sebalnya. "Bukan. Gue cuma adik sepupu! Kan Kakak juga denger kan tadi pas orang itu ngenalin gue sama temen-temennya." Ucapnya penuh penekanan pada kata 'adik sepupu'. "Btw kak Irfan cogan juga ternyata. Udah sold out belum?" Imbuhnya.


"Apaan cogan?" Heran Irfan.


"Cogan itu cowok ganteng kak. Kalo belum pacaran sama gue aja yuk biar kaya di novel-novel pacaran sama adik sepupu temen sendiri."


"Haha dia mah jomblo akut Fre. Kalo kakak mah udah laku." Ujar Rendi. "Fan lu harus ijin dulu noh sama kakak sepupunya boleh ngga adeknya di pacarin hahaha." Imbuh Irfan.


"Gimana kakak boleh ngga Dedek Freya nya buat aku?" Tanya Irfan pada Arka dengan tampang melasnya yang seolah serius.


Arka menatap kedua temannya yang begitu senang melihat Freya mengacuhkannya. Kali ini Arka tau kalo istrinya ternyata tak suka di sebut adik sepupu. Padahal ada alasan tersendiri kenapa Arka tak mengakui Freya sebagai istri di hadapan teman-temannya.


"Ikut Abang!" Arka menarik Freya dari kursinya dan membawa gadis itu keluar dari kantin.


"Kak Irfan tolongin Freya, kakak sepupu galak nih." Teriak Freya yang ditanggapi senyuman dari kedua sahabat suaminya.


.


.


.


.

__ADS_1


Segini dulu. Biasakan tinggalkan jejak kalian yah teman-teman. Aku seneng banget bacain komentar dari kalian dan pasti aku bales kok.


Jangan lupa like, komen dan favoritkan!


__ADS_2