
Hola selamat pagi, hari ini aku hadirkan part ini pagi-pagi sekali. Dari judulnya pasti kalian semangat banget buat baca. Berharap sesuai dengan ekspektasi kalian wkwkwk. iya kan? ngaku aja deh! tanpa ba bi bu langsung cus aja baca.
.
.
.
Jarum pendek jam dah menunjuk pada angka sembilan. Frans dan Arka menyudahi permainan catur mereka. Permainan catur yang tak seperti biasanya karena sepanjang permainan Frans lebih banyak membahas tentang putrinya. Bagaimanapun menantu di hadapannya itu belum mengenal baik putri semata wayangnya. Hingga Frans meminta Arka untuk bersabar mengahadapi Freya, putrinya yang selalu ceria dan manja itu.
"Istirahatlah ini sudah malam." Titah Frans.
"Iya Pa. Arka duluan." Lelaki tinggi itu melenggang meninggalkan mertuanya. Arka masih ingat jelas pesan Freya petang tadi yang mengatakan jika dirinya mau istirahat bisa di kamar sebelah. Namun bagaimana bisa ia masuk ke kamar sebelah sementara mama dan papa mertuanya sedang memperhatikannya dari jauh.
Arka masuk ke kamar Freya tanpa mengetuk pintu. Gadis yang sedang asik dengan ponselnya itu tak menyadari kedatangan Arka.
Arka memperhatikan Freya yang tengah fokus memandang layar ponselnya sembari ngoceh-ngoceh dengan bahasa yang tak bisa Arka pahami. Nampaknya istrinya itu sedang menirukan nyanyian dari salah satu idol favoritnya. Diliriknya pakaian yang di kenakan istri yang belum dua puluh empat jam ia resmikan itu. Hanya menggunakan celana olahraga dan kaos longgar, bahkan rambut panjang gadis itu juga acak-acakan.
Arka menutup pintu kemudian berjalan menuju ranjang dan dengan santainya merebahkan tubuhnya di samping Freya. Menyadari ada pergerakan di tempat ia merebahkan dirinya Freya memalingkan wajahnya dan melihat Arka berbaring di sebelahnya.
"Ih Bang Ar ngapain di sini?" Tanyanya sambil menatap Arka yang hanya menjawab pertanyaannya dengan senyuman.
__ADS_1
"Abang ih." Freya mencolek sedikit lengan Arka yang menutupi sebagian wajah tampan itu.
"Tidur." Jawab Arka yang memang sudah lelah seharian ini.
"Abang kan bisa tidur di kamar sebelah. Tadi kan gue, eh aku." Ralatnya yang tiba-tiba ingat nasihat dari mamanya kalau tak boleh menggunakan kata gue gue ke suami, itu tidak sopan. "Tadi kan aku udah bilang, Abang kalo mau tidur bisa di kamar sebelah." Lanjutnya, Freya kini bangun dan duduk di sebelah Arka yang masih tak menjawab ocehannya.
Freya sebenarnya tau sudah sepantasnya suami istri tidur di kamar yang sama. Seperti dirinya dan Arka saat ini, tak ada yang salah memang sudah seharusnya mereka berada di ranjang yang sama. Apalagi mengingat pelajaran barunya yang ia dapatkan dari teman-teman grup chat mamanya siang tadi, mereka semua dengan begitu bersemangat memberikan pelajaran baru untuk dirinya. Pelajaran yang lebih mudah di pahami dari pada pelajaran akuntansi kala ia sekolah. Tapi untuk mempraktekan itu semua saat ini juga rasanya tidak mungkin. Belum ada cinta darinya untuk Arka. Begitu pun Arka, Freya tak yakin lelaki yang berbaring di hadapannya ini tak memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya.
Diamatinya suaminya itu, wajah yang tampan dengan postur tubuh yang bagus. Dirinya memang seolah mendapat jackpot memiliki suami seperti Arka ditambah dengan sikap Arka yang baik padanya selama ini. "Tampan dan baik kamu bener-bener paket lengkap Bang." Batin Freya.
"Abang ih.." kali ini Freya mengguncang tubuh suaminya itu. Meskipun tau tak salah jika Arka tidur satu ranjang dengannya, tapi tetap saja Freya merasa risih ada lelaki di kamarnya. Terlebih lagi satu ranjang.
Ardi menurunkan lengannya yang sebelumnya menutupi matanya. Bagi Arka dirinya hanya ingin tidur nyenyak setelah acara yang menyita pikirannya siang tadi. Tapi gadis yang kini naik pangkat jadi istrinya itu malah terus mengoceh. Padahal Arka hanya ingin tidur, sudah itu saja. Dari awal Arka memang tak mengharapkan malam pertama dengan istrinya. Karena bagaimana pun ia tau yang ia nikahi itu gadis polos dan belum ada rasa diantara mereka. Mempraktekan adegan dua satu plus plus saat malam pertama seperti yang pernah ia tonton dengan teman-temannya itu tidak mungkin. Malam pertamanya ini malah di penuhi oleh ocehan istrinya yang bahkan tak mengijinkannya tidur di ranjang yang sama.
Sementara itu di kamar, Freya masih duduk mematung di tempat tidurnya. Ada rasa bersalah yang tiba-tiba bersemayam di hatinya setelah mengusir Arka dari kamarnya. Ditambah lagi dengan Arka yang pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun. "Apa Bang Ar marah sama gue yah?" Gumam Freya yang kemudian merebahkan tubuhnya.
Berulang kali Freya memejamkan matanya namun rasa kantuknya seolah menghilang. Ia pun kembali mengambil ponsel di sampingnya dan membuka ig, stalking ig idol favoritnya seperti biasa. Namun entah kenapa pikirannya selalu mentok pada Arka yang pergi tanpa berbicara. Malam ini Freya benar-benar tak bisa tidur nyenyak karena rasa bersalahnya. Hingga pukul tiga pagi barulah gadis itu bisa terlelap dalam tidurnya.
Jam lima pagi Arka terbangun dari tidurnya karena suara berisik dari dapur. Sepertinya pembantu rumah ini sudah mulai memasak untuk sarapan. Arka segera menyalakan TV di hadapannya dan menonton acara berita pagi. Kembali ke kamar saat ini tidak mungkin jadi menonton berita adalah pilihan paling tepat saat ini.
Ratna yang hendak ke dapur untuk membantu ART nya memasak berhenti di depan ruang TV saat melihat TV di ruangan itu menyala, tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun Ar?" Tanyanya tanpa tau kalo semalaman menantunya itu tidur di sana.
"Iya Bun."
"Wah kamu rajin jam segini udah bangun. Atau jangan-jangan kamu tidak tidur yah semalaman?"
"Tidur bentar kok Bun." Jawab Arka yang memang hanya tidur sebentar karena tak nyaman tidur di sofa.
"Wah kuat juga kamu yah." Ujar Ratna yang mengira menantunya itu hanya tidur sebentar karena Freya mempraktekan pelajaran baru dari teman-temannya kemarin. "Bangunin Freya Ar, dia kalo tidur suka ngebo. Apalagi semalam kalian hanya tidur sebentar pasti susah di bangunin tuh anak." Lanjut Ratna.
"Iya Bun." Jawab Arka sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar istri yang mengusirnya semalam.
"Kalo susah bangun cipratin air aja." Teriak Ratna.
Arka masuk ke kamar Freya mendapati gadis itu masih tertidur nyenyak dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dipadanginya wajah Freya yang terlelap. "Cantik." Gumamnya. Arka kemudian mengelus pipi Freya mencoba membangunkan gadis itu dari tidurnya namun sayang sepertinya yang dibangunkan malah tidur semakin nyenyak. Bahkan menaikan selimutnya hingga menutupi kepalanya.
.
.
.
__ADS_1
.
Udah gitu aja. Jangan lupa like komen dan favoritkan!!!