Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Jangan mesum!


__ADS_3

Setelah mengganti kebayanya dengan pakaian rumahan yang nyaman Freya dan Miya malah ketiduran di kamar itu hingga sore menjelang. Sementara Arka dan Ardi menghabiskan waktu mereka untuk bermain game online bersama. Lagi pula dirinya tidak tahu harus melakukan apa, lebih baik menemani adiknya bermain. Istrinya saja yang katanya mau ganti baju malah menghilang hingga saat ini.


Ratna mencari putrinya untuk menemui teman-temannya yang hendak berpamitan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Ratna keluar rumah dan mencari Freya ke teras, pikirnya mungkin Freya bersama dengan Arka dan Ardi di teras namun hasilnya nihil.


"Arka kok Freya tidak ada?"


"Tadi ke dalem Ma, mau ganti baju katanya. Tapi sampai sekarang belum kembali lagi." Ujar Arka kemudian kembali fokus pada layar HP nya.


Wanita paruh baya itu kemudian masuk kembali ke dalam rumah dan naik ke lantai atas menuju kamar putrinya. Di dapatinya Freya dan Miya sedang tidur pulas.


"Sayang bangun. Ini udah sore!" Ratna menepuk pipi putrinya namun gadis itu terlihat tak terganggu.


"Kebiasaan ngebo kalo tidur." Gerutu Ratna yang kemudian melangkah ke kamar mandi untuk mengambil air.


"Bangun bangun bangun...." Ucap Ratna seraya mencipratkan air dari gayung ke wajah Freya dan Miya secara bergantian.


Freya menggeliatkan tubuhnya. "Apaan sih Mama ganggu aja ih." Keluhnya.


"Iya Tante kita masih ngantuk semalam kurang tidur." Keluh Miya yang kini sedang mengucek kedua matanya.


"Freya ingat sayang kamu itu sekarang sudah menikah. Punya suami yang harus kamu urus. Bukannya nemenin suami malah tidur." Omel Ratna sementara Freya hanya menganggukkan kepalanya. Gadis itu masih setengah sadar dan tak punya banyak energi untuk menimpali ucapan mamanya.


"Kamu juga Miya, cepetan kamu bereskan penampilan kamu terus pulang. Ini udah sore nanti mama kamu nyariin. Kamu kan udah tidak pulang dari kemarin."


"Tante aku nginep di sini aja semalam lagi yah boleh." Pinta Miya.


"Eh no no no. Apa kamu lupa apa yang tadi di sampaikan sama Tante Dwi."


"Ups." Miya menutup mulutnya dengan tangan kanannya. "Iya-iya Miya inget Tan." Lanjutnya. Gadis itu kemudian beranjak dari ranjang berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan merapikan penampilannya.


Freya pun melakukan hal yang sama dengan Miya. Setelah selesai keduanya keluar dari kamar bersama Ratna yang memang sengaja masih menunggui mereka disana. Takut keduanya malah kembali tidur.


Mereka bertiga menemui emak-emak yang hendak berpamitan. Keluarga Arka juga ikut berpamitan saat itu.

__ADS_1


"Makasih yah kalian udah nyempetin dateng ke acara ini." Ucap Ratna pada teman-temannya yang diakhiri dengan cipika cipiki ala emak-emak masa kini.


Setelah teman-temannya pergi kini giliran Mira dan keluarganya yang berpamitan dengan sedikit drama, tapi bukan drama korea tentunya.


"Ratna makasih sudah mau mempercayakan putrimu pada putraku. Aku titip putraku selama di sini. Tolong tegur dia jika melakukan hal yang salah. Bagaimanapun mereka masih sangat muda." Ujar Mira sambil memeluk besannya.


Ratna menepuk bahu sahabat onlinenya yang kini naik jabatan menjadi besannya. " Tenang aja aku akan memperlakukan Arka seperti anakku sendiri. Lagi pula seharusnya aku yang sedih karena sebentar lagi putriku akan pergi bersama suaminya."


"Eh iya yah. Kan nanti Freya juga tinggal bareng aku." Ucap Mira.


"Kamu harus jagain istri kamu dengan baik Arka. Kami pulang dulu." Pamit Mira.


"Iya Bun."


Mira menghampiri mantunya dan memeluknya. "Bunda tunggu di Bandung tiga hari lagi yah."


"Tiga hari?" Freya terkejut apakah secepat itu dirinya harus meninggalkan mama dan papanya.


"Oh iya Bun."


Kini giliran Ardi yang menghampiri sahabatnya, eh kakak iparnya. "Fre.. eh kakak." Ucapnya gugup, bingung harus memanggil Freya dengan sebutan apa. Mau panggil nama tapi gadis yang masih ia cintai itu kini menjadi istri kakaknya, otomatis pangkatnya naik jadi kakak ipar. Mau panggil kakak tapi mereka seumuran.


"Panggil gue seperti biasanya aja Ardi." Ucap Freya.


"Eh iya. Kalo gitu gue sama ayah dan bunda pamit dulu. Selamat yah semoga lu bahagia selalu." Ucap Ardi.


"Iya makasih Ardi."


"Kak gue pulang dulu."


"Iya hati-hati di jalan." Ucap Arka.


Freya dan orang tuanya berserta Ardi mengantar keluarnya ke halaman rumah hingga mobil yang di tumpangi mereka tak terlihat lagi.

__ADS_1


"Ayo masuk!" Ajak Frans pada semuanya.


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Freya berjalan menaiki anak tangga ke lantai dua menuju kamarnya. Sedangkan Ardi berdiri di ruang tamu sambil memegang jas yang sebelumnya ia lepaskan. Ratna yang menyadari kebingungan menantunya itu langsung menghampiri Arka. "Arka kamu bisa istirahat di kamar Freya. Ikuti aja tuh anak." Ucapnya sambil menunjuk Freya yang sedang berjalan menuju kamarnya. "Maafnya anak Mama ngga peka, Main tinggal aja. Kamu harus banyak sabar soalnya dia sama sekali tidak paham soal hubungan." Lanjutnya.


"Iya tidak apa-apa Ma. Kalo begitu Arka ke kamar dulu yah." Pamitnya.


"Iya sayang. Kamu istirahat saja dulu pasti capek. Jangan lupa nanti makan malam bersama jam tujuh." ucap Ratna.


"Iya Ma." Arka kemudian beranjak pergi ke kamar Freya.


Dari kejauhan Arka melihat istrinya masuk ke salah satu kamar. Dirinya pun mempercepat langkahnya dan membuka pintu kamar itu.


"Astaga." Dirinya terkejut mendapati kamar dengan warna pink pink pink dan semuanya serba pink, sangat girly pikirnya.


Arka mengedarkan pandangannya, melihat puluhan pernak-pernik yang menurutnya unfaedah. Ditambah lagi dengan poster besar seorang lelaki yang terpampang tepat di dinding menghadap ranjang, belum lagi poster-poster ukuran sedang yang juga berjajar di sana.


"Astaga benar-benar." Tiba-tiba kepalanya terasa mendadak pusing dengan kamar yang sungguh dipenuhi dengan segala sesuatu berbau korea.


"Ya ampun Bang Ar ngapain disini?" Teriak Freya begitu keluar dari kamar mandi dan melihat Arka tengah berbaring di tempat tidurnya.


"Ya istirahat lah ngapain lagi." Ucap Arka yang kemudian bangun dari tidurnya dan membuka kancing kemejanya.


Melihat Arka membuka kancing bajunya, Freya langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. "Bang Ar ngapain buka baju jangan mesum!" Teriaknya.


.


.


.


hai aku kembali menyapa kalian. penggemar bacaan hareudang pasti gregetan pengen buru-buru MP. sabar yah guys tidak secepat itu wkwkwk.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA!

__ADS_1


__ADS_2