Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Bukan novel


__ADS_3

Mentari sudah semakin tinggi tapi Freya dan Arka masih belum beranjak dari tempat tidur. Mereka masih terlelap setelah melakukan olahraga pagi yang membahagiakan.


Bahkan anggota keluarga yang lain telah selesai sarapan tapi Freya dan Arka tak juga muncul. Mira sudah berulang kali mendatangi kamar putranya, mengetuk pintu dan memanggil mereka namun tak ada jawaban dari dalam sana.


Jika bukan karena HP yang terus berdering mungkin Arka tak akan bangun, dirinya masih betah memeluk Freya yang telah menjadi miliknya sepenuhnya. Dia mematikan panggilan yang masuk, terlihat sepuluh panggilan tak terjawab dari Rendi dan Irfan. Jam di benda pipih itu menunjukan pukul sembilan, sungguh sudah tak pagi lagi dan ini pertama kali dirinya bangun sesiang ini. Tak sampai disana puluhan notifikasi chat masuk juga terlihat disana, ternyata Rendi sudah membuat grup WA KKN yang akan segera dimulai.


Grup WA KKN yang baru dibuat dua jam yang lalu tapi chat di dalam sana sudah menumpuk dari mulai bahasan mau berangkat jam berapa hingga titik kumpul sebelum keberangkatan menjadi trending. Tak ketinggalan drama nebeng-nebeng ke lokasi KKN karena tak semua mahasiswa boleh membawa kendaraan karena tak ada lahan parkir yang luas di rumah yang mereka sewa.


Arka selaku ketua kelompok memberikan saran untuk menggunakan mini bus kampus saja jadi tak perlu banyak kendaraan dan tak ada drama nebeng-menebeng. Tak perlu membawa kendaraan pribadi toh disana lokasinya masih pedesaan supaya nantinya kesana kemari bisa menggunakan angkutan umum saja, supaya lebih membaur dengan masyarakat. Tak ada yang menolak saran dari sang ketua, hingga akhirnya sudah diputuskan mereka akan berangkat nanti malam karena besok pagi-pagi sekali mereka sudah harus mengikuti acara pembukaan di Desa tempat KKN mereka diselenggarakan.


Arka beranjak dari ranjang dan mengambil celana pendek kemudian mengenakannya. Diliriknya Freya yang masih terlelap dengan wajah bahagia. "Nggak tega gue tuh mau ninggalin lu Yang." Tangan Arka membelai rambut panjang Freya, mengecup keningnya kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Arka keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di tangan kanannya. Lelaki itu sudah mengenakan kaos dan celana pendek selutut. Sudah jadi kebiasaan baginya mengganti pakaian di kamar mandi karena sebelumnya Freya selalu meneriakinya mesum saat dia keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggang. Arka berjalan menghampiri Freya yang sudah bangun dan bersandar di kepala ranjang. "Udah bangun?" Sapa Arka yang kini sudah duduk di pinggir ranjang sambil mencubit gemas pipi Freya yang bersemu merah. Mungkin gadis itu mengingat olahraga pagi mereka yang menggairahkan.


"Sakit tau Bang." Rengeknya sambil menjauhkan tangan Arka.


"Apanya yang sakit?"


"Semuanya. Badan aku semuanya sakit, apalagi yang..." Freya tak menyelesaikan ucapannya.


"Yang mana?"


"Yang dimasukin sama abang tadi lah." Ucapnya sambil menaikan selimut hingga menutup wajah.


Arka menarik selimut yang menutupi wajah Freya. "Lagi yuk biar cepet sembuh sakitnya."

__ADS_1


"Nggak mau ini aja masih sakit ih." Keluh Freya.


"Sakitnya bentar doang. Tadi juga kamu keenakan. Ngaku aja." Arka semakin gencar menggoda Freya.


"Nggak mau Abang. Awas ih aku mau mandi." Freya beranjak dari tempat tidur. Dia berjalan pelan menuju kamar mandi dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Berjalan sangat pelan karena rasanya ada yang aneh dibawah sana, tak seperti biasanya. Selesai mandi da menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Dada dan lehernya di penuhi bercak merah. Seketika blush... Pipinya langsung merona mengingat adegan dua satu plus plus yang tak pernah ia sangka akan secepat ini mereka lakukan, bahkan sebelumnya membayangkannya pun tak pernah. Apalah daya Freya hanya gadis polos yang super nurut dengan orang tua. Hari-harinya dihabiskan untuk maraton drama korea dan mengagumi idol-idol kpop. Drama yang ia tonton pun jauh dari kategori drama panas, ia hanya menonton drama-drama bergendre sekolah.


Tapi hanya dalam satu malam setelah melakoni drama adik kakak sepupu yang menyesakkan ditambah dengan ketulusan Arka yang ternyata sudah mencintainya membuat Freya menerima semua pengalaman baru yang tak pernah ia bayangkan.


"Bener ternyata kata tante-tante dari grup chat mama kalo malam pertama tuh sakit, tapi enak juga sih." Batinnya sambil tertawa. "Eh tapi kan aku sama Bang Ar mainnya pagi bukan malam jadi namanya pagi pertama kali yah?" Tanyanya pada gambar yang persis sama di dalam cermin.


Sementara itu Arka sedang membereskan ranjang yang menjadi arena pertempuran mereka. Arka mengganti spre yang terdapat bercak darah itu dengan yang baru dan meletakannya di tempat pakaian kotor.


"Bang Ar." Panggil Freya seraya menyembulkan kepalanya di pintu kamar mandi. "Abang hadap sana dulu. Aku mau ambil baju." Imbuhnya.


"Pake baju disini aja nggak usah malu-malu. Lagian Abang udah liat semua."


"Udah Bang." Ucap Freya.


Arka segera melambaikan tangannya kemudian menepuk pahanya, Freya menghampiri Arka dan duduk di pangkuan Arka sesuai instruksi suaminya.


Arka memeluk Freya yang bahkan belum menyisir rambut panjang itu. "Kamu tau kan kalo Abang mau KKN?''


Freya mengangguk, "tau kan kemarin aku juga ikut liat rumah yang mau buat KKN."


"Nanti sore Abang berangkat KKN, kamu baik-baik di rumah sama bunda yah."

__ADS_1


Freya membalik tubuhnya menghadap Arka. "Nanti sore? Secepat itu? Berapa lama kok Abang nggak ngasih tau aku jauh-jauh hari sih." Ucapnya sembari cemberut.


"Tadinya Abang mau bilang dari kemaren tapi kan kamu ngambek mulu." Jelas Arka.


"Berapa lama?"


"Cuma satu bulan."


"Cuma satu bulan? Satu bulan itu lama Abang. Emang Abang nggak bakal kangen apa sama aku. Enteng banget ngomong satu bulannya. Ini tuh kenyataan Bang bukan novel yang pacarnya pamit pergi terus tiba-tiba udah beberapa bulan kemudian atau beberapa tahun kemudian."


Arka menaikan kedua alisnya, seolah berfikir karena setaunya Freya tak pernah membaca novel. Otak istrinya kan selalu di penuhi oleh drama korea dan suami halu yang selalu di puji-puji. "Sejak kapan kamu baca novel Dek? jangan bilang kalo kamu udah ketularan Bunda keracunan novel."


"Belum lama aku mulai baca, itu juga karena nggak enak sama bunda aja. Tapi awas ya Bang Ar kalo sampe kaya di novel-novel perjodohan yang aku baca!"


"Emangnya di novel yang kamu baca gimana Dek?" Arka mulai kepo.


"Aku baru baca tiga novel perjodohan tapi belum sampe selesai. Dan dari ketiga novel itu, semua suami di sana masih berhubungan dengan pacarnya meskipun udah nikah."


Mendengar penuturan Freya membuat Arka sedikit tersindir karena pada awal pernikahan dia memang masih berhubungan dengan Lisa. "Gue beda sama yang di novel lah, gue kan udah putusin dia." batin Arka.


"Bang Ar kok diem?" Freya menatap curiga. "jangan bilang kalo Abang juga punya pacar kaya di novel!"


Arka memeluk Freya yang mulai cemberut, "Nggak lah. Abang kan cinta banget sama kamu, lagi pula ini kan bukan novel."


Jejaknya jangan ketinggalan yah.

__ADS_1


see you next part.


__ADS_2