Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Kejujuran Ardi


__ADS_3

Pukul dua siang Arka tiba di rumahnya bersama dengan Irfan dan Rendi yang ingin bertemu Freya sekedar mengucapkan terimakasih atas kiriman rendang tempo hari serta menepati janji mereka untuk membantu menjelaskan kesalahpahaman soal Lisa yang mengaku sebagai pacar Arka.


"Kalian tunggu di sini." Arka mempersilahkan kedua sahabatnya untuk duduk di ruang tamu. "Gue panggil Freya dulu, paling dia lagi di kamar kalo nggak di teras belakang sama Ardi." Imbuhnya kemudian berlalu meninggalkan Irfan dan Rendi.


Arka masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu dan meletakan tas yang ia bawa di dekat meja belajar. "Dek, Abang pulang. Kamu dimana?" Matanya menelisik ke seluruh bagian kamar dari mulai balkon hingga kamar mandi tapi tak ia temui sosok yang ia cari.


Tak menemukan Freya di kamar, Arka kembali menuruni tangga dengan buru-buru menuju ke teras belakang, berharap Freya ada di sana.


Belum sampai ke teras langkahnya berhenti mendapati sang bunda yang menatapnya penuh emosi. Tak ingin tau alasan wajah bundanya yang tampak kesal Arka menghampiri bunda Mira dengan santai. "Aku baru pulang Bun, Freya mana? Aku cari di kamar barusan nggak ada."


Tanpa basa basi Bunda Mira untuk pertama kalinya menampar putra kebanggaannya.


Plakkk...


Mira menatap tangan kanannya yang biasa ia gunakan untuk merawat anak-anaknya malah digunakan untuk menyakiti kali ini, Air matanya menetes setelah menampar wajah anak yang selalu ia sayangi sejak dulu.


Arka begitu terkejut, lelaki itu bahkan reflek memegang pipinya yang baru saja kena gampar, kemudian menatap sang bunda dengan penuh tanya. "Aku salah apa Bun? Kenapa Bunda ngelakuin ini sama aku?"


"Kamu tanya salah kamu apa hah? Harusnya bunda yang tanya. Kamu apakan Freya sampe dia pergi dari rumah?" Bentak Mira dengan teriak, bahkan Rendi dan Irfan yang berada di ruang tamu bisa mendengar teriakan Mira membuat keduanya menghampiri sumber suara dan melihat Bunda Mira yang sedang memarahi Arka.

__ADS_1


"Pergi?" Ucap Arka lirih masih tak percaya apa yang baru saja ia dengar.


"Iya dia pergi bahkan tidak pamit sama Bunda, sejak nganterin makanan ke kamu dia nggak balik lagi ke rumah. Kamu bener-bener udah bikin bunda kecewa Arka. Kamu nggak tau susah payah istri kamu belajar masak karena dia pengen jadi istri yang baik, yang bisa masak buat kamu bukan sekedar mi instan seperti biasanya. Tapi kamu yang jadi suami nggak bisa jadi suami yang baik. Kamu lebih dewasa dari Freya, harusnya kamu bisa ngemong dan mengayomi istri kamu. Bukan malah bikin anak orang nangis sampe pergi dari rumah." Ujar Mira.


"Bunda sama mertua kamu udah seneng banget melihat kalian berdua bisa beradaptasi dan saling melengkapi dengan cepat. Kita juga seneng kamu bisa nerima Freya dan sabar dengan semua sikap polosnya. Bahkan Bunda bisa lihat kalian saling mencintai. Tapi ternyata semua itu cuma tipuan kamu aja. Bisa-bisanya kamu main belakang. Bunda bener-bener kecewa sama kamu." Tutur Mira.


Arka mengacak rambutnya, pusing. Ia tak mengira jika masalahnya akan jadi serumit ini, Freya bahkan berani meninggalkan rumah. Kali ini rasanya benar-benar menyesal kenapa saat itu ia tak pulang saja. Mungkin semua tak akan runyam seperti saat ini. "Bun ini semua cuma salah paham. Aku bisa jelasin semuanya."


"Jelasin apa Arka? Kamu mau ngasih tau bunda kalo kamu masih pacaran sama Lisa? Dari dulu sudah bunda kasih tau tinggalkan Lisa! Kenapa kamu nggak nurut." Bentak Bunda Mira sambil mendorong tubuh Arka. Bunda Mira bahkan sudah dua hari menahan emosinya menunggu sang anak pulang semenjak Ardi kembali tanpa Freya dan menjelaskan semua yang Freya alami di posko pada sang Bunda.


Arka mendekat kembali pada Bunda Mira, ia memegang kedua telapak tangan Bundanya. "Bunda, Arka bener-bener udah nggak ada hubungan apa-apa sama Lisa, kita udah putus. Freya hanya salah paham, aku bahkan ngajak Irfan sama Rendi buat bujuk Freya yang lagi marah karena aku sendiri udah jelasin ke dia tapi dianya nggak percaya Bun. Aku bener-bener cinta sama Freya Bun."


Arka menghampiri Ardi yang tengah berdiri di samping Irfan dan Rendi. "Maksud lu apa ngomong kaya gitu? Kenapa juga lu nggak ngasih tau kakak kalo Freya pergi. Bukannya lu bareng Freya malam itu? gue nyuruh lu buat jagain Freya bukan malah nganterin Freya pergi dari rumah."


"Tanpa kakak suruh dari dulu gue selalu jagain Freya. Gue bahkan udah jagain dia jauh-jauh hari dari sebelum dia ketemu kakak. Selama ini gue cuma nurut sama kakak karena gue liat Freya bahagia bareng kakak. Tapi malam itu untuk pertama kalinya gue liat dia nangis. Sakit gue liat dia sedih kaya gitu. Kemarin kan udah gue kasih tau kalo buat gue Freya lebih dari sekedar kakak ipar." Ucap Ardi sambil menatap Arka yang berdiri di hadapannya.


"Lebih dari sekedar kakak ipar?" Ulang Arka.


"Ya. Freya istri kakak sekaligus kakak ipar gue dia orang yang udah gue jaga selama tiga tahun. Dia juga alasan gue bela-belain sekolah jauh-jauh ke Jogja, demi bisa deket sama dia juga gue pindah jurusan." Ujar Ardi.

__ADS_1


"Lu nggak tau kak perasaan gue saat pertama Bunda ngenalin dia sebagai tunangan lu di parkiran waktu acara perpisahan? gue berharap itu semua cuma mimpi. Tapi karena gue liat Freya bisa ketawa bareng lu dan gue juga tau lu lebih baik dari pada gue jadi gue ikhlasin dia buat lu." Ucap Ardi panjang lebar.


Arka, Irfan, Rendi dan Bunda Mira benar-benar terkejut dengan penuturan Ardi mereka tak ada yang menyangka jiga gadis yang selama ini disukai Ardi sejak lama adalah Freya, istri kakaknya.


Bunda Mira menghampiri putra bungsunya, memeluk erat anak itu. "Maafin bunda udah buat kamu kaya gini. Bunda nggak tau kalo Freya gadis yang kamu suka sejak lama. Jika Bunda tau dari awal mungkin semua nggak akan seperti ini."


"Nggak apa-apa Bun. Mungkin Freya memang bukan jodoh Ardi. Tapi jika kakak tidak bisa membuat Freya bahagia jangan salahkan Ardi kalau Ardi ngambil Freya dari kakak." Ucap Ardi sembari menghapus air mata bundanya. "Mungkin sekarang sudah waktunya aku ngambil Freya dari suami yang cuma bisa bikin dia nangis." Lanjutnya sambil menatap Arka.


Mira tak pernah menyangka jika kedua putranya akan memperebutkan satu wanita. Dan sialnya dia yang membuat semua ini jadi rumit karena menjodohkan Arka dengan Freya. Tak habis pikir dengan tindakan yang membuat putra bungsunya begitu menderita dalam diam selama ini. Tiba-tiba dunianya berubah gelap dan wanita paruh baya itu pingsan di depan Ardi.



itu tuh penjaga jodoh sang kakak🤭🤭



yang lagi minggat, nggak tau lagi ngapain disana🤣🤣


__ADS_1


yang baru balik langsung kena gampar 🥺🥺🥺


__ADS_2