Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Ayo Belajar!


__ADS_3

Freya menghampiri Bunda Mira yang sedang bersantai bersama Bayu di ruang keluarga, dengan polosnya Freya duduk nyempil diantara Ayah dan Bunda mertuanya. Gadis itu benar-benar sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, dirinya benar-benar sudah menganggap Mira seperti Mama kandungnya sendiri. “Bun, Bang Arka nakal sama aku.” Adunya sambil memegangi lengan mertuanya.


Mira beradu pandang dengan suaminya, menerka-nerka kenakalan apa yang dilakukan oleh putranya. “Emangnya Freya diapain sama Arka?” Tanya Mira.


Freya melihat tangan kanannya yang telah menyentuh perut kotak-kotak Arka tadi. “Bang Ar udah bikin aku ngga suci lago Bun.” Ucapnya sambil menenggelamkan kepalanya di bahu Mira, seolah menyembunyikan wajahnya yang malu.


Mira menahan tawanya dan mengelus punggung gadis yang sedang menempel manja padanya. Pikirnya tak ada yang salah jika putranya mengambil kesucian Freya toh dia suami sah dari Freya, dan lagi bukankah ini bukan yang pertama kali? Mira mengingat Ratna yang pernah mengabarinya soal malam pertama Freya dan Arka. “Sudah-sudah kamu ngga usah malu ataupun sedih, semua perempuan yang sudah menikah juga melakukannya.”


“Iya tidak apa-apa Fre, Biar nanti ayah tegur Arka supaya ngga nakal sama kamu.” Ujar Bayu yang mengira putranya itu sudah nakal pada menantunya karena mengajak ena-ena di waktu petang.


Ardi yang baru saja tiba di ruangan itu heran melihat Freya yang sedang memeluk Bundanya. Ardi duduk di sofa yang berada di samping Mira. “Gue yang anaknya aja jarang tuh nempel-nempel kaya gitu. Kaya anak TK tahu Fre.” Sindir Ardi.


“Ardi, Bang Ar nakal sama gue.” Adunya lagi pada adik ipar merangkap mantan bucinnya.


“Emang lu diapain?”


“Tuh tanya aja sama orangnya. Gue sebel.” Ucap Freya sambil memanyunkan bibirnya dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu Mira saat melihat Arka menghampiri mereka.


Arka duduk di samping Ardi dan melihat ke arah istrinya yang lengket dengan bundanya. “Kak, Freya lu apain?” Tanya Ardi.


Arka hanya melirik Ardi dengan tatapan masa bodoh seolah berkata tak tau.


“Arka kamu itu jangan nakal, kalo main kan bisa malem. Jangan pulang kuliah langsung tancap aja. Mentang-mentang pengantin baru. Harus ngerti waktu juga. Kasian kan anak gadis ayah.” Ujar Bayu sambil mengelus kepala Freya yang masih bersandar di bahu istrinya. Bahkan gadis itu kini menjulurkan lidahnya pada Arka dengan wajah mengejek, seolah bahagia melihat suaminya kena tegur ayahnya.


Arka tak mengerti kenapa ayahnya bisa berkata seperti itu padahal dirinya tak melakukan apa pun pada Freya, hanya mengajari sedikit saja. Bahkan sangat sedikit karena belum apa-apa gadis itu sudah kabur. “Iya lain kali kita mainnya malem aja yah.” Iya-iyain aja lah biar kelar pikir Arka.


Sementara Ardi sedang berusaha habis-habisan menahan emosinya. “Liat kalian berdua aja udah bikin nyesek, apa ngga bisa kalian tak perlu membahas urusan nafkah batin dihadapan gue yang sedang belajar ikhlas dengan kenyataan ini.” Batin Ardi yang kini mengira Freya benar-benar sudah menjadi milik kakaknya sepenuhnya.

__ADS_1


Obrolan yang salah arah itu berakhir saat BI Tuti menghampiri mereka dan mengatakan makan malam sudah siap. Mira mengajak suami dan anak-anaknya ke ruang makan. Ini adalah makan malam pertama Freya bersama keluarga barunya.


Karena sudah biasa mengambilkan makan untuk Arka di rumahnya, kali ini pun Freya dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Arka. Mengisi nasi dan lauk pauk ke piring Arka dan memberikannya pada Arka. “Ini makanannya suamiku.” Ucapnya sambil tersenyum imut.


Mira sangat senang melihat Freya melayani anaknya dengan baik. Senyum Mira makin merekah ketika melihat Arka yang juga mengambilkan makanan untuk manantunya. “Uh mereka so sweet banget.” Batin Ratna.


“Bang Ar aku mau seblaknya yang tadi.” Pinta Freya. Dengan sikap Arka mengambilkan seblak yang ia beli tadi.


“Makasih.”


Arka mengacak gemas rambut Freya. “Sama-sama Dek.”


Ardi benar-benar jengah melihat tingkah kakaknya dan Freya. Ardi memang mengikhlaskan Freya untuk Arka asal Arka bisa membahagiakan gadis itu. Tapi jika harus melihat adegan seperti ini tak dipungkiri hatinya masih panas. Kadang ia merutuki kenapa bukan dirinya saja yang dijodohkan dengan putri dari teman grup chat bundanya. “Gue juga mau diambilin Kak.” Sindirnya pada Arka yang terus menuruti keinginan Freya.


“Ambil sendiri lu kan udah gede.”


“Freya aja udah gede lu ambilin kak. Adek sendiri diabaikan.” Sindir Ardi.


“Udah-udah sini Ardi biar bunda yang ambilin.” Lerai Mira. Yang hanya ditanggapi senyuman oleh Ardi dan mengambil makanannya sendiri.


Setelah makan malam selesai Freya membantu Mira membereskan meja makan. Meskipun mereka memiliki ART tapi membereskan meja makan sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Selesai membereskan meja makan Freya menghampiri Arka dan Ardi yang sedang bersantai ruang keluarga.


“Kalian lagi bahas apaan sih?” tanya Freya.


“Lagi bahas cewek yang disenengin Ardi di sekolah. Yang dia belain sampe sekolah ke Jogja dan pindah jurusan juga. Kamu tau ngga Dek ceweknya?” Tanya Arka.


Sontak Freya langsung membuang pandangannya, menghindari tatapan Arka. “Oh My God tamat sudah riwayat gue kalo sampe Bang Ar tau.” Batin Freya.

__ADS_1


“Hei!” Arka mengguncang bahu Freya yang duduk di sampingnya. “ Dek di tanyain malah bengong. Kamu tau ngga? Harusnya kamu tau lah kan kalian satu sekolah bahkan satu kelas. Penasaran cewek kaya gimana yang bikin Ardi bucin sampe segitunya.” Ujar Arka.


“Cewek itu gue Bang. Gue istri lu yang sekarang ada di samping lu ini.” Ingin sekali Freya berkata seperti itu tapi apa daya semua hanya terucap di dalam hatinya saja.


Tak tega juga Ardi melihat Freya ditodong pertanyaan yang jelas-jelas dirinyalah jawabanya. “Freya ngga tau Kak.” Ujar Ardi.


“Oh.” Arka menganggukan kepalanya. “Ya udah ayo kita ke kamar.” Ucapnya seraya bendiri.


Freya melirik jam di dinding ruangan itu, “Baru jam setengah sembilan Bang. Belum ngantuk.”


“Katanya tadi pagi udah ngga sabar pengen diajarin?”


“Oh yang belajar main sama prakteknya juga yah Bang?” tanya Freya penuh semangat yang dianggukki oleh Arka.


“Oke kuy lah Bang. Ayo kita belajar! penasaran juga aku.” Ucapnya seraya berdiri dari duduknya. “Di gue ke kamar dulu yah.” Pamitnya pada Ardi lalu berjalan mengadeng lengan kiri Arka.


Setibanya di kamar Arka langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, sementara Freya berjalan menuju meja dan kembali menghampiri Arka. Gadis itu naik ke atas ranjang dan duduk bersila di samping Arka. “Bang Ayo aku udah siap nih.” Ujarnya yang langsung membuat Arka bangkit dan duduk bersila melihat ke arahnya.


Kening Arka tiba-tiba berkerut ketika melihat sebuah buku dan tempat pensil di samping Freya. “Ngapain kamu bawa buku sama alat tulis kesini Dek?”


“Ya kan kita mau belajar Bang.” Jawabnya polos.


Arka menatap gadis lugu dihadapannya, bingung sendiri harus bagaimana mengajari istri lugunya itu. Mana ada belajar main sama praktek ena-ena pake buku catatan sama alat tulis segala.


.


.

__ADS_1


.


Hayo like sama komentarnya jangan ketinggalan yah!


__ADS_2