Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Pemeriksaan


__ADS_3

Terbangun dari tidur dan berada dipelukan Arka rasanya seperti mimpi karena sudah tiga minggu dia tidur sendiri. Ditatapnya wajah tampan Arka yang masih terlelap. Jari telunjuknya menyusuri kening, hidung hingga berhenti di bibir Arka. "Ganteng banget Bang Ar." Jari nakalnya menyentuh bibir Arka lebih lama.


"Kan suami kamu." Arka membuka matanya, lelaki itu sudah bangun sejak tadi dan memperhatikan Freya yang masih meringkuk dipelukkannya. Saat melihat Freya terbangun dia pura-pura tidur.


Freya segera menjauhkan jarinya dari bibir Arka. Memasukan kembali tangannya ke dalam selimut. "Abang udah bangun?"


"Udah dari tadi." Arka menyentuh kening Freya. "Udah nggak panas. Udah baikan? Masih pusing nggak?" Tanyanya.


Freya menggelengkan kepalanya. "Udah nggak." Dia semakin memeluk Arka erat.


Arka menepuk pelan punggung istrinya. "Masih mual?"


"Nggak."


"Ya udah bangun yuk. Mandi, sarapan terus kita ke dokter. Abang takut kamu kenapa-napa Dek."


"Nggak mau ke dokter Abang. Aku takut." Rengeknya.


"Nanti Abang temenin. Nggak bakal di apa-apain kok cuma di periksa aja." Bujuk Arka.


"Aku udah sembuh Bang Ar. Nggak apa-apa cuma lemes aja, kebanyakan muntah kayaknya." Ujar Freya yang masih memeluk Arka. "Mau kaya gini aja terus." Dia makin membenamkan kepalanya di dada Arka.


"Manjanya Dedek Freya nya Abang nih." Arka mendekap istrinya lebih erat. "Apa wanita kalo hamil emang gini yah?" Imbuhnya.


"Hamil?" Freya melepaskan pelukannya dan beranjak duduk, menyandarkan dirinya di kepala ranjang. Arka pun melakukan hal yang serupa. "Kok dari kemarin semua bahasannya hamil terus sih Bang?"


"Abang juga nggak tau, soalnya Abang pulang karena Ardi bilang kamu hamil Dek. Terus kata Bunda juga gitu." Lelaki itu mengelus perut Freya. "Ada anak kita disini nggak yah?"


"Emang Abang udah siap jadi papa?"


"Siap nggak siap. Kalo emang ada baby di sini," Arka mengelus lembut perut Freya. "Abang pasti jagain kalian berdua." Ucapnya penuh keyakinan.


"Kalo kamu gimana Dek? Kamu udah siap jadi mama?" Tanya Arka.

__ADS_1


Freya menggelengkan kepalanya lagi. "Aku nggak tau Bang." Wanita itu ikut mengelus perutnya sendiri. "Tapi kalo emang ada baby di sini." Freya terlihat berfikir. "Aku juga bakalan kayak Abang jagain baby kita. Tapi apa iya aku hamil yah Bang? Kita kan mainnya baru," Freya menjentikan jarinya berhitung dengan jari-jarinya. "Baru tiga kali." Lanjutnya.


Arka mengacak gemas rambut panjang Freya. "Makanya kita periksa yah. Ayo sekarang mandi dulu."


Setelah mandi Freya masih terlihat sedikit pucat. Arka menyuruh Freya untuk istirahat saja di kamar. Dia yang akan turun untuk mengambil sarapan.


"Gimana keadaan Freya Ar?" Tanya Mira yang sedang sarapan bersama Bayu dan Ardi.


"Udah baikan. Tinggal lemesnya aja." Arka mengambil beberapa roti tawar dan mengolesnya dengan selai coklat.


"Syukur deh kalo gitu. Bunda udah telpon dokter keluarga kita. Nanti dia kesini buat periksa Freya. Bunda takut cucu bunda kenapa-napa." Ujar Mira.


"Iya Bun." Arka meletakan piring berisi roti dan dua gelas susu ke nampan. "Aku sarapan di kamar aja sama Freya."lanjutnya lalu pergi dengan membawa nampan.


"Bunda dari semalem bahasnya cucu terus. Emang beneran Freya udah hamil yah Bun? Cepet amat." Ujar Ardi.


"Dari ciri-cirinya sih kayaknya iya, mual muntah gitu." Yakin Mira.


Arka dengan telaten menyuapi Freya, sedikit demi sedikit hingga habis. Arka nampan berisi piring dan gelas kosong bekas sarapan mereka di meja belajar. "Masih pusing?" Tanya Arka.


Tak lama Mira mengetuk pintu kamar Arka yang terbuka. Ada wanita dengan jas putih yang berdiri di sampingnya dan Ardi yang berdiri di belakang mereka.


"Arka, Dokter Rere udah datang buat meriksa Freya. Bunda Mira dan Dokter Rere berjalan menghampiri mereka ke ranjang. Sementara Ardi duduk di sofa yang ada di kamar itu.


Arka segera beranjak dari duduknya dan mempersilahkan dokter Rere untuk memeriksa Freya. "Tolong periksa istri saya Dok."


"Arka nikah nggak ngundang saya. Cantik istri kamu." Ucap dokter itu seraya menyuruh Freya berbaring supaya mudah memeriksanya.


Arka duduk di sofa bersama Ardi. "Makasih selalu nemenin Freya selama kakak nggak ada." Ucapnya sambil menepuk bahu Ardi.


"Sama-sama kak, gue seneng kok nemenin Freya lagian kan kita temenan dari SMK."


Setelah selesai memeriksa Freya, dokter Rere memberikan beberapa obat untuk Freya. "Ini hanya vitamin, diminum sehari tiga kali. Dan yang ini harus dihabiskan yah, sehari satu kali saja." Tutur dokter Rere.

__ADS_1


"Menantu saya sakit apa dok? Apa bayi nya tak apa-apa?" Tanya Mira.


"Bayi?" Dokter Rere malah balik tanya ke Mira.


"Iya, bukankah menantu saya sedang hamil? Dari semalam dia mual dan muntah, bahkan pusing."


"Menantu ibu tidak hamil. Dia mual dan muntah karena asam lambungnya naik." Dokter Rere menatap Freya. "Apa kamu suka makan pedas?" Tanyanya.


Freya yang hendak menjawab tapi keburu terpotong oleh ucapan Ardi. "Iya dok, dia kemaren makan seblak level super yang pedesnya ngalahin mulut tetangga yang suka ngegosip sama minum jus lemon yang asem."


"Nah bisa jadi itu penyebabnya. Sebaiknya kurangi makan pedas yang berlebihan yah. Jangan telat makan dan jangan kebanyakan pikiran. Obatnya jangan lupa di minum."


Tinggal mereka berdua di kamar. Mira dan Ardi ikut mengantar Dokter Rere hingga ke teras. Setelah mengunci pintu kamar, Arka duduk di samping Freya. Istrinya terlihat murung. "Kenapa wajahnya jadi murung gini sih Dek? Arka mengelus pipi istrinya.


Freya memegang tangan Arka yang mengelus pipinya. "Aku sedih aja Bang liat Bunda yang dari semalem udah antusias mau punya cucu ternyata aku nggak hamil."


"Udah jangan dipikirin. Itu bukan salah kamu sayang."


"Abang nggak kecewa aku nggak hamil?"


"Nggak. Abang rasa kita emang belum saatnya punya baby. Lagi pula kita masih bisa bikin lagi kok."


"Bikin apa Bang?"


"Bikin baby lah. Bikin yuk?"


.


.


.


Belum punya baby guys.

__ADS_1


Kita doain aja mereka selalu bahagia yah.


Like komen vote dongs biar aku makin semangat halu.


__ADS_2