Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Kenyataan


__ADS_3

...…mencintai orang yang tak bisa mencintaimu kembali adalah bagian yang paling menyakitkan dari cinta…...


“Gue nggak tau ada masalah apa. Tapi maafin Bang Ar yah, udah bikin kakak jadi babak belur.” Ucap Freya pada Tito.


Tito mengangguk kemudian mengusap ujung bibirnya yang berdarah, “nggak apa-apa Fre. Gue emang layak dapetin ini semua.”


“Udah Dek. Nggak usah ngomong sama baji ngan kayak dia.” Ketus Arka.


“Lu bisa tenangin suami lu dulu Fre. Gue tunggu disini. Ada yang perlu gue omongin sama lu.” Ujar Tito. “Sama lu juga kak, karena lu suaminya. Gue tunggu di sini.” Imbuhnya sambil melirik ke Arka.


Hatinya meringis sedih mengucapkan kata 'suami' yang ia kira hanya sepupu dari gadis yang ia sukai. Tapi mau bagaimana lagi, ini kenyataan yang sesungguhnya. Meskipun tak bisa mendapatkan Freya setidaknya ia bisa membersihkan nama baik dan membongkar kebusukan Lisa. Tak ingin wanita itu terus memanfaatkan Freya yang lugu.


Freya baru saja menutup pintu kamar, kali ini ia mengunci pintu itu mengingat terlalu banyak pengalaman tak menyenangkan karena lupa mengunci pintu.


Freya berjalan ke ranjang dan duduk di ujung ranjang, melihat suaminya yang merebahkan diri di atas sana.


“Sini!” Arka menepuk Kasur di sampingnya. “Papa pengen meluk caby.” Imbuhnya.


“Caby nya nggak mau di peluk sama Papa yang suka main baku hantam.” Jawab Freya sambil menunduk membersihkan darah di punggung kakinya dengan tisu yang baru saja ia ambil dari meja rias.


“Cuma gores dikit ternyata.” Gumam Freya kemudian mengambil plester dan memasangnya.


“Sayang , kamu lagi apa sih?” kesal Arka Karena Freya tak juga naik ke ranjang. Arka turun dari ranjang dan berjongkok di depan Freya yang baru saja selesai memasang plaster di kakinya. Ia mengusap plaster itu dengan tatapan bersalah pada Freya.


“Nggak apa-apa Bang. Cuma kena pecahan gelas dikit tadi.”


Arka merapatkan kepalanya ke perut Freya, mencium perut rata itu. “Caby maafin Papa yah udah bikin kaki Mama sakit.”


“Iya nggak apa-apa Pa. tapi besok-besok jangan main baku hantam lagi Yah. Caby nggak mau punya Papa tukang berantem.” Ucap Freya menirukan suara anak kecil, tangannya membelai rambut pendek Arka.


“Bang Ar kenapa sih mukulin Kak Tito kayak tadi? Aku takut tau Bang liatnya. Untung aja ada Ayah sama Bunda, kalo nggak aku nggak yakin deh Kak Tito masih idup sekarang.” Ujar Freya.


“Iya maaf sayang, lain kali nggak bakal kayak gitu lagi. Tadi kebawa emosi.”


“Emosi kenapa coba Bang? Kak Tito kan cuma main kesini. Katanya ada yang penting mau di omongin.”


“Ya karena dia tuh yang udah bikin kamu di inagurasi semalam…”


“Aku kenapa Bang semalam? Aku bener-bener nggak inget apa-apa.” penasaran Freya.


Arka mengajak Freya berbaring, menggunakan lengan kirinya sebagai bantalan. “Aku kenapa Bang?”


“Abang ceritain tapi kamu nggak boleh banyak pikiran yah. Abang nggak mau terjadi apa-apa sama caby kita.” Ujar Arka.

__ADS_1


“Iya Bang, tenang aja. Caby kita kuat kok. Lagian abang tau sendiri aku bukan tipikal orang yang mudah baper kok.”


Arka menceritakan semua yang terjadi di malam inagurasi dari saat Lisa mengatakan melihat Tito membawa Freya ke dalam kamar hingga wanita ini memberitahu Rendi dan Irfan hingga mereka menemukan Tito yang sudah tak berpakaian sedang mencoba melepas pakaian Freya.


“Maafin Abang nggak bisa jagain kamu.” Arka membawa Freya ke pelukannya, mengusap pelan punggung istrinya.


“Kenapa kak Tito jahat sama aku Bang?” tangis Freya pecah, ia tak menyangka orang yang merupakan cinta pertamanya melakukan hal itu.


“Entahlah sayang. Cinta emang bisa bikin orang jadi terobsesi dan memanfaatkan segala cara.” Arka melepas pelukannya dan menghapus air mata Freya. “Jangan nangis lagi, semuanya baik-baik aja. Kasian caby kita kalo kamu sedih dia ikutan sedih.”


“Maafin Mama caby,” Freya mengelus perutnya. “Bang Ar ayo kita temui kak Tito, aku pengen tau hal penting apa yang mau dia omongin ke aku. Aku nggak nyangka dia bener-bener jahat sama aku.” Freya beranjak dari ranjang dan meninggalkan kamar.


Freya ya tetap Freya, bukannya dia berusaha menenangkan Arka malah dia yang terpancing emosi. Dengan air mata yang lagi-lagi membasahi pipinya ia menuruni tangga menuju ruang tamu.


Seperti perkataan Tito tadi, lelaki itu masih duduk di ruang tamu bersama dengan Bayu dan Mira yang sedang membantu Tito mengompres wajah dengan air es supaya pukulan Arka tadi tak membekas.


Freya mendaratkan satu tamparan di pipi kanan Tito, “Gue nggak nyangka Kakak tega sama gue. salah gue apa coba Kak?" Ucapnya sembari menangis. Arka menjauhkan Freya dari Tito, ia memeluk istrinya yang kembali menangis.


“Arka ajak Freya duduk dulu. Semuanya perlu diluruskan.” Titah Bayu.


Semua telah duduk, tangis Freya juga sudah berhenti. Meski masih tersisa tatapan bencinya pada Tito.


“Maafin gue Fre. Gue emang salah. Gue kesini buat minta maaf. Dan soal yang semalam gue bener-bener nggak nyentuh lu sama sekali. Kalian harus denger ini.” Ucap Tito sambil menatap Freya dan Arka bergantian. Lantas ia memutar rekaman yang sebelumnya sudah ia tunjukan pada Mira dan Bayu.


"Dari awal kan Abang udah bilang jangan deket-deket sama dia, kamu ngeyel aja nggak bisa dibilangin."


"Ya kan aku kira dia udah berubah Bang. selama ini juga baik banget sama aku." ucap Freya sambil terisak. "Kak Tito juga bisa-bisanya jahat sama aku, malah bersekutu sama Kak Lisa." lanjutnya.


"Gue punya alasan sendiri Fre. Dia ngancam. lagi pula gue juga nggak sungguh-sungguh mau nurutin rencana Lisa. semalem gue cuma mau nurunin lengan baju lu trus kita foto , udah gitu doang. Gue nggak ada niatan buat nyentuh lu. gue malah udah ada niat buat bongkar semua rencana Lisa eh malah gue yah kena batunya." tutur Tito.


"Tapi tetep aja kakak jahat sama gue."


“Udah sayang jangan nangis terus, kasian cucu bunda. Dia pasti sedih kalo Mamanya nangis terus.” Ucap Mira.


“Cucu?” Ucap Tito, belum cukup kah hari ini ia dikejutkan dengan kenyataan Freya dan Arka suami istri kini ditambah dengan cucu?


“Iya anak gue.” jawab Arka sambil mengelus perut datar Freya, “Maafin gue udah mukulin lu tadi, harusnya lu jelasin dari awal!” imbuh Arka.


"Gimana mau jelasin? lu datang langsung main pukul aja."


"Iya sorry tadi gue kalap kebawa emosi. lu bayangin aja kalo ada di posisi gue. Bini gue loh ini lu pegang-pegang." ujar Arka.


"Gue pegang dikit doang semalem, hadiah baku hantamnya berkali-kali. kasih tau temen lu yang udah main pukul juga. mereka utang maaf ke gue." ucap Tito.

__ADS_1


"Iya nanti gue bilangin ke mereka." Ucap Arka sembari mengusap pipi Freya yang basah. "jangan nangis terus Dek."


"Jadi gimana rencana lu selanjutnya setelah tau semuanya?" tanya Tito.


"Ikutin dulu aja permainan dia!"


Pintu rumah yang tak tertutup memperlihatkan sosok Ardi dan Miya yang masuk sambil membawa dua keresek besar. Keduanya berjalan menghampiri Arka, “Lu pilih sendiri lah Kak kedondong yang manis. Gue cape udah keliling semua toko buah, gue beli satu-satu terus gue kumpulin noh.” Ucapnya sambil meletakan dua keresek berisi kedondong ke meja. Tatapan Ardi langsung berubah kesal saat mendapati Tito juga ada di sana. “Lu…” pukulannya hampir saja mendarat di wajah Tito jika tak di tahan Miya.


“Ardi!” ucap Bayu dengan suara tingginya sambil menggelengkan kepala, pertanda ia tak ingin anak bungsunya ikut campur.


“Kita ke dapur aja yuk, haus gue.”Ajak Miya.


“Iya ayo, gue juga haus. Udah kayak orang gila kita nyari kedondong manis.” Ucap Ardi.


“Tadi kita ketemu Kak Lisa di Mall, dia ngundang kita makan malem di rumahnya ntar malem.” Ucap Ardi sebelum meninggalkan ruang tamu.


Setelah Ardi meninggalkan ruang tamu, Tito juga berpamitan untuk pulang.


“Urusan gue udah selesai. Maafin gue Fre, gue harap kalian selalu bahagia.”


Tito menyalami Bayu dan Mira sebelum pulang, Arka mengantar Tito hingga teras.


“Jaga Freya baik-baik. Semoga kalian bahagia selalu.”


“Makasih. Gue do’ain lu cepet move on.” Ucap Arka.


Arka berdiri di teras hingga mobil yang dikendarai Tito menghilang dari pandangannya. Kini kedua tangannya mengepal menahan emosi, “Lisa. Lu bener-bener udah nggak waras. Bisa-bisanya lu manfaatin orang demi obsesi. Kita lihat sejauh mana drama yang bakal lu mainin.” Batin Arka.


.


.


.


bonus foto para pejuang kedondong manis



yang nyari kedondong manis demi si caby



sahabat satu server yang ikutan nyari kedondong manis

__ADS_1


seperti biasa tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya biar otak aku makin lancar halunya😘😘😘


__ADS_2