Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Hamil?


__ADS_3

Ternyata menjalani tak semudah berucap karena ini kenyataan bukan kisah dalam novel atau pun sinetron yang bisa main skip dan tiba-tiba sudah setahun kemudian. Lelaki itu mengacak rambutnya setelah beberapa saat lalu berbincang dengan istrinya. Baru seminggu berjauhan tapi kenapa waktu rasanya begitu lambat bergulir. Andai saja ada alat untuk mengatur kecepatan waktu maka sudah pasti dia akan membelinya supaya bisa menyelesaikan KKN dengan cepat dan kembali menghabiskan waktunya dengan Freya.


Bahkan kini Arka merutuki nasibnya sendiri yang tak bisa memasukan permen pada huniannya. Baru celap celup tiga kali tapi puasanya udah seminggu, bahkan mungkin sampai sebulan. Dia harus terima hanya bisa melihat senyum Freya dibalik layar ponsel. Bahkan hanya sekedar untuk melakukan panggilan vidio pun Arka tak punya waktu banyak karena Lisa selalu saja menempel padanya.


"Ar lagi apa gue temenin yah?" Lisa duduk di sampingnya.


"Nggak capek apa lu deket-deket gue mulu Lis? Aneh deh." Ketus Arka kemudian melenggang masuk ke dalam rumah berkumpul dengan teman-teman yang lain membahas progres kemajuan program mereka.


"Eh paketu!" Panggil salah satu anggota kelompoknya pada Arka. Semenjak memulai KKN sebutan paketu alias Pak Ketua mulai melekat pada dirinya. "Punya cewek cakep macam Lisa lu anggurin aja kasian tau." Lanjutnya.


"Bukan cewek gue. Ambil aja kalo lu mau." Ujar Arka datar.


"Serius Paketu dia bukan pacar lu? Tapi kemaren-kemaren dia bilang pacar lu. Cuma lagi ribut aja gitu katanya." Timpal Tia.


"Elah si Lisa lu percaya Ti." Ucap Rendi.


"Jadi yang bener yang mana nih? Paketu pacar Lisa apa jomblo? Kalo jomblo gue mau daftar lah." Goda salah satu mahasiswi.


"Kalian salah dua-duanya hahaha." Irfan tergelak menahan tawa melihat mahasiswa perempuan yang mendadak kepo tentang status Arka.


"Jadi yang bener yang mana?"


"Yang bener yah Arka cowok gue lah." Ucap Lisa sembari duduk di samping Arka, seperti biasa gadis itu dengan songongnya menggeser Irfan yang duduk di sana.


"Lepasin, kita udah putus." Ujar Arka.


"Oh jadi mantan." Kompak beberapa mahasiswi berucap.


"Udah sih kenapa jadi bahas masalah pribadi, yang jelas gue nggak ada hubungan apa-apa sama dia." Arka menunjuk gadis di sampingnya. "Balik lagi sekarang silahkan tiap ketua kelompok tugas memaparkan progres program masing-masing." Lanjutnya.


Lain halnya dengan Arka yang uring-uringan karena permennya sudah puasa satu minggu dan harus selalu berurusan dengan Lisa, keadaan Freya di rumah justru berbanding terbalik dengan Arka. Hari pertama di tinggal KKN Freya terlihat murung dan terus saja merengek ingin menyusul Arka tapi berkat adik ipar dan sahabatnya lambat laun Freya mulai bisa terbiasa tanpa Arka. Freya dan Arka bahkan membuat jadwal untuk melakukan vidio call secara rutin setiap malam sebelum tidur walau hanya sebentar tapi setidaknya mendengar dan melihat wajah Arka sebelum tidur bisa membuat Freya tidur nyenyak.


Hari-hari Freya tanpa Arka dihabiskan bersama dengan Ardi dan Miya. Mereka pergi jalan-jalan atau sekedar kumpul-kumpul di rumah Ardi untuk menemani Freya. Ardi bahkan jadi korban mereka berdua karena harus ikut-ikutan maraton drama korea.

__ADS_1


Berkat Ardi dan Miya yang selalu menemaninya tak terasa sudah dua minggu Freya tanpa Arka. Tapi kali ini Ardi harus siap-siap putar otak lagi untuk menghadapi Freya yang pasti akan merengek ingin bertemu kakaknya karena besok Miya harus kembali ke Jogja, gadis itu memutuskan menemui orang tuanya dulu sebelum tahun ajaran baru di mulai.


Pagi ini Ardi dan Freya mengantarkan Miya ke stasiun. "Hati-hati di jalan. Kalo udah sampe rumah kabarin gue yah." Ucap Freya setelah melepas pelukannya pada Miya.


"Iya. Lu yakin nggak mau ikut pulang dulu ke Jogja Fre? Lagian Kak Arka kan lagi nggak di rumah." Ajak Miya.


"Yaelah Mi malah lu bahas kakak gue, gimana ini ntar kalo kakak ipar gue nangis minta nyusul ke tempat KKN?" Sindir Ardi.


"Nggak akan lah Di. Emangnya gue bocah apa nangis-nangis." Protes Freya sambil menatap sebal pada si adik ipar. "Gue lain kali aja pulangnya kalo sama Bang Ar." Lanjutnya.


"Ya udah gue balik yah." Miya melambaikan tangannya.


Setelah melihat kereta yang ditumpangi Miya sudah menjauh keduanya beranjak keluar dari stasiun.


"Kemana kita sekarang nih kakak ipar?" Suara Ardi terdengar meledek.


"Balik aja deh."


"Nggak gue mau balik aja, nunggu Bang Ar telpon."


"Ya udah kita pulang."


"Hm... eh kita main dulu aja deh Di, lagi pula Bang Ar telponnya masih lama."


Ardi memutar balik kendaraanya menuju Mall. "Dasar plin plan lu."


"Jadi lu kepaksa nih nganterinnya nih? Nggak ikhlas nih? Ntar gue aduin loh ke Bunda sama Bang Ar."


"Ampun-ampun kakak ipar, gue belum jadi gembel." Dengan pasrah lagi-lagi Ardi mengikuti Freya. "Mampus kalo nih bocah ngadu ke bunda, auto jadi gembel gue tanpa atm." Batin Ardi yang sejak kakaknya berangkat KKM sudah diberi tugas tambahan oleh Mira untuk menemani Freya.


Membuntuti Freya yang hanya jalan kesana kemari memasuki beberapa toko tapi tak membeli apapun membuat Ardi geram, "lu sebenernya mau beli apa sih Fre?"


"Liat-liat doang gue mah. Kalo ada yang gue suka ya beli kalo kagak ya udah lewat doang." Ujar Freya sambil melihat barisan jepit-jepit lucu dihadapannya.

__ADS_1


Setelah makan malam keluarga Mira khawatir karena Freya yang tiba-tiba muntah-muntah. Bunda Mira, Bayu dan Ardi bahkan ikut kalang kabut melihat Freya yang bolak balik kamar mandi mengeluarkan semua isi perutnya.


"Kamu ini kenapa sayang kok bisa sampe begini?" Tanya Bayu pada Freya yang baru saja kembali ke ranjang. Bayu, Mira dan Ardi ketiganya berkumpul di kamar Arka menemani Freya yang sejak tadi muntah-muntah. Bahkan wajahnya sudah terlihat pucat.


"Freya nggak tau yah. Tadi aku nggak apa-apa." Jawabnya pelan.


Ardi berulang kali menghubungi kakaknya tapi tak ada jawaban.


"Ardi gimana udah kasih tau Arka belum istrinya sakit." Teriak Mira yang sudah panik.


"Belum Bun, ini aku telpon nggak diangkat-angkat."


"Eh bentar-bentar." Mira menghampiri Freya. "Sayang kapan terakhir kamu datang bulan?" Tanyanya.


"Aku nggak tau Bun, aku nggak pernah ngitung."


"Astaga. Ayah." Teriak Mira girang.


"Kamu ini gimana Bun anak lagi sakit malah teriak di dekatnya." Ucap Bayu.


"Ayah sepertinya kita akan segera punya cucu." Ucap Mira dengan semangat. "Mungkin Freya hamil." Imbuhnya.


"Hah?" Ardi begitu terkejut mendengar ucapan Bundanya.


"Ha.. Hamil?" Ucap Freya lirih kemudian kembali berlari ke kamar mandi karena ingin muntah.


.


.


.


Tinggalkan jejaknya manteman. Like komen dan vote yah. Nuhun.

__ADS_1


__ADS_2