Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Utang


__ADS_3

Ardi memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang tak jauh dari apartemen tempat Miya tinggal. Keduanya memesan makanan untu mengisi cacing-cacing yang sudah mulai protes minta makan.


"Serius Mi?" Ardi berhenti makan dan meletakan sendok yang ia pegang. Kini tatapannya mengarah pada Miya, gadis yang baru saja menceritakan soal Tito. Kakak kelas yang pernah di sukai Freya dulu.


Miya terlihat biasa saja, gadis itu dengan santai melanjutkan makannya. "Iya beneran." Jawab Miya setelah menyedot jus jeruk di gelasnya.


"Kok gue nggak pernah tau sih? Padahal kita bareng-bareng terus loh."


"Ya karena Freya nggak pernah nunjukin rasa sukanya. Tapi gue juga aneh pas perpisahan tuh Kak Tito nembak Freya. Gue juga nggak tau tuh orang tau dari mana."


"Terus jawaban Freya apa waktu itu?" Tanya Ardi.


"Ya jelas di tolak lah. Lu tau sendiri dia nggak boleh pacaran sama Mama Ratna. Dulu sih pernah cerita doang kalo misal kuliah ketemu Kak Tito lagi Freya mau usaha ngejar cinta pertamanya itu. Tapi kan sekarang lu tau sendiri keadaannya udah beda."


"Gila yah gue yang jagain dia tiga tahun kayak nggak ada artinya, si Freya kagak pernah ngelirik gue. Tapi Tito yang kagak Freya kenal sama sekali kok kayak berarti banget yah. Pantesan gue deketin tiga tahun kagak mempan." Ujar Ardi yang mendadak baper.


"Ya nggak gitu juga kali Di. Kok lu malah jadi baper lagi sih. Katanya udah ikhlas Freya buat Kak Arka. Lagian soal Kak Tito gue nggak yakin kalo Freya cinta, paling cuma sebatas suka aja. Maklumlah awal-awal putih abu kan gitu suka kena cinta pandangan pertama, yang nggak taunya cuma sekedar suka dan mengagumi, bukan cinta." Tutur Miya so bijak, padahal dirinya sendiri juga diam-diam menyukai sosok yang terlihat sedang baper di hadapannya.


"Iya. Gue cuma lagi inget masa SMK kita aja. Konyol gue tiga tahun cuma deket sama lu dan Freya. Eh si Freya malah dapatin kakak gue."


"Ya kan jodoh kagak ada yang tau Di. Kalo di masa depan kita berjodoh juga nggak ada yang tau." Ucap Miya blak blakan.


"Ish mulai kumat lagi deh lu bercandannya."


"Serius Di, gue lagi usaha nih. Tiap malem nama lu udah gue selipin di do'a." Ujar Miya sambil bercanda.


"Lama-lama lu makin aneh Mi. Pulang aja yuk gue anterin, kayaknya lu lagi kurang waras deh."


Keduanya beranjak meninggalkan cafe. Mereka hanya berjalan menuju apartemen Miya.


"Mau mampir dulu Di?" Tanya Miya saat mereka sudah tiba di depan unit Miya.


"Nggak, gue balik aja."


"Makasih." Ucap Miya lalu masuk.

__ADS_1


Ardi kembali ke tempat mobilnya terparkir. Sepanjang jalan menuju rumah ia masih sibuk menerka-nerka kenapa sang Kakak terlihat begitu kesal siang tadi. Padahal menurut cerita Miya, Arka tak tau sama sekali soal Tito. Selain itu juga ia merasa aneh dengan Miya akhir-akhir ini yang selalu mengatakan dengan terang-terangan menyukainya, mengajaknya pacaran, lagi usaha, nyelipin nama di do'a. Tetap saja terasa aneh meskipun gadis itu mengucapkannya sambil bercanda. "Bener-bener jadi aneh si Miya sekarang." Ucapnya sambil menggelengkan kepala.


Di tempat lain, Freya masih berdiri mematung setelah Arka melepas pelukannya dan pergi begitu saja. Tingkah suaminya sejak pulang tadi memang menjadi aneh. Tak banyak bicara bahkan nyaris diam. Hanya kata utang penjelasan yang diucapkannya. Freya masih tak tau utang apa yang di maksud oleh suaminya.


Ia membuka lemari es dan mengambil air mineral dari dalam sana. Meneguk air di gelasnya hingga tandas dan menyusul Arka ke kamar.


"Utang? Perasaan gue nggak punya utang deh. Apa iya ada orang yang pake nama gue buat pinjem uang terus nagihnya ke Bang Ar gitu?" Gumamnya sambil berjalan menuju kamar. Entahlah hanya itu yang ada di pikiran Freya. Mengingat beberapa hari lalu ia pernah membaca postingan di medsos tentang penyalahgunaan identitas untuk meminjam dana hingga beberapa orang jadi korban pinjaman online.


"Nggak nggak nggak." Freya menggelengkan kepala, "gue kan nggak pernah ngasih foto KTP gue ke siapa pun jadi nggak mungkin lah ada yang pake nama gue buat pinjaman online." Ucapnya yang berbicara dengan dirinya sendiri.


Membuka pintu kamar, mendapati Arka yang sedang sibuk dengan laptopnya. Tak tau apa yang sedang di kerjakan suaminya, yang jelas ada banyak angka memenuhi layar benda itu.


"Bang Ar?" Panggilnya, tak ada jawaban. "Abang!" Kali ini dengan memegang manja tangan kanan Arka hingga lelaki itu berbalik dan menatapnya dalam diam.


"Bang Ar marah sama aku?"


"Nggak."


"Terus kenapa Abang ngediemin aku terus? Apa ada yang nagih utang ke Abang? Tapi aku nggak punya utang sama siapa pun Bang. Beneran deh, sumpah." Ujar Freya.


"Kenapa jadi bahas utang sih Dek?" Arka beranjak dari meja belajar dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


Arka menghentikan tangan nakal Freya yang sedang menciptakan karya tak kasat mata di dadanya, "ini jari jangan nakal. Jangan mancing-mancing deh Dek, kan kamu lagi nggak bisa di pake."


"Ish Abang kayak barang aja akunya nggak bisa di pake."


"Kan emang lagi nggak bisa di pake. Berapa hari lagi selesainya?"


"Hm dua hari mungkin. Kenapa? Abang pengen yah?" Goda Freya.


"Nggak. Lagi nggak mood." Jawab Arka ketus sambil beranjak dari ranjang.


"Abang sebenernya kenapa sih? Sejak pulang dari kampus Abang jadi aneh deh." Teriak Freya yang Lama-lama jadi kesal sendiri.


"Kamu yakin nggak mau cerita apa gitu yang kamu alamin di kampus hari ini? Kamu utang penjelasan ke Bang Dek!" Ucap Arka.

__ADS_1


"Abang apaan sih? dari tadi bahas utang mulu. Aku nggak punya utang. Dibilangin aku nggak pernah ngutang juga. Lagian kan beberapa hari ini aku bareng Abang terus. Abang juga yang bayarin jajan aku." Tutur Freya sedikit ngegas. "Eh tapi kemaren aku utang cilok lima ribu sama Miya pas istirahat." Imbuhnya lirih.


Arka mengacak rambutnya sendiri, pusing istrinya benar-benar tak tau apa yang ia maksud. "Bukan utang uang Freyanisa!" Kesal Arka hingga menyebut nama Freya, tak seperti biasanya.


"Terus apa? Kok Abang jadi ngegas gitu sih ngomongnya?"


"Cowok di depan auditoriun yang mau nganterin kamu pulang siapa?" Tanya Arka dengan tatapan kesalnya.


"Oh itu Kak Tito Bang." Jawab Freya.


"Siapanya kamu? Sampe kamu nggak bisa jawab pas dia ngajak pacaran? Malah diam dan malu malu di depan dia?"


"Kok Bang Ar bisa tau kalo Kak Tito nembak aku?" Heran Freya karena dia hanya cerita pada Miya.


"Jadi kamu emang sengaja nutupin semuanya biar bisa jadian di belakang Abang gitu?"


Bukannya takut dengan tuduhan yang baru saja ia terima, Freya malah tersenyum kemudian turun dari ranjang. Berdiri di depan Arka yang sedang uring-uringan. Di saat seperti ini Freya benar-benar merutuki dirinya yang tak peka. "Bang Ar cemburu yah?"


Arka menghindari tatapan Freya. "Nggak! Lagian kalo kamu selingkuh Abang juga bisa. Masih ada Lisa yang ngejar-ngejar sampe sekarang." Ancam Arka.


"Bang Ar apaan sih! Ternyata Abang udah ada niatan buat selingkuh yah. Aku baru tahu nyesel deh aku mau ikut Abang balik ke sini." Ucap Freya sambil cemberut.


"Kok malah kamu yang ngambek sih Dek. Harusnya Abang yang marah sama kamu. Udah jelas statusnya istri Abang eh ada yang ngajakin pacaran malah nggak di tolak."


"Tapi kan aku juga nggak jawab 'iya' Bang!"


"Tapi kan kalo kamu nggak jawab, artinya kamu masih ngasih harapan!"


Freya kembali tersenyum, sedang Arka masih menatapnya kesal. Kali ini Freya benar-benar merasa di atas awan. Meskipun ia tak tau kenapa Arka bisa tau ia di tembak Kak Tito tadi, tapi kali ini ia semakin yakin jika suaminya benar-benar sudah bucin akut.


"Abang kalo cemburu bilang aja, aku seneng kok di cemburuin sama Abang. Bukan malah uring-uringan kayak bocah." Ledeknya so dewasa.


"Pokoknya kamu utang penjelasan sama Abang!" Ujar Arka sebelum masuk ke kamar mandi. Berdebat dengan dengan Freya benar-benar menguji kesabarannya.


Freya berdiri di depan pintu kamar mandi. "Bang Ar jangan bahas perkara utang terus, ngambeknya jangan lama-lama. Aku masakin spesial buat Abang malam ini." Ucapnya sedikit berteriak kemudian meninggalkan kamar untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


jangan lupa tampol jempol dan love nyah 👍❤️


aku tau isi otak kalian pasti mau menerka-nerka masakan freya nih🤣🤣🤣


__ADS_2