Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Amazing


__ADS_3

Masih di candi borobudur, Freya tetap menempel pada Arka. Nampaknya itu seperti hobi baru baginya. Memegangi lengan suaminya seolah takut di tinggal kabur. Wajahnya begitu ceria sambil tak henti-hentinya berceloteh soal keinginannya seperti pasangan lain. Sayangnya semua itu terlewati begitu saja. Tapi tak apa, sekarang dirinya merasa bahagia karena memilik patner untuk merealisasikan keinginan-keinginan masa putih abunya.


"Udah itu aja yang lu, eh kamu mau Dek?" Tanya Arka setelah mendengar cerita panjang lebar dari istrinya yang seperti rumus luas pada pelajaran matematika anak SD. (kalian masih inget ngga rumusnya? Kalo lupa aku kasih tau nih, ya sapa tau ada emak-emak lagi ngajarin anaknya soalnya belajar sekarang kan daring. Luas sama dengan panjang kali lebar).


Freya mendongakkan kepalanya menatap wajah Arka yang lebih tinggi darinya. "Belum lah Abang. Masih banyak keinginan aku tuh. Soalnya pas sekolah aku tuh sama sekali ngga pernah pacaran. Barusan yang aku ceritain tuh baru keinginan yang pengen aku lakuin di tempat ini." Jelas Freya.


"Oh gitu yah." Arka mengacak gemas rambut Freya. Batinnya gadis ini begitu polos, lugu dan cerewet. Ini benar-benar di luar ekspektasinya. Dari awal perjodohan Arka berharap Freya akan menolak perjodohannya namun ternyata yang terjadi gadis itu malah dengan senang hati mengajukan diri. Dan lebih parahnya setelah menikahinya, Arka mengira Freya akan seperti gadis lain yang malu-malu terhadap pasangan yang baru dikenalnya. Namun yang terjadi gadis itu malah sama sekali tak bersikap risih apalagi malu. Yang terlihat kini Freya malah begitu senang bisa menghabiskan waktu bersamanya, bahkan dia tak segan-segan menceritakan semua keinginannya. Sungguh luar biasa sosok k-popers karbitan yang masuk lewat jalur karma ini.


Freya menjauhkan tangan Arka yang mengacak rambutnya. "Atuh lah Abang jangan diacak-acak rambut aku." Ucapnya kemudian membereskan rambutnya.


"Nih ya Bang aku tuh pengen juga jalan ke Mall bareng pacar, makan bareng, nongkrong di cafe. Terus nih ya Bang yang paling penting aku juga pengen nonton bareng pacar terus...." Tiba-tiba Freya mengentikan celotehannya dan tersenyum sendiri sambil menutup mulutnya.


"Terus apa?" Heran Arka pada istrinya yang tiba-tiba diam dan tersenyum malu itu.


"Terus di cium pas lagi gelap Bang. Hahahaha." Tawanya tiba-tiba pecah saat otaknya reflek mesimulasikan isi pikirannya itu.


Arka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah polos istrinya. Benar-benar amazing, bahkan dengan tak tau malunya Freya menceritakan keinginannya itu.


"Kamu ngga malu Dek cerita begituan sama Abang?"


"Kenapa mesti malu? Ya ngga lah Bang. Lagian kata Mama suami istri itu harus terbuka. Makanya nih aku lagi terbuka sama Abang, nyeritain semua keinginan aku." Jawab Freya polos.


"Kalo gitu nanti kalo di kamar kamu mau ganti baju ngga usah ngusir Abang keluar kamar lagi kaya tadi pagi. Kan suami istri harus terbuka." Ledek Arka.


Freya sontak langsung mencubit lengan kiri Arka yang sedang ia gandeng. "Ish Abang itu mah beda lagi." Ucapnya sambil cemberut.

__ADS_1


"Aduh aduh ini sakit nih KDRT nih namanya." Keluh Arka sambil tertawa. "Bedanya di mana coba? Kan barusan kamu Dek yang bilang suami istri harus terbuka." Sekali lagi menggoda istri lugunya itu.


"Tau ah. Abang ngeselin." Freya melepaskan lengan Arka dan berjalan mendahuluinya.


Arka hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat istri lugunya itu yang nampaknya ngambek. Jalan-jalam kali ini sungguh berbeda dengan saat dia pergi jalan-jalan dengan Lisa, pacarnya. Setiap pergi dengan Lisa, perempuan itu lebih senang menghabiskan waktunya untuk berbelanja barang ini itu dari pada berbicara dengannya. Kalo di pikir-pikir rasanya Arka seperti tukang bawa belanjaan plus membayar belanjaan saja. Berbeda dengan Freya, gadis itu benar-benar membuatnya merasa senang. Terlebih lagi istrinya itu tak meminta apa lun apalagi shopping dengan jumlah yang fantastis seperti yang sering dilakukan Lisa. "Ini udah fix gue harus langsung mutusin Lisa begitu pulang nanti." Ucapnya lirih kemudian berjalan cepat menyusul Freya sebelum gadis itu pergi terlalu jauh.


Keduanya pun berlanjut menapaki tangga demi tangga bangunan peninggalan sejarah itu. Arka sebenarnya malas untuk buang-buang tenaga menapaki anak tangga yang jumlahnya bahkan tak mampu ia hitung. Tapi apalah daya rengekan dari istrinya itu mampu meruntuhkan pertahanannya dan mengikuti keinginannya. Kini bahkan saat mereka hampir sampai di puncak bangunan candi tak ada sedikit pun lelah yang dirasakan Arka karena semenjak tadi berjalan sambil mendengarkan celotehan konyol istrinya benar-benar menghibur dirinya hingga membuatnya lupa akan pendakian anak tangga yang tak terhitung.


Tak jauh berbeda dengan gadis seumurannya yang senang berfoto di manapun mereka berada. freya meminta suaminya itu untuk mengambil gambarnya.


"Yang bagus Bang. Awas aja kalo ngga bagus berarti salah Abang!" Teriaknya pada Arka yang sudah siap dengan ponselnya.


Arka memposisikan pengambilan gambarnya supaya terlihat bagus. "Gayanya itu-itu mulu ckckck." Decak Arka begitu melihat gaya foto Freya. Seperti biasa dengan menyilangkan jari telunjuk dan jari manisnya membentuk simbol love ala-ala k-kpop.


"Udah belum Bang?" Teriaknya. Setelah melihat Arka menganggukkan kepalanya Freya pun berlari menghampiri Arka untuk melihat hasil gambar yang di ambil.


"Apaan sih Bang?"


"Sini aja buruan keburu selesai ntar kamu rugi." Teriak Arka lagi.


Freya menghampiri Arka. "Apaan sih Bang? Aku kan lagi selfie."


"Noh liat!" Titah Arka sambil menunjuk ke arah pasangan yang tengah asik bertukar lidah di bawah sana. "Kamu ngga mau kaya gitu Dek?" Goda Arka.


"Abang mesum ih." Teriaknya sambil memukul bahu Arka. "Abang tuh jangan ngajarin aku yang ngga bener." Lanjutnya.

__ADS_1


Arka hanya tertawa melihat respon Freya. "Baru gue liatin orang yang lagi ******* doang udah dikatain mesum. Apalagi gue ajakin praktek." Batinnya.


"Abang!"


"Apa?"


"Ayo pulang panas banget ini." Keluhnya.


"Yakin ga pengen praktek yang kaya gitu?" Ledek Arka lagi sambil menunjuk pasangan tadi.


.


.


.


.


Hayo readers mau praktek kaya pasangan yang ditunjuk Bang Ar engga???


Please atuh lah yang abis baca like nya jangan ketinggalan. Masa aku lihat di statistik yang baca ratusan yang like puluhan doang. Kasihanilah author karbitan yang lagi belajar nulis inih. Kasih like biar aku makin semangat. Komentarnya juga jangan ketinggalan. Kalian komen next aja aku udah seneng hihi.


Yang pengen kenal sama author karbitan ini bisa join grup chat aku. Aku tunggu yah, Makasih.


sambil nunggu Freya Up kalian juga bisa baca karya aku yang lain yang udah end. "BUKAN PERJODOHAN"

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favoritkan.


__ADS_2