Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Dikit-dikit semampunya


__ADS_3

Freya menjatuhkan tubuhnya di kasur setelah selesai menginjak-injak kaki Arka yang pegal. "Udah enakan kan Bang?" Tanyanya yang kini tengah berbaring di samping Arka dengan jarak yang begitu dekat.


Arka membalikan tubuhnya kemudian duduk selonjor dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Arka menggerakkan kedua kakinya yang kini sudah tak pegal lagi."Ya lumayan udah enakan, ngga sepegel tadi." Ucapnya seraya membelai rambut Freya.


Freya merasa sangat nyaman saat ini, belaian rambut yang beda dari biasanya. Saat mama dan papanya yang mengelus rambutnya seperti ini rasanya tak sama dengan yang Arka lakukan. Entah kenapa kalo Arka yang mengelus maupun membelai rambutnya lagi-lagi jantungnya auto maraton dag dig dug tidak karuan. "Astaga jantung! whats wrong with me?" Batin Freya sambil menjauh dari Arka. Kini gadis itu berada di ujung ranjang sebelah kanan sedangkan Arka ada di sisi kiri.


Freya kembali mengenakan selimutnya hingga ke dada dengan buru-buru. "Apa gue udah mulai suka sama Bang Ar? Haduh ini semua gara-gara mama nih yang ngga ngijinin aku pacaran. Kan gini jadinya bareng sama Bang Ar seharian aja udah bikin gue meleleh gini." Batin Freya.


Arka hanya menatap gemas pada Freya yang mendadak menjauh bahkan membisu itu. Padahal sedari tau gadis itu begitu cerewet. "Di belai rambutnya doang udah kabur. Dasar bocah. Tadi aja sok dewasa harus ini itu lah sekarang dia malah ngumpet di balik selimut. Kayaknya gue beruntung banget punya istri polos dan lugu kaya lu Dek, di jamin masih ori pasti" Ucap Arka dalam hati.


Kini Arka tau bahwa istrinya itu benar-benar masih polos dan lugu. Dulu dia sempat berfikir bahwa di zaman sekarang ini sudah tak ada lagi gadis lugu dan polos mengingat tingkat penggunakan internet yang semakin canggih dan pergaulan remaja yang semakin bebas. Dulu Arka mengira semua tingkah polos dan menggemaskan Freya saat pertama kali dirinya bertemu adalah sekedar topeng belaka untuk mengelabuhi keluarganya.


Tapi semakin mengenal gadis itu lebih jauh Arka jadi menyadari bahwa istrinya ini benar-benar masih polos dan lugu. Apalagi mengingat celotehannya tadi siang. Keinginan-keinginannya yang sungguh childis itu menandakan gadis itu benar-benar salah satu gadis lugu stok terakhir yang ada mungkin.


Arka mendekat ke Freya yang terlihat sudah tidur. "Selamat tidur Dek." Ucapnya setelah mengecup kening gadis berponi itu. Arka kemudian kembali ke tempatnya di sisi sebelah kiri dan memejamkan matanya.


Sekitar lima menit setelah itu Freya membuka matanya sedikit, mengintip ke sampingnya. Terlihat Arka yang sudah memejamkan matanya. "Oh My God. kalo kaya gini caranya gue auto ngga bisa tidur semaleman ini." Ucapnya sambil memegangi dadanya yang lagi-lagi bergemuruh tak karuan, mungkin saat ini jantungnya itu bukan hanya sekedar maraton saja tapi sudah bersalto ria. Hingga detaknya sungguh tak beraturan.


"Sialan banget dah Bang Ar. Gue di kecup kening doang jadi dag dig dug ngga karuan gini." Ucapnya pelan sambil melirik ke arah Arka yang tidur dengan meletakan lengan kanannya di bawah kepalanya sebagai bantalan. "Tidur aja lu ganteng banget Bang. Bener-bener kaya Cha Eun Wo." Batinnya.

__ADS_1


Tiba-tiba muncul ide cemerlang di kepala Freya. Dirinya bergeser dengan pelan mendekati Arka. Freya mendekatkan wajahnya pada Arka, melihat suaminya itu dari jarak yang begitu dekat. "Hm ini Bang Ar udah tidur beneran belum yah?" Batinnya sambil menggerakkan telapak tangannya di atas wajah Arka seolah memeriksa.


"Kayaknya udah tidur nih." Ucapnya yang diiringi senyuman jahil.


Freya merasa ini kesempatan baginya untuk mempraktekan pelajaran baru dari teman-teman mamanya. Ya ngga usah semuanya langsung di praktekin kan bisa dicicil dulu dikit-dikit semampunya. Toh kadang kan pelajaran yang diberikan dengan kenyataan suka beda. Pas belajarnya gampang tapi pas prakteknya susah, kadang beda juga sama apa yang diajarin. Ya seperti pelajaran matematika aja pas gurunya nerangin mudah bisa di mengerti tapi pas ulangan kok jadi susah banget soalnya beda sama yang diajarin.


Tanpa ba bi bu lagi Freya mendekatkan bibirnya pada kening Arka dan menciumnya seperti yang Arka lalukan padanya.


Setelah itu Freya menjauhkan kepalanya dari wajar Arka, segera menutup bibirnya dengan kedua tangannya. "Astaga apa yang udah gue lakuin?" Gadis itu menggelengkan kepalanya kemudian menjauh dari Arka, kembali ke posisi semulanya. Tak lupa mengenakan selimutnya.


"Ternyata bukan cuma dicium Bang Ar yang bikin gue dag dig dug, tapi kalo gue yang nyium dia juga jantung gue tetep dag dig dug. ini kayaknya ada yang ngga beres nih. sepertinya gue perlu ke dokter jantung." Ucapnya pelan sambil terus memegangi dadanya yang masih bergemuruh.


Arka mengira Freya hanya akan memperhatikan dirinya yang sedang tidur saja, tapi lagi-lagi di luar ekspetasi gadis itu malah mencium keningnya. Bagi Arka ciuman bukanlah hal yang baru karena Lisa itu sangat agresif dan sering menciumnya. Tapi dicium oleh gadis lugu seperti Freya rasanya berbeda, ciuman di keningnya terasa begitu kilat dan kaku.


Arka melirik ke samping melihat Freya yang sudah bergelung dengan selimut tebalnya. 'Gerah-gerah gini tuh anak malah pake selimut." Batinnya.


Arka menghampiri Freya dan memeluk gadis itu dari belakang. Membuat Freya langsung berbalik dan berusaha melepaskan pelukan Arka.


"Abang ih jangan cari-cari kesempatan yah." Teriaknya. Tapi Arka memilih pura-pura tidur dan tak mendengar teriakan Freya.

__ADS_1


"Bodo amat lah mending pura-pura tidur aja. Kapan lagi ada kesempatan meluk-meluk ini bocah." Batin Arka.


Lagi-lagi Freya berusaha menjauh dari Arka tapi gagal pelukan suaminya begitu erat hingga membuat Freya menyerah, toh yang meluk suaminya ngga ada yang salah dengan semua ini. Itung-itung praktek dikit-dikit aja semampunya. Lagi pula dipeluk seperti ini membuatnya nyaman.


Setelah merasa tak ada lagi pergerakan dari istrinya, Arka membuka matanya dan melihat Freya yang udah terlelap di pelukannya. "Selamat tidur Freyanisa."


.


.


.


hola selamat siang semuanya. author karbitan kembali menyapa kalian. Terimakasih kalian masih setia sama cerita ini. Aku seneng banget hari kemarin tembus 3.240 reader. terimakasih juga buat like dan komentar kalian yang bikin aku makin semangat nerusin kisah ini.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN.----


__ADS_2