Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Terimakasih Kak Lisa


__ADS_3

Sore ini Lisa tengah sibuk memeriksa menu yang di masak oleh asisten rumah tangganya. Tak seperti Bunda Mira yang rajin masak dan kesehariannya di rumah, orang tua Lisa dua-duanya sibuk berkarir. Sang Ayah pemilik perusahaan property yang yang cukup disegani di kota Bandung sedang ibunya merupakan salah satu MUA yang biasa menerima panggilan kesana kemari, hampir tiap hari wanita paruh baya itu tak pernah ada di rumah. Keduanya selalu berangkat sebelum Lisa bangun dan sering pulang setelah anaknya terlelap.


Khusus malam ini, Lisa sudah memaksa orang tuanya untuk mengosongkan semua jadwal makan malam dengan klien demi bisa menjamu keluarga Arka di rumahnya.


Bukan tanpa alasan Ayah Lisa menyetujui keinginan putrinya, pasalnya Bayu adalah salah satu kreditur yang membuat usaha propertinya selama ini berjalan lancar.


“Beneran tamu kita itu keluarga Rahardian Lis? Awal kalo kamu bohong yah. Ayah bela-belian cancel acara makan malam sama klien penting nih.” Ucap Ayah Lisa.


“Beneran Yah. Anaknya itu pacar Lisa loh.”


“Kamu emang pinter milih pacar. Padahal tadinya Ayah mau jodohin kamu sama anak temen Ayah loh. Udah terjamin banget pokoknya kalo kamu sama dia. Tapi ayah nggak maksa sih, asal kamu bahagia. Sama siapa pun kami pasti dukung. Iya kan Bu?”


“Iya Nak. Kami selalu dukung selama anaknya baik.” Imbuh Ibu Lisa.


“Arka baik kok Bu, Yah. Kalian pasti tau lah latar belakang keluarga Rahardian. Makanya aku pengen Ayah sama Ibu bantuin aku. Deketin orang tua Arka supaya mau jodohin aku sama Arka.” Rengek Lisa.


“Loh… loh… tadi katanya kamu pacarnya, kenapa sekrang minta kita jodohin? Aneh kamu nak.” Ujar Ibu Lisa terheran.


Lisa sedikit berpikir, “Sebenernya aku sama Arka lagi ada masalah. Salah paham gitu deh Bu. Pokoknya bantuin aja yah biar aku bisa sama Arka. Ayah sama ibu kan selama ini sibuk banget, perhatian ke aku aja jarang. Sekali ini aja aku mohon kabulin keinginan aku.” Bujuk Lisa.


“Iya nanti ayah coba.” Kata Ayah Lisa.


“Makasih Yah.” Lisa menghambur memeluk sang ayah.


“Sama-sama sayang, apapun asal kamu bahagia pasti kami turutin selama kami mampu.”


Sementara itu di kediaman keluarga Rahardian, Freya dan Arka tengah bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan malam dari Lisa. Siang tadi tak hanya mengundang mereka lewat pesan melalui Ardi, Lisa juga mengirim chat basa-basi menanyakan keadaan Freya yang berujung pada undangan makan malam. Sama halnya dengan sang suami, Lisa juga menghubungi Arka. Itu adalah kali pertama Arka kembali menerima panggilan dari dari Lisa setelah sekian lama ia abaikan.


Ayah Bayu, Bunda Mira dan Ardi berangkat lebih dulu setelah sebelumnya mengalami perdebatan cukup alot Karena Mira enggan menghadiri makan malam itu. Tapi berkat bujukan dan pengertian yang diberikan oleh Ayah Bayu, wanita yang merupakan mertua idaman setiap perempuan itu mengangguk setuju untuk mengikuti permainan Lisa.


Mobil yang dikendarai Arka berhenti tepat di belakang mobil Ardi. Semuanya turun dari mobil dan berjalan beriringan.


“Inget Bun nanti jangan jutek-jutek sama keluarga Lisa. Anggap aja Bunda nggak tau apa-apa. Cuma tau kalo Lisa yang nolong menantu kita.” Sekali lagi Bayu mengingatkan istrinya.


“Iya iya.” Jawab Mira sambil mengangguk.

__ADS_1


Ardi menekan bel di samping pintu, tak lama baru sekali tekan Lisa langsung menampakan diri dengan senyum super ramahnya.


“Om Tante sudah tiba? Mari silahkan masuk.” Ucapnya.


Seperti pertemuan keluarga pada umumnya, Mira bisa membaur dengan cepat dengan Ibu Lisa. Diluar dugaannya ternyata Ibu Lisa sangat ramah. Sedang Bayu dan Ayah Lisa terlihat sudah biasa bertemu. Keduanya nampak serius membicarakan masalah bisnis sepertinya.


Acara makan malam dimulai, Lisa dengan cepat menempatkan diri di sebelah Arka sebelum Freya duduk di sana.


“Sini aja Fre.” Ardi menarik kursi di sampingnya. Freya melirik sebentar ke Arka kemudian duduk di samping Ardi. Kini posisi duduk mereka saling berhadapan Lisa dengan Arka dan Ardi dengan Freya.


“Silahkan dinikmati makanannya, seadanya semoga kalian suka.” Ucap Ibu Lisa.


“Terimakasih Jeng. Suka sekali ini masakannya banyak banget.” Ucap Mira, “kami merasa terhormat loh diundang makan malam kesini. Harusnya kami yang mengundang nak Lisa ke rumah sebagai ucapan terimakasih karena udah nolongin Freya.” Lanjut Mira.


“Nggak apa-apa Tan, aku seneng kok bisa nolong adik sepupu Arka. Lagian kan nanti Freya juga bakal jadi adik sepupu aku juga.” Ucap Lisa.


Uhuk…uhuk…


Freya tersedak makanan yang sedang ia kunyah. Dengan gerakan carmuk tanpa batas Lisa beranjak dari duduknya dan memberikan air putih pada Freya.


“Nggak apa-apa kak, makasih.”


Acara makan malam itu diselingi dengan obrolan-obrolan cari muka Lisa, ditambah dengan kedua orang tua yang selalu membanggakan putrinya.


“Ar cobain deh ini pudding cokelat buatan gue, spesial buat lu.” Lisa menyedok pudding dan memberikannya pada Arka, meminta lelaki disampingnya untuk menerima suapan.


Tapi Arka malah menjauh dan menutup mulutnya rapat-rapat. “Toiletnya di sebelah mana? Gue perlu ke toilet?” tanya Arka yang mendadak merasa mual, sepertinya si caby tak rela sang papa didekati wanita selain mamanya.


“Ikutin gue.” Lisa membawa Arka ke toilet dekat dapur. Ia bahkan membantu memijat tekuk leher Arka saat lelaki itu muntah-muntah.


“Lepasin Lis. Gue bisa sendiri.” Tolak Arka namun diabaikan oleh Lisa.


Saat mereka kembali ke meja makan, tempat itu sudah kosong. Arka dan Lisa beranjak ke ruang tamu. Ternyata semua berkumpul di sana.


“Duduk sini Ar!” lisa menepuk sofa sebelahnya yang masing kosong.

__ADS_1


Arka melewati Lisa dan duduk di samping Freya, merapatkan tubuhnya supaya rasa mualnya menghilang.


“Abang nggak apa-apa?” tanya Freya, sengaja ia mengelus punggung Arka pelan-pelan. Ia tau yang dibutuhkan suaminya saat ini hanya berdekatan dengannya supaya tak mual lagi.


“Maaf yah anak saya emang lagi nggak enak badan. Kayaknya dia masuk angin soalnya baru tadi subuh pulang dari Jogja.” Ujar Mira.


“Tidak apa-apa Jeng. Lagi pula Arka sudah kami anggap seperti anak sendiri, mengingat dia pacar putri saya.” Ujar Ibu Lisa.


“Maaf Tan, tapi saya dan Lisa sudah tak ada hubungan apa-apa.” Ucap Arka.


“Tapi Ar... apa lu nggak bisa ngasih kesempatan sekali lagi buat gue?” tanya Lisa dengan blak-blakan.


“Iya bisakah kiranya Pak Bayu dan keluarga mempertimbangkan keinginan putri saya?” ujar Ayah Lisa, “Kita sudah bekerjasama sejak lama dan bukan hal buruk jika kita merubah hubungan kerjasama selama ini menjadi hubungan keluarga. Akan sangat menguntugkan bagi perusahaan kita ditambah lagi putri saya cerdas, anggun dan berpendidikan.” Imbuh Ayah Lisa membanggakan putrinya.


“Masalah itu saya tak bisa memutuskan. Itu menyangkut masa depan putra saya. Saya akan biarkan dia yang mengambil keputusan.” Jawab Bayu.


“Jadi gimana Ar?” tanya Lisa.


“Gue nggak bisa jawab sekarang Lis. Nanti jawabnya pas ulang tahun perusahaan ayah gue aja yah. Nggak lama kok semingguan lagi.” Jawab Arka.


Lisa mengangguk dan memberikan senyum termanisnya sebelum keluarga Arka undur diri.


“Kak Lisa makasih udah nolongin gue.” Ucap Freya sebelum masuk ke mobil.


“Sama-sama calon adik sepupu.” Jawab Lisa sambil mengelus pucuk kepala Freya melalui kaca yan terbuka.


Setelah keluar dari halaman rumah Lisa, Arka menepikan mobilnya. melepaskan sabuk pengaman dan memeluk tubuh Freya sambil terus mengecup pucuk kepala istrinya.


"Abang kenapa sih?"


"Lagi ngehapus bekas sentuhan Lisa di kepala kamu. Nggak rela Abang, kepala kamu di pegang-pegang sama wanita jahat kaya Lisa."


jangan lupa jejaknya!


like komen dan favoritkan!!!

__ADS_1


__ADS_2