Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Alasan Arkana


__ADS_3

"Heh itu kaga apa-apa si Arka kita biarin?" Tanya Irfan yang baru kali ini melihat Arka begitu emosi.


"Biarin aja. Urusan rumah tangga." Ucap Rendi sambil menyedot jus alpukat Freya yang masih utuh.


"Lu sih pake ngeledek nyuruh gue ijin macarin bininya segala." Protes Irfan yang merasa membuat pasangan muda itu bertengkar.


"Udah bukan salah lu. Si Arka aja yang keterlaluan, bini dibilang adik sepupu." Kali ini Rendi mulai menyendok seblak Freya. "Pedes n*jir." Keluhnya.


"Lagian lu makanan orang main embat aja."


"Sayang Fan, mubadzir kaga di makan sedikitpun sama tuh bocah." Pedas-pedas juga Rendi masih nyicil ngabisin seblak Freya.


"Kita susulin aja yuk. Gue takut tuh anak maki-maki bininya. Lu tau sendiri si Arka udah bucin sama tuh anak. Pasti marah banget itu bininya terang-terangan godain gue." Irfan masih merasa bersalah.


"Biarin aja kaga apa-apa! Itung-itung pemanasan ujian rumah tangga. Ntar kita susul paling juga dia ke parkiran. Kan abis ini kita mau cek rumah yang buat KKN." Ujar Rendi di sela-sela makannya.


Sementara itu di luar kantin, Freya berjalan di belakang Arka. Mengikuti suami menyebalkannya yang menyebutnya dengan sebutan adik sepupu. Sejak mendengar kata adik sepupu ingin sekali Freya segera meninggalkan tempat itu dan pergi menyusul Ardi. Tapi sayang ia belum tau alamat apartemen Miya.


"Masuk!" Titah Arka sambil membuka pintu mobilnya saat keduanya tiba di parkiran.


Mendengar Arka yang berbicara dengan setengah membentak membuat Freya menatap lelaki itu sebentar kemudian masuk ke dalam mobil. Ada sedikit rasa takut yang hinggap dihatinya melihat Arka yang nampak emosi. Apalagi ini pertama kali baginya mendapati Bang Ar nya berbicara dengan nada setengah membentak.


Arka segera menutup pintu mobilnya dengan keras dan berjalan mengitari mobilnya kemudian masuk dan duduk di balik kemudi.

__ADS_1


"Sekarang jelasin sama gue kenapa lu sampe keganjenan gitu sama temen gue. Di depan mata gue pula!" Arka sudah mulai kehilangan kontrol emosinya. Bahkan ia tak menggunakan kata 'aku kamu' seperti biasanya. "Apa lu udah ngga nganggap gue sebagai laki lu?" Imbuhnya.


Freya masih terdiam dan mengalihkan pandangannya ke luar. "Liat gue kalo gue lagi ngomong." Ucap Arka dengan kedua tangannya yang memegang kepala Freya supaya melihat padanya.


Tapi gadis itu malah kembali membuang tatapannya dan menunduk sembari menautkan jari-jari tangannya.


"Coba lu pikir kurang apa gue selama ini sama lu. Malam pertama lu ngusir gue dari kamar, it's oke gue tidur di ruang TV sampe badan gue sakit. Waktu di stasiun juga lu bikin gue repot mendadak ngilang sampe bikin gue ngalamin ngejar kereta yang udah mau maju. Lu minta poster gede trus dipajang di kamar gue, gue ijinin. Lu kaga bisa masak gue maklumin. Lu polos belum bisa nyenengin di ranjang, gue sabarin." Arka menatap Freya yang masih menunduk.


"Nah sekarang lu malah minta pacaran sama temen gue di depan gue sendiri. Lu mau belajar selingkuh hah?" Bentak Arka yang amarahnya sudah membludak mengingat bagaimana Freya tadi dengan mudahnya mengajak Irfan pacaran bahkan di depan matanya.


Freya makin menunduk mendengar bentakan Arka. Dia tak menyangka Bang Ar nya bisa semenyeramkan itu. Kini rasa takut dan kecewa menjadi satu di hatinya. "Dia yang nyakitin gue bilang gue cuma adik sepupu. Harusnya gue yang marah. Kenapa malah Bang Ar yang marah." Batin Freya yang tak menyadari kemarahan Arka juga akibat ulahnya yang mencari gara-gara mengajak teman suaminya pacaran saking kesalnya dianggap adik sepupu.


Kini air mata gadis itu benar-benar tak tertahan dan lolos bagai bendungan yang jebol karena tak mampu menahan derasnya air. "Tapi semua yang Bang Ar bilang emang bener. Gue emang bukan istri yang baik. Ngga bisa nyenengin suami. Ngga bisa masak. Pantes aja Bang Ar ngga nganggap gue istri."


Ada nyeri tersendiri di hatinya melihat gadis itu menangis. Rasanya tak ikhlas gadis yang selalu tersenyum ceria padanya kini bersedih, dan sialnya semua itu adalah karenanya.


Arka yang sudah sedikit tenang kembali mencoba menjernihkan pikirannya. Ia sadar tak seharusnya berkata seperti itu pada Freya. Terlebih ia membentaknya, pasti gadis itu sangat ketakutan kali ini. kemana larinya kesabarannya selama ini? Ternyata benar kata orang cinta membutakan segalanya. Bahkan Arka tak bisa mengontrol emosinya melihat Freya dengan entengnya minta pacaran dengan temannya.


"Dek maafin Abang yah." Ucap Arka lirih sambil mengelus kepala Freya. "Abang ngga mau lihat kamu nangis." Imbuhnya.


Freya menyingkirkan tangan Arka dari kepalanya. "Ngga apa-apa. Aku tau kok aku emang bukan istri yang baik. Aku selalu ngerepotin Bang Ar. Aku ngga bisa masak, aku ngga bisa juga nyenengin Abang."


"Ngga Dek. Maafin Abang. Abang ngga maksud ngomong kaya gitu. Abang tau kok kamu masih harus banyak belajar." Ucapnya sambil mencoba memeluk Freya tapi gadis itu terus berontak dan menolak pelukannya.

__ADS_1


"Ngga apa-apa Bang. Bentak aja terus Freya nya. Biar aku bisa terbiasa dibentak Abang." Jawabnya ketus sambil membuang tatapannya ke luar.


"Lihat sini. Dengerin Abang!" Teriak Arka.


"Tuh kan bentak aja terus akunya Bang!"


"Abang ngga teriak. Makanya sini peluk, kangen."


"Ngga mau! aku kan cuma adik sepupu. Buat apa saudara sepupu main peluk-peluk."


Arka membuang nafasnya kasar. "Haduh sabar Arka." Batinnya. Kalo buka karena ide bunda dan mama mertuanya yang ingin pernikahan anaknya di rahasiakan seperti di novel-novel pasti tidak akan jadi serumit ini masalahnya. "Ini semua gara-gara novel perjodohan sialan yang di baca bunda sama mama Ratna nih. Jadi gue yang repot gini." Batinnya.


Saat membaca pesan dari Freya tadi yang mengatakan ia ada di kampus dan ingin menemuinya membuat Arka segera memikirkan harus mengenalkan Freya sebagai siapa. Sebagai istrinya tentu tak boleh karena itu bertentangan dengan keinginan Bunda dan Mama mertuanya yang sudah keracunan novel perjodohan. Sebagai pacar juga tak mungkin karena nanti dia pasti akan jadi sasaran Lisa yang masih berambisi memilikinya. Hingga ia menemukan hubungan yang ia rasa paling aman, adik sepupu. Dengan mengakuinya sebagai adik sepupu maka tak akan ada yang menganggu Freya nya. Selain itu juga tak akan ada yang curiga jika ia terus bersama Freya karena menganggap mereka saudara. Sayangnya karena tak ada kompromi di awal antara dirinya dengan Freya membuat gadis itu salah mengartikan dan berujung rumit seperti saat ini.


Sejak awal dirinya tak ingin merahasiakan pernikahannya dengan Freya. Meskipun awalnya ia tak mencintai Freya tapi nyatanya sifat lugu dan polosnya yang sering membuatnya kesal dan harus selalu mengalah bahkan bersabar membuat Arka mulai menyayangi Freya.


.


.


.


Segini dulu yah. Jangan benci sama Bang Ar yah karena dia ter the best. Semua demi Dedek Freya supaya aman dan nyaman wkwkwk.

__ADS_1


jangan lupa klik like, komentar dan favoritkan juga yah.


__ADS_2