Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Usaha Lisa


__ADS_3

Arka sudah kembali duduk di tempatnya, Bus sudah mulai bergerak tapi lelaki itu masih menengok ke belakang, melihat Freya yang terlihat semakin kecil saat bus yang ditumpanginya kian menjauh dari kampus.


"Diliatin aja dedeknya Ar. Kaga sekalian lu bawa aja?" Sindir Rendi yang duduk di samping Arka.


Arka memalingkan wajahnya ke depan. "Kalo bisa juga gue bawa kali Ren. Biar ada guling gue."


"Guling? Jangan-jangan lu udah apa-apain tuh dedek gemes gue?"


"Udah gue bilang jangan ikut-ikutan manggil bini gue dedek. Gue doang yang boleh manggil dia pake sebutan itu."


"Jadi udah belum?"


"Apanya?" Heran Arka.


"Ngapa-ngapain si adik sepupu lah Ar."


"Oh itu. Udah lah."


"Gimana-gimana enak nggak?" Tanya Rendi begitu antusias.


"Gue nggak mau cerita takut lu auto pengen praktek. Kasian lu kan belum punya patner halal, nggak kaya gue." Ejek Arka.


"Yaelah pelit lu kalo yang enak-enak kaga mau cerita. Giliran yang pait-pait lu bagi-bagi ke gue." Ujar Rendi.


"Apaan yang enak Ren?" Entah sejak kapan Lisa sudah berdiri di sampingnya.


"Apaan sih lu kepo aja. Balik sana ke tempat lu." Usir Rendi.


Bukannya pergi setelah diusir Rendi, gadis itu malah tak bergeser satu langkah pun dari tempatnya berdiri. Kini matanya malah menatap Rendi dengan kesal. "Gue mau duduk di situ Ren. Lu pindah ke tempat gue gih." Hardiknya.


"Ogah gue ngapain juga gue harus nurut sama lu. Sana balik sana." Rendi tak mau kalah.

__ADS_1


"Ar bilangin dong sama temen lu yang nggak peka ini suruh pindah. Gue mau duduk sama lu." Rengek Lisa yang diabaikan oleh Arka, lelaki itu tampak acuh dan fokus memainkan papan ketik di ponsel.


"Hih ngeri gue sama cewek kaya lu Lis. Udah nggak dianggap masih aja nguber. Malu dikit ngapa." Sindir Rendi yang membuat emosi Lisa tersulut emosi dan beradu mulut dengan Rendi dan menjadi tontonan oleh seisi bus.


Arka yang mulai terusik karena cek cok disampingnya membuatnya geram, mengganggu kesenangannya yang sedang berbalas pesan dengan si dedek gemes. Seketika Arka meletakan ponselnya ke saku dan berdiri dari duduknya. "Kalian ribut terus, brisik tau. Udah sana lu duduk biar gue yang pindah." Arka melewati Rendi yang duduk disampingnya dan meninggalkan Lisa yang masih berdiri di sana. Lelaki itu pindah ke kursi yang ditinggalkan Lisa.


Disinilah Arka kini, kursi kedua dari belakang bersama dengan Tia. "Gue duduk di sini boleh?"


"Boleh aja Ar."


Tak sampai disana ternyata Lisa bukannya duduk di kursi Arka malah membututi Arka kembali ke tempatnya. Arka memandang jengah sang mantan yang tak tau diri. "Mau lu apa sih Sa? Tadi lu mau duduk disana gue udah ngalah pindah lah sekarang lu malah balik kesini."


"Ti lu bisa kan pindah ke depan, gue mau duduk sama cowok gue." Ujar Lisa dengan tak tau malunya mengaku-ngaku pacar Arka.


Tia yang tak mau ikut campur apalagi ribut dengan Lisa dan berakhir cek cok hingga menjadi tontonan seperti beberapa saat lalu ketika Lisa dan Rendi ribut. Gadis itu mengalah dan berpindah ke kursi Arka bersama dengan Rendi.


Ardi membuang pandangannya ke luar, melihat pohon-pohon yang seolah berjalan di luar sana. Kedua telinganya terpasang headset.


"Sayang..." Panggilnya lagi. Tak ada jawaban dari orang yang duduk di sebelahnya.


"Arkana Rahardian!" Teriak Lisa hingga membuat semua penumpang melirik ke arahnya.


"Lu apa-apaan sih." Ucap Arka ketus.


"Habisnya gue panggil-panggil lu nggak jawab." Protes Lisa.


"Gue peringatin ke lu yah. Kita udah nggak ada hubungan apa-apa. Jadi berhenti ngaku-ngaku sebagai pacar gue dan jangan panggil gue dengan panggilan yang nggak seharusnya." Jelas Arka.


"Gue nggak peduli Ar. Mungkin buat lu gue udah bukan siapa-siapa. Tapi buat gue, lu tetep milik gue karena gue nggak pernah setuju kita putus."


"Terserah lu. Gue rasa lu nggak perlu bohongin diri lu sendiri toh dari awal lu emang nggak ada rasa ke gue. Gitu juga gue ke lu. Kita udah berakhir." Jelas Arka. "Dan satu lagi, gue cuma mau ngasih saran ke lu jangan pernah ngerendahin diri lu kaya gini lagi. Lu cewek, lu cantik dan nggak kekurangan apa pun. Cukup perbaiki sifat buruk lu dan lu bisa dapetin yang lebih baik dari gue." Imbuh Arka.

__ADS_1


"Nah itu lu tau gue nggak ada kekurangan apa pun Ar. Jadi kenapa nggak perbaiki aja hubungan kita? Gue janji bakal rubah sifat buruk gue. Dan soal yang lu denger waktu di kelas itu nggak bener Ar. Waktu itu gue cuma asal ngomong aja ke temen-temen gue karena gue nggak mau mereka ngira gue yang cinta duluan ke lu Ar. Please ayo kita perbaiki lagi Ar. Kasih gue kesempatan." Lisa menghiba dengan wajah melasnya.


Arka memalingkan wajahnya, dilihatnya Lisa yang dengan wajah melas. Jujur saja Arka yang bukan tipe lelaki dingin seperti di novel-novel sedikit luruh dengan pemaparan Lisa. Apalagi penjelasan yang baru saja keluar dari bibir Freya terdengar masuk akal. Tak jauh beda dengan perasaannya pada Freya yang dulu enggan mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Jika bukan karena sahabatnya yang memintanya mengungkapkan cinta pada Freya mungkin sampai saat ini Arka masih bungkam dengan perasaannya.


"Jadi gimana Ar lu mau kan ngasih kesempatan sekali lagi buat gue?" Tanya Lisa masih dengan wajah melasnya.


Arka mengambil ponsel dari memeriksa chat yang masuk, senyum bahagia merekah membaca chat itu. "Bang Ar sayang, aku udah sampe rumah." Ada emoticon cium dan hati diakhir pesan yang kirim istrinya.


Arka menyimpan kembali ponselnya setelah membalas chat dari Freya.


Lisa yang melihat senyum di wajah Arka membuat dia ikut tersenyum. Lisa merasa berhasil membuat Arka kembali padanya. "Makasih yah Ar udah mau ngasih gue kesempatan kedua." Ucap Lisa sambil memegang lengan kiri Arka.


Arka menghempaskan tangan Lisa dengan kasar. "Jangan ngarep. Selamanya gue nggak bakal balik sama lu. Kita udah nggak ada hubungan apa-apa." Ucap Arka sambil berdiri dan beranjak dari duduknya meninggalkan Lisa.


Lisa tak tinggal diam, dia ikut berdiri melihat Arka yang berjalan ke depan. "Sampe kapan pun lu tetep milik gue Ar." Teriaknya yang berhasil menjadikannya pusat perhatian dalam seketika.


"Apa kalian liat-liat!" Bentak Lisa pada orang-orang yang menatapnya.


"Dasar gila." Ujar Irfan yang duduk di belakang Lisa.


Hingga tiba di posko KKN Arka memilih berdiri, dari pada duduk tapi terus diikuti Lisa.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan share!


Kalo kalian suka cerita ini bisa rekomendasikan cerita ini ke teman, gebetan, sama mantan juga gpp biar kita bisa bareng-bareng dukung Arka dan Freya buat ngelanjutin kisah ini.

__ADS_1


__ADS_2