Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
1x24


__ADS_3

Setelah masakan super asin yang tetap dinilai enak oleh Arka membuat Freya semakin semangat untuk belajar masak. Dua hari ini ia sengaja mengundang mertuanya ke apartemen untuk mengajarinya memasak. Sedang si suami sudah mulai pergi ke kantor sebelum ia benar-benar memuai kegiatan magang senin esok.


Mengajari Freya bukan perkara mudah, Mira benar-benar harus bersabar dan telaten mengajari gadis itu.


"Gimana rasanya? Enak?" Tanya Bunda Mira.


"Iya ini enak Bun." Jawabnya setelah mencicipi sayur lodeh perdananya.


"Sebenernya kamu bisa masak sayang, cuma feeling kamu pas ngasih bumbu itu yang nggak pas. Pokoknya kalo kamu masak lagi garam, merica dan gula harus setengahnya saja dari yang kamu kira pas. Seperti barusan kamu mau kasih garam satu sendok kan? Cukup setengah aja. Pokoknya takarannya gitu yah sayang. Soalnya kamu suka kelebihan ngira-ngiranya." Tutur Mira panjang lebar.


"Makasih yah Bunda. Dua hari ini Bunda selalu ngajarin aku. Maaf udah bikin bunda jadi repot karena punya mantu kayak aku."


"Nggak apa-apa sayang. Bunda seneng kok ngajarin kamu."


Freya mengemas sayur yang baru ia masak menggunakan wadah andalan emak-emak masa kini yang katanya punya kelebihan ini itu hingga harganya cukup mahal dan memberikannya pada Mira. "Buat makan malam bunda, ayah dan Ardi di rumah."


Mira menerima tiga kotak makan dengan merk baperware itu, "makasih sayang. Bunda pulang dulu yah." Pamit Mira.


Freya mengantarkan Bunda Mira hingga ke basement apartemen, berdiri di sana hingga mobil yang dikendarai mertuanya tak terlihat lagi.


"Sayang..."


Freya menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang, ada suaminya yang terlihat lebih tampan dengan celana kain warna hitam, kemeja putih sang lengannya sudah digulung hingga ke siku. Tangan kanannya membawa jas yang sudah tak dikenakan.


"Bang Ar udah kayak orang yang udah beneran deh." Puji Freya seraya mengambil alih jas di tangan Arka dan membawanya.


"Emang udah kerja beneran."


"Bukannya cuma magang yah Bang? Itu juga kan mulai besok senin?"


"Abang udah kerja beneran. Kan waktu itu udah di bahas sama Ayah. Kamu juga ada di sana pas kita bahas kerjaan sekalian pindah rumah."

__ADS_1


"Oh aku lupa kayaknya." Ujar Freya sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.


Keduanya masuk ke dalam apartemen. Freya dengan cekatan mengambilkan air minum untuk suaminya.


"Makasih." Ucap Arka setelah menerima gelas berisi air dari Freya.


"Bang Ar mandi dulu terus kita makan malam. Aku udah masak. Kali ini udah aku cicipin rasanya beneran enak." Ucap Freya penuh semangat.


Kali ini jujur Arka akui masakan Freya cukup enak dan layak makan. Keduanya kini sedang bercengkrama di atas ranjang. Saling bertukar cerita tentang kegiatan yang mereka lakukan hari ini. Freya begitu antusias mendengarkan cerita Arka yang baru saja mulai bekerja. Disini lain ia juga membanggakan dirinya yang sudah bisa masak meskipun hanya masakan-masakan sederhana.


"Bang Ar gimana sekarang aku udah kayak istri beneran kan? Aku masak buat Abang, nungguin Abang pulang kerja, bersih-bersih rumah. Udah kayak bunda kan aku Bang?"


"Dari dulu juga istri beneran sayang. Mana ada istri bohongan." Jawab Arka sambil mencubit gemas hidung Freya. "Tapi kamu belum kayak Bunda." Lanjutnya.


"Masa? Padahal aku udah ngikutin kegiatan bunda loh Bang. Masak, beres-beres, nunggu suami pulang kerja juga." Protes Freya.


"Harus punya baby dulu biar bener-bener kayak Bunda. Udah selesai kan palang merahnya?" Arka sudah menatap Freya dengan penuh mendamba.


"Yang penting kita bikin dulu baby nya sayang. Kamu udah selesai kan?"


Dan anggukkan kepala Freya menjadi tanda dimulainya malam hangat untuk keduanya.


....


Pagi ini adalah hari yang paling banyak tak disukai sebagian besar orang. Senin, rasanya begitu berat setiap membuka mata mengawali hari ini bahkan banyak orang mengeluhkan kenapa hari minggu cepat sekali berlalu padahal mereka merasa belum cukup beristirahat di akhir pekan.


Tapi hal itu nampaknya tak berlaku untuk Freya, gadis itu sudah berpakaian rapi dengan semangat menyambut hari pertamanya sebagai mahasiswa. Dia duduk di ranjang menunggu suaminya yang masih berpakaian.


"Sini Bang aku bantu." Freya beranjak dari duduknya dan menghampiri Arka, berdiri di hadapan sang suami.


"Nunduk dikit lah Bang, kagak nyampe akunya." Titahnya yang kini sedang membantu memasangkan dasi.

__ADS_1


"Abang bisa sendiri kok Dek." Ucapnya sambil menatap Freya.


Freya masih sibuk dengan dasi di tangannya, "abis ini Abang cium kening aku yah biar kayak di drama korea."


"Ya elah deh padahal kalo pengen di cium nggak udah modus pakein dasi segala. Nih cup...cup..." Arka mencium kening Freya dan mengecup bibir pink itu singkat.


Freya hanya tersenyum malu, ia melepaskan tangannya dari dasi yang tak rapih malah acak kadul dengan simpul yang tak jelas. "Bang Ar pake sendiri aja deh. Tiga bulan nggak pake dasi aku jadi lupa." Elaknya.


"Dasar kamu tuh Dek." Arka kembali mengacak rambut Freya kemudian merapikan dasinya.


"Belajar yang bener yah." Ucap Arka setelah tiba di kampus. Keduanya berdiri di depan fakultas.


"Siap Bang. Nanti kalo ada tugas bantuin yah." Rengeknya.


"Kalo tugasnya susah tinggal bilang aja sama Kakak, siap dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu standby kakak buat bantuan kamu." Ujar Tito yang baru saja tiba dan dengan tanpa dosa melingkarkan tangannya ke bahu Freya.


Freya menengok ke bahunya, ada tangan Tito di sana. Rasa gugup dan takut langsung ia rasakan begitu kembali menatap Arka yang terlihat kesal. Tak mau kembali didiamkan oleh suaminya.


"Lepasin Kak, gue nggak suka di pegang-pengang kayak gini." Ucap Freya sambil menjauh dan berpindah berdiri di samping Arka.


"Sorry, jadi gimana soal yang waktu itu? Dulu nggak bisa karena nggak boleh sama nyokap lu kan. Katanya kalo udah lulus SMK boleh kan? berati bisa dong kalo kita pacaran sekarang? kan udah mahasiswa." Tanya Tito tanpa mempedulikan Arka yang masih ada di sana.


"Masuk sana Dek. Bentar lagi jam pertama mulai. Ntar kamu telat." Ucap Arka sambil mengelus puncak kepala Freya. Gadis itu mengangguk kemudian pergi.


"Fre tunggu kita barengan aja!" Teriak Tito.


"Tunggu!" Arka berdiri di hadapan Tito dan membuat adik tingkatnya itu berhenti. "Gue nggak suka lu deketin Freya!"



jangan lupa like dan kometarnya. aku kasih bonus foto suamiku pas bangun tidur bahaahahahaaa

__ADS_1


__ADS_2