Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Yours treasure


__ADS_3

Berada dibalik selimut yang sama dengan tubuh yang tanpa sehelai benang pun di dalam sana. Freya menjadikan lengan kiri suaminya sebagai bantalan, tangan kanannya dengan usil masih menggambar berbagai bentuk tak kasat mata di dada Arka yang sedikit basah karena keringat setelah olahraga suami istri yang baru saja berlalu.


Bosan karena suaminya hanya diam membuat Freya mendongakkan kepala dan menatap wajah Arka, lelaki itu sudah memejamkan matanya. Nafasnya masih terengah-engah. Tak ingin ditinggal tidur begitu saja setelah saling berkolaborasi dengan cepat Freya mencium kedua kelopak mata Arka secara bergantian.


"Abang jangan tidur ih. Abis enak-enak main merem aja, aku dicuekin." Protes Freya.


Arka mengelus punggung telanjang Freya kemudian memiringkan tubuhnya untuk merengkuh gadis yang sedang protes merasa diabaikan.


"Ngantuk Dek. Abang baru tidur tiga jam doang semalem. Kalo kamu kan udah tidur dari awal kita berangkat pulang." Ucap Arka sambil menepuk-nepuk pelan punggung Freya berharap gadis itu juga ikut tertidur dengannya.


"Ih Abang aku di puk puk gini punggungnya kayak bayi aja."


"Kan emang bayi besarnya Abang."


"Ishh aku disamain sama bayi. Tapi bayi bayi gini juga udah bisa bikin bayi aku mah Bang." Ucap Freya diakhiri tawa renyahnya yang kemudian menenggelamkan kepalanya di dada Arka, masih saja malu setiap kali bayangan olahraga bersama Arka terlintas di pikirannya. Meskipun sudah berulang kali melakukannya tetap saja kadang rasanya tak percaya jika ia sudah menjadi istri yang sesungguhnya.


"Udah bobo dulu biar cepet jadi bayinya dek."


"Emang Abang udah mau jadi Papa?"


"Iya mau. Udah merem ayo biar cepet jadi banyinya. Ngomong terus kamu tuh Dek."


"Emang ngaruh yah Bang kalo abis main harus langsung tidur biar jadi bayi?" Tanya polos sambil menatap Arka yang sudah kembali memejamkan matanya.


"Hm iya ngaruh." Jawab Arka asal karena sudah tak kuat menahan kantuknya.


"Owh gitu yah, aku nggak tau Bang. Maklum lah aku kan anak SMK jurusan akuntansi juga jadi nggak belajar soalan kayak gitu. Harusnya aku masuk SMA yah Bang terus jadi anak IPA biar pinter urusan bikin bayi kan ada tuh di pelajaran biologi." Celotehnya panjang lebar tanpa jawaban satu pun dari Arka, hingga akhirnya ia pun ikut terlelap.


Pukul satu siang keduanya baru bangun, Arka pergi ke kamar mandi lebih dulu sementara Freya masih santai gulang-guling di ranjang.


"Pinjem HP nya Abang boleh yah?" Teriaknya dari ranjang.


"Boleh pake aja." Terdengar jawaban dari dalam sana.


Freya mengambil HP Arka yang tergeletak di nakas samping ranjang. Gadis itu menaikan selimutnya hingga dada dan duduk di kepala ranjang membuka satu persatu aplikasi di ponsel berwarna biru itu.


Tujuan utamanya adalah WA, dia penasaran apakah perkataan sahabat suaminya terbukti. Tak membuka puluhan chat dari Lisa ia langsung memeriksa histori panggilan dan benar saja ada panggilan vidio masuk selama lima menit tepat jam dua belas malam tadi.


Bibirnya mengerucut cemberut. "Huh bohong mereka tuh. Katanya kalo kak Lisa telpon nggak bakal diangkat sama Bang Ar, lah ini dijawab. Huh dasar." Dengan kesal ia melempar HP Arka ke sampingnya.


Tapi tak lama ia kembali mengambil benda pipih itu, jiwa detektifnya mendadak muncul. Dibukanya chat dari Lisa.


00.06 gue nggak percaya sama yang lu bilang barusan.

__ADS_1


00.07 gimana mungkin lu udah nikah. Itu pasti akal-akalan lu aja.


00.08 cewek dipangkuan lu pasti bukan istri lu.


00.09 kasih liat wajah cewek di pangkuan lu biar gue bisa tau siapa dia, gue bakal bikin perhitungan sama dia.


02.00 kasih tau gue siapa cewek yang lu post di IG Ar, apa dia pacar baru lu?


03.00 Arka


..... 20 pesan


13.30 Arkana lu nggak bisa cuekin gue kaya gini.


Tak lama si pemilik kontak terlihat online dan langsung menghubunginya.


Freya hanya memandangi panggilan yang muncul dilayar tanpa menggeser ikon telepon warna hijau maupun merah. Setelah panggilan itu tak muncul lagi, ia melanjutkan memuaskan rasa penasarannya.


"Apa ia Bang Ar punya IG tapu kok gue nggak tau." Gumamnya sambil membuka aplikasi IG di HP Arka namun karena harus login dan ia tak tau sandinya, gadis itu membatalkan niatnya dan mengambil HP nya sendiri.


"Apa yah kira-kira nama IG nya Bang Ar hmhm?" Ia mengetik nama 'Arka' dan hasilnya muncul banyak sekali user dengan nama itu.


"Banyak banget sih." Gumamnya sambil terus menscroll layar HP nya mencari sosok Arka.


"Apaan yang ketemu Dek?" Tanya Arka yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Nggak." Freya meletakan HP nya dan berlalu ke kamar mandi.


Dua puluh menit berlalu, Freya keluar dari kamar mandi. Keluar dari kamar dan mencari Arka. Ternyata suaminya sedang menyiapkan makan siang mereka.


"Abang." Panggilnya.


"Makan dulu. Nih udah Abang panasin buat kamu."


Freya menghampiri Arka dan duduk di meja makan. "Makasih Bang." Ucapnya kemudian mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Abang kita ganti bajunya kapan ini? Masa dari pagi pake jubah mandi terus." Ucapnya disela-sela makan.


"Tadi Abang udah pesen baju. Tunggu aja bentar lagi juga datang. Nanti kita belanja keperluan rumah yah." Ujar Arka.


"Oke Bang. Sama pulang ke rumah Bunda dulu yah Bang ambil poster Asahi, aku kasian ditinggal disana pasti kesepian."


"Heleh, kirain pulang kesana mau ambil barang-barang di kamar kita. Taunya otakmu isinya masih aja sama cowok-cowok yang joged nggak jelas. Nggak cool tau Dek." Ledek Arka.

__ADS_1


"Tapi ganteng parah Bang. Damage nya amazing."


"Ganteng siapa sama Abang?"


"Ganteng Bang Ar lah suami aku tercinta." Ucapnya sambil memeluk Arka yang sedang mencuci piring dari belakang. "Nanti tanggal sebelas beliin aku poster sama album baru Treasure yah Bang." Imbuhnya.


"Pinter modus yah sekarang Dedek Freya, so muji tapi ada maunya." Arka mengelus kepala Freya dengan tangan kanannya yang masih terdapat busa dari sabun cuci piring yang ia gunakan.


"Abang atuh lah kepala aku jd ada sabunnya." Protes Freya dengan cemberut.


Arka hanya tertawa dan malah menambahkan busa di kepala Freya, " Biarin nih biar otak kamu bersih bersinar nggak mikirin tukang aget-aget mulu."


Arka mencuci tangannya dan berjalan ke luar untuk membuka pintu.


"Apaan tukang aget-aget Bang?" Cerocos Freya dari belakang, gadis itu mengikuti Arka yang sedang berbicara dengan seseorang di depan pintu.


"Itu aget-aget joged nggak jelas. Nih pake bajunya. Abang cuma kira-kira semoga aja ukurannya pas." Arka memberikan satu paper bag berwarna pink.


Freya menatap gambarnya di cermin. "Not bad. Pas banget di badan aku." Gadis itu mengambil ponselnya hendak berfoto untuk di unggah di IG nya, tiba-tiba ia teringat IG Arka yang ia temukan tadi.


"Kepo sama postingan suami sendiri nggak apa-apa kan." Batinnya sambil membuka profil Arka yang tak di privasi.


Senyum bahagia merekah di bibirnya melihat postingan terakhir Arka. Ada gambar dirinya disana, meskipun wajahnya nampak sengaja di tutupi tapi ia tetap senang. Apalagi membaca kalimat yang melengkapi postingan itu.


*Ketika aku menatapmu, sering terlintas sebuah pertanyaan. perbuatan baik apa yang pernah kulakukan sehingga tuhan menghadirkan ku sebuah anugerah terindah di dunia ini, yang tidak lain adalah kamu seorang.*


#MyTreasure.


"Uwuw co cweet Bang Ar, meleleh aku." Ucap Freya lirih.


Ada banyak komentar yang membanjiri postingan itu, tapi Freya tak membacanya ia memilih segera keluar dan menghampiri Arka yang sedang duduk menonton TV.


"Bang Ar." Panggilnya hingga membuat Arka menoleh padanya. Dengan manjanya Freya duduk di pangkuan Arka. Menatap wajah tampan Arka lekat-lekat dengan kedua tangan yang sudah mengalung sempurna di leher sang suami.


"Ketika aku menatapmu tak pernah terlintas pertanyaan apapun di pikiranku. Aku juga tidak tau perbuatan baik apa yang pernah aku lakukan sehingga tuhan menghadirkan ku sebagai anugerah terindah untukmu. I am your treasure. Saranghae Arkana Oppa."



yang meleleh gara-gara postingan receh di IG.


terimakasih kalian sudah berkenan membaca cerita ini.


like komen dan share jangan lupa favoritkan juga.

__ADS_1


__ADS_2