Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Rencana Ngidam


__ADS_3

Setelah selesai dengan hukumannya Freya di perbolehkan turun dari panggung dan bergabung dengan mahasiswa baru lainnya.


"Fre mau nggak nama lu gue cantumin di kartu keluarga gue?" Ledek salah seorang mahasiswa saat dia melewat untuk duduk di samping Miya.


"Nggak usah, makasih. Gue masih belum dipecat jadi anak Mama hehe." Jawab Freya asal.


Freya duduk di samping Miya, meletakan tas yang ia gendong ke belakang kursi.


"Gila lu Fre ngegombalin laki sendiri." Ucap Miya pelan.


"Lah dari pada gue ngegombalin cowok lain ntar tuh cowok jadi demen ke gue kan kasihan. Lagian mana bisa gue ngegombalin cowok lain di depan suami gue, istri durhaka dong jadinya gue ntar."


"Iya iya terserah lu deh. Tapi bisa dong lu ngajarin gue ngegombal."


"Buat apa? Lu mau ngegombalin Yedam Treasure? Sadar diri lah kagak bakal mempan, ketemu juga di mimpi doang." Ejek Freya.


"Ish bukan." Miya merapatkan kepalanya pada Freya, berbisik pelan di sana. "Bantuin gue dapetin Ardi."


"Apa?" Teriak Freya spontan.


Sontak teriakan Freya saat suasana sedang hening itu membuat semua mata tertuju pada mereka. Keduanya hanya tersenyum canggung pada mahasiswa yang melihat ke arah mereka.


"Sudah-sudah jangan mancing keributan yah Freya." Ujar si senior yang tadi menghukumnya.


Suasana kembali hening, salah seorang dosen sudah tiba di depan sana. Beliau memberikan banyak motivasi yang tak satu pun dapat di terima oleh otak Freya. Di otak gadis itu isinya saat ini adalah ketidakpercayaan pada si sahabat satu servernya itu yang baru saja mengucapkan ingin mendapatkan Ardi, ya Ardi si adik ipar yang dulu mati-matiaan mengejarnya.


Eh tapi tunggu dia perlu memastikan apakah Ardi yang di maksud Miya adalah Ardi adik iparnya? Ya kali aja Ardi Ardi yang lain mengingat begitu banyak orang dengan nama Ardi.


"Mi, Ardi yang lu maksud tuh Ardi yang mana? Jangan bilang kalo lu suka sama Ardi adik ipar gue?" Bisik Freya.


"Ya."

__ADS_1


"Ya apa? Yang jelas lah, kan yang namanya Ardi banyak."


"Ya Ardi Rahardian temen sekelas kita dulu, Adik ipar yang dulu ngejar-ngejar lu setengah mati."


Miya langsung membungkam mulut Freya dengan tangannya, ia tau pasti dia akan berteriak terkejut seperti tadi. "Jangan teriak!"


Freya mengangguk, Miya pun melepaskan bungkamannya.


Freya mengambil nafas dalam-dalam kemudian membuangnya dengan pelan untuk menenangkan terkejutnya.


"Lu serius?" Tanya Freya yang masih tak percaya.


"Beneran gue serius Fre."


"Sejak kapan lu suka sama Ardi?" Tanya Freya sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok adik ipar yang disukai sahabatnya. Dari jauh ia bisa melihat Ardi yang sedang fokus memperhatikan penuturan dosen di depan sana. Tak bisa dipungkiri Ardi memang tampan, meski tak setampan Bang Ar kesayangannya.


Sungguh Freya tak pernah menyangka jika Miya menyukai Ardi, tak terbayangkan ternyata selama ini ia tak hanya menyakiti satu hati, tapi dua hati sekaligus. Hati Ardi yang harus terluka karena dia menikah dengan kakaknya dan kini hati Miya juga mungkin sudah tak kalah parah sakitnya, selama ini melihat orang yang ia sukai malah menyukai sahabatnya sendiri.


Kembali menatap sahabat satu servernya yang masih terdiam, "Kok nggak jawab Mi. Sejak kapan lu suka sama Ardi? Kok lu nggak pernah bilang sih ke gue?"


"Sejak acara perpisahan SMK kita Fre. Waktu kita ketemu keluarga Ardi di parkiran." Jawab Miya bohong. Ia tak mau membebani Freya. Ia tau jika mengatakan ia menyukai Ardi jauh sebelum saat itu pasti akan membuat sahabatnya merasa bersalah.


"Ya ampun kok bisa lu suka sama Ardi sih?"


"Gue salut aja dia bisa ngelepasin lu buat kakaknya. Berarti cintanya bener-bener tulus buat lu. Gue juga pengen dicintai sama cowok kayak Ardi."


"Oh gitu. Syukur deh gue lega. Gue kira lu suka sama Ardi sejak lama. Gue bener-bener ngerasa nggak berguna kalo gue nggak tau lu suka sama Ardi dari dulu." Ujar Freya.


"Nggak mungkin lah kalo gue suka sama Ardi sejak dulu kan gue tau dia suka banget sama lu. Kalo gue suka dari dulu itu namanya gue nyiksa diri gue sendiri." Jawab Miya sambil tertawa. Itulah manusia lain di bibir lain juga dihati.


"Gue pasti bantuin lu dapetin Ardi Mi."

__ADS_1


"Tapi Ardi masih suka nggak yah sama lu sekarang?" Tanya Miya sambil menatap Ardi dari kejauhan.


"Ya nggak lah, sekarang kan gue kakak iparnya. Dia udah pernah bilang kok ke gue kalo dia udah ikhlasin gue buat Bang Ar. Lagian Bang Ar juga udah tau semuanya. Gue sama Ardi bener-bener udah nggak ada apa-apa." Jawab Freya.


"Oh." Ucap Miya lirih. Bagaimanapun ia tau menghapus perasaan tak semudah itu, meski bibir berucap sudah tak ada rasa tapi tak tau dengan hati. Karena hanya si pemilik hati yang tau. Miya percaya jika di hati Freya kini hanya ada Arkana tapi tak tau dengan hati Ardi, mungkin masih ada tempat spesial untuk Freya di sana.


"Lu kenapa jadi lemes gitu Mi? Jangan kebanyakan mikir kasian tuh kepala lu bentar lagi keluar asapnya." Ujar Freya.


"Apaan sih Fre lu kira kepala gue cerobong asap apa."


"Udah pokoknya lu enang aja, gue pasti bantuin lu dapetin Ardi. Gue pastiin adik ipar gue udah fix buat lu. Kalo perlu ntar gue hamil ngidamnya minta lu sama Ardi nikah." Ucap Freya dengan penuh keyakinan sambil menepuk bahu sahabatnya.


"Emang ada yah ngidam kayak gitu Fre? Gue baru denger loh."


"Ada lah itu ngidam spesial gue buat lu ntar."


"Oh." Miya menganggukkan kepalanya. "Emang lu udah hamil?" Imbuhnya.


"Belum lah. Tapi gue usahain cepet hamil deh demi lu, biar bisa cepet-cepet ngidam terus minta Ardi jadian sama lu." Ucap Freya sambil tertawa.


"Emang ntar Ardi bakalan mau nurutin keinginan lu?"


"Ya elah pasti mau lah. Masa dia tega sih ngebiarin keponakannya ngences mulu, kasian amat baby gue ntar hahaha."


Keduanya terus berbicara ngalor ngidul dengan tema misi mendapatkan Ardi. Hingga saking asiknya dengan bahasan mereka tak sadar jika saat ini sudah waktunya istirahat dan sebagian mahasiswa baru sudah keluar dari auditorium. Bahkan Ardi, orang yang mereka bicarakan tengah duduk di belakang mereka.


"Mau sampe kapan kalian ngoceh-ngoceh nggak jelas kayak gitu? Udah mahasiswa aja masih kayak bocah lu berdua."


Freya dan Miya tau betul pemilik suara itu, keduanya reflek menengok ke belakang.


"Ardi?" kompak Freya dan Miya menyebut nama itu.

__ADS_1


__ADS_2