Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Ngga kaya di novel


__ADS_3

"Bang Ar mau kemana?" Tanya Freya.


"Tidur lah. Sebelum di usir mending pergi sendiri." Sindir Arka mengingat kejadian kemarin malam yang begitu menyebalkan.


"Bang Ar tidur di sini aja sama aku."


Entah mimpi apa semalam tiba-tiba istri polosnya itu akan membiarkannya tidur di kamar yang sama malam ini. Yang jelas seingat Arka kemarin malam dirinya tak bermimpi apa pun, yang ada tidurnya tak nyaman sama sekali karena pertama kalinya harus tidur di sofa. Pikirnya mungkin ini imbalan karena siang tadi dirinya telah menuruti semua keinginan gadis polos yang masih setia menyisir rambut panjangnya itu.


Arka melepaskan daun pintu yang ia pegang, "Beneran boleh tidur di sini? Ntar tengah malem diusir lagi." Tanyanya.


Freya meletakan sisirnya dan berjalan untuk meletakan handuk yang sebelumnya ia kenakan pada tempatnya. "Beneran lah Abang. Kita kan suami istri jadi emang udah seharusnya kan kita tidur di kamar yang sama. Mama sama papa juga gitu mereka tidur sekamar. Masa gitu aja Bang Ar ngga tau sih."


Arka yang menghela napasnya pelan dan berjalan mendekati ranjang kemudian merebahkan tubuhnya di sana. "Lagaknya so banget ini bocah nyeramahin gue. Dia kira gue kaga tau apa kalo suami istri harus gimana ckckck." Arka hanya berdecak di dalam hati merutuki sikap Freya yang kadang polos tapi kadang so tau juga.


"Gimana Bang empuk kan kasur aku." Tanya Freya sambil duduk di ranjang, gadis itu duduk bersila di samping Arka yang merebahkan tubuhnya terlentang dan meletakan lengan kanannya di bawah kepala sebagai bantalan.


"Ya lumayan lah. Dari pada semalem Abang harus tidur di sofa." Sindir Arka.


"Loh loh bukannya semalem Abang tidur di kamar sebelah?"


"Kaga, kamar sebelah di kunci. Jadi tidur di ruang TV." Ucap Arka kemudian memeringkan tubuhnya membelakangi Freya yang masih duduk di sampingnya.


Saat ini Freya benar-benar merasa tak enak hati karena membiarkan Arka tidur di sofa. "Abang maaf. Jangan marah." Ucap Freya pelan.


"Abang ih." Rengeknya ketika melihat Arka masih tak menjawab. "Abang jangan marah! Aku janji deh nurut sama Abang. Di suruh ngapain juga aku nurut Bang. Beneran deh." Ujar Freya sambil mencolek-colek lengan Arka.


Arka hanya menahan tawanya, ternyata istrinya itu begitu mudah merasa bersalah. Dirinya langsung membalikan tubuhnya menghadap Freya. "Beneran?"


"Beneran lah Abang. Aku mah anak baik, istri soleha nurut sama suami." Ucapnya penuh keyakinan, tak lupa di barengi dengan senyum manisnya.


"Kalo Abang minta itu gimana?" Arka menatap gadis di hadapannya yang tiba-tiba terlihat seperti mikir keras.


"Itu apaan Bang?" Tanyanya balik dengan polos.

__ADS_1


Huh ternyata sesuai dugaannya istrinya itu tidak tau maksud dari makna kata 'itu' darinya. "Itu...itu Abang pengen minum. Ya itu." Elak Arka dari pada harus panjang lebar menjelaskan pada istri lugunya.


"Oh Abang haus, bilang dong jangan pake itu itu segala kan aku jadi bingung. Bentar aku ambilin dulu yah suamiku." Ucapnya dengan menekankan kata 'suamiku' sambil tersenyum. Kemudian gadis itu beranjak turun dan ranjang dan keluar untuk mengambil air.


"Huh untung Bang Ar cuma minta minum. Padahal jantung aku udah maraton dadakan kirain Bang Ar bakalan minta itu yang itu." Batinnya sambil menuruni anak tangga.


Saat menuju dapur Freya mendapati mamanya yang seperti biasa sedang vidio call dengan teman-teman dari grup chatnya.


"Sayang kamu belum tidur?" Tanya Ratna.


"Belum Ma. Ini mau tidur tapi Bang Ar nyuruh aku ngambilin air." Jawab Freya kemudian berlalu ke dapur.


Ratna meneruskan obrolan receh ngalor ngidulnya bersama teman-teman gesreknya, tentunya dengan besannya pula yang tak pernah absen dalam acara rapat via vidio call itu.


Seperti biasa obrolan mereka selalu berakhir pada keingintahuan mereka mengenai pengantin baru itu. Terutama mengenai Freya, apakah gadis itu sudah berhasil mengamalkan pelajaran yang mereka ajarkan kemarin.


Ratna pun menceritakan pada teman-temannya perihal putrinya yang bangun kesiangan dengan lingkar mata hitam di bawah matanya dan berfikir gadis itu sudah berhasil menerapkan ilmu yang diajarkan oleh teman-temannya. Namun teman-temannya yang super kepo itu justru menyarankan Ratna untuk menguping di depan kamar putrinya, supaya lebih akurat gitu pembuktiaannya. Dan dengan semangat yang super Ratna pun menyetujui saran dari teman-temannya. Setelah mengakhiri panggilan vidionya Ratna berjalan menuju kamar putrinya untuk menjalankan misi sesuai arahan teman-temannya.


"Udah kan Bang ayo kita tidur." Ucap Freya. "Aku sih ya Bang ngga kaya di novel yang mama baca, katanya kalo di jodohin tidurnya ngga mau bareng trus pake batas-batas segala. Aku mah ngga masalah tidur bareng Bang, yang penting aku di sini Abang di sebelah sana dan kita ngga saling nganggu. Udah itu aja." Lanjutnya, kemudian tidur di sebelah Arka dengan jarak yang cukup jauh tak lupa menarik selimut hingga menutupi dadanya.


Arka hanya menggelengkan kepalanya. "Katanya ngga kaya di novel tapi buktinya tidur seranjang aja masih berjauhan. Dasar bocah tadi so dewasa, so istri soleha lah sekarang mode lugunya udah balik lagi. Sabar-sabar Arkana Rahardian" Batinnya.


Gadis di sampingnya itu nampaknya sudah otw alam mimpi, namun tidak dengan Arka kakinya tiba-tiba terasa begitu pegal. Mungkin efek berjalan terlalu lama dan menaiki tangga dengan jumlah sangat banyak siang tadi. "Istri soleha macam apa suami kesakitan gini malah molor aja tuh bocah." Ucapnya pelan sambil memandang sosok di sampingnya yang terlihat sudah tertidur.


Freya yang sebenarnya hanya pura-pura tidur itu bisa mendengar ucapan Arka barusan. "Gimana ini gue pura-pura tidur terus apa gimana yah?" Ucap Freya dalam hati.


Tak tega dengan Arka yang nampaknya benar-benar sakit kakinya Freya menggeliatkan tubuhnya seolah-olah baru saja terbangun dari tidurnya. "Abang kenapa?" Tanyanya melihat Arka yang sedang memijat kedua kakinya.


"Pegel kaki Abang Dek, seharian ngikutin kamu kesana-sini." Ujarnya sambil tetap memijat kakinya.


"Abang pasti jarang jalan jauh yah. Segitu aja udah pegel. Padahal aku mah biasa aja." Ucap Freya sambil menyibakkan selimutnya kemudian duduk di hadapan Arka.


"Sini biar aku yang pijit." Ucap Freya sambil kaki Arka.

__ADS_1


" Aw.. aw haha ngelus-ngelus ini mah namanya kaga berasa. Malah geli tau." Ucap Arka sambil menahan tawanya.


Kesal Freya dengan tanggapan Arka, gadis itu langsung melepaskan tangannya dari kaki Arka. "Ya udah Abang baring aja." Teriaknya membuat Arka menuruti perintah gadis itu yang mendadak galak.


Setelah Arka berbaring tengkurap Freya segera menginjak-injak kaki Arka. "Gimana kerasa ngga Bang?"


"Iya-iya kerasa enak. Rada kebawah dikit Dek." Titah Arka.


"Di sini Bang?" Tanya Freya sambil menginjak betis Arka.


"Nah iya di situ enak banget." Ujar Arka.


Lama-lama injakan Freya menjadi semakin tak beraturan. "Aw aw sakit Dek. Jangan keras-keras ngapa. Mentang-mentang kamu di atas." Keluh Arka.


"Bawel ah Bang Ar tinggal nikmatin doang juga. Ntar juga enak." Ujar Freya.


Sementara itu di depan pintu kamar mereka, Ratna yang tengah menguping di sana tersenyum puas. "Fix ini mah Freya udah mengamalkan pelajaran baru yang kemarin. Aku harus buru-buru ngabarin temen-temen grup chat aku nih. Mana Freya yang di atas lagi. Mantap bener emang ajaran emak-emak grup chat." Batin Ratna yang kemudian menjauh dari kamar itu untuk menghubungi teman-temannya lagi. Meskipun waktu sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam tapi tak masalah berita bagus harus segera di bagikan, toh grup chatnya itu makin malam makin rame.


.


.


.


.


Tinggal nikmati doang tuh kata Freya, ntar juga enak wkwkwk.


Makasih buat semuanya yang masih setia ngikutin cerita ini. Makasih buat like dan komennya aku seneng banget loh.


salam sayang buat kalian semua dari aku author karbitan.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN.

__ADS_1


__ADS_2