
~Mencintaiku tak sesulit mengerjakan PR matematika, tak perlu rumus cukup bilang saranghae.~ Freyanisa Fransiska.
Mmm ah... Let's me treasure you treasure you treasure you... Freya menyanyikan lagu terbaru treasure sambil menirukan dance boy band itu. Gadis itu kini menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Sweater rajut warna maroon berlengan panjang dan rok abu diatas lutut membalut tubuh tinggi gadis itu, membuatnya kaki panjangnya terlihat semakin jenjang. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Wajahnya begitu ceria karena setengah jam yang lalu Arka mengabari bahwa kuliahnya sudah selesai dan akan segera bergegas pulang untuk mengajaknya mencari poster suami halunya.
Freya mengambil tas slempang dan mengenakannya. "Arkana oppa im coming." Teriaknya gemas kemudian keluar dari kamar.
Lagu-lagu dengan bahasa yang tak bisa dipahami oleh penghuni rumah itu terus mengalun dari bibir Freya. Mira hanya menggelengkan kepalanya melihat menantunya yang bersenandung tak jelas. "Bun, Freya jalan dulu sama Bang Ar yah." Pamitnya seraya mencium tangan mertuanya.
Lagi-lagi senandung tak jelas keluar dari bibirnya. "Mana ada pisang sate woy Fre!" Teriak Ardi saat Freya melewatinya begitu saja.
Freya mengentikan langkahnya dan menghampiri Ardi yang sedang main game di ponselnya. "Bisangsattae Ardi bukan pisang sate."
"Tau ah terserah lu. Gue dengernya pisang sate."
"Lu lagi laper kali jadi pikiran lu makanan mulu."
Ardi memandangi Freya, kenapa gadisnya itu terlihat semakin cantik saja. Dulu sangat jarang Ardi melihat Freya selain mengenakan seragam sekolah karena mereka hanya bertemu di sekolah saja. Tapi sekarang dia bisa melihatnya setiap hari. Freya terlihat lebih dewasa tapi tetap menggemaskan. "Mau kemana lu? Jangan kelayaban sendiri. Ntar lu nyasar lagi." Lanjutnya.
Freya merapikan poninya. "Tenang aja yah adik ipar ku, kakak ipar mu ini ngga bakalan nyasar. Lagian gue perginya sama Bang Ar." Ucap Freya kemudian berlalu keluar rumah. Menunggu Bang Ar nya seperti biasa di teras.
Freya berdiri dari duduknya begitu melihat mobil Arka masuk ke halaman. Dengan cepat gadis itu berjalan menghampiri mobil Arka.
"Ayo berangkat Bang." Titahnya setelah duduk di samping Arka dan mengenakan sabuk pengamannya.
__ADS_1
Arka melihat ke sampingnya, hari ini Freya nya itu terlihat sangat cantik. Meskipun style pakaiannya terlalu korea banget tapi tetap cocok dengan wajah dan tubuh tingginya.
"Ayo ih Bang brangkat. Malah ngelamun." Protes Freya.
Arka mengacak gemas rambut istrinya itu. "Iya-iya berangkat sekarang."
Freya dan Arka tiba di sebuah Mall. Keduanya berjalan masuk ke dalam Mall. "Freya pegang gini boleh Bang?' tanyanya sambil memegang lengan kiri Arka. "Biar kaya mereka Bang. Noh liat yang pada jalan sama pacarnya." Ujar Freya sambil menunjuk pasangan yang berjalan di depan mereka.
"Mau pegang, mau nemplok juga bebas Dek. Mereka cuma pacaran, kita mah udah nikah. Suami istri sah." Tegas Arka.
"Tapi aku kan belum pernah pacaran Bang. Gimana kalo kita pacaran aja Bang? Biar aku punya pengalaman pacaran." Ucapan polosnya lolos begitu saja dan sukses membuat Arka tertawa konyol karenanya.
"Bang Ar ngetawain aku?"
Arka mengajak Freya ke salah satu food court, setelah memesan makanan keduanya menunggu di salah satu meja. "Jadi gimana Bang mau ngga jadi pacar aku?" Tanya Freya.
Arka hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa nanya soal cinta semudah itu. "Abang ngga suka yah sama aku? Padahal mencintaiku tak sesulit mengerjakan PR matematika yang perlu rumus untuk setiap penyelesaannya, cukup bilang saranghae." Ucap Freya begitu enteng tanpa beban sambil membentuk love dengan kedua tangannya.
"Cinta bukan soal rumus kali Dek tapi soal logika, dan logika ku belum bisa bilang saranghae sama kamu." Ujar Arka yang diakhiri tawa kemudian mengacak rambut Freya karena pikirnya istrinya itu hanya sedang bercanda.
"Jadi Bang Ar suka ngga sama aku?" Tanyanya lagi.
"Makan dulu." Titah Arka saat makanan mereka telah tiba. Freya pun menyantap makanannya. "Kalo gue ngga suka sama lu buat apa gue belain pulang cepet biar bisa nurutin keinginan lu Dek." Batin Arka, baginya cinta tak perlu di ucapkan dengan kata-kata yang penting bagaimana kita memperlakukan orang yang kita cintai sampai dia sadar berapa besar cinta kita untuknya.
__ADS_1
Arka mengikuti Freya yang masuk ke salah satu toko berisi full pernak pernik kpopers. Deretan poster aneka boy band dan girl band berjajar di sana. Tak hanya itu aneka barang-barang unfaedah juga menghiasi tempat itu dari mulai *** poin sampai tempat minum dengan gambar idol juga ada di sana. Dengan pasrah Arka mengikuti kemanapun Freya pergi. Gadis itu terlihat sangat senang, bahkan ngoceh-ngoceh menjelaskan satu persatu pernak pernik yang ada di sana. Meskipun Arka tak suka dan menurutnya hanya buang-buang waktu tapi tak apalah asal Freya nya bisa senang.
"Bang Ar aku ambil tiga ngga apa-apa kan?" Tanyanya sambil memperlihatkan poster yang sudah ia pilih. "Abang punya uang kan buat bayarnya?" Lanjutnya.
Arka membuang nafasnya kasar. Konyol sekali istrinya ini selalu saja mengkhawatirkan soal uang. "Mentang-mentang buka CEO nih bocah jadi meragukan isi dompet gue." Batin Arka.
Freya yang melihat Arka hanya diam jadi berfikir kalo mungkin Arka tak punya uang. "Ya udah deh Bang beli satu aja." Ujar Freya seraya mengembalikan posternya.
Arka mengambil ketiga poster di tangan Freya. "Dengerin yah Dek, kamu mau beli semua yang ada di toko ini aja Abang mampu bayar."
"Tapi kan Bang Ar bukan CEO, kok uang Abang banyak? Bang Ar ternak tuyul yah?" Ledek Freya.
Arka mencubit gemas pipi gadis cerewet di hadapannya. "Enak aja. Ya kaga lah Dek. Kalo Abang ternak tuyul kasian ntar kamu harus nyusuin tuh tuyul tiap malem."
"Serem amat Bang."
"Asal kamu tau aja jatah bulanan kita gede. Nih kamu bisa pake ini buat keperluan kamu." Ujar Arka sambil menyerahkan salah satu kartu pada Freya.
"Bang Ar aja yang pegang." Tolak Freya.
Ini adalah kali pertama ada gadis yang nolak dikasih duit, padahal kalo Lisa pasti tak akan sungkan-sungkan menggesekkan kartunya bahkan berulang kali."Ya udah kalo mau apa-apa tinggal bilang aja yah." Ujar Arka kemudian membayar poster pilihan istrinya.
kalian minta crazy up? aku juga maunya gitu... tapi berhubung aku ini author karbitan jadi aku takut kalo crazy up malah akunya yamg jadi crazy wkwkwk.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN.