Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Simbiosis mutualisme


__ADS_3

Freya menurunkan selimut yang menutup tubuhnya, memindahkan selimut itu ke samping kemudian duduk dan menyandarkan bahunya di kepala ranjangnya. Ia memijit keningnya yang terasa pusing. Sepajang sejarah baru kali ini pusing gara-gara kurang tidur. Padahal sebelumnya gadis yang biasa maraton drama korea tanpa tidur sepanjang malam dan sekolah pada siang harinya juga tak pernah merasa pusing karena kurang tidur. tapi kali ini rasanya beda, mungkin karena rasa bersalahnya pada Arka semalam membuat otaknya tak bisa beristirahat dengan tenang dan berakhir pusing pagi ini, bahkan lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas.


Pandangan Freya tertuju pada pintu kamar mandi yang baru saja terbuka. Arka keluar dari kamar mandi hanya mengenakan anduk yang melilit pinggangnya dan handuk kecil di tangan kanannya, lelaki itu dengan santai melewati dirinya dengan sesekali menggosok rambutnya dengan handuk kecil yang dipegangnya.


Sungguh saat ini Freya ingin sekali berteriak 'Bang Ar jangan mesum!' seperti kemarin, tapi kali ini Freya hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya seolah melindungi mata sucinya dari pandangan yang seharusnya tak ia liat. Freya sadar dirinya sudah membuat kesalahan tadi malam, tak ingin membuat masalah baru pagi ini. Apalagi Arka sejak tadi mendiamkannya.


Arka tak memperdulikan Freya yang terdiam di ranjang dengan menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya. Rasanya masih kesal dengan istri yang mengusirnya semalam, padahal dirinya hanya ingin tidur nyenyak. Arka melewati Freya begitu saja dan mengambil pakaian di koper kemudian kembali masuk ke kamar mandi. Padahal Arka bisa melihat dengan jelas gadis itu melihatnya di sela-sela jari yang ia renggangkan. "Dasar! Padahal mau lihat tinggal liat aja. Bener-bener kekanak-kanakan ini bocah." Gumamnya.


Freya membuang nafasnya lega begitu mendengar suara pintu kamar mandi tertutup. "Huh... Gila Bang Ar badannya bagus banget. Ngga kalah dah sama oppa oppa kesayangan aku." Gumamnya. Freya memang sudah terbiasa melihat lelaki yang hanya mengenakan handuk seperti Arka barusan, karena adegan-adegan seperti itu sudah sering ia lihat di drama korea yang ia nonton. Tapi rasanya beda ketika melihat langsung.


Pikirannya buyar ketika mendapati Arka yang sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang kasual, suaminya benar-benar tampan. "Mandi." Titah Arka pada Freya yang masih santai di tempat tidurnya. Tidak seperti biasanya gadis itu langsung melesat ke kamar mandi padahal biasanya jika tidak acara Freya akan mandi siang hari bahkan bisa sampai tidak mandi pagi dan hanya mandi sekali saat sore hari saja, supaya hemat sabun dan air dalihnya, padahal itu hanya alasannya saja.


Setelah Freya masuk ke kamar mandi, Arka duduk di sofa yang ada di kamar itu. Memeriksa ponselnya, terlihat beberapa chat masuk di sana. Ada chat dari Irfan dan Rendi yang meledeknya dengan cuitan-cuitan soal malam pertama. "Malam pertama dari cina, dapat gadis polos begitu nampaknya malam pertama masih sangat jauh." Batin Arka.


Arka mengscroll chat-chat berikutnya, hingga melihat ada chat masuk dari Lisa setelah hampir seminggu pacarnya itu tidak membalas pesannya.


[Yang jalan yuk mumpung weekend. Kemarin gue nyariin lu di kampus tapi ngga ada. Kata Rendi lagi ada acara keluarga.] Lisa.


[Iya nanti kita jalan, kalo gue udah balik ke Bandung.] Arka.


"Sorry Lisa, gue harus mutusin lu sebelum semua ini menjadi semakin rumit." Gumam Arka sambil memasukan ponselnya ke saku.


Sekitar lima belas menit Freya sudah selesai dengan aktivitas mandinya. Kini gadis itu sedang berdiri di depan cermin hanya dengan handuk yang membalut tubuhnya. Dia gak membawa baju ganti ke kamar mandi karena memang kebiasaannya memakai baju di kamar saja. Tapi kini ada Arka di kamarnya, tak mungkin dirinya keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk, malu.

__ADS_1


Freya membuka kamar mandi dan menyembulkan kepalanya keluar, melirik ke sana kemari. "Ah sial Bang Ar masih ada di kamar." Gumamnya ketika melihat Ardi sedang duduk di sofa nya.


"Ehm.. Bang Ar." Panggilnya.


Arka menengok ke sumber suara, melihat kepala istrinya yang menyembul di sana. "Apaan lagi nih bocah kali ini, cuma nongol kepalanya doang." Batin Arka.


"Bang Ar." Panggil Freya lagi kali ini dengan suara melasnya.


"Apa?" Jawab Arka datar.


"Abang bisa keluar dulu ngga." Titah Freya. Sementara Arka hanya memandangnya dengan tatapan kesal. Apa-apaan istrinya itu kali ini bahkan dia mengusirnya lagi, pikir Arka.


Dengan kesal Arka kembali terusir dari kamar itu meninggalkan Freya yang masih menyembulkan kepalanya di pintu kamar mandi.


Mendapati Arka memandangnya dengan kesal dan berjalan menuju pintu membuat Freya berfikir dua kali. "Eh ini Bang Ar bukan gitu maksud Freya. Abang.." teriak Freya berusaha menjelaskan kalo Arka tidak usah keluar tak apa-apa asal jangan melihatnya yang akan mengambil pakaian dan kembali ke kamar mandi. Namun sayang Arka mengabaikan teriakannya.


Freya segera keluar dari kamar mandi dan berpakaian. Memoleskan sedikit bedak dan lip tint warna pink natural rasa stroberi kesukaannya. Ini kali pertama bagi Freya mengenakan riasan di hari liburnya, biasanya dia hanya akan merias diri kala akan pergi atau ada acara aja.


Freya keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan untuk sarapan. Sesuai dengan dugaannya suaminya itu sudah duduk di sana dan mengobrol bersama mama dan papanya. Freya menghampiri mereka dan duduk di samping Arka.


"Pagi Ma Pa." Sapanya.


"Pagi juga sayang." Ratna tersenyum melihat lingkar hitam di mata putrinya, pikir Ratna putrinya itu benar-benar sudah berhasil menerapkan pelajaran baru dari teman-temannya.

__ADS_1


"Karena semua sudah di sini mari kita sarapan karena papa juga harus segera pergi ke kantor." Ujar Frans.


Dengan sigap Ratna mengambil dua keping roti tawar dan mengoleskan selai kemudian meletakan di piring suaminya. Freya juga melakukan hal yang sama kali ini gadis itu tampaknya tahu apa yang harus dilakukannya.


"Sarapannya Bang." Ucapnya sambil tersenyum manis saat meletakan roti di piring Arka.


"Cantik tapi nyebelin" Batinnya. Kemudian Arka juga mengambil roti dan mengolesinya dengan selai stroberi, ia tahu pasti gak akan lama lagi gadis itu akan menyodorkan piringnya. Dan benar saja, baru saja dirinya selesai dengan roti di tangannya Freya sudah menyodorkan piring padanya. "Taruh sini Bang, Buat aku kan?"


Arka tak menjawab ucapan istrinya, dirinya masih kesal. Bagaimana tidak? Dirinya terusir dua kali dari kamar. Arka meletakan roti itu tanpa berbicara apa pun. Dan kembali ke piringnya. Memakan roti yang sudah disiapkan oleh istrinya yang ngeselin itu.


"Wah kalian makin romantis. Baru semalem jadi suami istri aja udah romantis gitu saling mengambilkan sarapan. Mama seneng banget lihatnya." Puji Ratna.


"Iya dong Ma, simbiosis mutualisme. Hidup ini selain harus balance juga harus saling menguntungkan." Ujar Freya dengan bangganya, kali ini ia menggabungkan pelajaran akuntansi dan IPA untuk menggambarkan hubungannya dengan Arka.


Ratna mengacungkan dua jempolnya untuk Freya. Sementara Arka hanya mencibir di dalam hati. "Balance dari mana? Yang ada gue mulu yang di bikin kesel. Simbiosis mutualisme dari mana? Yang ada dia mulu yang untung dan gue yang menderita." Terusir dari kamar di malam pertama dan berlanjut terusir lagi di pagi hari sungguh FTV aja ngga sesadis itu.


.


.


.


Oke oke kita doain Arka supaya diberi kesabaran tanpa batas yah. Jangan dulu nagih part hareudang yah, karena nampaknya part itu masih jauh melihat Freya yang belum cukup ilmu wkwk.

__ADS_1


Aku berharap kalian tetap baca kisah ini walaupun belum ada uwuw-uwuwnya. Kita nikmati saja alurnya bersama-sama oke.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN.


__ADS_2