Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Cemburu


__ADS_3

Dari atas sana, Arka bisa melihat hanya Freya satu-satunya gadis yang gak bersorak hore ataupun sekedar ber yes ria seperti mahasiswi-mahasiswi lain begitu tau Arka tau status Arka yang tak punya pacar. Istrinya sedang di peluk oleh Miya, best friend satu aliran. Matanya bersitatap secara tak sengaja dengan Miya, meski tak jelas karena dari kejauhan Arka bisa menangkap tatapan kesal dari sahabat istrinya. Gadis berambut pendek itu kembali menepuk-nepuk pelan punggung sahabat yang ada di pelukannya.


Meski tak melihat bendungan air mata Freya yang jebol tapi Arka yakin si istri sedang menangis sesegukan di pelukan sahabatnya.


Mengingat kejadian tadi pagi, saat dia melihat sang istri tak sengaja menabrak salah satu mahasiswa yang baru Arka ketahui adalah adik tingkatnya, membuat Arka benar-benar kesal. Sudah diperingatkan jauh-jauh hari supaya selalu ingat jika dirinya adalah istri orang, meskipun Arka tak membatasi Freya mau berteman dengan siapa pun. Tapi yang membuat ia kesal adalah saat lelaki bernama Tito mengajaknya pacaran, si istri tak mengiyakan maupun menolak ajakan itu. Terlebih melihat raut gugup bercampur malu pada gadis itu, ia yakin ada yang tak beres di sana.


Ditambah lagi Freya yang tak menyadari keberadaanya yang tak jauh di belakang Tito tadi pagi, hingga ia bisa mendengar semuanya. Arka sungguh tak rela melihat istrinya bertingkah malu-malu dan gugup di depan lelaki lain. Hanya dia yang boleh melihat ekspresi malu-malu, gugup dan lugunya gadis itu.


Mengedarkan mata ke arah yang berlawanan ada Ardi, si adik yang menatapnya dengan kesal tak jauh beda dengan tatapan yang di berikan Miya, bahkan tatapannya lebih tajam. Arka mengabaikannya dan kembali melihat ke tempat dimana istrinya duduk, masih menangis.


"Apanya yang salah, mereka nanya punya pacar apa tidak? Dan gue udah jawab jujur. Gue kan emang nggak punya pacar, punyanya istri tapi kenapa tuh bocah malah nangis-nangis. Pasti mikirnya kejauhan tuh anak."


kali ini tatapan Freya yang bertemu dengan matanya yang sedari tadi memang terfokus pada gadis itu. Tak ada senyum yang diberikan Freya untuk Arka, gadis itu menghapus air matanya, mengabaikan tatapan sang suami dan beranjak dari duduknya. Diikuti oleh Miya yang dengan setia berjalan di belakangnya.


Setelah Freya semakin berjalan jauh dan hampir keluar dari ruangan, Arka kembali mengambil mikrofon di depannya. Ia tak tega melihat Freya menangis, apalagi gadis itu mengabaikan tatapannya. Ini tak baik untuk kelangsungan masa depan permennya. Meskipun yang ia ucapkan tadi tak salah tapi sepertinya si istri tak bisa berpikir jauh ke sana.


"Saya tidak punya pacar karena saya sudah menikah." Ucap Arka yang seketika membuat ruangan itu hening, seolah tak percaya atas ucapan yang baru saja mereka dengar. Begitu pun Freya dan Miya yang nyaris keluar dari ruangan, keduanya berhenti di depan pintu dan berbalik menatap Arka.


"Dan gadis yang ada di IG itu istri saya." Imbuh Arka.


"Tuh dengerin jangan main nangis-nangis aja lu Fre." Ucap Miya sambil melepas pelukannya.

__ADS_1


Ruangan itu seketika menjadi riuh kembali, mereka tak percaya jika Arka sudah menikah. Bahkan teman-teman seorganisasinya saja tak ada yang tau.


"Serius udah nikah?" Tanya salah satu panitia ketika sesi Q&A selesai dan Arka menganggukkinya.


"Kapan? Sama Lisa?Kok nggak ngundang kita-kita?" Tanyanya lagi. Karena yang mereka tau sejauh ini Arka hanya pacaran dengan Lisa.


"Tiga bulan yang lalu dan cuma dihadiri keluarga aja, Bukan Lisa. " Jawab Arka.


"Wih udah lumayan lama. Kok tiba-tiba nikah Ar bukannya lu nggak mau nikah muda?" Tanyanya.


"Jangan-jangan lu ngehamilin anak orang yah?" celetuk Irgi si ketua HIMA yang menyukai Freya.


"Sembarangan aja. Kagak lah! Mana ada kelakuan gue kayak gitu. udah di hapus dari kartu keluarga gue kalo kelakuan gue bejad." jawab Arka sambil menoyor kepala Irgi, "lagian bini gue belum hamil." imbuhnya, kemudian pergi meninggalkan auditorium yang hanya tersisa beberapa panitia.


Freya kembali mengobrol dengan adik ipar dan sahabatnya hingga sapaan dari lelaki yang bari saja keluar membuat mereka semua menengok bersamaan.


"Belum pulang Fre?"


"Belum lagi nunggu." Jawab Freya.


"Kalian anak SMK xx Jogja juga kan?" Tanyanya pada Ardi dan Miya.

__ADS_1


"Iya kak." Jawab Ardi, sedangkan Miya hanya mengangguk.


"Kalian pulang aja duluan. Biar Freya gue yang temenin, ntar kalo yang jemput nggak ada juga bisa gue anterin." Terang-terangan Tito mengusir Ardi dan Miya.


Tanpa berkata-kata Ardi menggandeng tangan Miya dan membawa gadis itu menjauh dari sana begitu melihat sang kakak yang berdiri di belakang Tito dengan wajah yang tak ramah. Ardi tak tau kenapa kakaknya terlihat begitu marah hanya karena Freya di sapa lelaki bernama Tito yang merupakan kakak kelasnya dulu, tapi menjauh adalah pilihan terbaik saat ini toh nanti ia bisa mengorek informasi dari gadis yang sedang digandengnya.


"Masih lama nggak yang jemput Fre? Apa kakak anterin aja?" Ujar Tito yang mengira Freya sedang menunggu supirnya.


"Nggak usah. Dia balik bareng gue." Ucap Arka sambil menarik Freya dari hadapan Tito dengan kasar.


Arka memegang pergelangan tangan Freya begitu erat. Meski pergelangan tangannya sedikit sakit tapi Freya tak protes, ia takut melihat suaminya yang kini terlihat begitu emosi.


Arka melepaskan tangan Freya begitu mereka tiba di parkiran. Membukakan pintu mobil untuk istrinya. "Masuk." Ucapnya datar. Freya hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diam, tak seperti biasanya perjalan kali ini terasa begitu lama.


Tiba di apartemen keduanya masih sama-sama membisu. Arka yang masih berusaha menenangkan emosinya dan Freya yang masih tak sadar dengan kesalahannya.


Freya beranjak menghampiri Arka yang sedang meneguk air mineral di dapur, dengan takut Freya memeluk suaminya dari belakang. "Abang kenapa nyuekin aku dari tadi? Jangan kayak gini, aku takut." ucap Freya lirih.


Arka berbalik dan balas memeluk Freya, "Abang nggak apa-apa. Kamu utang penjelasan sama Abang!" Jawab Arka yang kemudian melepas pelukannya dan mengecup kening Freya.

__ADS_1


like dan komentarnya jangan lupa.


pokoknya yang udah baca wajib like dan komen!!!


__ADS_2