Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Good Bye Putih Abu


__ADS_3

Freya dan teman-temannya sedang duduk selonjoran di lapang basket setelah sebelumnya mereka melakukan aksi corat-coret dan menggambar bebas tapi bukan pada kanvas ataupun buku gambar, melainkan pada pakaian kebanggaan mereka yang tak akan mereka kenakan lagi. Seragam putih abu itu kini berubah menjadi multi colour, dan mereka sedang dengan semua itu. Tak hanya seragam yang menjadi sasaran karya seni yang menggambarkan kegembiraan mereka, rambut panjang hitam Freya kini pun berubah menjadi warna warni akibat terkena semprotan pilok aneka warna. “Kayaknya balik dari sini gue harus langsung ke salon nih.” Ucapnya sambil menyisir rambutnya menggunakan tangan.


Kini matanya berseluncur memandangi sekolah yang akan segera ia tinggalkan. Sekolah dengan bangunan yang begitu kokoh, di lengkapi dengan sarana prasarana yang menemaninya menimba ilmu selama ini akan segera ia tinggalkan. Guru-guru dari mulai yang baik, cerewet, kocak bahkan yang bikin ngantuk pun nanti pasti akan mereka rindukan. Bergelung dengan buku tebal, kalkulator dan tipe x yang di lempar kesana sini pun tak akan bisa terulang kembali. Momen-momen bolos ke kantin saat pelajaran menjadi bumbu masa-masa itu.


Tiga tahun seolah tak terasa berlalu begitu saja. Rasanya baru kemarin dirinya menginjakan kaki di tempat ini dengan seragam putih birunya kemudian berbaris di lapangan bersama siswa baru lainnya untuk mengikuti masa orientasi siswa baru. Mendengarkan penuturan kakak kelas yang waktu itu membuat hatinya berdebar. Namun beribu sayang perasaannya tak pernah terungkapkan karena larangan mamanya untuk berpacaran. Dulu rasanya ingin sekali cepat lulus dari tempat ini. Tapi kini setelah waktunya tiba untuk meninggalkan sekolah ini kenapa rasanya begitu berat? Masa-masa putih abu yang orang bilang masa yang paling menyenangkan nampaknya memang benar adanya.


“Ngga nyangka gue tiga tahun kok kaga berasa yah.” Ucapnya pada Miya yang tengah asik mengabadikan moment mereka dengan ponselnya.


Miya mengentikan aktivitasnya dan menyimpan ponselnya ke saku, “Iya berasa cepet banget yah. Dan bentar lagi lu jadi bini orang hahaha.” Ledeknya.


“Eh iya gue jadi inget Mi.”


“Inget apaan?”


“Buruan fotoin gue.” Freya menyerahkan ponselnya kemudian bangkit dari duduknya. Berdiri diantara teman-temannya yang masih sibuk corat-corat. Gadis itu seperti biasa membetuk simbol love dengan jarinya, “Yang bagus Mi, awas kalo kaga bagus berati yang yang gambil gambar bukan objeknya.” Seru Freya.


Miya menerima ponsel Freya dan mengambil foto sahabatnya.”satu dua tiga.” Cekrek cekrek. “Udah nih.” Freya pun kembali duduk di samping Miya dan melihat hasil jepretan Miya.


“Bagus nih.” Ucapnya kemudian mengirim gambar itu ke Arka.


[Bang Ar hari ini aku kelulusan. Aku lulus nih.] Freya


[Iya, Selamat buat kelulusan lu Dek.] Arka


[Abang jadi kan datang ke acara perpisahan aku? Acaranya minggu depan.] Freya


[Iya. Sekalian calon mertua lu juga mau kesana.]


[Padahal mah ngga usah repot-repot Bang, cukup Abang aja.] Freya


[Lah lu lupa apa gimana? Kan adikgue juga sekolah di sana, dan minggu depan juga perpisahan sama kaya lu.] Arka


Freya langsung penepuk jidatnya setelah membaca pesan terakhir dari Arka. “Aw sakit.” Ucapnya. Ia merutuki dirinya sendiri yang bahkan lupa kalo calon adik iparnya juga sekolah di tempat yang sama dengan dirinya.


“Kenapa sih lu?” heran Miya melihat tingkah sahabatnya. Miya pun tanpa segan melihat isi chat Freya dengan Arka, karena sudah tak ada lagi rahasia diantara mereka. Udah best friend forever banget pokoknya.


“Gila nih. Yang mana anaknya? buruan kasih tau gue!” Ujar Miya setelah membaca chat di ponsel Freya.


Freya menoleh ke samping mendapati sahabatnya yang sedang terkejut . “Gue ngga tau Mi.”

__ADS_1


“What?”


“Iya waktu itu gue udah tanyain sama Tante Mira tapi belum juga dijawab malah udah dipotong aja sama acara tunangan yang waktu itu udah kemaleman. Terus gue malah lupa dan baru inget sekarang pas baca chat Bang Ar. Kira-kira siapa yang adik ipar gue Mi?”


“Ya mana gue tahu lah.” Jawab Miya. “Kenapa kaga lu tanyain aja sama tunangan lu.” Miya memberi saran.


“Aduh kaga lah. Biarin aja lagian juga udah mau perpisahan ini. Gue Cuma berharap tuh adik ipar gue bukan dari juruan akuntansi deh. Dari jurusan lain aja.”


.


.


.


Sehari sebelum acara perpisahan Freya menemani Miya ke salon untuk perawatan. Si Miya pengen keliatan cantik katanya pas perpisahan nanti. Kedua gadis itu masuk ke salah satu salon yang ada di dalam mall terbesar kota mereka. Setelah sebelumnya mereka berkeliling kesana kemari untuk membeli pakaian yang akan mereka kenakan.


“Mbak saya mau di facial terus di masker juga. Pokoknya bikin wajah saya ini jadi super glowing.” Titah Miya pada pegawai salon itu.


Setelah sekitar satu jam menemami Miya di salon, keduanya pun pergi ke salah satu food court untuk makan sebelum pulang.


Hari perpisahan tiba. Pagi ini Freya sudah siap dengan setelah kebaya modern warna merah muda dan bawahan batik senada hasil pilihannya bersama Miya kemarin. Sebenarnya pakaian itu tidak pantas di sebut kebaya karena lebih mirip dengan baju hanbook korea yang di modifikasi dan supaya mirip kebaya sedikit dengan menyesuaikan bawahannya menggunakan kain batik. Rambut panjangnya di cepol simpel ala-ala drama korea dan membiarkan poninya menutupi keningnya. Mengoleskan lip tint rasa stroberi kesukaanya serta sedikit blush on di pipinya. Cantik namun tetap natural.


Freya dan orang tuanya sudah berada di depan aula tempat acara perpisahan akan di gelar. Freya mengedarkan pandangannya mencari gadis yang memakai pakaian yang sama dengannya. Tak lama Miya datang menghampirinya bersama orang tuanya.


“Mana calon laki lu? Jadi datang kan?” Miya melihat ke sekelilingnya mencari sosok calon suami sahabatnya yang mirip Cha Eun Wo.


“Kayaknya belum datang. Kita masuk aja yuk acaranya udah mau mulai.”


Acara perpisahan berlangsung dengan meriah. Sambutan dari kepala sekolah hingga sepatah kata dari adik kelas mereka mampu membuat mereka terharu. Hingga acara terakhir yang paling merungas air mata ketika perwakilan dari siswa yang lulus membawakan lagu sheila on seven yang berjudul sebuah kisah klasik, berhasil menyulap suasana di aula itu menjadi haru.


Hingga acara perpisahan selesai Freya belum juga melihat Arka. Padahal sebelumnya Freya sudah bertemu dengan Mira dan Bayu. “Tante apa Bang Arka tidak ikut kesini?” Tanya Freya.


“Arka ikut kok sayang, dia ada di-.” Belum selesai Mira berucap Freya sudah menjauh karena di tarik oleh Miya. “Pinjem Freya nya bentar ya Tan, Kita mau foto-foto.” Teriak Miya sambil menjauh dari mereka bersama Freya.


Freya mengabadikan moment perpisahannya bersama teman-teman sekelas bahkan sejurusannya. Tak lupa juga berfoto dengan guru-guru mereka. Selesai dengan kegiatan berfoto Ardi mengajak Freya untuk menemui keluarganya. “Gue boleh ikut juga ngga Ardi?” Pinta Miya. “Oke kuy hayu lah.” Jawab Ardi.


Ardi, Freya dan Miya berjalan beriringan sambil sesekali tertawa menuju parkiran tempat orang tua Ardi menunggu. Dari kejauhan Freya dapat melihat Bayu, Mira dan Bang Arka juga ada di parkiran.


Mereka semakin dekat dengan parkiran. Entah kenapa hati Freya tiba-tiba deg-degan mendapati mereka semakin dekat dengan keluarga Arka. “Ini ngga mungkin.” Batinnya saat mendapati mereka bertingga berhenti di hadapan keluarga Arka.

__ADS_1


“Mama kenalin ini temen-temen Ardi.” Ucap Ardi pada Mira.


Freya dan Miya langsung mematung di tempat mereka berdiri tanpa berucap sepatah kata pun, keduanya seperti alunan musik yang di pause oleh pemainnya. Mendadak hening begitu saja.


Mira mendekati Freya yang masih tanpak bengong. “Sayang.” Panggilnya. “Kamu tidak apa-apa kan?” ucapnya sambil megelus rambut Freya.


Kali ini giliran Ardi yang binggung. Bagaimana bisa mamanya itu sudah mengenal Freya. “Mama udah kenal sama Freya?”


“Tentu, ini calon mantu Mama.” Jawab Mira enteng.


Ardi makin terkejut. Ia menoleh ke arah Kakaknya yang hanya melepar senyum padanya. “What? Calon mantu? Berarti yang waktu itu mama ngajak gue buat ke acara tunangan kakak itu ke rumah Freya? Astaga.” Batinnya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA.



Ardi makasih udah jagain jodoh gue, lu adik terbaik.



omegattt sahabatku adalah calon adik iparku.



gue yang ngejar, ngejagain, sabar, setia... eh sodara gue yang dapat. hidup kadang setidak adil itu.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA.


ada yang nanya "tor ini harus di vote apa kaga? kok ga minta² kaya otor yang lain?"


gini aja yah, aku nih penulis baru ada yang baca aja udah bersyukur banget aku. kalian like sama komen aja udah bikin aku happy sampe guling². apalagi kalo kalian vote auto salto kayaknya aku saking bahagianya.


HAPPY READING.

__ADS_1


__ADS_2