Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Calon kakak sepupu


__ADS_3

Sudah tiga hari berturut-turut Freya belajar masak pada mertuanya tapi hasil masakannya masih jauh dari kata layak untuk dimakan. Dari segi penampilan sih oke tapi dari segi rasa benar-benar belum bisa diterima oleh lidah manusia, entah kalau oleh lidah kucing, mungkin masih bisa diterima soalnya semua makanan karya Freya berakhir untuk si kopoy, kucing tetangga yang sering main ke sana.


Bunda Mira sudah sangat telaten mengajari Freya tapi apalah daya segala sesuatu tak ada yang instan langsung jadi. Faktanya mi instan yang katanya instan saja harus di rebus dulu supaya bisa dinikmati. Nyaris tak ada orang belajar sekali atau dua kali langsung bisa praktek dengan benar bahkan dengan hasil yang memuaskan, mungkin hanya satu banding seribu.


Seperti hari sebelumnya Freya saja salah membedakan merica dengan ketumbar hingga hasil masakannya menjadi ambyar tak karuan. Dari hal itu Bunda Mira kini melabeli semua wadah bumbu di dapurnya, berharap Freya yang tak bisa membedakan ketumbar dan merica itu tak lagi salah mengambil bumbu.


"Bunda sepertinya aku emang nggak bakat masak deh, dari kemarin masakan aku nggak ada yang enak. Bahkan aku aja nggak berani makan masakan aku." Keluh Freya yang merasa dirinya benar-benar tak bisa masak.


Bunda Mira menghampiri menantunya yang sedang mengupas bawang merah. Mengambil pisau yang di pegang Freya dan meletakannya di atas talenan. Wanita paruh baya itu menggenggam kedua tangan Freya, matanya menatap penuh sayang pada menantunya yang sudah berulang kali mengeluh hari ini.


"Dengerin Bunda sayang. Segalanya butuh proses, ini kan kamu lagi belajar. Sedikit demi sedikit lama-lama nanti masakan kamu juga enak. Dulu masakan bunda juga tidak seenak saat ini. Gimana kalo kita ganti menu aja? Jangan langsung masak rendang. Masak yang mudah-mudah aja dulu seperti goreng telur, goreng tempe sama tumis-tumis sayur aja yang mudah."


"Ntar kalo Bang Ar nggak suka gimana Bun?"


"Arka pasti suka. Sekalipun masakan kamu nggak enak dia pasti bakalan makan. Apalagi kalo kamu bilang kamu yang masak spesial buat dia, Arka pasti senang sekali. Buktinya waktu kamu masakin Arka mi instan dimakan kan sama Arka? Padahal dia sangat anti dengan makanan instan." Tutur Mira.


"Gitu yah Bun?"


"Yaelah Freya lu ribet amat sih biasanya juga lu masak aneka makanan dalam bentuk mi. Udahlah lu nggak usah masak-masak lagi, gue kasian sama si kopoy tiap hari makan masakan lu takut umurnya jadi pendek tuh kucing." Ejek Ardi yang sedang mengambil air mineral di lemari es. "Atau jangan-jangan si kopoy udah mati nih, hari ini belum keliatan." Lanjutnya.


"Bunda tuh Ardi jahat." Adu Freya pada Mira dengan tatapan kesalnya melirik Ardi yang sedang minum.


"Kang ngadu lu bocah."


"Udah Ardi kamu ke depan gih jangan ganggu kita. Nanti jam satu kamu anterin Freya ke posko KKN kakak." Titah Mira.


"Bunda aku nggak mau dianterin Ardi. Dia rese." Tolak Freya.

__ADS_1


"Ogah juga gue nganterin lu. Emangnya gue supir lu." Ucap Ardi sambil berlalu meninggalkan Freya dan bundanya.


"Udah biarin aja Ardi, dia hanya bercanda. Ayo kita buat masakan lain saja yah yang mudah." Ajak Mira yang kemudian mengambil telur dan tempe.


Setelah satu jam berkutat dengan tempe, telur dan daun bawang, Freya tersenyum sumringah menatap hasil masakan pertamanya yang layak di makan. Bunda Mira bahkan memberikan pujian-pujian yang membuat mantunya semakin tersenyum lebar. Tak ada yang istimewa sebenarnya, hanya tempe yang digoreng telanjang tanpa tepung dan hanya dibumbui bawang putih, garam dan merica, rasanya sedikit keasinan. Di piring lain ada telur dadar goreng biasa yang kocok bersama cabe, garam, bawang daun dan sedikit penyedap rasa, bahkan sedikit gosong.


Freya menata telur dan tempe yang baru saja dimasaknya ke dalam wadah yang telah disiapkan oleh Bunda Mira. "Bun rendangnya gimana? Ntar kak Rendi pasti nanyain."


Bunda Mira memberikan satu wadah kosong dengan ukuran cukup besar, "nanti beli rendang aja ke rumah makan padang terus masukin ke sini. Kasihin buat anak-anak di posko, kalo yang punya kamu kasihin ke Arka aja."


"Oke Bun. Aku siap-siap dulu terus berangkat yah."


Meskipun tadi Ardi menolak mengantar Freya tapi nyatanya kali ini pemuda itu sedang mengemudi mengantarkan Freya ke posko KKN sang kakak. Tak lupa keduanya mampir ke rumah makan padang untuk membeli rendang. Sesuai intruksi Bunda Mira, Freya memasukan rendangnya ke dalam wadah yang diberikan mertuanya tadi.


"Oke beres. Lanjut lagi Di." Ucapnya pada Ardi.


"Ini rendang ori kok Di. Bukan rendang dalam bentuk mi. Jadi nggak instan."


"Tapi kan hasil beli yang udah mateng. Jadi tetep aja hasil instan."


"Terserah lu aja deh gue cape nggak mau ribut." Ringkas Freya.


Setibanya di posko ternyata Arka belum kembali dari kegiatan bersama dengan kelompoknya yakni Lisa dan Rendi. Di rumah itu tampak ramai mungkin hanya tinggal dua kelompok saja yang belum kembali.


"Sore kak cogan." Sapanya pada Irfan.


"Sore. Ada dedek Freya kesini. Masuk aja dulu Fre tunggu di dalem Arka nya masih belum balik." Ujar Irfan.

__ADS_1


"Iya kak."


Ardi dan Freya masuk ke dalam rumah. Freya memberikan wadah berisi rendang ke mahasiswa perempuan disana. "Buat kakak-kakak di sini." Ucapnya.


Dengan cepat Freya bisa membaur dengan teman-teman KKN Arka bahkan ada beberapa mahasiswa lelaki yang mulai mendekatinya, menanyakan hubungannya dengan Arka hingga sudah punya pasangan atau belum. Freya hanya menanggapi seperlunya dan bersikap biasa saja. Selain itu Ardi bahkan menjadi sasaran mahasiswi di sana.


"Fre si Arka udah balik tuh." Teriak Irfan.


Freya beranjak dari duduknya dan berjalan keluar rumah, tak lupa membawa paper bag berisi makanan untuk Arka. Dari jauh Freya melihat gadis cantik yang berjalan di samping suaminya dan Rendi yang berjalan di belakang mereka. Gadis itu bahkan memegang lengan suaminya meskipun berulang kali tangannya dihempaskan.


Rendi yang melihat Freya berdiri di samping Irfan langsung menarik Lisa ke belakang, berjalan bersamanya. Membiarkan Arka terlebih dahulu sampai ke posko.


"Bang Ar baru pulang." Sapa Freya begitu Arka berdiri di hadapannya.


Arka mengelus kepala Freya sekilas. "Iya. Kamu udah lama? Kesini sama siapa?"


"Lumayan Bang. Aku sama Ardi, tuh dia ada di dalem sama kakak-kakak cantik." Ucapnya sambil menengok kedalam rumah. "Aku masakin buat Bang Ar." Lanjutnya sambil memberikan paper bag warna pink.


"Makasih yah Dek. Padahal kamu kesini aja abang udah seneng kok."


"Eh ada adik sepupunya Arka yah?" Sapa Lisa yang baru saja tiba di sana dengan Rendi. Padahal Rendi sudah susah payah mengajak Lisa pergi tapi gagal gadis itu malah berlari ke rumah.


"Hola kak Ren, gue bawain rendang loh." Freya melambaikan tangannya pada Rendi. "Hola juga kakak cantik." Sapanya pada Lisa.


"Adik sepupunya Arka kan?" Tanya Lisa kembali.


"Iya kak, kenalin Freya adik sepupunya Bang Ar." Freya mengulurkan tangannya pada Lisa.

__ADS_1


Lisa menyambut uluran tangan Freya. "Gue Lisa. Calon kakak sepupu lu." Ucapnya.


__ADS_2