Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Sah


__ADS_3

Pagi ini Arka dan keluarganya tengah bersiap-siap untuk acara sakral yang akan segera di langsungkan. Semalam Bayu sudah memberikan wejangan pada Arka, putra sulungnya yang akan segera mengakhiri masa lajangnya.


"Rumah tangga itu layaknya sekolah, hanya saja tak ada masa kelulusannya. Selamanya akan tetap belajar. Tak ada yang pintar dalam urusan rumah tangga sekalipun kami selaku orang tuamu tetap masih belajar hingga saat ini. Yang harus kamu ingat sebagai seorang suami kamu harus bisa mencintai, menyayangi, melindungi dan mendidik istrimu kelak. Buatlah dia menjadi bahagia." Tutur Bayu panjang lebar.


Hingga pagi ini kata-kata dari ayahnya terus terngiang di kepala Arka. Bisakah dirinya menjadi suami yang baik untuk Freya? Dirinya masih belum percaya akan segera mengubah statusnya menjadi seorang suami, bahkan dari gadis yang belum lama di kenalnya. Sejauh ini Arka belum mengenal baik Freya. Yang ia tau gadis itu masih sangat kekanak-kanakan, penggila drama korea dan idol-idol korea yang tidak jelas. Artinya dalam hubungan ini kemungkinan kedepannya dirinyalah yang harus banyak mengalah.


Dengan stelan jas hitam yang telah di siapkan oleh bundanya, Arka tampak tampan seperti biasanya. Bibirnya komat-kamit menghapal kalimat yang akan ia ucapkan saat ijab kabul nanti. Setelah di rasa yakin dirinya bisa mengucapkannya dengan lancar, Arka keluar dari kamarnya dan menemui keluarganya yang terlebih dulu sarapan di restoran hotel.


"Ganteng banget anak bunda, tidak terasa hari ini kamu sudah akan menikah. Rasanya baru kemarin bunda ngelahirin kamu." Ujar Mira.


"Nikah juga gara-gara bunda. Kalo bunda ngga maksa juga aku belum mau nikah. Masih muda aku tuh temen-temen aku juga belum ada yang nikah." Jawab Arka.


"Sudah-sudah buruan sarapan, nanti kita telat sampai sana." Lerai Bayu.


Ardi yang juga ada di sana hanya diam dan fokus dengan sarapannya, tak tau harus berkomentar apa untuk saat ini. Hatinya saja masih belajar untuk kompromi menerima semua kenyataan yang ada.


Setelah selesai sarapan Arka dan keluarganya bertolak menuju rumah Freya. Sepanjang perjalanan Mira sibuk dengan ponselnya, mengabari teman-temannya bahwa dirinya sudah berangkat dengan calon mempelai. Sementara itu Arka heran melihat adiknya yang sedari tadi hanya diam saja. Belum satu kata pun keluar dari mulut Ardi pagi ini.


"Lu kenapa diem mulu Di? Kakak yang mau nikah kok malah lu yang keliatan tertekan?" Tanya Arka yang duduk di samping Ardi di kursi belakang.


"Ngga apa-apa Kak. Gue cuma lagi mikir aja kalo kakak udah nikah berarti kita ngga bisa ngabisin waktu bareng-bareng lagi. Kakak pasti sibuk sama istri kakak." Jawab Ardi bohong, padahal di hatinya sedang meratapi takdir yang tak berpihak padanya.


"Tenang aja lagian calon kakak ipar lu kan temen sekolah lu juga. Jadi kita bisa ngabisin waktu bareng-bareng. Lagian kakak tetep tinggal di rumah bunda kok." Ujar Arka.


Ardi termenung, "justru karena kalian bakal tinggal bareng gue, gue ngga yakin mampu ngontrol hati gue liat kalian bareng-bareng terus." Batin Ardi.


"Apa Kakak cinta sama Freya? Kan kalian ketemu juga jarang?" Tanya Ardi.

__ADS_1


"Gue.." belum selesai Arka dengan ucapannya tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di halaman rumah Freya.


"Udah nanti lagi ngobrolnya. Kita turun sekarang!" Titah Mira.


Arka dan keluarganya turun dari mobil dan masuk ke rumah Freya. Kedatangan mereka disambut ramah oleh keluarga Freya dan teman-teman grup chat yang sudah hadir di sana juga.


"Wah Mir kamu aslinya lebih cantik ternyata." Ucap Dwi sambil cipika cipiki khas emak-emak.


"Anakmu ganteng banget Mir. Yang jadi mantu Ratna yang mana? Yang ini atau yang itu?" Ujar Ami sambil menunjuk Arka dan Ardi secara bergantian.


Mira berjalan menghampiri Arka dan berdiri di samping putranya. "Yang ini mantunya Ratna." Ucapnya sambil memegang bahu Arka.


"Ganteng banget sumpah. Kamu waktu hamil suka nonton drama korea yah Mir? Tanya Ami yang masih terus memandang ke arah Arka. Sementara yang di pandang merasa risih jadi objek emak-emak.


"Maksudnya?" Mira masih tak mengerti arah pembicaraan Ami.


"Ya itu anak kamu mirip aktor korea, ganteng dan tinggi pula." Puji Ami.


"Bentar-bentar Rat. Aku penasaran ini anaknya Mira yang itu udah punya calon apa belum?" Dwi melirik Ardi yang berdiri di samping Arka.


Tak mau menjadi korban perjodohan akibat novel seperti kakaknya Ardi langsung mengamankan diri. "Sorry Tante aku udah sold out."


"Buset dah kaya dagangan ajak nak sold out." Dwi terkekeh kemudian mengikuti teman-temannya masuk ke dalam rumah.


Mereka semua masuk ke ruang keluarga, di sana nampak penghulu dan petugas dari KUA sudah siap dengan segala berkas di meja. Arka pun duduk di hadapan penghulu bersama dengan ayahnya yang duduk di sampingnya. Ardi duduk di belakang ayahnya. Mira dan teman-teman dari grup chatnya duduk di belakang Arka. Sementara Ratna pergi ke lantai atas untuk memanggil Freya.


"Ayo sayang, calon suami kamu udah datang dan acaranya akan segera di mulai." Ajak Ratna begitu tiba di kamar putrinya.

__ADS_1


Ratna berjalan lebih dulu di depan, sedangkan Freya berjalan di belakang Ratna dengan di bantu oleh Miya.


"Mi kok gue mendadak jadi deg-degan gini yah." Bisiknya pada Freya yang memegangi lengannya.


"Udah lu tenang aja. Yang harusnya deg-degan itu Bang Arka. Lu mah tinggal duduk terima beres aja." Ucap Miya.


"Gitu ya?"


"Iya. Udah hayu jalan lah jangan kebanyakan mikir."


Baru setengah anak tangga berhasil mereka lalui Freya tiba-tiba berhenti. Matanya tak sengaja saling bertatapan dengan Ardi yang melihat ke arahnya. Miya yang menyadari hal itu kembali menegur Freya. "Udah ngga apa-apa dia calon adik ipar lu. Ini semua pasti yang terbaik." Ucap Miya.


Freya duduk di samping Arka. Gadis itu tak berani menatap Arka. Dirinya duduk sambil menundukkan kepalnya.


Setelah dirasa semuanya siap, penghulu langsung menjabat tangan Arka kemudian membimbing Arka untuk mengucapkan ijab kabul. Tak perlu mengulang, hanya dalam satu kali Arka dengan lantang dan lancar berhasil menjadikan Freya sebagai istrinya.


Setelah kata 'sah' terucap dari mulut saksi lantunan doa langsung dipanjatkan untuk kedua mempelai. Berharap kebahagiaan selalu menyelimuti rumah tangga mereka.


Mengikuti arahan dari petugas KUA Freya mengambil tangan suaminya kemudian menciumnya. Begitu juga dengan Arka yang mencium kening Freya.


Saat menerima ciuman di keningnya jantung Freya seperti terkena serangan dadakan. Sepertinya jantungnya sedang salto di dalam sana, hingga rasanya dag dig dug tidak karuan.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN.


SARANGHAE READERSKUH.


__ADS_2