Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Engagement


__ADS_3

Lima hari berlalu setelah kedatangan calon suami dan keluarganya yang berkata akan datang kembali seminggu lagi untuk pertunangan mereka, tapi pesan-pesan yang dikirimnya pada Arka tak satu pun yang di balas oleh pemuda itu meskipun statusnya sudah terbaca.


Freya yang kini sedang berdiri di samping gerbang sekolah menunggu Miya yang sedang mengambil mobil pun sesekali melihat WA nya. Mendapati Arka sedang online tapi nyatanya satu pun pesannya yang ia kirim tak di balas membuat ada rasa lega tersendiri. Pikirnya mungkin Arka akan membatalkan perjodohan mereka.


Tak selang lama honda brio putih yang dikendarai Miya berhenti di hadapannya, Freya mendudukkan dirinya di kursi samping kemudi. “Gue mah mau lanjut ayo, mau udahan juga bodo amat lah Bang. Setidaknya gue ngga durhaka karena ngga nurut sama orang tua.” Gumamnya sambil memandangi ponselnya.


“Lanjut apaan?”


“Tau ah. Kan gue udah bilang minggu ini mau tunangan sama calon laki gue.” Freya lagi-lagi menunjukan foto Bang Ar nya, yang seperti biasa tak ditanggapi serius oleh sahabatnya itu. Miya masih mengira sahabatnya itu semakin tinggi saja tingkat halunya.


“Oh.. Ya ya.” Miya mengiyakan saja penuturan Freya dari pada berujung patner halunya di dunia per kpop an ngambek lagi seperti saat terakhir ketika Freya mengaku Cha Eun Wo sebagai calon suaminya. “Jadinya kita kemana ini? Mau pulang apa kemana dulu?” Lanjutnya.


“Main dulu lah. Bete nih gue.” Keluh Freya.


Keduanya pun pergi ke salah satu Mall terbesar di kota itu. Mereka seperti biasa berburu pernak pernik kpopers yang sebenarnya lebih ke membeli barang-barang unfaedah dengan harga yang tak masuk akal.


Setibanya di rumah Freya tak menemukan Mamanya yang biasanya selalu sedang vidio call dengan teman-teman grup chatnya. Gadis itu lantas menaiki tangga menuju kamarnya di lantai. Ruangan bernuansa pink yang di penuhi oleh pernak pernik khas multi fandomnya. Kenapa multi fandom? Ya karena gadis ini fans karbitan yang mudah pindah idol, sehingga pernak pernik di kamar itu pun beraneka ragam.


“Oppa saranghae.” Ucapnya setelah merebahkan diri di ranjang dan menatap poster Asahi Treasure.


Setelah hampir satu minggu dirinya tak stalking media sosial boy band dan drama korea favoritnya karena terlalu memikirkan chat yang ia kirim pada Arka tak di balas, kini gadis itu kembali ke rutinitasnya sebagai penggemar karbitan. “Kalo ngga jadi sama Bang Ar ya udah malah bagus lah. Gue jadi bisa ngerasain pacaran di kampus.” Entah apa yang ada di pikiran gadis berambut panjang itu, tiba-tiba senyum terbit di bibir mungilnya.


“Gue bakal kuliah di tempat dia. Kakak kelas tercintaku tunggu aku menyusulmu menekuni jalan cintaku yang terbuka di kursi kuliah nanti.” Gumamnya kemudian berseluncur di media sosialnya dan menuliskan satu quote yang baru saja ia ciptakan mendadak. “Minum good day tiap hari ngga bikin hari-hari kita jadi good. Iklannya hoax jir.” Tulisnya tak lupa disertai gambar segelas kopi dingin.


“Makanya minum Le minerale aja yang ada manis-manisnya.” Komentar Miya.


.


.


.

__ADS_1


Hari yang katanya adalah hari pertunangannya pun tiba. Ratna nampak sibuk seperti biasa dengan asisten rumah tangganya. Menyiapkan makanan yang jumlah lebih banyak dari sajian yang disiapkannya minggu lalu.


“Banyak banget masaknya Ma?” Tanya Freya basa-basi.


“Iya dong kan calon besan mau datang. Kamu jangan kemana-mana hari ini.” Titah Ratna.


“Iya Ma. Tapi Miya mau main kesini boleh yah Ma. Ada tugas sekolah.”


“Iya boleh.”


Freya pun kembali ke kamarnya dan menghubungi Miya untuk datang ke rumahnya. Tak ada tugas sekolah, itu hanya alasan saja. Sekitar satu jam kemudian Miya tiba di rumah Freya. Gadis itu menyapa Ratna yang masih sibuk dengan kegiatan dapurnya. “Siang Tante, Aku mau ke Freya nih.” Ucapnya setelah menyalami Ratna.


“Iya sayang, kamu langsung ke kamarnya aja. Bawa ini sekalian buat ngemil kalian.” Miya pun menerima nampan berisi dua jus jeruk dan kukis coklat yang masih hangat.


Melihat sahabatnya masuk ke kamarnya, Freya langsung mencurahkan segala unek-uneknya. Hingga akhirnya Miya paham dengan kondisi sahabatnya kini. “Kirain seminggu ini yang lu bilang calon laki tuh calon laki halu lu tau.” Ucap Miya.


“Gue beneran lah Mi.” Freya bahkan meminta sahabatnya itu jangan dulu pulang sampai calon suaminya tiba, sebenarnya Freya lebih berharap Arka tak datang saja. Tapi sayang Miya tak bisa menemaninya, gadis itu harus segera pulang sebelum petang karena seperti biasa harus menjemput ibunya.


“Freya ke kamar aja Ma, mungkin Bang Ar tidak jadi datang.” Freya beranjak berjalan ke kamarnya. Gadis itu mengganti gaun yang sengaja di siapkan oleh mamanya dengan celana olahraga dan kaos yang nyaman untuk tidur. “Percuma dandan cantik-cantik juga.” Ucapnya kemudian merebahkan diri di kasur ternyaman miliknya.


Belum juga sepuluh menit dirinya bergelung dengan selimutnya, Bi Ijah asisten rumah tangga mereka meminta Freya untuk turun sesuai perintah dari Ratna. Dengan wajah cemberut karena sudah nyaman rebahan, Freya dengan rambut panjang yang sudah acak-acakan itu menuruni tangga.


“Astaga.” Ucapnya sambil menutup bibirnya. Dirinya sejenak berhenti di tangga. Melihat keluarga Arka yang sudah ada di ruang tamu. Terlebih Arka tengah menatap dirinya dengan senyum mengejek. Freya menundukan dirinya, sadar akan penampilan brantakannya. Ingin rasanya ini waktu di pause aja dulu supaya dia bisa kembali ke kamar dan merapikan penampilannya. Tapi sayang Mira keburu menyadari keberadaannya.


“Freya sayang sini.” Ucapnya sambil melambaikan tangannya.


Dengan langkah kecilnya Freya menghampiri mereka dan duduk di samping Ratna. Mendapati penampilan putrinya membuat Ratna menggelengkan kepalanya kemudian mencubit lengan putrinya. “Aw sakit Mama ih.” Rengeknya.


“Aduh Mir maafnya ini anakku berantakan gini. Padahal tadi udah cantik loh.” Ujar Ratna.


“Habisnya lama. Aku kan mau tidur.” Gerutu Freya pelan tapi masih bisa terdengar oleh semua yang ada di sana. Hingga membuat cubitan kedua mendarat lagi di lengannya. “Mama ih siksa terus aja akunya.” Rengek Freya sambil merapikan poninya yang sudah acak kadul.

__ADS_1


“Maaf yah sayang Tante datangnya kemaleman. Soalnya tadi mampir dulu ke rumah saudara mau ngajakin adiknya Arka ikut ke acara ini juga tapi anaknya tidak mau.” Terang Mira.


“Emang Bang Ar punya Adek Tan?”


“Punya, laki-laki sama kaya kamu sayang. Kelas dua belas SMK. Dan Tante baru tahu ternyata sekolah kamu sama dia sama loh” Ujar Ratna.


“Oh. Siapa namanya Tan?” Tanya Freya. Belum sempat Mira menjawab ucapannya keburu dipotong oleh Bayu.


“Karena ini sudah malam, bagaimana kalo kita langsung saja ke intinya.” Ucap Bayu yang kemudian mengutarakan maksud kedatangan mereka. Tak perlu waktu lama sebuah cincin sudah terpasang di jari manis Freya dan Arka.


Kedua keluarga itu berbincang ringan di ruang tamu setelah sebelumnya menyantap hidangan yang disajikan Ratna. Seperti biasa Arka lebih memilih duduk di teras rumah Freya. Dan gadis putih abu itu juga duduk di samping Arka.


Arka mengukir senyum mengejeknya lagi.”Yang lain mah tunangan dandan cantik. Lah ini pake stelan molor.” Ucapnya sambil melirik gadis di sampingnya.


“Lah Abang lama datengnya terus chat aku ngga pernah di bales, di read doang.”


“Emang lu chat gue yah? Yang mana sih gue kaga tau. Kan gue kaga tau nomer lu.” Elak Arka padahal ia tau betul maksud gadis itu.


“Yaelah Abang, jelas-jelas aku kirim foto aku di sana.” Ucap Freya sambil cemberut.


“Iya-iya Dek maafin Abang yah. Lain kali pasti di balas.” Ucapnya sambil mengacak rambut Freya yang kini di ikat asal. “Jangan cemberut makin jelek lu jadinya Dek.” Lanjutnya.


“Ih ngeselin.” Freya menyingkirkan tangan Arka dari rambutnya.”Untung ganteng lu Bang.” Ucapnya kemudian pergi masuk ke rumahnya. Arka hanya menahan senyumnya melihat gadis itu ngambek dan pergi meninggalkannya. “Nasib dah udah punya calon bini labil kaya gitu. Untung cantik lu Dek” Gumamnya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA.

__ADS_1


__ADS_2