
freya meletakan tangannya di dada, mencoba menenangkan jantungnya yang tiba-tiba bersalto ria kala Arka mencium keningnya. "Jantungku please tenang, aneh banget tiba-tiba begini." Batin Freya.
Ardi bisa melihat jelas perubahan Freya yang tiba-tiba resah dan meletakan tangannya di dada. "Lu kenapa Dek? Sesak napas lu?" Bisik Arka.
Freya mendongakkan wajahnya hingga menatap Arka yang masih menghadap dirinya. "Hm ..eh.. ngga apa-apa Bang. Deg-degan aja akunya ini." Ucap Freya sambil tertawa.
Keduanya kemudian kembali duduk menghadap ke petugas KUA untuk menandatangani buku nikah mereka. Selesai dengan kegiatan tanda menanda, seperti pasangan pada umumnya kini tiba saatnya untuk sesi pengabadian moment bahagia mereka dengan jeprat jepret ria.
"Hadap sini Fre, sayang udah cantik gitu kalo kaga gue abadiin. Jarang-jarang lu anggun." Ucap Miya sambil mengarahkan ponselnya pada Freya dan Arka.
"Bagus nih liat." Miya memperlihatkan hasil jepretannya. "Gue post di IG boleh yah?" Pintanya.
"Ih jangan Miya. Kata mama ini pernikahan ngga boleh di publikasikan dulu biar kaya di novel-novel gitu." Cegah Freya.
"Oke deh gue save aja buat kenang-kenangan." Ucap Miya lalu memasukan kembali ponselnya ke tas.
Miya beranjak dari Freya karena teman-teman grup chat mama Freya mulai berpartisipasi aktif dalam berfoto ria. Miya menghampiri Ardi yang sedang duduk sendiri sambil melihat kakaknya yang sedang di kuasai oleh emak-emak teman bundanya.
"Duduk Mi." Ucapnya pada Miya begitu gadis itu tiba di hadapannya.
Miya mendudukkan dirinya di samping Ardi. Miya tau pasti ada rasa tak bisa didefinisikan oleh Ardi saat ini. Entahlah harus bahagia atau berduka dengan semua ini. Yang Miya tahu mengagumi tanpa dicintai itu sakit. Tapi mencintai tanpa harus memiliki itu lebih sakit. Ditambah lagi dengan harus melihat orang yang kita cintai bersama orang lain, kalo diibaratkan dalam game mobile legend ini mah udah double kill. Sakitnya bertubi-tubi.
"Gue salut sama lu Ar." Ucap Miya.
"Salut sama takdir gue yang konyol ini yah." Ardi berusaha tertawa menutupi kesedihannya.
"Lu pasti bisa dapetin yang terbaik Ar. Mungkin Freya emang bukan buat lu."
"Ya gue tau. Gue cuma butuh waktu aja kok. Lagi pula gue tau kakak gue itu orang yang baik. Freya beruntung dapetin Kak Arka."
__ADS_1
"Sip lah. Pokoknya jangan lama-lama sedihnya lu harus buru-buru move on "
"Pinter lu nasihatin gue. Lah lu aja masih jomblo sampe sekarang. Sebaiknya lu juga buruan cari pacar." Ledek Ardi.
"Cari pacar? Ardi andai lu tau selama ini gue selalu kagum sama lu. Tapi lu nya malah bucin parah sama sahabat gue. Sebenernya kita di posisi yang sama." Batin Miya.
"Et dah malah bengong ini bocah. Miya woy! Lu dengerin gie ngomong kaga sih." Teriak Ardi pelan.
"Iya-iya gue denger. Entar gue cari lah di kampus. Siapa tau ada yang kaya lu gitu mau jadi cowok gue." Ledekan beserta kode mulai keluar dari bibir Miya. Sayangnya hanya ditanggapi gurauan semata oleh Ardi.
"Ogah ah gue punya cewek yang senengnya liatin cowok-cowok joged ngga jelas." Ujar Ardi yang kemudian beranjak dari duduknya, karena bundanya melambaikan tangan padanya untuk mendekat dan berfoto bersama Arka dan Freya.
Miya memandangi Ardi yang semakin menjauh darinya. "Kapan lu sadar Ar, cape lama-lama gue gini-gini aja dari kelas sebelas." Gumam Miya.
Tak bisa dipungkiri sudah sejak kelas sebelas SMK Miya mulai menyukai Ardi. Berawal dari rasa kagumnya terhadap Ardi yang begitu sabar dan setia pada Freya yang notabenenya bukan siapa-siapanya. Berulang kali ungkapan hatinya digantung oleh Freya tak membuat Ardi mundur, membuat Miya juga ingin memiliki pacar seperti Ardi.
Setelah acara foto-foto selesai kini semua orang yang menghadiri acara itu sedang menyantap makan siang yang telah di siapkan oleh Ratna.
Ratna, Mira dan teman-teman dari grup chatnya begitu menikmati acara hari ini. Meskipun sederhana dan hanya dihadiri sedikit orang tapi suasananya sungguh meriah. Meskipun mereka baru bertemu saat ini tapi diantara mereka tak terlihat ada kecanggungan, malah terlihat seperti orang yang sedang reunian. Mereka heboh membahas novel-novel yang mereka baca sambil sesekali memotret kebersamaan mereka.
Berbeda dengan orang tuanya yang tanpa canggung bersenda gurau, suasana yang tercipta antara Freya, Ardi, Arka dan Miya yang kini sedang duduk santai di ruang tamu malah terlihat canggung. Miya yang kelihatan sibuk dengan ponselnya, Ardi yang menatap entah kemana tidak jelas. Arka yang malah memainkan game online dan Freya hanya mengedarkan pandangannya bingung harus bagaimana.
"Kalian kenapa sih malah pada diem-dieman?" Freya berusaha memecah kecanggungan diantara mereka.
"Ngga apa-apa kok, barusan gue lagi ngecek update dari treasure aja. Nanti malem mau ada konser lagi." ujar Miya setelah meletakan ponselnya ke tas.
"Wah serius Mi. Dimana? Dimana? gue harus nonton nih." entah mengapa jiwa canggungnya langsung menghilang begitu saja saat membahas idol favoritnya.
"Lu cek aja di IG lu udah ada pemberitahuannya kok." ucap Miya.
__ADS_1
Freya hendak membuka IG nya tapi ia lupa kalo ponselnya ada di kamar. Diliriknya Arka yang sedang bermain game di ponselnya. "Bang Ar aku pinjem bentar lah hp nya penting ini." Freya mengambil paksa ponsel Arka sebelum yang punya memberi ijin.
"Bentar Fre. Aduh mati dah pasti itu." kesal Arka.
"Pinjem bentar Bang." ucap Freya tanpa menyadari Arka yang sudah beranjak dari duduknya.
Freya dan Miya asik stalking IG idol favorit mereka sementara Ardi pergi ke teras rumah menyusul Arka yang sudah keluar terlebih dahulu.
"Freya emang anaknya gitu Kak. Kalo udah tentang kpop pasti lupa segalanya. Kakak harus banyak-banyakin sabar." ujar Ardi.
"Iya kakak maklum kok Di, namanya juga bocah. ngomong-ngomong lu kayaknya paham banget soal Freya?"
"Ya kan gue sekelas sama Freya juga Miya kak, jadi gue tau lah mereka tuh selalu heboh kalo udah ngebahas idol favorit mereka."
Obrolan kakak adik itu lun mengalir begitu saja hingga Freya keluar dari rumah sambil mengangkat rok batiknya hingga selutut karena ribet. Ardi yang melihat hanya tertawa dengan hal konyol yang dilakukan gadis yang pernah ia cintai. "Sekali-kali yang anggun kek Fre, malu tuh sama baju udah bagus malah lu angkat-angkat gitu." ledek Ardi.
"Tau ah Ardi. Ini baju ribet banget buat jalan. Gue aja berasa susah napas nih pengen buru-buru ganti baju." Ucap Freya sambil berjalan menghampiri Arka. "Bang ini hp nya makasih." lanjutnya sambil menyerahkan hp ke Arka.
"Pengen buru-buru ganti baju apa buru-buru pengen itu?" Ledek Arka yang membuat Freya menjatuhkan hp Arka karena terkejut dengan ucapan yang baru saja keluar dari bibir suaminya.
.
.
.
TERIMAKASIH BANYAK BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA MENGIKUTI KARYA AUTHOR ABAL-ABAL INI.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FAVORITKAN!!
__ADS_1