
warning 21+
yang dibawah sumur pura-pura blur aja nggak kabaca yah wkwkwk
Arka masih mendengarkan ocehan-ocehan Freya yang terus protes karena akan ditinggal KKN, bahkan dengan polosnya gadis yang sudah tak perawan lagi minta ikut KKN bantu-bantu nyiapin makanan juga tak apa asal bisa bareng Bang Ar terus.
Bagi Freya, Arka bukan hanya suami tapi juga pacar pertama. Orang pertama yang membalas cintanya. Kisah cinta pertama seumur hidupnya. Ini begitu indah dan Freya tak ingin jauh dari Arka, apalagi mereka baru saja saling mengakui perasaan.
Bukannya tak ingin terus bersama Freya tapi mau bagaimana lagi itu adalah tugas kuliah yang tak mungkin dihindari apalagi membawa Freya ke sana, sudah tak mungkin. Apalagi mendengar alasan Freya yang mau bantu-bantu nyiapin makanan bisa-bisa setiap hari anggota kelompoknya diberi makan mie instan oleh Freya.
"Kalo bisa Abang juga pengen bawa Freya KKN biar bisa sayang-sayangan terus." Ucap Arka sambil mencubit gemas pipi Freya. "Tapi nggak boleh sama kampusnya sayang. Udah jangan cemberut kita sarapan dulu sekarang. Lapar kan?" Imbuhnya.
Gadis itu mengangguk kemudian mengikuti Arka keluar dari kamar. Tangannya terus memegang lengan kiri Arka, tak mau jauh-jauh darinya.
Bunda Mira yang sedang membantu Bi Tuti menyiapkan makan siang menghampiri Arka dan Freya yang baru saja duduk di meja makan. "Kalian jam segini baru mau sarapan?" Mira menatap anak dan menantunya bergantian. "Freya kamu kenapa sayang? Baru bangun tapi kayak orang kecapean? Itu juga leher kamu panas-panas begini kenapa pake shal? Kamu sakit sayang?" Mira menodong Freya dengan pertanyaan beruntun.
"Iya Bun aku sakit, semua badan aku sakit. Cape juga jelas lah pagi-pagi anak Bunda itu udah bikin aku cape. Dan ini kenapa pake shal panas-panas gini aku juga ogah bun. Tapi gimana lagi leher aku mendadak banyak tatonya." Freya hanya menjawab pertanyaan mertuanya di dalam hati.
Tak ada jawaban dari Freya, kini Mira menatap Arka penuh tanya seolah meminta jawaban atas pertanyaan yang diabaikan Freya. "Freya tidak apa-apa Bun. Cuma kecapean dikit kemaren dia ikut aku survei lokasi KKN." Elak Arka.
"Terus itu leher kamu kenapa? Kena cakar apa sampe merah-merah gitu?" Penasaran Mira.
"Oh ini," Arka memegang lehernya. "Ini tuh kecakar kucing. Iya kucing kemaren Bun. Udah sih Bun kita mau makan di tanya-tanya terus." Keluhnya.
Setelah itu Mira kembali ke dapur membatu ART nya.
"Emang kapan Bang Ar dicakar kucing? Perasaan kemaren nggak ada kucing di rumah itu?" Tanya Freya di sela-sela makannya.
Arka meletakan sendoknya dan berbalik menatap Freya yang duduk di sampingnya. " Lah ini kucingnya." Ucapnya sembari mengacak rambut Freya. "Jangan bilang kamu lupa kalo semua ini karya kuku-kuku kamu."
__ADS_1
"Maaf abisnya sakit banget Bang tadi."
"Sakit tapi enak kan? Ntar lagi yah." Ledek Arka.
"Tau ah, Abang bahasannya jadi kesitu mulu ih."
Setelah selesai dengan sarapan yang kesiangan kini mereka kembali ke kamar. Freya membantu Arka menyiapkan barang-barang yang akan di bawa KKN. pakaian dan perlengkapan sudah tersusun rapi di koper.
Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, Mira menyusul Arka dan Freya ke kamar untuk mengajak mereka makan siang. Setibanya di kamar Mira melihat Arka yang baru saja menutup kopernya. "Makan siang dulu yuk!" Ajak Mira.
"Freya masih kenyang Bun, Nanti aja." Jawab Freya sambil beranjak duduk di sisi ranjang.
"Aku juga masih kenyang Bun." Ujar Arka.
"Ya udah kalo gitu Bunda makan siang berdua aja sama Ardi." Mira beranjak meninggalkan kamar putranya.
Setelah kepergian Mira, Arka segera menutup pintu dan menguncinya.
"Nggak apa-apa dikunci aja biar aman." Ujar Arka kemudian duduk di samping Freya dan memeluknya dengan erat.
"Abang sayang banget sama kamu Dek." Arka melepas pelukannya kemudian mencium bibir Freya dengan dengan rakus. "Mau lagi ya Dek, biar semangat Abang KKN nya." Ucap Arka lirih.
Freya mengangguk, karena tak bisa dipungkiri dia juga menyukai olahraga mereka tadi pagi dan menginginkannya lagi setiap Arka menyentuhnya dengan mesra.
Dengan perlahan Arka merebahkan tubuh Freya di ranjang, bibirnya masih terus melu*mat bibir Freya yang manisnya mengalahkan madu. Mengigit dan membuat lidah mereka bertautan di dalam sana. Kini Freya sudah mulai bisa mengimbangi ciuman Arka, dia tak lagi hanya diam tapi bisa membalas ciuman suaminya. "Udah pinter sekarang yah, Dedek Freya nya Abang." Ucap Arka parau di sela-sela ciuman mereka sambil melepaskan seluruh pakaian mereka.
Setelah puas mengeksplor mulut Freya kini bibirnya turun ke leher istrinya dan menciumnya dengan lembut membuat Freya mendesah. Tangannya kembali memainkan pabrik susu kesukaannya. Tubuh Freya sudah meliuk kesana-kemari menikmati permainan yang bahkan baru pemanasan. Arka menciumi dan menj*lati pabrik susu itu. Kini lelaki itu bahkan memasukan satu pabrik susu ke mulutnya, melu mat dan mengigitnya kecil-kecil membuat Freya semakin mendesah, tangan kanannya tak tinggal diam menyusuri lekuk tubuh lainnya dan berhenti di hunian permen miliknya yang sudah basah. Arka memasukan jarinya dan memainkannya di dalam membuat Freya semakin menggelinjang dan mendesah dengan suara yang begitu seksi bahkan sesekali Freya meremas rambut Arka.
"Ahh Bang aku ahhh ahhhh." Desahan yang keluar dari bibi Freya membuat Arka semakin menggila. Arka mengeluarkan jarinya saat Freya mencapai pelepasan pertamanya dan segera memasukan permennya ke dalam sana dan menghentakannya perlahan sambil terus mencium bibir Freya.
__ADS_1
Tak membiarkan tangannya menganggur, Arka memainkan pabrik susu Freya membuat wanita itu semakin mendesah tak karuan.
Desahan yang bersahutan memenuhi kamar itu, Arka benar-benar membuat Freya kelelahan melayaninya. Keduanya sangat menikmati olahraga siang mereka. Arka kembali memeluk istrinya setelah mencapai pelepasannya yang kedua. "Makasih." Ucapnya sambil mengecup kening Freya dan menyeka keringat yang bercucuran di wajah istrinya.
"Sekali lagi boleh nggak Dek?"
"Abang ih kan udah dua kali. Masa lagi?"
"Abisnya kamu tuh kaya narkoba Yang."
"Narkoba?" Ulang Freya.
"Iya narkoba, sekali nyoba bikin ketagihan terus."
"ish Abang masa aku samain sama narkoba, narkoba mah haram Bang kalo aku kan istri Abang, halal." Protes Freya.
"Iya udah kamu narkoba halalnya Abang." Arka menarik Freya ke pelukannya. "Tidur dulu bentar, nanti mau ikut kan nganter Abang sampe ke kampus?" lanjutnya.
Freya mengeratkan pelukannya. "Iya nanti ikut sampe kampus."
.
.
.
happy reading teman-teman.
sambil nunggu dedek freya up, kalian juga bisa mampir ke karya aku yang udah end "BUKAN PERJODOHAN." kalian bisa klik ava aku dan pilih di sana. terimakasih.
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan favoritkan!!