Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Adik Sepupu


__ADS_3

Tak mau pagi ini sarapan beraneka makanan dalam bentuk mi, pagi-pagi sekali Arka pergi untuk membeli bubur ayam yang mangkal tak jauh dari rumahnya. Ia tak mau ambil pusing lagi karena semalam saja hanya gara-gara Ardi yang terus meledek mi yang Freya masak, sukses membuat gadis itu ngambek lagi karena merasa usahanya tak dihargai hingga berimbas pada pelajaran lanjutan yang hendak Arka berikan jadi tertunda lagi dan lagi.


"Bang Ar padahal ngga usah repot-repot beli bubur kan aku bisa masakin." Ucap Freya sembari memakan buburnya.


"Masakin mi lagi yah? Ogah gue makan mi pagi-pagi." Ucap Ardi yang duduk berhadapan dengan Freya.


"Abang atuh lah tuh Ardi ngeselin ih." Adunya pada Arka yang duduk di sampingnya.


"Dasar tukang ngadu!" Sindir Ardi.


"Udah jangan kaya bocah, Makan sarapan kalian!" Titah Arka pada kedua bocah itu. "Abang berangkat dulu. Mungkin nanti bakalan pulang sore." Pamit Arka.


"Bang Ar nanti Freya mau jemput Miya ke stasiun terus ke kampus mau lihat-lihat." Izinnya pada Arka sebelum suaminya berangkat.


"Iya minta anterin Ardi aja yah." Ucapnya kemudian melirik Ardi yang masih memakan buburnya. "Anterin yah Ar!" Titahnya pada Ardi.


"Iya Kak."


Sesuai permintaan kakaknya Ardi bersama kakak iparnya itu pergi ke stasiun untuk menjemput Miya. "Kenapa lu duduk di belakang sih Fre, gue berasa jadi supir kalo kaya gini tau." Keluh Ardi.


"Males duduk di samping lu, ngeselin!" Jawab Freya dari belakang.


"Gue juga males nganterin lu. Kalo bukan karena kak Arka yang minta ogah gue." Sewot Ardi tak mau kalah, diliriknya Freya yang sedang menerima panggilan telepon. "Makin kesini lu makin ngeselin Fre, tapi kesel-kesel lu malah bikin gue tambah gemes sama lu. Pantesan aja kakak keliatan sayang banget sama lu. Lu ngeselin tapi nyenengin juga." Batin Ardi.


Setibanya di stasiun Freya langsung mencari Miya di sekitar pintu keluar tapi sahabatnya itu belum juga terlihat. Padahal tadi di telpon katanya sebentar lagi sampai. Cukup lama keduanya menunggu Miya, hingga akhirnya gadis dengan rambut sebahu itu menghampiri keduanya. "Kangen banget gue sama lu Fre." Ucapnya sambil memeluk Freya.


"Sama gue juga kangen banget. Sepi banget gue ngga ada lu Mi. Biasanya kan kita tiap hari bareng." Ucap Freya setelah melepaskan pelukannya.


"Hai Ar apa kabar?" Sapanya pada Ardi.


"Baik."


Ketiga berjalan menuju mobil. Kedua gadis itu langsung membahas idol favorit mereka. Sementara Ardi mengikuti keduanya dari belakang sambil menarik koper Miya.

__ADS_1


"Jadi kita kemana nih sekarang kakak iparku yang jago masak?" Tanya Ardi yang sedari tadi merasa jadi tukang kacang karena kedua temannya itu asik sendiri dan mengabaikannya.


"Ke kampus aja langsung adik iparku hehehe." Ledek Freya.


"Gue ngga bisa bayangin deh keseharian kalian kalo di rumah." Ujar Miya.


"Kalo di rumah temen lu tuh ngeselin banget Mi." Jawab Ardi.


"Tapi kesel-kesel juga lu suka kan?"


"Ardi udah ngga kaya dulu Mi. Dia udah ngga suka sama gue. Katanya gue ngeselin." Potong Freya.


"Hahaha baru sadar lu kalo lu ngeselin." Imbuh Miya.


"Ya dan gue ngerasa bodoh karena pernah bucin sama lu Fre." Timpal Ardi sambil melirik Freya yang sedang komat kamit seolah menirukan ucapannya.


Tapi Miya tak sepolos Freya. Meskipun keduanya sama-sama satu aliran soal kpop. Miya bisa melihat masih ada rasa suka dari Ardi ke Freya, bahkan itu terlihat jelas dari cara Ardi melirik Freya meskipun hanya dari kaca.


Setibanya di kampus, ketiganya langsung berkeliling melihat-lihat kampus yang akan menjadi tempat belajar mereka tak lama lagi. "Keren Fre kampusnya luas banget. " Miya begitu senang.


"Nah ini fakultas gue." Ucap Ardi saat mereka tiba di gedung fakultas teknologi dan informasi.


"Yakin Ar lu ngga mau satu jurusan lagi sama kita?" Tanya Miya yang memang memilih jurusan akuntansi bersama Freya.


"Ogah, gue ngga suka." Jawab Ardi.


"Ya kali aja lu mau nyebrang jurusan lagi kaya waktu SMK." Sindir Miya.


"Ogah gue. Kaga dapet juga ujungnya." Jawab Ardi sambil tertawa dan melirik Freya.


"Ya kali aja sekarang bakalan dapet Ar. Nyebrang jurusan demi gue aja Ar." Gombal Miya.


"Lu mabok kereta ya Mi? Ngelantur gitu ngomongnya." Heran Ardi.

__ADS_1


"Iya kayaknya gue mabok. Mending lu anterin gue ke apartemen aja yah sekalian bantuin gue beres-beres!" Pinta Miya.


"Ya udah ayo. Fre lu mau ikut ke apartemen Miya apa mau pulang?" Tanya Ardi.


"Kalian duluan aja. Gue mau lihat fakultas gue. Sekalian ketemu Bang Ar. Lagian Bang Ar kuliahnya udah selesai kok."


"Ya udah kita duluan. Ntar kalo ngga ketemu kakak lu telpon gue aja!" Ujar Ardi kemudian berlalu pergi bersama Miya.


Freya meninggalkan fakultas TI dan pergi ke fakultas bisnis dan manajemen mengikuti arah lokasi yang sudah di share oleh Arka karena sebelumnya gadis itu sudah mengirim pesan ke Arka.


Setelah puas melihat-lihat fakultasnya dan mengambil beberapa foto selfie, Freya beranjak meninggalkan tempat itu menuju ke kantin di belakang fakultas untuk menemui Arka.


Dari kejauhan Freya bisa melihat Bang Ar nya yang sedang berbicara dengan beberapa mahasiswa lain. Mungkin jumlahnya sekitar dua puluh orang, sepertinya mereka sedang membahas sesuatu yang penting.


Perhatian Freya juga tak luput pada gadis berambut panjang berwajah cantik dengan pakaian yang cukup terbuka yang duduk di samping suaminya. Apalagi Freya melihat gadis itu terus memegang lengan Arka, meskipun Arka berulang kali melepaskannya. Dengan wajah kesalnya yang semaksimal mungkin ia sembunyikan, Freya berjalan menghampiri Arka. "Bang Ar!" Panggilnya pada Arka dengan suara yang cukup keras, hingga membuat percakapan kelompok itu berhenti sejenak. Mereka memandang gadis tinggi imut dengan poni yang menutupi dahinya.


Beberapa mahasiswa disana terlihat terpesona dengan sosok gadis imut dan manis yang berdiri di samping Arka. Tapi tidak dengan Rendi dan Irfan yang sudah mengetahui kalo gadis itu adalah istri dari sahabatnya. Karena hanya istri Arka saja yang memanggilnya dengan sebutan Abang.


"Abang belum selesai. Freya tungguin sebentar di sana." Titah Arka sambil menunjuk meja kosong yang tak jauh darinya. freya pun mengangguk dan hendak berjalan meninggalkan Arka menuju mejanya.


"Bentar Ar kenalin dulu cewek imut itu siapa?" Tanya salah seorang anggota kelompoknya.


Arka menatap Freya nya dan memberikan senyum pada gadis itu. "Ini Freya, adik sepupu gue yang bakal kuliah disini juga." Ucap Arka memperkenalkan Freya pada anggota kelompok KKN nya.


Freya gak menanggapi pujian-pujian dari teman-teman Arka yang mengatakan dirinya imut, cantik bahkan manis. Freya hanya tersenyum palsu sebisa mungkin tak memperlihatkan rasa kecewanya, karena Arka yang menyebutnya sebagai adik sepupu kemudian berlalu menjauh dari meja itu.


.


.


.


Sekali-kali Dedek Freya juga harus ngerasain kecewa dan sedih jangan cuma Arka sama Ardi yang diuji kesabarannya.

__ADS_1


jangan lupa like dan kometarnya.


__ADS_2