Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Kartu Keluarga


__ADS_3

"Gara-gara Abang nih. Kita jadi terlambat. Harusnya sekarang aku udah di auditorium nih." Gerutu Freya sambil mengoleskan cairan berwarna pink dengan aroma stroberi ke bibirnya. Sepanjang jalan Freya terus ngedumel gara-gara ulah Arka dia jadi terlambat pergi ke kampus di hari pertama ospek. Padahal ia sudah bangun jam empat pagi tapi saat ia mengecup pipi Arka sebelum pergi ke kamar mandi sang suami malah terbangun dan berakhir dengan acara aye-aye yang membuatnya lupa jika harus pergi ke kampus lebih awal.


"Ya maaf Dek lagian kamu subuh-subuh main mancing aja." Ucap Arka yang sedang mengemudi.


"Mancing apa coba aku? Seumur hidup aku belum pernah mancing Bang, kecuali mancing keributan sih."


"Lah tadi subuh kamu duluan kan yang cium-cium. Itu namanya apa kalo bukan mancing?"


"Hilih itu mah aku cuma cium 'selamat pagi' terus mau mandi soalnya aku tau harus ke kampus lebih pagi. Eh malah..." Freya tak meneruskan ucapannya.


"Iya iya maaf deh. Makanya besok-besok jangan suka nyosor pagi-pagi Dek, soalnya kalo pagi sinyalnya suka kuat banget. Tegangan tinggi."


"Apaan sinyal sama tegangan dibawa-bawa, emang dasar Abang nya aja yang sekarang jadi mesum. Pokoknya selama ospek acara silaturahmi permen sama pabriknya tutup dulu Bang!"


"Jangan lah Dek! mana bisa begitu, dosa loh kamu."


"Dari pada kesiangan lagi nggak mau aku Bang." Freya membuka sabuk pengamannya saat mereka sudah tiba di parkiran.


"Besok-besok mainnya malem doang deh Dek, janji Abang." Ucap Arka tapi si istri masih diam tak menanggapi. Gadis itu sibuk merapikan baju dan rambutnya. "Abang udah orderin album barunya treasure loh." Imbuhnya.


"Beneran Bang?"


Sesuai dugaannya, Freya langsung menanggapi dengan semangat padahal ia hanya asal berucap saja.


"Iya beneran makanya acara silaturahmi permen sama pabrik jangan di kasih libur."


"Oke lah Bang jangan kasih libur, lagian enak kok aku suka." Jawab Freya polos, gadis itu mengulurkan tangan kanannya pada Arka. "Salim dulu Bang, aku duluan yah udah telat." Lanjutnya.


Arka memperhatikan Freya yang sudah menjauh dari parkiran. Kini lelaki dua puluh satu tahun itu membenturkan keningnya pelan ke kemudi di hadapannya. Pikirnya sekarang bagaimana caranya mendapatkan album treasure dan segala pernak perniknya demi terjaminnya kesejahteraan si permen penerus bangsanya.

__ADS_1


Arka mengambil tas yang ia letakan di belakang kemudian keluar dari mobil. Ia juga harus segera bergabung dengan panitia ospek lainnya.


"Bodo amat lah album treasure itu ntar minta tolong Miya aja. Tuh anak kan satu aliran sama Freya, asal dia juga dibeliin pasti mau lah."


Arka masuk ke auditorium berdiri di samping panggung bersama panitia lainnya. Di ruangan itu kini penuh dengan mahasiswa baru dari berbagai jurusan. Semua mahasiswa duduk di tempat yang telah disediakan sesuai dengan jurusan masing-masing.


Arka melihat ada tiga orang mahasiswa baru yang berdiri di panggung dengan beberapa senior yang sedang menghukum mereka karena terlambat, dan salah satu diantara mereka ada istrinya. Gadis itu menatap kesal padanya.


Pemakaian pernak-pernik aneh memang tak ada di acara ospek ini tapi acara mengerjai mahasiswa baru masih ada sampai kini. Sebenarnya mereka belum terlambat karena acara ospek akan di mulai pukul delapan sedangkan sekarang baru pukul tujuh tiga puluh.


Dua orang mahasiswa baru yang ada di samping Freya sudah di izinkan duduk setelah diberi hukuman push up masing-masing sepuluh kali dan merayu senior.


Kini giliran Freya menerima hukumannya. Dia merinding ngeri jika harus melakukan hal yang sama dengan temannya tadi. Merayu orang di depan umum sama saja dengan mempermalukan diri sendiri. Tadi saja dua temannya mendapat sorakan 'huuhhh' berulang kali dari ratusan mahasiswa baru yang ada di sana.


"Nah ini dia mahasiswa baru terakhir yang nggak patut di contoh, terlambatnya paling lama. Tiga puluh menit, kenapa bisa terlambat selama itu?"


"Aku bangunnya kesiangan Kak." Jawab Freya.


"Siapa nama kamu?"


"Freya Kak." Jawab Freya.


"Eh buset namanya kayak hero MLBB istrinya Zilong lu?" Ejek si senior hingga membuat satu ruangan itu riuh.


Siapa itu si zilong? Gue nggak tau yang jelas gue istrinya Asahi Treasure, eh salah istrinya Arkana Rahardian.


"Malah diem lu. Jawab." Bentak si senior.


"Aku nggak tau Kak. Yang jelas aku bukan istrinya Zilong tapi istrinya Asahi Treasure. Pada tau kan yang lagunya booming banget gara-gara di remix tik tok." Jawab Freya polos yang malah mengagulkan boy band kesayangannya. "Itu loh yang *buat kamu suami masa depanku neul saranghae* " ucap Freya sambil menyilangkan jarinya yang berhasil membuat satu ruangan itu meneriakinya huuuh.

__ADS_1


"Heuh anak alay ternyata lu yah. Kaga ada takut-takutnya. Tapi gue suka gaya lu." Puji si senior.


Dari samping panggung Arka hanya bisa menggelengkan kepala, sia-sia ia mengkhawatirkan istrinya akan tertekan jika dihukum. Dia salah, Freya malah terlihat senang-senang saja. Apalagi saat mempraktekan vidio tik tok yang pernah ia lihat di IG dulu, terlihat tak ada beban.


Kembali ke panggung di atas sana, si senior masih terus mengerjai Freya.


"Ya udah yah junior yang cantik tapi kebluk. Sekarang giliran kamu di hukum." Ucapnya.


"Aku di suruh ngapain Kak?"


"Karena kamu cewek jadi nggak mungkin gue nyuruh lu push up kan. Ntar gue di bilang lelaki kejam. Lu rayu gue aja lah kaya dua temen lu tadi yang ngerayu senior cewek."


"Beneran nih aku di suruh ngegombal ke Kakak? Aku boleh milih senior yang lain nggak kak? takutnya kakak aku gombalin terus jadi baper, terus suka sama aku kan gawat, soalnya patah hati nggak di tanggung BPJS kak." Ujar Freya yang lagi-lagi mendapat sorakan dari semua mahasiswa yang ada di sana.


"Ya elah nih bocah. Bilang aja lu mau cari yang lebih bening dari gue kan. Ya udah lu pilih deh mau yang mana?" Si senior menunjuk pada jajaran panitia yang berdiri di samping panggung.


Freya tersenyum dan menunjuk lelaki dengan kemeja maroon. "Mau kakak yang itu kak."


"Tau aja lu sama most wanted kampus persada. Ketua BEM kita nih. Sini Kak Arka ada yang mau ngegombalin nih." Ucap si senior.


Sorak-sorai mahasiswi begitu ramai ketika Arka naik ke atas panggung.


"Oke-oke semuanya harap tenang. Kita dengerin si cantik kebluk yang mau ngegombalin ketua BEM kita nih."


Freya berjalan menghampiri Arka. "Bang, Eh." Freya menampong bibirnya sendiri pelan. "Kak Arka nomor HP nya pake kartu apa?"


"Telkom###." Jawab Arka menyebutkan salah satu operator seluler.


"Yah beda kartu dong Kak." Freya tersenyum. "Nggak apa-apa deh kalo kita beda kartu operator, asal nantinya nama kita ada di kartu keluarga yang sama."

__ADS_1


"Huuuuhhh.... Modus modusss...." Sorak para mahasiswa di ruangan itu.


__ADS_2