Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Tebak Kata


__ADS_3

Kesalahpahaman telah berlalu, berharap bisa mendewasakan pasangan yang masih sama-sama belajar untuk menjadi lebih dewasa. Segala sesuatu yang telah berlalu pun harus dijelaskan atau setidaknya diketahui oleh pasangan sehingga bisa menghindari cekcok yang harusnya tak perlu terjadi.


Masih dalam pelukan ternyaman yang sangat dirindukan, menikmati setiap belaian lembut dari tangan sang suami di kepalanya. Gadis itu terus memainkan jarinya di punggung Arka. Menggambar aneka ragam dari mulai pulau acak kadul tak berbentuk, simbol hati hingga corat coret menuliskan kata-kata tak jelas yang harus ditebak oleh suaminya.


"Gambar apa coba Bang?"


"Obat nyamuk." Jawab Arka asal saja.


"Salah Abang." Sudah lima kali jawaban Arka selalu salah, "Abang kalo habis ini jawabannya masih salah pokoknya harus beliin aku album barunya treasure sama pernak perniknya juga, pokoknya yang lengkap yah." Pinta Freya.


"Iya iya kalo jawaban Abang bener juga tetep Abang beliin, soalnya kalo nggak dibeliin ntar ngambek dedeknya iya kan?" Ledek Arka.


Freya hanya nyengir kuda kemudian kembali memainkan jarinya di punggung Arka.


"Eh bentar yang ini salah Bang. Hapus dulu yah." Ucapnya sambil mengelus punggung suaminya.


"Iya oke."


"Nah sekarang udah di hapus nih. Aku nulis lagi yah Bang. Rasain yang bener biar tebakannya nggak salah lagi. Gimana sih dari tadi salah mulu." Gerutu Freya.


"Iya iya nulisnya pelan-pelan aja biar jelas." Ujar Arka malas, karena setiap jari Freya bergerak dipunggung Arka membuat dia ingin segera bersilaturahmi dan mengabsen setiap lekuk tubuh Freya. Bisa-bisanya istri yang udah nggak lugu-lugu banget itu malah mancing-mancing tapi nggak peka.


Freya mulai menggerakkan jarinya pelan, menggambar beberapa huruf tak kasat mata di punggung sang suami. "Aku nulis apa coba barusan Bang?"


Arka merenggangkan pelukannya menatap gadis yang masih menempelkan kepala di dadanya, "Love you."


"Love you too Bang Ar." Jawab Freya sambil mendongakkan kepalanya kemudian mengecup singkat pipi Arka dan kembali ke posisi ternyaman, ngusek-ngusek di dada bidang yang entah sejak kapan jadi tempat favoritnya.


Arka hanya tersenyum melihat Freya yang tak lagi seperti dulu, mau cium aja nunggu tidur. Sekarang gadis itu sudah terang-terangan dengan berani menciumnya bahkan tak sungkan-sungkan lagi dan terus menenggelamkan wajahnya di dada Arka sejak tadi.

__ADS_1


"Apaan sih love you too segala, Abang kan cuma jawab pertanyaan kamu tadi. Bener kan nulis love you?" Ledek Arka.


Freya segera menarik wajahnya dan menatap kesal Arka. "Jadi Abang nggak love you ke aku?" Ucapnya sambil menyebikan bibirnya.


"Bukan gitu. Love love Abang mah ke Dedek. Udah jangan ngambek." Ujar Arka sambil mencubit pipi Freya. "Sini sekarang gantian." Arka kembali menarik Freya ke pelukannya. Memasukan tangannya ke dalam pakaian Freya, mengelus lembut punggung gadis itu.


"Abang ih mana ada masuk-masuk ke dalam baju kaya gitu. Aku aja tadi dari luar." Protes Freya karena tubuhnya mendadak meremang dan panas padahal AC di kamarnya jelas-jelas menyala.


"Biar mudah aja kamu nebaknya Dek, soalnya tadi aja kamu nulis di punggung Abang tuh susah nebaknya soalnya terhalang baju." Kilah Arka yang sebenarnya modus belaka, tapi dasar si istri yang masih ada sifat polosnya bisa saja di bohongi.


"Oh gitu yah Bang." Susah payah Freya menahan geli karena Arka terus mengelus punggungnya. Bahkan kini gadis itu menggigit bibir bawahnya.


Freya menarik tangan Arka ketika lelaki itu baru saja melepas pengait pelindung pabrik susu murni miliknya. "Abang ih kenapa pake lepas-lepas itu segala sih." Protesnya sambil menatap Arka, tak berani berucap kenapa pengait bra nya harus dibuka.


Tak kehabisan akal ada saja siasat untuk meredakan protes istrinya. "Tali bra kamu tuh ngalangin Dek, punggung kamu tuh kan nggak seluas punggung Abang, jadi kalo ada tali bra kamu tuh makin sempit jadinya area nulis Abang. Ntar kamu susah lagi nebaknya kalo tulisan Abang kecil-kecil."


"Tapi kenapa?" Arka membuka kaos yang ia kenakan. "Nih Abang buka baju biar adil deh. Eh malah kamu yang untung banyak noh, Abang mah cuma buka tali bra kamu doang kamu masih baju." Ujar Arka.


Freya hanya diam dan menelan salivanya melihat pemandangan indah di depan mata. Bukan pertama kali melihatnya tapi tetep jedag jedug jantungnya tetap tak karuan. Sebenarnya tadi dia mau protes kalo dielus aja tubuhnya meremang dan panas mendadak tapi ia tak tau harus berkata apa. lah ini malah dikasih pemandangan kotak-kotak indah jadi tambah salto berkali-kali lipat.


"Udah kek Dek diliatin terus kamu tuh. Tinggal nemplok aja kayak tadi." Arka menarik Freya dan membenamkan wajah gadis itu di dadanya. "Giliran Abang yang nulis yah, kamu tebak Dek."


"Siap Bang."


"Tapi nanti kalo salah dihukum yah."


"Hukumannya apa Bang? Jangan minta yang mahal-mahal yah Bang, aku kan nggak punya uang."


"Nggak pake uang. Hukumannya enak kok."

__ADS_1


Arka mulai memasukan kembali tangannya ke baju Freya, mulai menuliskan huruf tak kasat mata seperti yang Freya lakukan padanya tadi.


"Eh salah Dek. Hapus dulu yah." modusnya lalu mengelus lembut seluruh punggung gadis itu. "Udah nih Abang tulis lagi yah."


Kali ini Freya benar-benar mati-matian menahan geli setiap kali tangan itu mengelus punggungnya.


"Nulis apa coba barusan Dek?" Tanya Arka saat baru saja selesai menulis di punggung istrinya, kini tangannya mulai nakal berpindah ke depan dan memainkan choco chip yang berada di pusat pabrik susu Freya.


"Aah A-abang..."


"Kok Aah sih Dek. Salah bukan itu jawabannya."


Freya menatap Arka dengan kesal, nafasnya tak beraturan. " Abang curang. Tangan Abang nakal banget sih grapa grepe sana sini."


"Salah mah salah saja Dek. Sini sekarang giliran kamu dihukum."


"Ampun lah Bang jangan dihukum akunya. Ulang sekali lagi deh ya Bang, tadi juga aku kasih pertanyaan ke Abang lima kali."


"Nggak bisa Dek. Pokoknya kamu harus dihukum."


Arka menangkup wajah Freya dengan kedua tangannya kemudian mencium rakus bibir gadis itu, membiarkan lidah mereka saling membelit di dalam sana. Tangan kanannya kini mulai masuk kedalam baju istrinya mengabsen setiap lekuk tubuh bagian atas tanpa ada yang terlewat.


"Ar kita mau balik jam berapa?"


Gelagapan Freya segera menarik selimut dan menutupi dirinya hingga kepala, sementara Arka dengan santainya mengelap bibirnya yang basah dengan telapak tangan.


"Kita berangkat jam empat deh. Lu kalo masuk kamar orang ketuk dulu kek Ren. Nggak sopan lu tuh. Apa lu lupa gue udah punya bini. Untung baru mau mulai pemanasan." Gerutu Arka.


"Ya sorry lagian pintunya kaga di tutup ya gue masuk aja." Jawab Rendi. "Sorry deh. gue tunggu di bawah yah ini udah sore. Satu lagi kalo mau main jangan lupa kunci pintu." Ejek Rendi sebelum keluar dari kamar dan menutup pintu dari luar.

__ADS_1


__ADS_2