Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Syukuran rumah baru


__ADS_3

"Huft! Gara-gara di tanya-tanya mulu nih gue jadi baris paling belakang." Gerutu Freya yang bahkan tak bisa mendengar arahan dari panitia di depan sana. Acara breafing sebelum ospek yang diisi dengan penjelasan mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan selama ospek gagal total di cerna oleh Freya, karena keberadaannya di belakang yang super berisik ditambah beberapa lelaki yang terus mendekatinya. Menanyakan nama, ini itu hingga nomer HP yang benar-benar membuatnya semakin risih saja.


Freya benjinjit mencoba melihat ke depan, mencari sahabatnya tapi gagal lelaki di sekitarnya tak membiarkan dia menjauh. Terpaksa hingga acara berakhir tak satu pun ia mengerti. Satu persatu paa mahasiswa baru mulai keluar dari ruangan, tapi Freya masih tertahan diantara teman-teman baru yang sekali belum ia ketahui namanya.


"Miya." Teriaknya begitu melihat gadis berambut pendek melintas tak jauh darinya.


"Sorry gue duluan yah." Pamitnya pada kumpulan lelaki yang terus bertanya padanya.


Dengan cepat Freya berlari menghampiri Miya, "gue cariin dari tadi Mi."


"Gue di depan, abis nungguin lu lama." Jawab Miya. Keduanya berjalan beriringan keluar dari auditorium.


"Hei Dedek Freya."


Freya dan Miya menengok ke samping bersamaan. Ada Rendi dan Irfan yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Nih kuncinya Nyonya Arkana gue balikin. Makasih yah." Rendi memberikan kunci mobil pada Freya. Gadis itu menerimanya dan menyimpannya di tas.


"Kalian mau kemana?" Tanya Irfan.


"Mau ke kantin nungguin Bang Ar terus pulang deh. Kita juga mau belanja kebutuhan di rumah nggak ada apa-apa." Ucap Freya.


"Sejak kapan lu mikirin belanja kebutuhan rumah Fre?" Tanya Miya.


"Ya sejak detik ini." Saut Rendi. "Soalnya kan mereka sekarang udah pindah." Imbuhnya.


"Maksudnya lu udah nggak tinggal sama mertua sultan lu Fre?" Tanya Miya penasaran.


Freya hanya mengangguk.


"Asik makan-makan dong Fre syukuran rumah baru." Pinta Miya sambil menyenggol bahu Freya. "Ya ya ya syukuran yah. Kakak-kakak setuju kan kalo kita syukuran makan-makan di rumah baru Freya." Lanjutnya menghasut Rendi dan Irfan sambil mengedipkan matanya, genit.

__ADS_1


"Iya gue setuju banget. Sekalian gue mau makan masakan lu lagi Fre. Yang kemaren lu bawa ke posko aja enak banget." Ucap Rendi sambil mengacungkan dua jempolnya memuji masakan Freya.


Miya termenung heran dengan pujian untuk masakan sahabatnya, sepengetahuannya Freya itu sama dengan dirinya satu server lah kalo bahasa anak TKJ nya, sama-sama gila drama korea, gila K-pop dan tak bisa masak kecuali masak air dan mi instan yang memang sering mereka buat bersama. Bahkan keduanya sering ikut-ikutan makan mi instan langsung dari pancinya, biar kayak di drama gitu.


Tapi kali ini Miya mencoba percaya dengan ucapan kedua lelaki tampan di hadapannya, toh mereka sudah merasakan makanan buatan Freya berarti benar dong sekarang Freya bisa masak. Mungkin saja kan selama tinggal bersama mertua Freya belajar masak habis-habisan.


"Kuy lah Fre ke rumah baru lu."


"Iya iya ayo. Nunggu Bang Ar dulu. Nanti kita langsung ke apartemen gue. Tapi gimana buat persyaratan besok apa aja yang harus disiapin? Gue tadi nggak denger soalnya di belakang berisik banget. Apa kita bakalan kaya orang gila yang di FTV yah kalo ospek segala di pake." Keluh Freya.


"Kebanyakan nonton FTV lu Fre. Kagak ada yang begitu, disini ospeknya lebih ke kegiatan pengenalan kampus aja. Hal aneh yang model dandan kaya orang gila dan harus bawa ini itu nggak ada disini. Lu pada cukup pake baju hitam putih doang tiga hari." Tutur Rendi.


"Oh gitu." Kedua gadis itu ber oh ria.


"Lu juga Fre laki lu ketua BEM masa hal kaya gitu aja lu kaga tau. Dia kan juga panitia ospek, masa lu kaga di kasih tau? Kalian kalo di rumah ngapain aja masa kaya gitu aja kagak tau." Ujar Irfan.


"Gue sama Bang Ar kalo di rumah yah...."


"Nih bahas bini lu yang kaga tau apa-apa. Sampe lu panitia ospek aja dia kaga tau Ar." Ucap Rendi.


"Kan Abang nggak pernah cerita sama aku." Ucap Freya.


"Lah kan semalem pas ngobrol sama Ayah dan Bunda Abang udah bilang. Kamu nggak denger?"


"Hehe aku galfok Bang." Jawab Freya sembari nyengir tanpa dosa. "Bang mereka minta makan-makan nih syukuran rumah baru katanya." Lanjutnya.


"Ya udah ayo. Mau makan-makan di restoran mana biar Abang yang bayar."


"Di rumah lu aja Ar. Pengen makan masakan dedek Freya lagi gue." Ucap Rendi.


"Gue juga." Imbuh Irfan.

__ADS_1


"Gue juga kak pengen ngerasain masakan karya sahabat gue." Timpal Miya.


Arka mengangguk setuju saja. "Ya udah ayo."


Mereka berjalan menuju parkiran. Miya juga menelpon Ardi untuk bergabung bersama mereka. Mendengar mereka akan makan masakan Freya saja sudah berhasil membuatnya bergidig ngeri, takut-takut nasibnya seperti si kopoy yang sekarang tak pernah lagi main ke rumahnya setelah terakhir kali makan masakan Freya. Entahlah itu kucing masih hidup atau sudah otw surga berkat masakan sang kakak ipar.


Tapi bukan Miya namanya jika tak berhasil memaksa Ardi, hingga kini mereka semua sudah tiba di apartemen baru Freya dan Arka.


Freya sedang sibuk di dapur seorang diri menyiapkan makanan untuk menjamu tamu-tamunya. Aneka sayur, daging, bumbu dapur sudah tertata lengkap di sana. Ia hanya bingung harus memasak apa. Sejauh ini kan hanya masak tempe dan telur goreng yang lulus uji layak makan meski keasinan. Tak mau memaksakan diri untuk masak ia memutuskan untuk memasak masakan andalannya. Apalagi jika bukan aneka masakan nusantara pemersatu bangsa.


Freya memasak rendang, mie ayam, kari, ayam penyet, dan dua porsi soto spesial tentunya. Masakan kali ini lebih spesial karena ia menambahkan irisan daun bawang, tomat, dan sosis.


Suami dan teman-temannya sudah menunggu di meja makan. Freya menyajikan masakannya satu persatu.


"Dari wanginya kayaknya enak nih." Puji Rendi.


"Tapi kok wangi kayak gini nggak asing deh." Imbuh Miya.


Freya meletakan masakannya di meja. "Rendang buat kak Rendi, Mie ayam sesuai permintaan Kak Irfan, ayam penyet super pedes kesukaan lu Mi."


"Yang ini soto spesial buat Bang Ar sama Ardi." Ucapnya seraya meletakan mangkok di depan Arka dan Ardi.


Dengan senyum cerianya Freya memandang Irfan, Rendi dan Miya yang masih terdiam sambil melihat mi di hadapan mereka.


"Kok pada diem sih? Di makan dong masakan gue, katanya tadi pengen makan masakan gue. Selamat menikmati." Ucap Freya.


"Kok mi instan Fre, gue maunya rendang yang kayak lu bawa ke posko waktu itu." Protes Rendi tapi tetap memakan mi nya.


"Rendang yang waktu itu mah dapet beli di RM padang kak." Jawab Ardi.


"Heleh baru kali ini gue makan-makan syukuran hunian baru tapi makannya mi instan." Gerutu Irfan.

__ADS_1


__ADS_2