
Freya menatap HP Arka yang terjatuh akibat kecerobohannya. Freya berjongkok dan mengambil HP Arka. “Bang Ar maaf yang ini layarnya gores.” Berdiri seraya kembali menyerahkan HP itu pada Arka.
Arka menerima Hp Nya sambil memeriksa, benar layarnya tergores. “Lu sih maen pake dijatuhin segala. Belum juga dua puluh empat jam jadi istri gue udah ngerusak barang suami.” Omel Arka.
“Salah sendiri Abang mesum siang-siang!”
“Mesum apaan gue?”
“Lah tadi bilang ‘buru-buru mau ganti baju atau itu?’ maksudnya apa coba kalo bukan mesum?”
Arka tak habis pikir dengan isi otak Freya, “Maksud gue tuh Dek lu mau buru-buru ganti baju apa itu mau nonton apa itu namanya lah. Idol joged-joged favorit lu, nah iya itu dia maksud gue.”
“Tau ah Abang ngeselin.” Freya sudah terlalu malu dengan pikirannya yang salah arah. Freya kembali mengangkat roknya hingga selutut kemudian berjalan dengan buru-buru ke masuk ke dalam rumah. “Hayu Mi kuy kamar lah! bantuin gue buka ini baju ribet banget.” Teriaknya pada Miya yang kemudian berjalan mengikutinya.
“Perlu bantuan Abang nggak Dek?” teriak Arka namun tak digubris oleh Freya.
Miya menyenggol bahu sahabatnya yang berjalan dengan buru-buru. “Udah kali jangan maraton Fre, lagian Bang Ar udah nggak ngeliat. Gue tau kok lu malu yah hahahha.” Ledek Miya.
“Ih Miya lu sama aja sama dia.”
“Habisnya bisa-bisanya pikiran lu sampe kesana. Aneh dah gue.”
“Ya kan biasanya juga gitu Mi. Di drakor yang kita tonton juga gitu kan. Kalo abis nikah tuh..” Freya tak tau harus berkata apa lagi otaknya tiba-tiba traveling ke drama-drama pernikahan yang sudah ia tonton.
“Hm iya juga yah. Ntar jangan lupa lu sharing sama gue yah kao udah praktek.”
“Praktek apaan?”
“Yah apa aja lah hahaha.” Keduanya hanya tertawa dengan bahasan setelah menikah yang mereka ketahui dari drama yang mereka tonton. Mereka kemudian berjalan kembali menuju kamar. Namun sial belum juga menapaki anak tangga pertama keduanya sudah di panggil oleh kumpulan emak-emak dari GC yang seperti biasa sedang menggelar rapat dadakan mereka di mana pun kapan pun.
“Freya sayang, mantu kesayangan sini dulu.” Panggil Mira.
__ADS_1
Tak ada pilihan lain Freya dan Miya pun menghampiri kumpulan emak-emak itu. “Huft padahal udah pengen ganti baju.” Batinnya.
Freya dan Miya duduk di samping Mira. “Ada apa Bun? Freya udah pengen ganti baju nih gerah. Ngga nyaman pula.” Keluhnya.
“Bentar aja sayang. Nih kami mau breefing kamu dulu. Banyak yang harus kamu pelajari.” Ujar Mira.
“Belajar apalagi Bunda? Freya baru lulus masa udah suruh belajar lagi kan masuk kuliah juga masih tiga bulanan lagi.”
“Bukan belajar itu sayang. Ini lebih penting, ini belajar soal kiat-kiat memperlakukan suami setelah menikah. Pasti ngga di ajarin di sekolah kan? Makanya kami mau ngajarin kamu.” Ujar Dwi.
“Tante tapi aku masih polos nih belum ada patner apa ngga apa-apa kalo ikut pejaran dari Tante?” Tanya Miya.
“Boleh banget nak. Biar kamu ngga kaget lagi pas nikah nanti.” Ujar Dwi.
“Jangan lupa undang kami juga kalo kamu nikah.”
Miya hanya melongo mendengar penuturan salah satu anggota grup chat itu. “Nikahnya juga masih ngga tau kapan Tante.”
“Udah pokoknya kalian dengerin aja pelajaran dari Tante Dwi. Biar prekteknya mantap.” Titah Ami.
Freya dan Miya tak seperti anak-anak lainnya yang pada usia segitu sudah tercemar oleh vidio-vidio dua satu plus plus karena keduanya lebih sibuk dengan vidio oppa-oppa kesayangan mereka. Mentok-mentok juga nonton drama korea, yang paling hot juga cuma sampe ******* doang.
Freya saja heran melihat mamanya yang juga ikut-ikutan dengan mudahnya menjelaskan bahasan dua satu plus-plus padahal sebelumnya Ratna sangatlah anti jika harus membahas hal itu. Tapi kini seolah sudah kehilangan urat malunya mereka membahas kegiatan dua satu plus-plus seperti membahas harga cabe yang naik turun ngga jelas.
“Gimana kalian paham ga? Dari tadi Tante perhatikan kalian hanya manggut-manggut saja sama iya-iya.” Tanya Dwi.
“I..Iya Freya paham kok Tan.” Jawab Freya sambil menganggukan kepalanya. “Lu paham juga kan Mi?” Ucapnya sambil menyenggol lengan sahabatnya yang sepertinya pikirannya sedang traveling mensimulasikan penjelasan dari Tante Dwi dan rekan-rekan.
“Hm I..Iya gue paham.” Jawab Miya. “Aku paham Tante. Makasih ilmunya sangat bermanfaat.” Ucapnya sambil cengengesan.
“Sip.. Bagus kalo kalian udah paham. Terutama kamu Fre.” Ami menunjuk putri sahabatnya itu. “Jangan sampe salah praktek kamu.” Ujarnya.
__ADS_1
“Mir mantumu ini kayaknya masih polos banget ini, Perlu langsung komunikasi sama otor soleha kalo ngga sama wanita soleha supaya bisa ngefaster gitu.” Saran Ami.
Freya dan Miya hanya diam saja, tak mengerti arah pembicaran emak-emak dihadapannya. “Otor soleha? Wanita soleha? Siapa mereka? Apa mereka orang-orang yang benar-benar soleha seperti guru ngaji misalnya?” Batin Freya.
“Bunda kayaknya Freya ngga usah belajar ngaji lagi deh soalnya Freya udah khatam kok waktu SD.”
Emak-emak di hadapannya itu malah tertawa mendengar ucapan Freya. “Siapa juga yang nyuruh kamu belajar ngaji lagi sayang.” Ujar Ratna di sela-sela tawanya.
“Lah itu barusan Tante Dwi nyaranin aku belajar sama siapa itu? barusan yang soleha-soleha itu.”
Lagi-lagi emak-emak gesrek dihadapannya kembali tertawa terbahak-bahak. “Aduh aku ngga kuat, toiletnya dimana Rat?” Tanya Ami yang kemudian berjalan dengan buru-buru setelah Ratna menujukan letak toiletnya. Tertawa berlebihan membuat ibu hamil itu kebelet pipis.
“Udah pokoknya gini aja sayang, kamu donwload aplikasi ini .” Yuni memperlihatkan aplikasi membaca novel di ponselnya. “Nah trus nanti kamu klik ini nih. Nanti kamu bisa belajar banyak di sana.”
“Oh gitu yah Tan. Nanti aku coba deh. “ Ucapnya sambil manggut-manggut. “Sekarang aku udah boleh ke kamar kan Bun? Udah gerah banget ini pengen ganti baju.” Keluhnya.
“Iya boleh sayang sana.”
Freya dan Miya meninggalkan emak-emak gesrek yang baru saja mencemari otak mereka. Sesampainya di kamar Freya langsung membuka kebayanya di bantu oleh Miya.
“Eh gila lah itu emak-emak bahasannya Fre.” Ucap Miya sambil melepaskan satu-satu persatu kancing kebaya Freya yang teletak di belakang.
“Tau ih. Mereka vulgar banget Mi. Ngebahas kaya gitu kaya ngebahas harga cabe.”
“Tapi lu mau praktekin?” Penasaran Miya.
“Ngga tau lah, beum kepikiran gue.”
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA. KALO PERLU SI FREYA KASIH PELAJARAN TAMBAHAN JUGA DARI KALIAN BIAR MAKIN PINTER.