
“Putra saya, Arkana Rahardian.” Ucap Bayu yang di sambut dengan tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir.
“Ada satu lagi kabar bahagia yang akan saya bagikan, dia adalah orang spesial. Anggota baru keluarga Rahardian. Wanita kedua setelah istri saya yang selalu membuat rumah menjadi ramai dan ceria.” Bayu menjeda ucapannya. Sementara Lisa sudah siap untuk naik podium.
“Menantu kesayangan saya, Freyanisa Fransisca.” Ucap Bayu yang membuat semua tamu yang hadir riuh seketika, mereka tak mengira jika putra sulung penerus bisnis keluarga Rahardian yang masih begitu muda sudah menikah. Padahal diantara mereka sudah ada yang mulai bersiap-siap untuk menjodohkan anak mereka demi kemajuan bisnis.
Lisa mencekam kuat gaun merah yang ia kenakan dengan kedua tangannya, ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Kenyataan yang berulang kali sudah Arka katakana tapi mentah-mentah dibantahnya.
Lisa masih berdiri di samping podium, tubuhnya masih membeku tak bergeser satu senti pun. matanya menatap tajam pada Freya yang melewatinya begitu saja.
Freya sudah berdiri di samping Arka, tangan kanannya memegang erat lengan kiri Arka. Senyum canggung tersungging di bibir Freya, ia masih merasa aneh berdiri di depan dan menjadi pusat perhatian banyak orang.
“Masih ada satu lagi kabar bahagia, saya sangat bersyukur tahun ini begitu banyak kebahagiaan yang menghampiri keluarga saya. Menantu saya sedang mengandung. Kandungannya sudah menginjak enam minggu. Saya berharap do'a dari kalian semua untuk menantu dan calon cucu saya.”
Ballroom tempat perayaan ulang tahun perusahaan itu jadi semakin riuh. Setiap tamu saling tanya, bahkan ada dari sebagian dari mereka yang mengira jika Arka menikah karena insiden hamil diluar nikah yang memalukan hingga membuat keluarga Rahardian tak mengumumkan pernikahan mereka sejak lama.
Arka meminta mikrofon yang di pegang Bayu, “Saya tau mungkin ini sangat mengejutkan. Bahkan mungkin ada diantara kalian yang mengira saya menikah karena kejadian yang memalukan, karena kami merahasiakan pernikahan ini. Tapi perlu di ketahui jika kami sudah menikah empat bulan yang lalu.” layar besar di belakang podium menunjukan gambar pernikahan mereka, terdapat tanggal pengambilan dibawah foto. Hanya foto ketika Freya mencium tangan Arka dengan canggung setelah akad nikah.
Semua yang ada di ruangan itu terdiam, berhenti dari saling tanya dan menatap layar di belakang podium. Memperhatikan dengan seksama gambar yang terpampang begitu jelas di depan sana.
Berbeda dengan orang-orang yang sesekali menganggukkan kepala dan saling melempar senyum setelah mendapati fakta di gambar itu, Lisa justru mencekam gaun yang ia kenakan dengan makin erat. Tangannya mengepal sempurna menahan rasa tak percaya yang ia tepis selama ini ternyata sebuah kenyataan. Matanya menatap tajam gadis yang telah mengambil orang begitu ingin ia miliki.
Arka merangkul bahu Freya, ia kembali melanjutkan kata-katanya.
"Jujur saja, pernikahan ini karena keinginan konyol Bunda saya yang ingin hubungan kami layaknya novel yang mereka baca," Arka menatap ke tempat bunda dan teman-teman grup chat yang sedang memperhatikannya dengan serius.
"Jika kalian bertanya apakah saya langsung setuju? Jawabannya tentu tidak. Bahkan saya sempat menolak, berulang kali mengabaikan pesan yang ia kirim, tapi tetap saja saya menikahinya meskipun tanpa cinta." Arka mengelus pelan bahu Freya, saat gadis itu mendongakkan kepala dan menatapnya dengan sedih.
"Tapi itu dulu. Nyatanya tak perlu waktu lama, dia dengan segala tingkah polos, lugu, menyebalkan dan kadang membuat saya stres dengan uji kesabaran yang tiada henti. Menghadapi sifat kekanak-kanakan dan sering ngambek justru membuat saya semakin menyukainya. Bahkan tanpa sadar sudah mencintainya. Terimakasih buat grup chat emak-emak yang sudah mengirim jodoh untuk saya"
__ADS_1
Mendengar itu emak-emak GC langsung heboh sendiri, senang bukan main pasangan di depan sana mengakui bantuan mereka. Berawal dari ide konyol yang berakhir bahagia.
"Gadis manis di samping saya ini dulu pernah berkata mencintaiku tak sesulit mengerjakan PR matematika, cukup bilang saranghae,
"Sekarang di hadapan semua orang saya akan mengucapkannya, Saranghae Freyanisa, Istriku."
Freya sudah gak mampu lagi menahan luapan bahagia yang sedang ia rasakan saat ini. Sebelumnya ia tak peduli dengan status hubungan mereka, ia sudah bahagia meskipun banyak yang mengira mereka hanya saudara sepupu. Bagi Freya yang penting Arka mencintainya. Tapi mendapatkan pengakuan seperti ini sungguh sangat membahagiakan.
Freya tak peduli dengan ratusan pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, ia menghamburkan diri memeluk sang suami. "Bang Ar love you."
Arka membalas pelukan istrinya, "love you too my wife." Ucapnya kemudian mengecup kening Freya.
"Saya harap setelah pengumuman ini tak ada lagi orang-orang yang berusaha mengusik kebahagian mereka, apalagi dengan memanfaatkan menantu saya yang masih lugu.” Ujar Bayu. Pandangannya tertuju pada keluarga Lisa yang tampak malu dan terdiam.
Setelah selesai dengan kabar bahagia yang ia bagikan, Bayu, Arka dan Freya turun dari podium. Bayu hanya melihat selintas pada Lisa yang masih mematung di sana dan melewatinya. Arka dan Freya pun melakukan hal yang sama, tapi Lisa menarik tangan Freya dengan kasar membuat gadis itu melepaskan pegangannya pada Arka.
Lisa dengan emosi menampar keras pipi Freya, “Lu bener-bener nggak tau diri! Dari awal udah gue peringatin buat jauhin Arka!”
Freya menatap Arka dan menggelengkan kepala, “Jangan Bang, Abang kan udah janji sama aku nggak akan baku hantam lagi.” Ucap Freya lirih. Tak ada air mata yang jatuh meskipun Lisa menamparnya cukup keras, matanya berkaca-kaca. Jelas sekali jika Freya berusaha menahan tangisnya.
“Tapi dia udah keterlaluan Dek. Dia nampar kamu.” Ucap Arka yang masih tak terima.
“Aku nggak apa-apa Bang. Freya memeluk erat Arka di depan Lisa. Ia berharap pelukannya bisa menenangkan emosi sang suami.”
Tak terima melihat orang yang ia cintai dipeluk Freya, Lisa hendak menarik rambut Freya.
“Jangan sentuh istri gue.” Bentak Arka sambil menepis tangan Lisa dengan kasar.
“Lu bakal nyesel ngelakuin ini ke gue Ar!” teriak Lisa, ia tak peduli pada orang-orang yang mulai menjadikannya pusat perhatian.
__ADS_1
“Justru gue nyesel karena pernah pacaran sama perempuan kayak lu!”
Para tamu semakin maju ke depan dan melihat keributan yang terjadi di dekat podium. Arka masih memeluk istrinya sambil terus menjawab umpatan-umpatan kasar yang keluar dari mulut Lisa.
“Gue nggak akan biarin siapa pun deket sama lu Ar. Kalo gue nggak bisa dapetin lu maka orang lain juga nggak ada yang boleh dapetin lu.” Teriak Lisa.
“Dasar gila.” Ucap Rendi yang kini berdiri di samping Arka. “Asal lu tau ya, kita udah tau semua yang lakuin di malam inagurasi. Kalo bukan karena Freya yang ngelarang udah gue pastiin lu bakal dikeluarin dari kampus.” Imbuhnya.
Orang tua Lisa benar-benar tak tau lagi harus meletakan wajah mereka dimana. Putri semata wayang yang begitu mereka bangga-banggakan malah sukses membuat malu malam ini. Ayah dan Ibu Lisa menghampiri Bayu dan meminta maaf atas keributan yang dilakukan putrinya.
“Ayo pulang. Jangan bikin malu lebih lama lagi.” Ayah Lisa menarik tangan putrinya.
“Aku nggak bikin malu, Ayah. selama ini aku selalu membuat ayah dan ibu bangga meskipun kalian sibuk. Sekarang aku mau ayah bantuin aku dapetin Arka. Ayah udah janji sama aku.” Ucap Lisa sambil terisak.
“Itu waktu Ayah tak tau kalo Arka sudah menikah. Jika sejak awal ayah tau dia sudah menikah ayah tak akan menjanjikan apa pun padamu. Masih banyak lelaki di dunia ini sayang, jangan membuat malu.”
“Tapi yah, dia milikku. Aku cuma mau Arkana Rahardian!”
“Stop mempermalukan diri Lisa. Kita pulang!” Ayah Lisa menarik paksa tangan putrinya yang masih saja terus meronta. Bahkan Lisa masih terus mengumpat dengan berbagai ancaman untuk Freya.
.
.
.
.
aku kasih double up nih, kalo like sama komennya kenceng aku kasih triple up. walaupun mataku udah mulai remeng-remeng kaya lampu spaneng neh.
__ADS_1
biasakan like komen dan favoritkan!!