Jodoh Istikharah

Jodoh Istikharah
Resmi Bercerai


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, Leon dan Calina telah resmi bercerai. Keduanya telah memilih akta cerai dari negara.


Leon melihat sekali lagi akta cerai yang ada di tangannya. Ia tidak pernah menyangka sama sekali kalau hidupnya akan seperti ini. Menyakiti perempuan hanya demi kesenangannya semata.


"Maafkan aku..." Leon berujar lirih. Tak jelas maaf-nya ia tujukan untuk siapa.


Ia lalu menyimpan akta cerai tersebut ke dalam lemari, lalu kemudian keluar kamar menemui Arini yang sedang menyuapi makan Jasmine.


"Hei anak cantik, makan yang banyak, ya? Biar cepat besar," ujar Leon sambil mencium pipi Jasmine. "Biar aku saja," kata Leon sambil mengambil alih pekerjaan Arini karena Yusuf tiba-tiba saja menangis.


Arini pun langsung memberikan tugasnya kepada Leon, dan ia menggendong Yusuf yang tiba-tiba saja menangis. Setelah diperiksa, ternyata bayi laki-laki tersebut buang air besar.


"O o o... Rupanya anak ganteng buang air besar, ya?" Arini lalu bergegas membawa Yusuf ke kamar mandi untuk membersihkannya.


Sementara itu di ruang tengah, Leon masih asik menyuapi gadis kecilnya makan. Leon beruntung sekali karena Jasmine adalah tipe anak yang gampang makan.


"Anak pintar... Makan yang banyak, ya?" Leon terus saja mengajak gadis ciliknya itu berbicara meskipun yang diajak bicara belum mengetahui apa maksudnya.


***


Calina tengah berada di atas daun. Isu perceraian dirinya pun langsung heboh di jagad maya. Ia tak tahu siapa yang menyebarkan itu, tahu-tahu semuanya sudah seperti ini. Menyebar luas.


Beberapa minggu terkahir ini ia selalu di buru wartawan untuk memberikan klarifikasi. Pasalnya jagad maya tidak pernah mendengar kabar kalau Calina telah menikah, tiba-tiba saja ada kabar ia sudah bercerai.


Dirinya juga sering mendapatkan panggilan untuk talk show di beberapa buah acara gosip, namun semua itu selalu ia tolak. Calina tak mau kalau dirinya menjadi perbincangan publik. Apalagi mengenai aib seperti ini. Sungguh memalukan sekali.


Apalagi jejak digital tidak bisa dihapus, mau ditaruh mana mukanya jika nanti Arjuna sudah besar dan melihat berita tersebut. Apa yang akan ia katakan pada anaknya?

__ADS_1


"Kamu harus cepat klarifikasi, Ca. Supaya itu para wartawan tidak mengejar kamu terus. Memangnya tidak capek diuber-uber wartawan?" Via bicara sambil mengendarai mobil dan menatap lurus ke depan. Sekarang ini Calina sudah tidak memiliki supir lagi, karena adik Via telah lulus kuliah dan sekarang telah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Oleh karena itu, baik Via maupun Calina saling bergantian menyetir. Terkadang Via dan terkadang juga Calina.


Calina yang duduk di sebelah Via menatap ke arah sahabatnya itu. "Aku harus bagaimana? Datang ke talk show gosip?" tanya Calina pasrah. Sejujurnya ia juga sangat capek digosipkan seperti ini.


Calina sendiri tidak pernah menonton acara talk show gosip, apalagi disuruh datang. Calina pasti tidak akan mungkin mau.


"Bukan begitu caranya, Nona Calina. Kamu kan punya sosial media, apa gunanya itu?" Via menoleh sekilas ke arah Calina kemudian kembali fokus melihat ke depan karena dirinya sedang menyetir.


Calina tampak berfikir sejenak. Sepertinya memang sudah waktunya ia membuat klarifikasi. Kalau tidak, maka gosip tersebut akan terus berlanjut tanpa adanya ujung. Ia harus menghentikan gosip murahan tersebut.


"Ide bagus. Sekarang juga aku akan membuat video untuk YouTube," kata Calina sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia lalu membuka kamera dan mulai merekam video.


"Sekarang?" tanya Via tak percaya. Sahabatnya ini memang aneh, ada-ada saja tingkahnya. Secepat itu Calina memutuskan sesuatu.


"Iya. Kamu diam dulu. Aku mau syuting sebentar," kata Calina sambil memilih letak posisi yang tepat.


Ia mengatakan kalau niatnya menikah secara diam-diam adalah karena dirinya sebagai artis baru belum siap disorot publik. Sedangkan alasan dirinya bercerai karena memang sudah tidak ada kecocokan lagi antara dirinya dan mantan suaminya.


"Ah... Selesai." Calina menonton sekali lagi video yang baru saja ia buat. Video tersebut berdurasi sepuluh menit.


Setelah dipastikan semuanya beres, dirinya langsung saja meng-upload video tersebut. Tanpa edit sama sekali. Beruntung kualitas kamera ponsel Calina tidak terlalu buruk, sehingga gambar dan suaranya terlihat dan terdengar jelas.


"Sudah aku upload," ujar Calina sambil kembali menyimpan ponselnya di dalam tas.


Via hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak tahu lagi harus menanggapi seperti apa. Pasalnya Calina ini terlalu absurd.


"Beres, kan?" ucap Calina sambil memutar musik di tape mobilnya. Ia memutar sebuah lagu rock dari band metal kesayangannya.

__ADS_1


Via yang tidak suka musik rock langsung protes. "Ganti, Ca! Berisik! Ganti akustik saja," kata Via sambil terus fokus menyetir.


"Ini bagus, Vi."


"Ganti!"


"Oke oke. Ini diganti." Calina lalu mengganti dari musik rock menjadi musik dangdut milik dirinya.


Via tidak protes lagi. Dirinya memang kurang menyukai musik yang keras, lebih suka yang adem ayem. Ia menyukai musik akustik yang tidak memakai banyak alat musik.


Walaupun dangdut milik Calina adalah dangdut koplo yang musiknya cukup keras juga, tapi ia tidak protes. Bisa-bisa dirinya dipecat dari status manager jika tidak menyukai karya milik talent-nya. Kalau bahasa kasarnya sih, terpaksa suka.


"Si brengsek masih sering datang?" tanya Via. Ia masih saja memanggil Frans dengan julukan si brengsek. Belum bisa memanggil nama.


"Lumayan. Minimal seminggu satu kali," jawab Calina sambil menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.


"Sering ngasih uang, tidak?" tanya Via lagi. Ia menoleh ke arah Calina karena saat ini mereka sedang berada di lampu merah.


Calina tertawa saja. Uang? Mana pernah Frans memberi Arjuna uang.


"Aku tebak, tidak pernah. Betul, kan?" kata Via sambil mengecek ponselnya karena ada sebuah chat yang masuk. Chat dari pacarnya.


"Tebakan kamu benar. Seratus buat kamu," sahut Calina sambil tertawa miris. Entah apa yang ada di kepala Frans, ia memang sering menjenguk Arjuna, tetapi hanya sebatas membawa sebuah mainan ataupun snack bayi. Memang sih, Frans bukan dari golongan pria tajir. Calina tahu itu, profesinya hanya sebagai politikus, tidak ada yang lain. Tapi masa untuk anak sendiri tidak ada sama sekali.


"Pelit," ujar Via sambil kembali menyimpan ponselnya setelah membalas pesan dari pacarnya.


"Memang," sahut Calina.

__ADS_1


Keduanya lalu berpandangan dan tertawa bersama. Menertawakan hidup mereka yang lucu.


__ADS_2