Juragan Empang Meets Gadis Losmen

Juragan Empang Meets Gadis Losmen
Mentari dan si kambing.


__ADS_3

Bermandikan cahaya matahari yang mulai menghangatkan suasana pagi, tak ada yang lebih menentramkan Mentari ketimbang kembali memacu motornya keluar dari losmen.


Dia menyusuri kembali jalanan tadi malam dengan pandangan mata yang fokus terus ke arah depan. Jarak yang harus ditempuh selama setengah jam menggunakan motor membuatnya kesal sendiri akan tingkah Pram.


"Udah tau cuma mampir hiling, ini malah joging jauh banget. Di kira dekat apa dari losmen ke mini market tadi malam Prammmm...," rutuk Mentari sambil memukul dashboard motor.


"Kalau ada apa-apa sama kamu bukan cuma aku yang repot Pram tapi juga nama losmen! Argh..., sana pulang ke Jakarta kalau cuma nambah kerjaan aku. Uh..."


Gadis itu terus mengomel sepanjang ia menggeber motornya menelusuri jalan dan menemukan laki-laki itu berlari kecil dari arah berlawanan.


"PRAM!"


Mentari menghentikan motornya di bahu jalan, gegas dia menoleh ke kiri dan kanan seraya menyebrang. Di tatap laki-laki itu sambil menabok lengannya.


"Lama banget sih jogingnya! Gak tau apa aku khawatir." Ditariknya napas dalam-dalam sebelum mengembuskan napas panjang dan memuaskan matanya dengan menatap laki-laki yang terengah-engah itu.


Pram berkacak pinggang. Kalimat yang meluncur dari bibir Mentari dengan nada kesal tapi penuh kejujuran itu dapat ia lihat dari sorot matanya. Jernih dan tidak tenang. Tapi di saat yang sama ada sekerumunan rayap di perutnya dan menimbulkan rasa geli di sana.


Pram merenggangkan tangannya dan langsung membuat Mentari terhuyung mundur.


Mentari mengernyit sewajarnya. "Lebat banget bulu ketiaknya, panjang-panjang lagi apa gak pernah di cukur." batinnya menahan geli sembari memalingkan wajah.


Namun siapa sangka, si tengil bin gesrek itu malah mengendus aroma ketiaknya sendiri. Lalu pemilik wajah humor itu terkekeh-kekeh.


"Udah deh gak usah sok jaim gitu, aku tau kok kamu salfok sama bulu ketiakku. Keren kan, ini baru laki!" kata Pram, menyipitkan mata dengan seringai usil.


"Oh, Pram apa perlu kita membahas bulu ketiak sekarang? Gak penting tau! Ayo pulang."


Mentari melontarkan tatapan datar, Pram menahan lengan Mentari sewaktu gadis itu hampir menyebrang.


"Kamu bener-bener nungguin aku dan kesini cuma buat nyariin aku, Tar?" Pram memasang wajah menunggu, dua pasang matanya melahap habis wajah Mentari yang cerahnya penuh kehangatan.

__ADS_1


Mentari mengangkat bahunya acuh tak acuh sembari beringsut ke belakang Pram sewaktu segerombolan kambing keluar dari kandang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Aku cuma khawatir kalau kamu kenapa-kenapa karena kamu nginep di losmenku, Pram. Selebihnya biasa aja tuh."


Mentari menjadikan Pram tameng pelindungnya sewaktu satu kambing mendekat dan malah Pram elus-elus kepalanya.


Seringai usil di wajah Pram kian meningkat.


"Ini jinak, Tar. Gak bisa gigit kamu, tapi kalau seruduk bisalah. Mau cobain?"


Kambingnya bergerak, Mentari sontak menjerit dan menepuk-nepuk punggung Pram kesal seraya memutar tubuhnya untuk menghalangi si kambing yang nampaknya penasaran juga dengan dia.


"Lepasin gak, lepasin biar ikutan yang lain ke sawah! Prammmm...," panik, Mentari melonjak ke punggung Pram, benar-benar kambing itu mau mengendusnya, mana punya dua sungut lagi.


"Pulang dulu Mbah, udah dapat gebetan nih!" seru Pram sambil membetulkan posisi Mentari yang menempel erat di punggungnya.


Wajah Mentari merah padam, benar-benar merah. Antara malu dan merutuki tingkah spontannya.


"Pengen hilang secepatnya!!!"


Simbah mengiyakan. Dibiarkan dua anak muda itu menyebrang jalan sementara ia menyabetkan tali untuk menggiring kambing jantannya mengikuti kawanannya pergi ke sawah.


"Mau turun apa gak, Tar?" tanya Pram.


Deg! Muka ku gak bisa disembunyikan, jerit Mentari dalam hati. Mentari diam, sementara Pram sangat mengerti cewek itu pasti salah tingkah.


"Aku turunin ya, aku takut deh kalau nanti ada orang lewat terus ngira kita gak tau tempat padahal disini banyak penginapan."


Mati-matian Pram menahan tawanya agar tidak terlontar keluar. Dia berjongkok, dan karena tubuh Mentari sudah lemas duluan dia langsung terjengkang ke tanah.


"Pram aku malu, bisa gak - gak lihat muka aku dulu." pinta Mentari yang langsung membenamkan wajahnya ke lutut.

__ADS_1


Pram menunduk sebelum berjongkok, entah mau dia sebut apa kejadian barusan. Semua terjadi dengan spontan dan sederhana.


"Beneran takut?" tanya Pram heran.


"Waktu kecil aku pernah di seruduk kambing karena nguber-uber cempe, Pram. Itu memorable banget."


Tawa Pram akhirnya menyembur seketika saking terhiburnya dengan cerita si kambing dan Mentari.


"Aku peternak jadi udah biasa lihat gituan. Jadi sori ya, aku gak tau." aku Pram, tanpa sadar mengelus kepala Mentari.


"Mau pulang gak? Aku janji gak lihat mukamu yang merah itu sampai bener-bener normal lagi." Pram menggigit bibir, menahan tawa.


"Ng..." Mentari masih ragu, "bisa gak kamu merem dulu? Aku mau naik ke motor terus pulang."


"Terus sembunyi di kamar dan ngumpet, Tar?" goda Pram.


"Prammm!!!" jerit Mentari, mukanya bakal tidak kunjung normal kalau di goda terus.


"Oke deh! Tapi janji jangan gerogi bawa motornya. Aku masih harus pulang dan menghadapi kenyataan kalau gue disini pernah gendong cewek cantik tanpa sengaja. Emak pasti seneng. Jadi aku minta kamu hati-hati ya, Mentari." kata Pram lembut.


"Pram," Mentari semakin tidak ingin menunjukkan wajahnya, "kamu yang di depan, aku bukan pengendara yang baik---sekarang." akunya setengah hati.


Pram jelas saja segera mengiyakan dengan khidmat. Perkara soto ayam, tempe goreng dan dompet yang sudah ketemu jadi urusan belakang. Sekarang ada cewek yang bener-bener butuh bantuannya.


"Bisa berdiri gak? Mau aku bantuin?" tawar Pram.


"GAK!"


Sekonyong-konyong Mentari berdiri lalu menyembunyikan wajahnya pakai telapak tangan, dia naik ke atas motor, lalu karena saking sebalnya pada diri sendiri Mentari menabok punggung Pram. Sontak laki-laki itu juga kaget bukan main.


"Bintang satu kamu, Tar. Tidak ramah!" selorohnya lalu terbahak. "Saltingnya gak kelar-kelar nih cewek, padahal aku santai aja, demen malah, kapan lagi ada cewek nemplok sama aku." Pram cekikikan.

__ADS_1


•••


To be continue and happy reading.


__ADS_2