
Cengkling!
1 pesan masuk, pesan itu dari Feby yang dikirim digrup WA yang hanya berisi mereka bertiga.
"Guys, siap - siap, hari ini kita bachelorette party, gue tunggu di apartemen.
"Astaga, kenapa jadi kelupaan??." Siska menepuk jidatnya. Dia benar - benar tak mengira kalau acara yang paling ditunggu - tunggu malah hilang bak ditelan bumi didalam otaknya.
Yap. Sejak 2 hari yang lalu, setelah Zidan kecelakaan. Tiba - tiba otak Siska jadi ngelag dan sering tak fokus. Siska, ingin tahu kabar Zidan, tapi gengsi kalau harus menghubungi lebih dulu. Jadinya ya ribet sendiri pokoknya.
Tapi, sekarang sudah bukan saatnya untuk memikirkan hal itu lagi. Hari ini Siska harus bersenang - senang. Membebaskan perasaannya bersama dengan para sahabatnya. Jangan mikirin Zidan terus yang mungkin sudah baik - baik saja. Maka dari itu, dengan langkah semangat Siska berjalan memasuki lobi apartemen milik Feby.
Ngomong - ngomong, apartemen ini, baru seminggu yang lalu dibeli oleh Firman. Katanya setelah dia menikah dengan Feby, mereka berdua akan tinggal disini. Dan satu hal lagi. Selain mereka yang ada di apartemen ini. Ada juga Zidan yang ternyata juga tinggal disini. Fakta itu baru diketahui Siska waktu Zidan menyebut nama apartemennya kala itu.
Ting tung!
Raya membuka pintu, dia sudah datang lebih dulu. Dan langsung menarik Siska dengan heboh.
"Sis, lo cepet pilih baju lo. Si Feby udah sewa baju banyak banget."
Dan benar saja, 3 koper besar yang sedang terbuka berjejer rapi diruang tengah.
"Oh My God, Feby. Lo gila ya?." Seketika Siska membelalakkan mata. Ini Feby terniat banget. Sampai sewa baju 3 koper besar. Dan ini bajunya semuanya bermerk. Gila 'kan?.
"Udah gak usah herman gitu, pokoknya kita nikmati aja hari ini. Oke?."
Oke, Lebih baik dinikmati saja seperti kata Feby. Lagian bisa pakai baju bermerk kalau bukan sekarang, kapan lagi coba. Terus, gratis lagi.
Suasana kehebohan sudah tercipta. 3 sahabat prik, mencoba baju dalam koper satu persatu. Gaya ketiganya sok iyes. Jalan dan eksyen bak super model, tapi jatuhnya malah seperti orang gak waras. Sampai akhirnya ketiganya pun benar - benar sudah siap dengan tampilan masing - masing.
"Ckckc! gila guys kita seksi banget." Feby nyeletuk menatap pantulan dirinya dan 2 orang sahabatnya dicermin dengan raut wajah puas. Ingat, tema bachelorette partynya ini adalah seksi. Jadi sekarang mereka sedang memakai baju super seksi dengan rok mini dan crop top yang memamerkan kaki jenjang, belahan dada, perut dan juga punggung.
__ADS_1
"Ih, kok gue geli ya liat gue kayak gini? Ini gue gak terlalu terbuka 'kan?" Siska tiba - tiba jadi insecure sambil menarik naik sedikit crop top kemben yang digunakannya agar belahan dadanya tidak terlalu terlihat.
"Enggak Siska, kita sekarang lagi seksi plus cantik, jadi jangan mikir yang aneh - aneh." Feby menyaut.
"Ini, kalau si Krisna liat gue kayak gini. Auto minta jatah nih." celetuk Raya. Dari Siska dan Feby, Raya adalah orang yang pakaiannya sangat terbuka. Sampai - sampai punggungnya terespos sempurna karna tali tipis yang menyilang.
"Aishh! gila lo!" Siska secara spontan memukul ringan lengan Raya. Meskipun sebetulnya pembahasan tentang ini bukan yang pertama kali didengar Siska dari Raya. Tapi tetap saja setiap kali mendengarnya dia jadi geli sendiri.
"Ih, jangan bahas begituan, ah. Lo bikin gue tambah gak sabar aja, pengen tahu gimana rasanya." Feby ikut nyaut.
"Hahahaha, tahan, Feb, tahan. 3 hari lagi lo juga bakalan tahu gimana rasanya. Jadi sabar."
"Hem, udahlah, jangan ngomong itu lagi. Sekarang tolong fotoin gue Ray, gue mau tunjukin diri gue sekarang ke Firman, pengen tahu gue gimana komennya dia kalau gue pakai baju seksi gini."
"Eh, gue juga dong, gantian ya yang foto, gue juga mau pamer nih ke Krisna."
Dua sahabatnya itu mulai pamer pada pasangan masing - masing. Dan cuma Siska saja yang masih diam memandang pantulan dirinya dicermin. Ya, mau gimana lagi, dia 'kan gak punya pasangan. Mau pamer sama siapa coba.
Tapi, ada 1 nama terbesit di otaknya. Itu, siapa lagi kalau bukan Zidan. Apa tanggapan Zidan kalau seandainya lihat Siska dengan tampilan seksi seperti sekarang. Tergoda 'kah? atau malah ilfeel?. Bilang cantik atau bilang aneh?. Ah, kenapa jadi mikirin tanggapannya si Zidan. Masak cuma gara - gara sentuhan jarinya yang hanya beberapa detik saja sudah membuat dirinya jadi punya perasaan lagi pada mantannya itu.
Cengkling!
"Lo, kapan mau ambil tas lo? lo gak butuh duit?."
Dapat pesan dari Zidan setelah 2 hari lamanya tak ada kabar, seketika Siska punya ide.
"Guys, bantuin gue dong. Temenin gue ke apartemennya Zidan, ya. Gue mau ambil tas gue yang dia rampas waktu itu. 'Kan kalau ada lo pada, dia gak bakalan aneh - aneh. Pumpung kita disini juga." Siska menyamarkan niatnya pada kedua teman - temannya. Padahal 'kan, niatnya selain mau ambil tas, dia juga pengen tahu kondisi Zidan yang sekarang, udah baik - baik aja atau masih sakit. Dan 1 lagi, Siska juga ingin tahu reaksi Zidan kalau melihat dirinya yang lagi seksi begini.
"Kapan?" si Raya tanya.
"Bentar lagi sebelum berangkat, mampir dulu ya ke apartemennya dia."
__ADS_1
"Em, oke."
Yes, berhasil. Siska mengirim pesan balasan pada Zidan.
"Lo dimana? di apartemen? kalau lo di apartemen, gue kesana."
3 serangkai akhirnya berangkat. Sekarang sudah jam 8 malam. Dan sebelum itu, mereka mampir dulu ke apartemen Zidan yang ada di lantai 6.
Ting tung!
Siska menekan bel yang ada di sebelah pintu. Ya meskipun sudah diberitahu paswod apartemen Zidan. Gak mungkin juga 'kan Siska menggunakannya dan tiba - tiba masuk kedalam. Emangnya dia siapa bisa begitu.
Zidan berjalan santai kearah interkom begitu mendengar bel apartemennya terdengar. Tapi wajahnya langsung berubah tegang bersama dengan air liur yang seketika langsung ditelan. Ini Siska apa - apaan datang kerumahnya malam - malam dengan tampilan seksi. Ingin sengaja menggodanya 'kah?.
Tapi tunggu dulu, perasaan itu cuma sesaat. Tiba - tiba ada sosok yang tak diinginkan muncul memenuhi seluruh layar interkom.
"Heh, buka pintunya!." Setelah mengangetkannya dengan seluruh wajahnya yang tiba - tiba, sekarang Raya malah langsung menodongnya untuk membuka pintu.
"Aiishh!!." Zidan berubah kecewa. Rambutnya digaruk dengan kasar sambil berjalan kearah pintu.
"Mana tas gue?." kalimat itu langsung terdengar ketika pintu baru saja dibuka.
Selain dengan Raya, ternyata juga ada Feby. Dan 3 cewek ini tanpa disuruh langsung masuk begitu saja kedalam apartemen Zidan. Mereka langsung mengamati tiap sudut barang yang ada disana.
"Ini lo pada mau kemana? Kenapa pada pakai baju kurang bahan gini?" Tanya Zidan membuat 3 cewek tadi menoleh padanya.
Raya tersenyum smirk. Secara perlahan, dia mulai mendekat kearah Zidan.
Seolah paham dengan Raya yang hendak mengintimidasi Zidan, Feby dan Siska yang dibelakang mengikuti langkah Raya mendekati Zidan.
"Eh, lo pada mau ngapain? Kenapa tiba - tiba jadi gini?"
__ADS_1
"Kalian jangan macem - macem! gue aduin nih ke Krisna sama Firman."
Zidan mundur teratur. Ini jelas Zidan lagi takut. Secara dikroyok 3 cewek pakai baju seksi, dan yang 2 sudah bersuami. Kalau ada apa - apa gimana jadinya.