Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
25. Bangkitnya Sebuah Ingatan


__ADS_3

"Kalau boleh, gue minta nomor telpon lo deh Sis, entar biar enak kita kontak - kontakannya." kata Desta, setelah ngobrol panjang lebar dan ternyata orangnya asik banget. Langsung nyambung dan juga suka bercanda. Masuklah ke Siska.


"Oke, catet nomor gue."


Beres, keduanya pun sudah bertukar kontak. Dan sepertinya Desta juga ada rasa tertarik pada Siska.


"Eh, ini foto profil lo emang gak ada ya?"


"He'em, emang sengaja gak gue pasangin DP, soalnya takut kena guna - guna." Jawab Siska asal.


"Hahaha, ada - ada aja lo."


"Ckckck! PD banget lo, palingan yang guna - guna cuma semangat di awalnya aja. Abis itu nyesel begitu tau kelakuan lo kayak apa." Ini si Krisna ikut nimbrung dan mulai ngeledek lagi.


"Ih! kayak kelakuan lo bener aja."


"ya iyalah kalau kelakuan gue gak bener, mana mau si Raya sama gue."


"Ya siapa tahu udah lo guna - guna. Mangkannya iya - iya aja."


Dibalik keasyikan obrolan mereka. Ternyata ada satu orang yang hatinya lagi panas. Zidan, sedari dari tadi terus menelpon Siska, tapi Siska mengacuhkannya. HPnya sengaja di mode silent biar gak mengganggu. Padahal itu panggilan tak terjawabnya sudah mencapai 20 lebih.


"Eh, ngapain nih makhluk? tiba - tiba videocall?." Krisna heran. Ternyata Zidan pindah haluan menghubungi Krisna karna sedari tadi panggilannya gak dia angkat oleh Siska.


"Ada apa bro? tumben lo VC gue?." Krisna nyaut.


"Lagi dimana lo? ada Siska gak disitu?."


"Hm, ternyata." Krina langsung mencebik. Paham kalau cuma jadi perantara doang.


"Siska disana 'kan?."


Ya meskipun sedikit kesal, Krisna mengacungkan ponselnya ke arah Siska biar Zidan bisa lihat. "Nih, cewek lo ada disini!."


"Ih! apaan sih lo, cewek, cewek. Gue bukan ceweknya siapa - siapa ya! dan stop jodoh - jodihin gue sama dia." Jelaslah Siska langsung menampik. Secara lagi PDKT sama Desta.


"Sis, lo jangan nakal, ya! atau entar lo gue hukum beneran kalau lo nakal saat gak ada gue." Zidan malah yang nyaut. Tapi ada satu kelegaan di wajahnya yang terpampang di layar ponsel Krisna. Yaitu, Siska tak jadi memakai baju seksinya.


"Bodo! emang gue pikirin."

__ADS_1


Zidan menyeringai, "Oke, 5 hari lagi gue udah pulang. Tunggu aja, gue cium beneran lo sampai lemes."


Sontak Siska langsung membelalakkan mata. Kenapa mulutnya Zidan gak bisa dikondisikan? Hallo, ini dia lagi PDKT, tolong!. Jangan sampai ancur.


"Hahaha kangen, si kangen bro tapi jangan brutal gitu bro, kasian Siska, gak bisa nandingin entar. Tapi tahu juga sih, kayaknya lo juga ngarep ya?." Dan si Krisna malah ngeledek ditengah keruhnya hati si Siska yang lagi memandang Desta tak enak. Sumpah, itu wajahnya Desta juga lagi speechlees.


"Dasar lo sinting lo pada!." Siska memaki kesal.


"Ngaku aja deh Sis, seminggu lebih gak ketemu pasti kangen 'kan ke Zidan?." Krisna memprovikasi lagi.


Tapi untungnya ada si Raya yang pasang badan untuk Siska. Bukan pasang badan si sebetulnya, dia cuma mau menjalankan misi, mengungkapkan perasaan Zidan yang sesungguhkan pada Siska. Biar si Siska gak galau lagi.


"Heh! lo! Zidan Zedeng! lo jangan suka gangguin sahabat gue, ya. Lo, kalau cuma mau main - main jangan sama Siska. Siska itu cewek baik - baik. Jadi tolong otak lo yang mesum itu kondisikan. Nyosor aja lo bawaannya. Lo kira sahabat gue gak ada harga dirinya apa?."


"Yang mau main - main itu siapa si Ray, gue gak main - main. Gue cium dia juga karna dia suka. Iya 'kan sayang?."


"Ih! mana ada. Siska udah cerita, lo yang suka maksa. Iya 'kan Sis?."


"He'em betul." Siska iya - iya aja dengan tampang polos.


"Hm, gak mungkin. Dia pasti suka. Kalau gak suka gak mungkin dia minta cium sambil ngerengek ke gue."


"Ih, ngarang lo!." Siska nyaut.


"Eh, lo kalau bikin cerpen jangan disini deh. Imajinasi lo kejauhan." dengus Siska dengan muka tak enak pada Desta yang sedari tadi cuma senyum. Tapi terlihat senyumnya lagi dipaksa.


Tapi tunggu dulu. Ini otaknya Siska tiba - tiba aneh. Dia tiba - tiba jadi ingat sesuatu.


"AAHHHH!!!." Siska tiba - tiba teriak gak jelas.


"Ih, Siska! kenapa tiba - tiba teriak?." Raya yang disampingnya jadi kaget, begitu juga dengan semua orang, mereka jadi heran sendiri dengan sikap Siska yang tiba - tiba teriak gak jelas.


"AAHHHH!!!." Kali ini sambil membelalakkan matanya dan menutup mulutnya.


Ada sekelebat bayangan saat dirinya mabuk dan mulai duduk dipangkuan Zidan dengan sikap centil. Saat itu gambaran dirinya lagi sengaja menggoda Zidan dengan menunjukkan belahan dadanya.


"AAHHH!!!"


"Eh, lo jangan gila!." Lagi - lagi Raya menimpali.

__ADS_1


Siska menatap Raya dengan tampang speechleesnya. Didalam otaknya memutar lagi kejadian lainnya saat tangannya mulai mengusap bibir Zidan.


"HAHH???."


Setelahnya Siska mulai mencium Zidan lebih dulu hingga ciuman itu berubah jadi lebih intens dan dalam.


"Sis, lo jangan bikin gue takut." Raya masih bingung sendiri.


Wajah Siska semakin speechlees ketika suara tawanya yang terbahak - bahak saat meledek adik Zidan bangun juga ikut serta muncul dibayangannya.


Bayangan itu kemudian berganti dengan sikap Siska yang merengek seperti anak kecil kalah minta cium lagi ke Zidan.


"OH MY GOD! SISKA!!."


Ini beneran dia begitukah saat mabuk? dan kemudian ingatan terakhir saat Zidan bilang, "Sis, gue jamin, besok kalau lo inget kejadian sekarang, lo pasti bakalan malu setengah mati."


Seketika itu Siska langsung lemas dibuatnya. Wajahnya langsung pucat karna rasanya sekarang dia beneran malu.


"Ray, gue inget, kejadian pas mabuk." Siska dengan suara getirnya.


"Akhirnya, lo ingat." gumam Zidan tersenyum puas.


"Maksud lo?." Raya jelas gak paham apa maksudnya.


"Omongannya Zidan bener, gue malah minta cium ke dia, Ray." Dengan polosnya Si Siska malah membongkar aibnya sendiri dihadapan Desta dan Krisna.


"Yang bener lo?." Raya kaget tak percaya.


"Iya, gue bahkan duduk dipangkuannya, terus kita ciumannya brutal banget." Lagi - lagi Siska bongkar - bongkaran.


"Astaga, lo gila ya!." Raya yang tadinya membela malah hilang muka. Ini konsepnya gimana sih? kok malah jadinya ngaku di depan gebetan baru?.


"Hahaha, Siska - Siska. Ternyata jiwa mesum lo, masih ada, ya?" ledek Krisna. Tapi Siska yang diledek masih setengah sadar jadi tak menanggapi.


"Jadi gue harus gimana Ray? ini gue malu banget. Ini gue kalau ketemu Zidan harus gimana?."


"Hahaha, eh lupa lo? Zidan 'kan juga ada disini." Krisna menimpali sambil tertawa renyah.


"Hah?? mana? dimana?." Siska langsung membelalakkan matanya. Otaknya beneran ngelag. Dan malah mencari keberadaan Zidan.

__ADS_1


"Iiishhh!! Siska!! Kenapa lo jadi Oon gini sih?." Raya kesal sendiri. Ini, si Siska katanya minta bantuan biar tahu perasaannya Zidan, tapi kenapa jatuhnya dia yang secara gak langsung ngakui perasaannya?.


Zidan menahan tawanya. Ini si Siska beneran lagi konyol banget. Astaga. Bisa - bisanya dia langsung lupa keberadaannya. Karna sudah tak tahan melihat sikap koyol Siska yang tiba - tiba. Jadi Zidan pun menutup panggilan videocallnya tanpa pamit. Kasian juga, udah gak punya muka soalnya.


__ADS_2