
Sudah 1 minggu lebih sejak Zidan pamit pergi ke Jogja untuk urusan proyeknya yang lebih besar. Dan selama seminggu lebih ini Zidan terus gencar mengirim pesan pada Siska.
"Sis, lo gak kangen sama gue? gue kangen banget sama lo."
"Sis, lo gak mau kesini? disini pemandangannya bagus. Liat air lautnya biru."
"Sayang, liat langit senja di borobudur, bagus 'kan?."
"Ini candi prambanan."
"Ini malioboro."
"Ini jalanan yang lagi dilebarin."
"Ini stadion yang lagi direhab."
Dan banyak lagi yang lainnya termasuk video gak penting dan juga foto selfi dirinya sendiri dengan segala mode gaya yang entah kenapa jatuhnya malah seperti laporan rutin pada pacar yang lagi LDRan.
Satu lagi yang Siska gak habis pikir. Zidan juga selalu melakukan videocall, dipagi hari dan di malam hari. Dan itu rutin. Yang kalau gak diangkat bukannya menyerah malah semakin menjadi - jadi ngubunginya.
Contohnya seperti sekarang. Ini adalah deringan ke 10 di malam ini, yang karna sudah jenggah mendengar ponselnya terus berdering Siska pun mau tak mau menerimanya.
"Please deh Zidan, lo ini, apa - apaan sih? gak pagi gak malem lo VC gue terus? lo gak punya kerjaan ya?" Saat itu Siska lagi duduk dimeja rias memoles wajahnya dengan make up, dan ponselnya sengaja disandarkan di kaca meja riasnya biar kalau ngomong lebih enak.
"Lo mau kemana? kok lo dandannya cantik gitu? bukannya ini udah malam?." Zidan malah lebih penasaran kenapa Siska dandan cantik.
"Emang kenapa? gak boleh gue dandan cantik?"
"Ya 'kan udah malem, apa lagi ini weekend. Jangan - jangan lo mau ke clubbing ya?."
"Huh, andai aja bisa. Pasti gue pergi beneran."
Oke, jawaban itu cukup membuat Zidan tenang.
"Terus mau kemana?."
"Ih! apaan sih lo kepo banget?."
__ADS_1
"Ya gue mau tahu, kenapa lo dandan cantik gitu."
"Ya, suka - suka dong!."
"Siska! gue gak lagi bercanda!." kali ini nada bicara Zidan sangat tegas.
"Ih! Gue mau kerumah Raya, kenapa? lo mau ikut?"
"Kerumah Raya? kalau cuma kerumah Raya kenapa harus dandan cantik gitu? lo mau godain si Krisna?." Zidan jelas heran dong, ini jelas mencurigakan. Karna gak mungkin kalau hanya kerumah Raya Siska dandannya secantik ini.
"Cih! dari pada godain si Krisna mending gue godain si Firman, lebih low profile."
"Aish! dasar! suami sahabat sendiri masih mau lo embat juga."
"Bodo!."
"Emang ada acara apa sih di rumah Raya? kok kamu dandan cantik gitu?." Zidan kembali kepo. Tapi karna kekepoannya itu Siska malah jadi terpancing untuk menggoda Zidan.
"Eh, bentar ya, gue ganti baju dulu. Jangan ditutup, gue pengen tahu pendapatan lo." Yap, dengan senyum nakalnya Siska menangkupkan layar ponselnya kebawah. Biar kalau ganti baju Zidan gak bisa liat.
Dan tara. Siska memakai dress vintage diatas lutut alias mini dengan atasan bermodel tanktop. Otomatis Zidan pun langsung mengdengus kesal. Apa - apaan lagi Siska ini kenapa bajunya selalu mini - mini terus dan menunjukkan lekuk tubuhnya?.
"Gimana gue cantik gak?." Ya, yang diajak omong malah sibuk sendiri memamerkan bajunya sambil berpose.
"Jelek! ganti!."
"Ih! jelas cantik gini, kenapa gak mau ngakui?."
"Enggak! lo jelek, gue gak suka! udah sana cepet ganti!. Emang lo mau ngapain pakai baju kayak gitu? bisa - bisa Raya salah paham entar sama lo."
"Ih, gak mungkin dia salah paham, orang gue dandan emang dia yang suruh. Soalnya bentar lagi mau makan malam bareng temen - temen kantornya Krisna. Hihihi..." Dan Siska pun tertawa centil.
"GAK BOLEH! gue gak ngijinin!!." Sesuai dugaan, Zidan pasti naik pitam.
"Emang lo siapa gak ngijinin? lo bukan siapa - siapa gue, jadi gak ada hak ngelarang gue buat PDKT sama cowok lain. Jadi gimana penampilan gue? keliatan seksi menggoda gak?." Tahu 'kan kalau Siska emang sengaja manas - manasin.
"Kalau lo berani datang atau PDKT sama cowok lain. Liat aja lo gak bakalan selamet begitu gue balik kesana!." Ancam Zidan dengan nada bengis. Yang kemudian juga menutup sambungan VCnya juga tak kalah bengis.
__ADS_1
"Lah? kenapa jadi emosi banget?." Siska bergumam sendiri. Padahal aslinya dia cuma ingin godain Zidan aja tapi tanggapan Zidan malah melebihi ekspektasinya.
Tapi sudahlah. Sekarang yang penting dia pergi kerumah Raya. Kenalan sama Desta atau Luky yang akan jadi kandidat pacar atau apapun itu nantinya. Tapi sebelum itu, Siska kembali mengganti bajunya lagi dengan baju yang lebih tertutup. Ya cukup pakai celana jeans dan baju lengan panjang. Karna memang selain dingin, Siska juga tak ingin memamerkan tubuhnya yang seksi pada sembarang orang.
"Sis, kok baru datang sih? ini kita udah mulai makan tahu." Raya yang baru saja membuka pintu rumahnya langsung mencecar Siska gitu aja. Ya maklum memang janjiannya jam 6 tapi Siska malah baru datang di jam 8 kurang dikit.
"Hehehe, sorry tadi keasyikan nonton drakor jadi lupa waktu." Siska nyengir.
"Eh, tunggu dulu. Gue tadi bilangnya ke Krisna kita mau lembur lo Sis. Gue gak bilang kalau lo mau gue kenalin ke Desta. Jadi lo harus ngikut rencana gue. Kalau enggak gue entar yang dimarahin, soalnya si Krisna itu ada dipihaknya si Zidan. Paham 'kan lo?." Raya mengingatkan dulu sebelum masuk.
"Oke, siap. Itu mah gampang yang penting bisa punya gebetan baru." Siska mah iya - iya aja.
"Oke, good!."
Raya pun membawa Siska masuk dalam rumah. Mereka kemudian bergabung dimeja makan bersama Krisna dan Desta. Yang saat makan pun masih mengobrolkan tentang pekerjaan kantor.
"Sis, kita makan dulu. Entar kalau udah makan baru deh kita mulai lembur." si Raya langsung mood akting.
"Em, oke, kebetulan emang gue belum makan malam." jawab Siska, dimana matanya langsung memindai sosok lelaki yang ada disebrang. Sedangkan yang disebrang sebetulnya juga sama. Sama - sama curi pandang.
"Nih, makan yang banyak. Lama 'kan lo gak makan dirumah gue." si Krisna ngomong. Tangannya juga sibuk mendekatkan beberapa lauk makanan ke Siska. Ya meskipun begitu modelannya tapi Krisna ini emang bisa dibilang cowok yang perhatian sama temen - temennya. Mangkannya si Raya kepincut.
"Oke, thank you. Krisnong."
"Oh iya Des, dia temen sekantor gue, sekaligus sahabat gue dari SMP, namanya Siska. Kenalin." Raya akhirnya mengenalkan Desta pada Siska.
"Uhm..." Si Desta manggut - manggut.
"Kenalin gue Desta, sorry gak bisa jabat tangan, tangan gue lagi kotor." Desta tersenyum manis ke Siska. Tadi juga menunjukkan tangannya yang memang sedang blepotan saos.
"Siska. Iya gak apa - apa, santai aja." jawab Siska ikut senyum.
Si Desta ini ganteng juga. Tapi kalau di banding Zidan masih jauh gantengan Zidan. Kelebihannya mungkin dibadan. Badannya lebih kekar dan lebih tinggi dia dibanding Zidan. Tapi meskipun begitu, masih kelihatan manly si Zidan dari pada Desta. Eh? kok malah bandinginnya sama Zidan ya?. Dasar si Siska, udah ada gebetan baru masih aja kepikiran si Zidan. ckckck!.
*******
Thank you yang udah baca, jangan lupa like, comennya votenya juga ya,
__ADS_1
Biar authornya tambah semangat yang nulis,
Ada rasa seneng tersendiri lo waktu baca komen dari pembacaš„°