
"Morning..."
Senyuman hangat penuh cinta menyambut Siska yang baru saja bangun. Zidan sudah bangun lebih dulu sedari tadi. Cuma dari tadi memilih tetap berbaring disamping istrinya. Menatap penuh cinta, memindai setiap inci wajah sang istri sambil mengagumi dalam hati betapa cantik dan menggemaskannya Siska saat dalam keadaan terlelap.
"Mau sarapan dulu atau mau mandi dulu?." pertanyaan itu kemudian keluar dari bibirnya dengan nada penuh perhatian.
Siska mengurai senyum tipis dibibirnya. Bahagia karna perhatian yang diberikan Zidan untuknya.
"Mandi dulu."
"Oke, aku siapin dulu air mandinya." Dengan cekatan Zidan langsung bangun dan beranjak dari atas kasur. Tapi kemudian berbalik lagi untuk memberikan sebuah kecupan di kening Siska.
Cup.
"Ih!." Dengan wajah bersemu merah, Siska berkelakar manja.
"Tunggu ya, aku siapin dulu."
"Heem."
Ah, baru aja bangun dari tidur. Zidan udah bikin Siska melting dengan sikapnya.
"Sayang, airnya udah siap." Zidan memberitahu Siska yang ternyata kembali terlelap selama dirinya sibuk menyiapkan air untuk mandi.
"Uhm, sarapan dulu deh, aku masih ngantuk." Dengan nada malas serta mata yang masih terpejam Siska jawab.
"Ya jangan dong, harus mandi dulu. Airnya udah aku siapin. Kalau sarapan masih belum."
"Gak apa - apa. Aku sabar kok tunggu kamu buat sarapannya." Siska malah menarik selimutnya dan semakin mengeratkan pelukannya ke guling untuk mencari posisi yang nyaman.
__ADS_1
"Sayang, ayo mandi. Airnya 'kan udah aku siapin, entar keburu airnya dingin." Zidan menarik Siska sampai terduduk.
"Ya tapi aku masih ngantuk." Siska malah ngerengek, dan berusaha untuk tidur lagi, tapi ditahan oleh Zidan.
"Gak bisa harus mandi dulu. Pas kamu mandi aku siapin sarapannya. Ini juga udah jam 8. Mama sama Papa tadi udah telpon juga, udah nungguin kita mereka." Zidan mengingatkan. Agenda hari ini mereka akan packing semua barang - barang Siska yang ada di kontrakan.
"5 menit." Siska nawar.
"Gak bisa! harus mandi sekarang."
Tak mau mendengar alasan Siska lagi. Zidan pun langsung menggendong Siska ala bride style menuju kamar mandi.
"Ahhh, Zidan!." Siska protes seraya mengalungkan kedua tangannya ke leher Zidan karna takut jatuh.
"Jangan protes lagi. Aku jamin kamu pasti gak akan nyesel."
Dan benar saja apa yang sudah dikatakan Zidan. Siska langsung dibuat takjub oleh pemandangan kamar mandi didepannnya. Bathtubnya itu sudah terisi air hangat dengan aroma wangi dari essential oil dan taburan bunga mawar diatasnya.
"Ya 'kan, biar kamu seneng. Seneng 'kan?."
"Heem." Siska jawab, sambil senyum dan angguk - angguk.
"Ya udah cepet mandi. Aku buatin sarapan dulu."
Disaat Siska menikmati sensasi mandi sambil berendam dengan suka cita. Zidan mulai menyibukkan dirinya di dapur. Jangan ditanya Zidan bagaimana kalau ada didapur. Jelas dia sudah sangat ahli bahkan pastinya akan lebih ahli dari pada sang istri. Meskipun sekarang dia hanya memasak beberapa menu sederhana.
Makanan baru saja tersaji dimeja pantry. Dan Siska juga baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Segeralah saat itu Zidan langsung melayangkan padangannya dengan senyum yanh mengembang diwajah.
Senyum itu seketika luntur dari bibirnya, berganti dengan gerakan jakun yang naik turun karna menelan savila. Astaga, Siska keluar dari kamar mandi pakai kimono mandi tipis berbadan satin diatas lutut. Ya otomatis paha mulusnya jadi terespos sempurna dan itu tidak baik bagi kerja jantungnya Zidan.
__ADS_1
"Hem... dari baunya aja udah enak banget nih kayaknya." Tanpa merasa bersalah Siska malah duduk disampingnya alih - alih duduk dihadapannya, membuat bau wangi dari essensial oil dan bunga yang sudah menempel dibadan istrinya itu seolah semakin menggoda imannya.
"Uuuhhhmmmm ...." Dan sekarang Siska malah menikmati makanannya dengan wajah berseri.
Hawa panas sedang menggrogoti Zidan tanpa Siska tahu. Posisi Siska yang sedang duduk itu, jelas membuat kimono yang digunakannya jadi tertarik keatas. Kalau udah seperti itu, otomatis paha yang dipertontonkan oleh sang istri malah semakin jelas dan sangat mendekati intinya.
"Zidan, gimana kalau mulai sekarang kamu aja yang masak? mulai sekarang kita bagi tugas, nanti biar urusan bersih - bersih biar aku yang ngerjain? gimana? kamu mau 'kan?." Siska mengeluarkan pendapatnya dimana setelahnya segelas air putih berhasil diteguknya juga.
Dasar, otak Zidan yang sudah kotor. Gerakan Siska yang sedang meneguk air putih itu malah tampak begitu seksi dan menggoda dimatanya. Apa lagi air yang diminumnya itu, ada yang menetes dan terjatuh membasahi leher hingga turun ke belahan dada Siska. Sungguh ini adalah godaan terbesar untuknya dipagi hari.
"Gimana menurut kamu? Kamu 'kan tahu kalau aku gak bisa masak."
Zidan menelan ludahnya. Dengan canggung dan juga gerakan cepat, Zidan ikut meneguk air putih juga. Beberapa kali juga nafasnya yang tampak memburu berusaha dinetralisiskan. Sabar, harus nahan diri, istrinya lagi datang bulan. Belum bisa dijamah. Jadi sebisa mungkin jangan disentuh. Atau kalau enggak nanti malah ada negara api yang menyerang terus apinya sulit buat dipadamkan.
"Gimana? mau gak? kamu jangan bingung gitu. Kamu 'kan tahu kalau aku gak bisa masak." Siska memohon, wajahnya bahkan sengaja Dibuat semelas mungkin agar Zidan jadi tak tega.
Tapi bukannya tak tega, Zidan malah semakin terpancing. Otaknya kan lagi traveling sibuk menelanjangi sang istri. Ya mau gak ditelanjangi gimana. Baunya wangi. Pahanya mulus. Lekuk tubuhnya terlihat sempurna karna ikatan tali kimono yang membuatnya jadi pressbody. Leher jenjang juga sedang dipertontonkan sempurna karna rambut yang digelung. Bahkan sekarang Zidan juga bisa mengintip aset berharga yang tersembunyi dibalik bra milik istrinya itu.
"Zidan!!!." Siska jadi kesal karna merasa tak digubris.
"Sis, cepet pakai baju yang bener sana. Kamu tahu gak? kamu ini lagi bikin aku gagal fokus. Kalau kamu lagi datang bulan, please jangan pakai baju seksi sama tipis gini didepanku. Aku bisa gak tahan nanti. Kamu lagi datang bulan." Bukannya menjawab pendapat Siska, Zidan malah mengutarakan pikirannya dengan nada frustasi.
"Kok kamu malah jadi bahas baju aku? Perasaan baju aku biasa aja deh. Dasar otak kamu aja yang sukanya aneh - aneh! pantesan dari tadi aku ngomong kamu gak peduli!." Siska berkerut. Baru aja Siska merasa diperhatikan dan disayang, eh sekarang si suami balik ke mode mesumnya. Jadi kesel 'kan akhirnya.
"Biasa gimana? ini tali kimono kamu aku tarik sekali aja, aku pasti bakalan bisa liat kamu telanjang. Jadi please sebelum aku tarik beneran itu talinya mending kamu sekarang ganti. Ayo kita makan dengan tenang. Kamu jangan mancing - mancing aku terus Sis, padahal kamu tahu kalau aku sedari semalam udah gak tahan." Masih dengan nada frustasi sekaligus memohon Zidan ngomong.
"Ish!!!! kamu tahu gak sih? kamu itu nyebelin! baru aja aku seneng karna kamu yang perhatian. Tapi ternyata kamu masih aja sama pikirannya!." Siska mendengus kesal.
"Iya, terserah kamu aja, yang penting kamu ganti baju, ya ..."
__ADS_1
"Ish!!!."
****