Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
16. Klaim kepemilikan


__ADS_3

"Lo! cepet balikin tasnya Siska!." perintah Raya setelah Zidan mentok menabrak tembok.


"Iya, gue balikin, tapi kalian mundur dulu, jangan bikin gue takut."


"Enak aja! enggak! kita gak bakalan mundur kalau lo gak balikin tasnya. Sekarang lo bilang lo taruh mana tasnya, biar si Siska ambil sendiri." Si Raya memang bisa diandalkan. Dia gak akan melepaskan Zidan sampai keinginannya tercapai.


"Di kamar, di atas meja."


"Sis, cepet ambil." perintah Raya yang kali ke Siska dan langsung dilaksanakan.


"Ini kalian pada mau ngapain? kenapa pakai baju kurang bahan gini?." Meskipun lagi diintimidasi, bukan berarti Zidan gak berani tanya dong, karna gak mungkin juga hanya karna mau datang ke apartemennya mereka pakai baju seksi.


"Kenapa lo takut kita godain lo?" Feby yang nyaut. Dia sekarang berdiri disamping Raya, takut Zidan kabur.


"Ya iyalah jelas, ini lo pada tiba - tiba datang pakai baju kurang bahan malem - malem. Ini kalau si Krisna sama Firman tahu terus salah paham gimana? Lo pada mau cerai sama gagal nikah, gitu?."


"Hahaha." Raya dan Feby tiba - tiba tertawa. Gak nyangkah Zidan ini bisa mikir sampai sana.


"Astaga Zidan. Eh, lo GR banget sih, yang mau godain lo siapa emang? lagian gantengan suami gue kemana - mana sama lo!" Raya menimpali. Sekarang dirinya sudah mundur teratur begitu juga Feby yang duduk di sofa.


"Yes, true. Gantengan Firman kemana - mana."


"Ya, ya, terserah lo pada deh, tapi ini kalian mau kemana? kenapa pakai baju kayak gini? bikin mata gue sakit aja!."


"Eh, kita lagi seksi ya... coba lo liat nih, tubuh seksi gue." Raya menyentuh tubuhnya secara sensual. Dia juga sedikit membusungkan dadanya agar terlihat semakin menggoda.


"Aaaiiiissshhh!!!." Zidan membuang muka. Dari mukanya saja sudah terlihat geli. Dia benar - benar tak tertarik sama sekali dengan Raya walaupun sudah begitu. Ya mungkin karna si Raya sudah jadi istri sahabatnya.


"Lo, please jangan ikut - ikut. Gue geli yang liat." perintah Zidan pada Feby, yang cuma dijawab dengan cebikan.


"Gimana Sis? udah tasnya?" tanya Feby begitu melihat Siska yang keluar dari dalam kamar Zidan.

__ADS_1


"Udah, nih."


"Periksa! sapa tahu ada yang sengaja diambil terus buat jebak lo lagi supaya datang kesini lagi." ucap Raya.


"Udah, aman."


"Oke, yok lets go!" Feby bangkit dari duduknya. Dan meminta 2 sahabatnya untuk segera meninggalkan apartemen Zidan.


"Lo mau kemana? lo ngapain pakai baju kayak gini?." Zidan menghentikan langkah Siska. Dari tatapannya sudah jelas kalau dia sedang serius dan tak suka dengan penampilan Siska yang seksi hari ini.


"Apaan sih lo? mau tau aja!." jawab Siska dengan nada ngegas seperti biasanya.


"Zidan lo ngapain sih? lo mau kita keroyok lagi ya?" Raya menyembur dari arah depan pintu. Kakinya bergerak masuk lagi menyelamatkan Siska. Tapi dihentikan oleh Feby yang lebih bisa membaca suasana.


"Jangan, ini pertengkaran antar calon pasangan." ucap Feby dengan suara pelan.


"Oh ya?"


"Oh..." Si Raya jadi manggut - manggut. Raya pun ikut menonton drama pertengkaran Siska dan Zidan.


"Jawab! lo mau kemana pakai baju kayak gini?"


"Apaan sih Zidan, ini bukan urusan lo ya!."


"Jelas, ini urusan gue. Karna lo itu milik gue, otomatis tubuh lo juga milik gue. Dan gue gak mau kalau ada yang lihat tubuh seksi lo selain gue!." ungkap Zidan yang sialnya cukup disukai oleh Siska. Ingat 'kan tadi, tujuan Siska kemari apa, selain untuk mengambil tasnya, dia ingin tahu reaksi Zidan tentang penampilannya saat ini. Kalau tentang kondisi, sudah jelas Zidan sudah baik - baik saja.


"Eh, mana bisa gitu? tubuh gue, ya tubuh gue. Terserah gue dong mau gue tunjukin kesiapa aja. Lagian kapan lagi coba bisa pakai baju seksi gini." Kali ini Siska sedang mencoba menggoda Zidan. Dia sengaja malah sedikit melorotkan bajunya agar belahan dadanya semakin terlihat. Gila sih memang. Tapi entah kenapa, rasanya pengen buat Zidan semakin kebakaran jenggot.


"Aaaiiiissshhhh!!! Lo!!!" Zidan mendengus frustasi. Seandainya saja sedang tak ada Raya dan Feby, mungkin Siska sudah habis dilahapnya. Cewek didepannya ini benar - benar berani sekali menggodanya.


Zidan melangkah cepat kedalam kamar, kemudian kembali lagi dengan kemeja ditangan. "Ini! Sekarang lo pakai ini. Jangan sampai tubuh lo diliatin banyak orang. Pokoknya, gue gak ngijinin!!."

__ADS_1


"Eh lo apaan sih!!" Siska memberontak, saat itu Zidan dengan kasar sedang memakaikan kemejanya ditubuh Siska. Dan ternyata selain Siska ada Feby yang tiba - tiba maju ikut menghentikan.


"Eh, stop!." Itu suara Feby.


"Apaan sih lo Feb?" tanya Zidan heran, kenapa Feby jadi ikut - ikutan.


"Eh, enak aja lo, makein Siska baju. Asal lo tahu, ini udah jadi kesepakatan kita ya, kalau hari ini pakai baju seksi. Gue mau bachelorette party, jadi lo jangan ngacau. Atau kalau enggak gue bakalan ngamuk lebih gila dari pada ini!." Feby memperingatkan, enak aja main nutupin tubuh Siska.


"Bachelorette party? dirayain dimana? di bar mana?" Seketika pikiran Zidan jadi traveling. Gimana gak traveling. Mereka pakai baju seksi di malam hari, ternyata mau merayakan akhir masa lajang. Kalau itu dirinya, sudah pasti akan dirayakan dalam bar sambil minum dan melirik beberapa cewek cantik.


"Udah lo gak usah bawel. Gue juga gak mau bilang ke lo. Pokoknya sekarang, gue mau bawah Siska. Lo jangan ngalang - ngalangi lagi. Karna kita mau have fun. Oke?."


"Gue ikut!."


"Eh enggak! ngapain lo ikut! ini partynya kita para cewek - cewek!." Siska spontan tak setuju.


"Terserah, kalian setuju atau enggak, yang pasti gue tetep ikut." Zidan tak peduli, baginya sekarang yang penting bisa melindungi Siska dari gangguan atau lirikan para lelaki hidung belang diluar sana. Ya, meskipun yang dijaga gak merasa.


"Lo ini, mau ngerusak acaranya kita - kita, ya?." Kali ini si Raya ikut menimpali.


"Gue gak mau ngerusak, gue cuma mau memastikan sesuatu. Jadi, ayo sekarang berangkat. Gue yang anterin dan jadi pengawal kalian. Atau kalau enggak gue bakalan ngadu ke Krisna sama Firman kalau lo pada niatnya bukan party tapi malah mau tebar pesona sana sini terus ngelirik cowok - cowok di luar sana, biar sekalian habis ini lo berdua gak boleh kemana - mana lagi." ancam Zidan.


"Ih, kok lo jadinya gitu?" Feby tak terima, ini ancamannya Zidan sudah keterlaluan menurutnya.


"Ya mangkannya ayo. Atau gue aduin beneran nih? Gue gak jadi ikut, tapi gue ikuti kalian diam - diam. Terus gue foto dari belakang sewaktu kalian ngomong sama orang, biar deh salah paham, ya salah paham."


"Aaaiiishhh!! dasar lo nyebelin!."


"Brengsek lo, Dan!."


"Ih, lo tuh ya, gila lo!!."

__ADS_1


Ya biarlah dapat umpatan dan makian dari semua cewek - cewek ini. Asalkan Siska bisa aman ditangannya. Begitu pikirnya.


__ADS_2