Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
6. Mood Pagi Hari


__ADS_3

Tin ... tin ...


Tin ... tin ...


Tin ... tin ...


"Isshhh!!!! apa - apaan sih dia!." Siska menggerutu tanpa menoleh sedikit pun ke arah mobil yang sedari tadi mengikutinya dengan pelan dari belakang. Pagi ini, Siska sedang berjalan seorang diri menuju kantornya.


Tin ... tin ...


Tin ... tin ...


Tin ... tin ...


"Huft!!!" Rasanya suara klakson dari mobil Zidan semakin memekikkan telinganya. Disini, Siska rasanya sudah ingin sekali memaki atau mengutuk si Zidan. Seharusnya Zidan paham 'kan? kalau dia tak merespon itu tanda dia lagi gak ingin diganggu.


"Astaga, kayaknya lo budeg beneran deh, Sis, diklaksonin dari tadi gak respon sama sekali." Saat itu mobil Zidan sudah sejajar dengan langkah kaki Siska, bukan lagi ada dibelakangnya.


"Iya, gue emang budeg! kalau seandainya dibawah ke THT, pasti penyebabnya adalah mobil lo!."


Lihat 'kan? responnya pasti jutek, tapi Zidan suka itu. Pagi - pagi bertemu dengan Siska. Bisa gangguin atau sekedar menggoda mantannya itu benar - benar membangkitkan mood di pagi hari.


"Hahaha, astaga Sis, lo pagi - pagi udah marah - marah aja, senyum kek dikit."


"Ya lo, pagi - pagi udah nongol aja, bikin hari gue yang indah jadi surem aja!."


Zidan memutar stir dan menghentikan mobilnya setelah mobilnya sedikit menyerong. Tujuannya saat itu adalah menghentikan langkah Siska dan membawa cewek itu bersamanya.


"Lo mau apa? jangan macam - macam ini masih pagi!." Secara spontan Siska merasa kalau dirinya dalam ancaman. Dia melindungi dirinya dengan cara menyilangkan kedua tangannya didada. Siapa tahu Zidan mau berbuat sesuatu yang nekat.


"Gak mau ngapa - ngapain, cuma mau bawah lo biar masuk dalam mobil gue."


Dengan sedikit paksaan, Zidan menarik tangan Siska dan memasukkannya kedalam mobil.

__ADS_1


"Eh, lo gila lo! mau lo bawah kemana gue?" Siska yang tenaganya kecil, meskipun merontah tak bisa mengalahkan Zidan. Kini, badannya sudah terhempas di jok depan sebelah pengemudi dengan sedikit kasar.


"Sssttt!! gak usah bawel, gue cuma mau kita berangkat ke kantor lo bareng." jawab Zidan, setelah dirinya masuk lagi dan kemudian langsung melajukan kembali mobilnya.


"Iiissshhh!!! lo tuh, ya! bangsat lo!! Dasar sedeng!!!" Kan? meluncur juga akhirnya makiannya karna Zidan yang memaksakan kehendaknya.


"Udah tau kalau gue bangsat sama sedeng, tapi kenapa tadi gak ngerespon sama sekali? ya udah akhirnya jiwa psikopat gue 'kan bangkit. Pasti sakit 'kan pergelangan tangan lo habis gue tarik?"


"Lo pikir gimana? Lo pikir kira - kira sakit gak?" Padahal udah tahu jawabannya tapi Zidan malah tanya.


"Sini, kalau sakit gue tiup." Zidan mencoba meraih pergelangan tangan Siska, tapi malah dapat geplakan kasar dilengan tangannya.


"Aaarrrggghhhh!!! kok lo mukul sih?" protes Zidan mengusap lengannya yang terasa perih akibat pukulan maut Siska.


"Dari pada di tiup, gue lebih seneng kalau gue bisa langsung ngebales perbuatan lo! jadi sekarang kita seri."


"Lo, bisa gak sih kalau gak pakai ngegeplak?"


"Ya, siapa suruh lo gangguin gue! Lagian ini masih pagi, ngapain lo ke kantor gue? lo beneran mau bikin hidup gue gak tenang ya? atau lo beneran masih cinta sama gue? jadi sekarang lo mutusin buat ngejar gue beneran gitu?"


"Kalau iya gimana? gimana kalau gue beneran mutusin buat ngejar lo beneran? Dan gimana kalau ternyata gue beneran masih cinta sama lo? Pastinya lo seneng 'kan?" Saut Zidan setelah mobilnya terparkir sempurna dan mesinnya dia matikan dan dengan sengaja langsung mencondongkan badannya lebih mendekat ketubuh Siska.


"Lo jangan aneh - aneh, jangan bikin gue jadi tersiksa!."


"Emang anehnya dimana? Dan kenapa lo malah jadi tersiksa? Seharusnya lo bangga dong kalau ada orang yang cinta sama lo terus ngejar lo."


"Cinta - cinta, cinta pala lo!."


"Hahaha, ya iya lah, emang dikepala gue sekarang lagi dipenuhi nama lo, jadi seperti yang gue bilang tadi, siapin diri, karna mulai hari ini rencana gue berubah. Gue bakalan beneran ngejerat lo, oke?"


"Huft!" Siska menghembuskan nafasnya kasar. Sebelum bicara serius dia harus menetralisir lebih dulu hatinya biar gak kembali emosi.


"Zidan, gue gak lagi bercanda. Please, gue minta tolong. Tolong, gue pengen hidup gue kembali tenang, jadi please jangan lakuin hal - hal yang aneh. Oke?"

__ADS_1


"Gue juga gak lagi bercanda Siskaku sayang..." Zidan, mencondongkan badannya lebih dekat lagi ke Siska.


"Ini beneran dari hati gue yang paling dalam. Gue cinta sama lo, sayangku ... I love you." Ini nada bicara Zidan sengaja dibuat lirih dan sensual hingga hembusan nafasnya pun juga sengaja dihembuskan kearah leher Siska. Itu trik, sengaja biar Siska jadi bergairah.


"Ih! lo tuh, apaan sih! jangan deket - deket! Gue geplak lagi lo ntar!." Siska mendorong tubuh Zidan. Tapi meskipun begitu, sejujurnya Siska hampir masuk perangkap Zidan. Dia tadi sempat gugup. "Gue tadi udah minta lo baik - baik harusnya lo dengerin, bukannya malah lebih deketin gue!."


"Hahaha, meskipun lo minta baik - baik bukan berarti gue harus nurutin 'kan? Gue ini udah terbius sama cintanya lo, sayang ..." Lagi - lagi Zidan mencondongkan badannya untuk lebih dekat dengan Siska.


"Ck! kayaknya lo selain bangsat, gila, sedeng sama psikopat, lo juga punya penyakit kejiwaan yang lainnya deh!." decak Siska sambil menatap tajam Zidan.


Ditatap dengan pandangan kesal sekaligus tak suka, membuat Zidan malah semakin tertantang.


"Semakin lo natap gue gitu, semakin gue tertantang buat naklukin lo ..."


Cup.


Satu kecupan ringan berhasil mendarat lagi di bibir Siska. Durasinya cuma beberapa detik. Tapi efeknya sungguh sadis.


"Aiiiisshhhhh!!!! Fu**!! lo beneran bangsat!! DASAR KAMPRET!!!"


Siska ngamuk. Dengan kasar, tangannya langsung meraih rambut Zidan yang klimis. Sekuat tenaga dia menarik dan menjambak rambut lelaki itu dengan sekuat tenaga sambil menggoyang - goyangkan kepalanya. Bagi Siska itu harus dilakukan untuk memberi pelajaran pada lelaki dihadapannya yang sudah dengan seenaknya malah menciumnya.


"Dasar lo brengsek! Lo kira gue cewek apaan, main cium - cium. Gue tadi udah minta baik - baik tapi kenapa lo malah semakin gila!! Mimpi apa gue ketemu sama lo lagi. Yang kayak gini yang katanya lagi frustasi lagi banyak pikiran gara - gara dihianati istrinya. FRUSTASI DARI HONGKONG LO!!!."


"Arrrggghhh!!! lepas Sis, Lepas, jangan ditarik - tarik rambut gue, ini entar rontok. Gila lo!!!!."


"BODO!!! SEBELUM LO MINTA MAAF SAMBIL SUJUD GUE GAK MAU NGELEPASIN!!!."


"Aduh, aduh iya, sorry, sorry ... gue minta maaf. Sorry banget ... Arrrggghhhh!!! Janji gue gak bakalan ngulang. Serius, gue gak bakalan ngulang lagi. Arrrggghhh!!! SISKA!!!."


"HUUUHHHH!!!" Dan sekali hempasan Siska pun melepaskan jambakannya dengan tatapan tajamnya yang siap membunuh kapan saja.


"Huft!! Gila lo! bisa - bisanya jambak gue?? aduh rambut gue berantakan 'kan jadinya. Aduh, kepala gue, nyilu banget. Aduh ini rambut gue rontok jadinya. Astaga, brutal banget jadi orang!."

__ADS_1


"Pegang kata - kata lo tadi! kalau enggak gue gundulin rambut lo dengan tangan gue sendiri! huh!!!." ancam Siska masih dengan mata yang menatap tajam dan hatinya yang super kesal.


"Iya, iya ... aduh, rambut gue ... hiks!."


__ADS_2