Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
26. With Desta


__ADS_3

"Mbak kenapa? lagi sakit?." Ibu - ibu pengunjung yang sedang duduk di depan meja pelayanan tanya.


"Oh, enggak bu gak apa - apa. Mungkin cuma kecapekan aja." Jawab Siska sambil tersenyum ramah.


"Istirahat mbak kalau lagi capek, biar gak sakit beneran."


"Iya, bu, nanti pasti istirahat."


"Iya, nanti begitu pulang kerja langsung tidur, minum obat. Terus kalau bisa besok gak usah masuk kerja biar bisa enak istirahatnya. Soalnya wajahnya mbak keliatan pucet sekali ini."


"Iya bu terima kasih. Bu, ini ya akte kelahirannya ya. Ini sudah jadi."


"Oh iya mbak terima kasih. Mbak ini ibu punya permen jahe, dimakan ya mbak biar badannya agak hangat." Sungguh baik sekali ibu ini, ngasih Siska segenggam permen jahe yang diletakkan di atas mejanya.


"Ya, ampun bu, ibu ini repot - repot. 1 aja bu cukup jangan banyak - banyak. Nanti saya malah kena tegur."


"Udah gak apa - apa, cuma permen aja masak mau di tegur. Cepet dimakan, biar gak lesu gitu mukanya."


"Iya bu. Sekali lagi makasih, ya bu."


"Fuih!."


Sepeninggalan ibu tadi Siska pun langsung menghela nafasnya berat. Ya, asal tahu aja. Sebetulnya Siska pucat dan tak bersemangat itu bukan karna kecapekan atau sakit. Tapi lebih pada pikirannya yang gak tenang. Ingatan saat mabuk benar - benar mengganggu pikirannya. Sumpah, bahkan Siska sendiri gak menyangka kalau dirinya bisa punya sisi mesum seperti wanita yang kurang belaian. Sungguh memalukan.


Ting tung.


Nomor antrian selanjutnya dipanggil. Dan kali ini sosok yang tak disangkah datang dan duduk dihadapannya.


"Loh? Desta?."


"Hee, iya," Si Desta nyengir.


"Ini kamu mau ngapain? Mau ngurusin apa?." Siska tanya, alias udah ke GRan.


"Em, gini Sis, kemarin 'kan dompet gue hilang. Terus KTP, SIM, STNK sama yang lainnya semua ada disitu. Jadi gue bingung nih, gue harus gimana. Tanya ke temen katanya suruh ngurus KTPnya dulu baru bisa ngurusin yang lain."


"Oh. Kok bisa? hilang dimana?." Seketika langsung down dong, tadi udah ke GRan 'kan.


"Gak tau, di colong tuyul kali. langsung raib soalnya dicari kemana - mana gak ketemu."


"Tebel kali dompet lo, mangkannya jadi sasaran."


"Haha, ya tebel sih emang, tapi gara - gara kartu. Kalau duit cuma 100 ribu doang."


"Berarti, itu tuyul milenial. Tau kalau sekarang jamannya gesek bukan cash."

__ADS_1


"Hahaha, iya kali."


"Oke, gue bantu prosesin ya, tapi ini lo bawah surat keterangan kehilangan dari kepolisian sama KK gak?."


"Enggak, gue gak bawah apa - apa. Soalnya gue gak ngerti gimana alurnya."


"Em, kalau mau ngurusi KTP lagi, syaratnya harus ada KK sama surat kehilangan dari kepolisian soalnya."


"Yah, jadi gimana dong? ini gue harus ke kantor pilisi dulu dong kalau gitu?."


"Iya." jawab Siska dengan wajah tak enak karna tak bisa membantu lebih.


"Ya, okelah kalau begitu, gue ke kantor polisi dulu aja kalau gitu. Tapi Sis, seumpama gue minta bantuan lo langsung tanpa harus ke sini lagi bisa gak? soalnya rada ribet kalau ijin keluar pas jam kantor. Ini aja cuma dijatah sampai jam makan siang. Belum lagi gue masih harus ambil KK dirumah."


"Iya gak apa - apa, dengan senang hati. Nanti habis pulang kerja juga gak apa - apa." Disini sebetulnya Siska merasa senang. Lumayan kan siapa tahu bisa sambil jalan berdua.


"Oke deh, lo pulang jam berapa?."


"Jam 4."


"Gue baru pulang jam 5, gimana dong? atau kita ketemuannya malam aja? sekalian sambil makan malam bareng mungkin." Desta sama - sama modus.


"Em, boleh."


"Oke, ntar gue jemput ya."


Bagai dapat durian runtuh. Siska yang tadinya udah gak semangat dan heboh dengan pikirannya sendiri, sekarang mendadak kembali ceria lagi. Ya harap maklum udah lama dia gak ngedate. Jadinya, malam ini Siska pun dandan secantik mungkin. Dengan misi supaya Desta bisa tertarik padanya.


"Enak ya disini tempatnya. Gue baru kali ini datang kesini. Padahal hampir setiap kalau ke rumah Raya cafe ini pasti gue lewatin." Siska nyeletuk. Saat itu mereka sudah berada di lantai atas cafe dengan konsep lampu remang - remah dengan pemandangan luar taman kota.


"Oh ya? padahal disini rekom banget lo. Selain tempatnya yang asik, masakannya enak dan harganya juga murah."


"Masak sih?."


"Heem, coba deh lo pesen. Gue jamin lo pasti suka."


Sesuai dengan perkataan Desta. Siska kemudian memesan beberapa menu makanan yang tak lama kemudian semua makanan dan minuman itu tersaji di atas meja.


"Em, heem, enak banget masakannya." mata Siska langsung berbinar begitu sesuap makanan masuk dalam mulutnya. Dia bahkan tak henti - hentinya menyuapan lagi karna sangking enaknya.


"Betulkan?."


"Heem, lo kok tahu aja sih kalau disini itu enak?."


"Ya, gimana ya, bisa dibilang gue pecinta kuliner kali, ya." Desta nyengir. "Entar deh kalau lo punya waktu, gue bisa ajakin lo ke cafe - cafe yang lainnya. Gue punya banyak cafe yang rekom yang bisa kita datengi. Ya, itu pun kalau lo mau." Ya jelaslah Siska pasti mau.

__ADS_1


"Iya gue mau, kapan? gue sih free kapan pun." Dengan semangat Siska menjawab.


"Eh, tapi jangan deh, entar pacar lo marah kalau gue ajakin lo." Sebetulnya disini Desta ingin tahu. Siska dan laki - laki yang di videocall itu ada hubungan apa sebenarnya.


"Pacar? pacar yang mana? gue gak punya pacar." jelas Siska menampik.


"Yang kemarin videocall lo itu. Siapa namanya? Itu pacar lo 'kan?"


"Zidan? Bukan! dia bukan siapa - siapa gue. Gue sekarang lagi free, gak menjalin hubungan dengan siapa pun jadi lo jangan salah sangkah."


"Tapi, dari obrolan lo sama dia kayaknya intim banget. Kayak lo punya hubungan istimewa sama dia."


"Enggak, kita gak ada hubungan istimewa. Dia cuma sekedar mantan yang emang suka godain gue. Terus kalau ngomong suka nyablak."


"Mantan?."


"Heem, mantan yang masih bucin. Masih suka ngejar - ngejar gue. Lo tahu 'kan kalau gue ini cantik, jadi mungkin dia susah buat ngelupain gue. Jadinya ya begitu deh." Entahlah meskipun sedikit ke PDan yang penting sekarang Siska bisa ngasih alasan.


Desta mendenguskan tawa kecilnya. "Oh, gitu. Terus kalau lo? Lo masih ada rasa sama dia?."


"Ya enggaklah. Gue sama sekali gak ada rasa sama dia. Gue 'kan udah bilang, dia cuma mantan, namanya mantan gak boleh di pungut lagi."


"Ya siapa tahu mantan terindah."


"Ih! mana ada yang namanya mantan terindah. Kalau ada berarti udah jadi suami kali."


Desta pun tersenyum menanggapi ucapan Siska. Baginya ini sudah cukup. Paling tidak Siska membuka hati untuknya dan memberinya kesempatan untuk mendekatinya.


Keduanya pun terus ngobrol panjang lebar di cafe. Keduanya juga sudah terlihat akrab. Bahkan Desta juga tak sungkan untuk menunjukkan perhatiannya ke Siska.


Tapi momen PDKT harus segera berhenti mengingat jam yang sudah mulai malam. Jadinya keduanya pun memutuskan untuk segera pulang.


"Oh My God!!." Siska tiba - tiba speechlees lagi. Dari dalam mobil yang dikendarahi Desta, Siska melihat mobil Zidan sudah terparkir di depan gerbangnya.


"Kenapa Sis?." otomatis Desta tanya dong dengan wajah herannya.


"Itu mobilnya Zidan."


Ucapan Siska pastinya juga membuat Desta kaget dan tak menyangkah dengan kehadiran Zidan malam ini. Apa malam ini dia akan berhadapan dengan Zidan? gitu pikirnya.


Zidan terlihat keluar dari dalam mobil. Sepertinya dia sudah cukup lama menunggu kedatangan Siska. Dan kebetulan sekarang dia juga memergoki mantannya itu pergi dengan cowok lain. Secara otomatis lah, Zidan langsung menunjukkan senyum smirknya yang menyeramkan.


Siska menelan ludahnya. Wajahnya tampak pucat dan matanya reflek mengedip - ngedip melihat Zidan dihadapannya begitu.


"Des, kayaknya lo harus slametin gue deh. Ini si Zidan datang buat hukum gue. Dia mau cium gue sampai lemes, Des."

__ADS_1


"Hah?."


Ya bayangin sendiri ajalah tampangnya si Desta gimana, kalau ada orang minta tolong tapi malah cerita kalau mau dicium sampai lemes.


__ADS_2