Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
54. Naughty Night


__ADS_3

Zidan berangsut ke arah Siska untuk memberi pelajaran. Berani sekali istrinya itu membohonginya sampai bikin orang frustasi. Jadinya saat itu, Zidan pun langsung menggelitiki sang istri karna rasa kesal, gemas dan juga leganya.


"Arrggghhhh!!! Zidan, udah, geli!."


"Hahaha, iya, ampun!."


"Hahaha, Zidan. Udah."


"Aaarrrgggghhh! hahaha."


Siska terus memekik sambil ngakak karna glitikan. Usaha melepaskan diri juga dilakukan meskipun tak ada hasil. Meskipun sampai bergerak kesana kemari kayak cacing Zidan tak mau melepaskan.


"Tega ya kamu sama aku. Pakai acara bohong segala." Zidan menimpali.


"Hahaha, iya. Ampun!."


"Gak ada ampun. Tadi kamu udah bikin aku frustasi. Sekarang rasain, siapa yang suruh bohongin aku."


"Hahaha, aaahhhh!!! Zidan, geli!."


"Aaahhh, hahaha. Stop, aku pengen pipis."


"Gak ada, sebelum kamu minta maaf aku gak mau ngelepasin."


"Hahaha, iya, aku minta maaf. maaf. sorry, enggak lagi."


"Janji gak bohong kayak gini lagi?."


"Iya janji, sumpah. Gak lagi. Maaf."


Karna Siska sudah mengucapkan kata maaf, Zidan akhirnya menghentikan gelitikannya. Tapi meskipun begitu. Dia tak benar - benar melepaskan Siska. Tubuhnya masih menahan Siska yang berbaring dibawahnya dan menguncinya dengan sedikit menindihnya.


"Awas kamu kalau masih berani lagi bohongin aku?." Zidan mengancam dengan mata yang dibuat sedikit memincing.


"Hehehe, enggak ampun. Gak lagi." Sementara Siska jawabnya dengan nafas yang memburu dan juga sisa tawanya. Sumpah karna gelitikan Zidan, rasanya mulutnya jadi capek karna ketawa.


"Kalau kamu bohongin lagi, aku glitikin lagi kamu sampai lemes."


"Ih, jangan ini aja udah lemes. Kalau lebih dari ini bisa pingsan aku."


"Iiihhh! dasar!." Zidan mencubit lembut pipi Siska karna gemas.


"Hehehe."


Beberapa saat kemudian, keduanya terdiam. Keduanya sama - sama saling menatap satu sama lain hingga tercipta desir suasana aneh. Jantung keduanya mulai bergemuru seolah sedang memanggil - manggil kedua insan itu untuk segera memulai pergulatan yang sudah ditunda sejak 1 bulan lalu.


"Berarti, sekarang, kita bisa 'kan?." tanya Zidan dengan nada lembut, agar suasana yang tercipta tak berubah.


"He'e, tapi pelan - pelan ya. Soalnya kata Raya sama Feby, kalau pertama kali itu sakit."


"Pasti, kamu mau posisi apa?."


"Ya, mana aku tahu. Ini 'kan pertama kalinya buat aku. Yang lebih pengalaman 'kan kamu, kamu 'kan udah pernah nikah!." jawab Siska sedikit sewot, tiba - tiba aja dia teringat status Zidan yang sebetulnya itu duda.


"Ya, meskipun dulu aku pernah nikah tapi 'kan gak sempat begitu sayang. Kamu tahu sendiri 'kan ceritanya. Jadi kenapa kamu malah ngungkit masalah aku udah nikah disaat kita mau begini. Ini juga pertama kalinya buat aku. Jadi aku juga gak tahu gimana posisi yang enak." Zidan jadi sedikit kesal sekaligus merajuk. Siska ini kenapa malah bahas masalalu.


"Terus kalau gitu gimana dong? Kita sama - sama gak punya pengalaman. Apa nonton film dulu buat belajar? biar tahu gimana cara ngelakuin itu biar rasanya enak dan gak sakit?." tawar Siska, seolah hal ini adalah sesuatu yang sangat perlu dipelajari dulu.


"Harus ya belajar dulu? Nonton film dulu?." Zidan menimbang - nimbang tawaran Siska meskipun hatinya ragu. Ya masak mau begitu aja masih harus belajar dulu lewat film. Kok ya rasanya aneh.

__ADS_1


"Iya biar kita ngerti. Terus habis itu kita praktekin."


"Gitu ya?."


"Iya."


"Oke."


Zidan dan Siska akhirnya bergeser posisi. Mereka kemudian duduk berdampingan dengan mata yang tertuju pada ponsel yang sekarang ada digenggaman Zidan.


Beberapa kali kata kunci coba di ketik di mbah google. Mulai dari film blue, film dewasa, esek - esek, atau apapun itu demi mencari sesuatu yang kira - kira bisa dijadikan sebagai guru dalam sesi bercinta mereka.


Sayang, dari semua kata kunci yang di ketik tak satu pun muncul film yang menurut mereka patut dijadikan contoh. Malahan dari sekian banyak film tersebut, rata - rata malah iklan dengan gambar atau video yang menjijikkan dan menggelikan yang muncul.


"Ish! geli aku liatnya." Siska mendengus. "Kamu ini juga, kok gak tahu sih film yang bagus itu tempat nontonnya dimana, aneh!." Siska bertanya heran. Baru kali ini ditemui laki - laki disuruh cari alamat film dewasa malah ngeklik - ngeklik sembarangan sambil kebingungan.


"Ya emang aku gak pernah liat begituan. Waktuku gak cukup kalau cuma harus duduk diam nonton begituan. Mending aku kerja cari uang, lebih menghasilkan." jawab Zidan yang tangan dan matanya sibuk mencari film - film yang bisa dinikmati.


"Bagus kalau gitu. Berarti mesum kamu emang cuma buat aku. Kalau gini aku jadi ngerasa gak salah pilih suami." Secara tak langsung Siska memuji.


"Cih!." Zidan mendecak sambil geleng - geleng.


Tapi kemudian Siska dan Zidan saling tatap - tatapan.


Sejenak mereka masih saling menatap dalam diam. Tapi kemudian mereka berdua jadi sama - sama mengurai senyum dan kemudian tertawa. Mereka baru saja tersadar, kenapa mereka tiba - tiba jadi oon gini cuma gara - gara mau bercinta? ngapain juga harus repot - repot belajar. Perasaan selama ini juga mereka pacarannya juga udah vulgar.


"Jangan ketawa." Diselah tawanya Zidan bicara.


"Kamu juga jangan ketawa."


"Kamu yang mulai."


"Ya habisnya kamu lucu. Pakai bingung gak tau caranya."


"Kamu juga, aneh. Kenapa minta belajar dulu?."


Puas dengan saling menertawakan kebodohan satu sama lain. Zidan kemudian menarik pinggang Siska dengan satu tangan sampai tak ada jarak diantara mereka.


"Sekarang gak usah belajar lagi. Aku tiba - tiba dapat ilham dan langsung ngerti gimana caranya." ucap Zidan dengan nada menggoda.


"Emang gimana caranya? aku jadi mau tahu."jawab Siska tak mau kalah.


Bukannya menjawab. Zidan malah mengusap lembut pelipis Siska. Usapan itu kemudian, terus berjalan ke pipi dan turun ke bibir.


Sensasi aneh dan debaran jantung yang kian memacu akibat sentuhan tangan Zidan yang terus bertengger dibibir Siska.


Seolah tak puas hanya dengan mengusap saja. Zidan kemudian menundukkan kepalanya dan mengarahkan bibirnya untuk mendaratkan sebuah ciuman di bibir Siska.


Ciuman dari Zidan membuat Siska menutup mata. Tangannya yang awalnya berada di depan dada Zidan kini bergeser ke arah pundak dan kemudian melingkar ke leher sembari memperdalam ciumannya.


Ciuman yang dalam berubah jadi ciuman yang memburu. Secara bergantian kedua saling menyesap bibir bawah dan atas masing - masing dan kemudian saling tarik menarik lidah.


Sambil terus berciuman. Tangan Zidan mulai merayap memberi sentuhan dan juga usapan dipunggung sang istri. Tangan itu juga kemudian beralih pada tali dress yang dipakai dan secara perlahan menjatuhkannya hingga dress itu pun berhasil lepas dari badan sang pemilik.


Belum cukup sampai disana. Tangan Zidan juga kemudian dengan cekatan melepas kaitan bra yang menutupi aset berharga sang istri.


Zidan melepas sejenak ciumannya. Mata sayu penuh gairahnya menatap dada Siska yang sudah polos. Sedangkan tangannya kini sedang sibuk melucuti kaosnya hingga tubuh atasnya pun ikut polos juga.


Beres dengan proses melucuti baju atas. Zidan kembali menarik Siska, mencium bibirnya lagi sambil membuat tubuh atas yang sama - sama polos itu bersentuhan dan bergesekan sempurna.

__ADS_1


Ciuman itu, serta sentuhan kulit ditubuh mereka menciptakan sebuah desiran aneh yang menjalar dan menyengat dalam tubuh keduanya. Apa lagi sekarang ditambahi dengan tangan Zidan yang diam - diam ternyata sudah meraih salah satu dada milik Siska dan sibuk meremasnya.


"Zidan..." suara seksi Siska lolos saat Zidan mulai menyusuri leher jenjang Siska.


"M." Zidan menjawab dan menatap sejenak Siska dengan pandangan sayu.


Zidan mengerti, meskipun Siska tak menjawab. Dia tahu kalau sebetulnya istrinya itu juga sedang menginginkannya. Maka dari itu, Zidan secara perlahan mulai menelungkupkan wajahnya dan mulai menciumi bagian dada Siska secara bergantian. Sambil membuat kissmark juga tentunya.


"Ahhhh..."


Sensasi sentuhan Zidan didadanya rasanya begitu dasyat. Apa lagi sekarang secara perlahan Zidan juga mulai membaringkannya kemudian memposisikan dirinya diatas Siska.


Puas bermain disekitar dada. Zidan mulai menyusuri bagian yang lain. Ciumannya perlahan turun kebawah dengan gerakan tangan yang sedang berusaha melepas pelindung terakhir dibagian inti.


Siska sudah polos. Tak ada selembar benang pun pada tubuhnya. Dan itu membuatnya jadi malu hingga Siska harus memalingkan wajahnya dan menutupi dirinya dengan tangan, ya meskipun tindakannya itu percuma karna tangannya yang kecil tak bisa benar - benar menutup tubuhnya.


"Jangan ditutupi." Dengan suara parau Zidan menarik tangan Siska yang menghalangi pengelihatannya.


"Aku malu."


"Jangan malu, karna kamu yang seperti ini cantik sekali dimataku."


Siska mengurai senyum. Meskipun dia tahu kalau ini hanyalah sebuah rayuan saja. Tapi rasanya Siska senang mendengarnya.


Zidan memulai kembali aksinya. Dia kembali bermain didada Siska mengulum dengan mulutnya, sementara tangan satunya bermain dibagian bawah.


Siska mulai menggila. Rasanya aneh dan tak tertahan saat Zidan melakukan ini. Seluruh tubuhnya mulai bergerak tak beraturan karna sensasi panas yang diberikan Zidan. Terlebih sekarang Zidan mulai membuka celananya dan suaminya itu juga sudah polos dengan sesuatu yang mengacung dibawah sana.


Siska memejamkan matanya. Bibirnya juga langsung mengatup saat yang dibawah sekarang bersentuhan.


"Kalau sakit kamu bilang ya, aku pelan - pelan."


Siska mengangguk.


Zidan mulai melancarkan aksinya secara perlahan. Dan Siska seperti menahan rasa sakit akibat aksi Zidan.


Tahu kalau sang istri sedang kesakitan. Zidan pun kembali mencium bibir Siska dan memberi sentuhan - sentuhan ditubuh Siska yang sensitif. Semoga dengan sentuhannya ini Siska tak lagi merasa kesakitan.


Siska sudah teralihkan dari rasa sakitnya. Dan kemudian dengan sekali hentakan, Zidan berhasil membobol gawang milik Siska.


"Aaaaahhhhh!!!." Siska memekik karna rasa perih yang dirasakannya. Bahkan tangannya yang sedang memeluk punggung Zidan secara spontan mencakar punggung itu.


"Sakit?." tanya Zidan dengan nada yang tersenggal - senggal.


"Heem." Begitu juga dengan Siska yang nafasnya juga sedang memburu.


Untuk menghilangkan rasa sakit sang istri. Zidan diam sejenak. Dia kemudian memberi rangsangan lagi dengan sebuah kecupan dikening, dipipi, di mata, dan kemudian di bibir dan sampai akhirnya menjalar ke leher dan kembali bermain di dada.


"Ahhh..." Siska mulai mendesah lagi.


Mendengar des*han itu, secara otomatis membuat Zidan bergerak pelan sampai Siska benar - benar bisa menikmati permainannya.


Dan benar, tak lama. Rasa sakit itu sepertinya sudah menjadi sebuah kenikmatan yang tak bisa dijelaskan dengan kata - kata. Tubuh Siska bahkan secara otomatis juga mulai ikut bergerak mengikuti irama yang diberikan Zidan. Diam - diam Zidan mengurai senyumnya. Betapa bahagianya dia malam ini. Bisa bercinta dengan sang istri tercinta.


****


Dan untuk selanjutnya silahkan reader bayangin sendiri. Authornya lagi malu sendiri yang nulis adegannya. Kwkwkw.


Terlalu vulgar gak sih???.

__ADS_1


__ADS_2