Kejebak Mantan

Kejebak Mantan
85. Honeymoon


__ADS_3

Kembali ke hotel.


Zidan menurunkan Siska hati - hati dari gendongannya. Saat ini keduanya ada didalam bathtub yang sudah berisi air hangat. Nafas kedua sudah terlihat memburu satu sama lain. Mereka sudah diliputi oleh selimut gairah yang tampaknya sudah sama - sama tak tertahankan ingin segera dilepaskan.


Ciuman demi ciuman dilakukan keduanya dengan instens. Saling menyesap dan meluu*mat melampiaskan hormon estrogen dalam diri masing - masing.


Satu persatu Zidan juga mulai melepaskan baju miliknya dan juga baju milik Siska hingga keduanya tak mengenakan selembar baju pun.


Setelah baju keduanya lepas, Zidan mulai menjelajahi tubuh Siska dengan instens dan seksama. Mencium dan menyesap menyusuri seluruh tulang leher Siska. Kemudian turun ke bagian dada san bermain disana.


Puas didaerah atas, ciuman dan helaian lembut tangannya juga mulai turun lagi kebawah. Jelas, belaian dan perlakuan Zidan itu semakin memacu ardenalin dalam diri Siska hingga Siska tak kuasa menahan dirinya untuk tak menggeliat sebagai balasan.


Pergulatan pertama terjadi didalam bathtub. Keduanya sekarang sedang dimabuk cinta yang teramat nikmat. Rasa hangat dari air yang merendam tubuh seolah menambah hawa panas pada keduanya.


Keduanya sedang sama - sama berjuang untuk mendapat puncak kenikmatan. Dengan bermodal posisi duduk dan juga berpegangan disisi bathtub, Siska dan Zidan akhirnya sampai dipuncak klimaksnya.


"Ketiak dong, masih basah." Siska mengkak tangannya keatas.


"Punggung yang belakang juga masih belum."


"Rambut aku masih netes - netas ini airnya."


Siska sedang menikmati dirinya yang lagi dihanduki oleh Zidan. Sudah tidak ada rasa malu ataupun jaim meskipun tampil bugil dihadapan suaminya sekarang. Begitu juga sang suami, rasanya sudah biasa saja tak perlu menutup - nutupi dirinya.


"Kamu ini banyak maunya ya sekarang." kata Zidan sambil mengusap - ngusap rambut Siska dengan handuk.


"Katanya mau bahagiain aku, jadi harus full servis dong biar gak setengah - setengah."


"Udah, mana lagi yang harus dihandukin? Oh iya kakinya belum." Zidan pun jongkok dan kemudian menghanduki kaki Siska tapi ya gitu sambil modus, cium - cium yang dibawah.


"Ih, ini ya curi kesempatan dalam kesempitan!." Siska otomatis mundur selangkah karna kelakuan suaminya itu. Tiba - tiba ja cium - cium barangnya tanpa permisi bikin geli aja.


"Enggak ya, itu tadi karna dianya yang manggil - manggil aku minta cium katanya."


"Ish! kamunya aja yang ngerasa kepanggil buat cium dia. Dia mah udah capek mau istirahat."


Tapi Zidan tetaplah Zidan. Tangannya malah meremas boo*kong Siska dan mendekatkannya lagi. Dan untuk sekali lagi memberikan ciumnya lagi.


"Zi-dan, ka-mu, ja - ngan... ah ..."


Ucapan gak singkron dengan tubuh. Mulutnya niat nolak tapi tubuh Siska malah menggeliat. Bahkan dessa*han juga sudah lolos dari mulut Siska lagi. Karna itu, Zidan pun semakin memperdalam ciuman dibibir bawahnya Siska itu.

__ADS_1


Tak ingin lama - lama berdiri didalam kamar mandi. Zidan pun menggendong Siska untuk berpindah ke atas ranjang.


Zidan dan Siska melanjutkan pergulatan kedua. Karna tadi saat dipergulatan pertama Zidan tak membuat kissmark sama sekali. Untuk kali ini, dia membuat tanda bekas itu di sekitar leher dan juga dada Siska.


Kiss mark demi kissmark sudah bermunculan. Tampak senyum puas disudut bibir Zidan karna sudah berhasil menciptakan sang maha karya ditubuh istrinya. Apa lagi maha karyanya ini cukup banyak dan juga cukup dalam. Sudah bisa dipastikan kalau tidak akan hilang sampai 5 hari atau satu minggu kedepan. Pumpung pas honeymoon dan liburan.


Selesai dengan urusan kissmark, Zidan pun melancarkan aksinya lagi. Melayangkan tubuhnya dan tubuh istrinya ke udara hingga titik darah penghabisan sampai keduanya mencapai apa yang diinginkan. Sesuai dengan temanya tadi yang gepreknya dobel - dobel. Hingga akhirnya karna sudah sama - sama lelah dan tak bertenaga. Akhirnya Zidan dan Siaka pun kemudian sama - sama terlelap dan tertidur.


Krrriiinnngggg!!!!


Kkrrriiiiinnnggggg!!!


Sayup - sayup suara ponsel Zidan terdengar berbunyi.


"Euhmmm..." Siska mengerang karna bunyi ponsel Zidan.


Kkrrriiiinnngggg!!!


Kkrrriiiinnngggg!!!


"Euhhmmm!!! Zidan ..." Siska protes lagi beneran merasa terganggu dengan suara ponsel Zidan.


Zidan cuma bergerak asal tanpa mau menerimanya. Matanya benar - benar tak bisa terbuka karna kantuk dan lelahnya karna aktifitas semalam.


Kkkrrriiinggg!!


Kkkrrriiinggg!!


"Ish! Hp kamu tuh!." Dengan suara berat Siska protes pada Zidan karna sudah mengganggu tidurnya.


Kkrriiiinnngggg!!!.


Kkkrrriiinggg!!!.


"Zidan!!." Siska memekik tak sabar, menutup kupingnya yang seolah terkontaminasi hal - hal buruk.


Mau tak mau. Dengan mata beratnya. Dan dalam posisi tetap memeluk Siska dari belakang, Zidan pun menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan itu.


"Hallo."


"Astaga, ini jam berapa kok masih tidur? kayaknya disana udah jam 11 pagi deh."

__ADS_1


Suara speaker seketika membuat Zidan langsung terperajat dan menjauhkan ponselnya begitu saja dari telinganya. Karna panggilannya ini ternyata adalah panggilan videocall yang dilakukan Bu Resti.


"Eh, Ma." Zidan membuka matanya yang terasa berat dan tanpa sadar karna mengantuk ponsel Zidan sedikit jatuh dan layarnya mengarah kehadapannya hingga menampakkan dirinya dan Siska yang ada didalam dekapannya tanpa mengenakan baju itu.


"Eh," Bu Resti mengangah tanpa suara melihat pemandangan dihadapannya. Merasa salah waktu karna sudah menghubungi anaknya disaat seperti ini.


"Udah diangkat Ma sama Mas Zidan?." Caca tiba - tiba bersuara dan ikut ninbrung didalam layar. "OH MY GOD!!! MAS ZIDAN MBAK SISKA!! ARE YOU CRAZY??."


Suara cemengkling Caca berhasil membuat Zidan dan Siska tersadar dan terkaget lalu menatap layar dihadapannya.


"Hah??? mama!." Keduanya kemudian memekik tertahan sangking kagetnya dengan kehadiran Bu Resti dan Caca dilayar ponselnya itu.


"Ckckckc! dasar dua orang mesum! berani banget ngangkat telpon dari mama bugil gitu!. Dasar mesum! pakai baju dulu kek! Aish!! Mbak Siska cupangmu jijik banget! Ish Mas Zidan!!." Caca memandang keduanya nyalang, kesal, jijik, geli pokoknya jadi satu. Rasanya pengen ngumpat yang banyak untuk dua kakaknya itu. "Aishh!!"


Tapi tidak dengan Bu Resti, satu senyum pepsoden malah terbit dari bibirnya. "Ya udah kalian tidur lagi ya, kayaknya semalam kalian habis begadang buat bikinin mama cucu yang lucu, jadi istirahat ya, Dan, jangan buas - buas kasian Siska masak sampai kayak orang kerokan gitu." Dan bahkan Bu Resti menggoda juga.


"Ih! mama kok malah seneng sih liat mereka gitu? itu mereka udah gak kalah kayak film BF lo ma. Jijik aku liatnya!. Aish!! punya kelainan kayaknya mereka ini!." Caca protes, pasalnya ini bukanlah pertama kali kedua kakaknya menyuguhi hal - hal yang bau porno seperti ini. Tapi Bu Resti bukannya membela Caca tapi malah memukul lengan Caca.


"Kamu ini masih kecil ngerti apa. Udah nanti aja kalau telpon Masmu. Biar mereka istirahat." ucap Bu Resti pada Caca. "Ya udah mama matiin ya telponnya, selamat berbulan madu anak - anakku. Mama tunggu hasilnya ya ." Dan setelah berkata begitu Bu Resti pun mematikan panggilannya secara sepihak. Meninggalkan dua insan yang baru saja terpergok orang tuanya malu setengah mati melebihu malu dipergoki Caca.


"Hiks!! Hiks!!." Siska pun langsung menangkupkan wajahnya dalam selimut. Merasa malu akan dirinya sendiri.


Sementara Zidan mengeratkan pelukannya gemas sambil menyembunyikan wajahnya dibelakang kepala Siska.


Nasib - nasib kenapa mereka selalu kepergok dalam urusan beginian?.


****


Terlalu vulgar gak ya bab ini??🤭


tapi gak apalah vulgar, namanya juga honeymoon kwkwk


please like, votenya komennya juga,


karna aku lagi butuh semangat di beberapa bab terakhir ini. Mungkin novelnya ini bakalan tamat di ep. 100 biar gak panjang - panjang dan akan segera diganti sama novel yang baru.


spil judul novel barunya :


I Love you Sepupu,


hihihi

__ADS_1


yang ini nanti bakalan berat, genre melodrama ya


__ADS_2