KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 99


__ADS_3

Indi begitu terkejut saat mendapatkan sebuah surat kaleng.


Ia segera melompat dari jendela untuk mengejar si pengirim surat.


Manajer Indi yang melihat hal itu langsung berteriak histeris. Bagaimana mungkin Indi berani melompat dari lantai sepuluh.


Ia terus berteriak membuat semua orang langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tidak terkecuali Bridav yang langsung menghampirinya.


"Apa yang terjadi?" tanyanya dengan suara terengah-engah


"Indi...Indi!" seru Elya menunjuk ke jendela


Bridav segera melongok kearah jendela.


"Indi!"


Pria itu tak menyangka saat melihat Indi melompat turun ke bawah dengan tangan kosong.


"Dia benar-benar gila!" seru Bridav tak percaya


Ia kemudian segera berlari menuruni anak tangga untuk menyusul Indira.


"Apa kau mau menyusulnya?" tanya Elya


"Tentu saja, aku yakin ia sedang mengejar seseorang!" seru Bridav membuat wanita itu mendengus sambil memutar bola matanya


Ia benar-benar tak percaya dengan sikap Indira yang masih gegabah dan berusaha menyelesaikan masalahnya seorang diri tanpa melibatkan dirinya sebagai menajemennya.

__ADS_1


"Kalau seperti ini terus aku bisa sakit jantung dibuatnya!" imbuh wanita itu


Sementara itu Indi semakin mempercepat langkahnya agar bisa menangkap seorang yang dianggap sebagai kurir surat kaleng tersebut.


Namun sayangnya karena kecepatan larinya lebih cepat darinya membuat ia harus kehilangan jejaknya.


"Ah sial, kenapa dia cepat sekali!" gerutu Indi saat kehilangan jejaknya


Bridav segera melompat dari anak tangga saat melihat seorang lelaki berlari terengah-engah.


"Pria itu pasti yang dikejar oleh Indira, aku harus menangkapnya,"


Namun sayangnya ia tak berhasil menangkapnya karena pria itu begitu gesit hingga sulit di tangkap.


"Sial, bagaimana aku bisa kehilangan jejaknya!" gerutu Bridav


Ia segera menghampiri Indi dengan wajah masam.


"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah khawatir


"Jangan khawatir aku baik-baik saja," jawab Indi dengan enteng


"Sebenarnya apa yang sudah membuatmu sampai melompat dari lantai 10?" tanya pria itu lagi


"Aku menerima sebuah surat kaleng dari seseorang yang berusaha memeras ku," jawab Indi kemudian memperlihatkan surat kalengnya kepada Bos nya.


"Apa kau sedang memiliki masalah dengan seseorang,"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, seumur hidup alu tidak pernah bermasalah atau membuat masalah dengan orang lain," jawab Indi


"Lalu untuk apa ia mengirimi mu surat kaleng ini?" tanya pria itu lagi


"Aku hanya takut orang itu akan mengambil uangnya kembali?" jawab Indi


"Dia??, dia siapa?" tanya Bridav mengernyitkan keningnya


"Kalian tidak perlu tahu siapa dia, biar aku sendiri yang akan mengurus masalah ku sendiri," jawab Indira


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi sutradara untuk meminta izin karena ia tidak bisa mengikuti syuting hari itu.


Mengetahui Indira izin tak syuting membuat pria itu mengira jika Ondi marah kepadanya perihal tagihan makanan kru film.


Ia kemudian segera mentransfer uang sebanyak empat kali lipat untuk menggantikan uang Indira yang dipakai untuk membayar makanan kru film dan para artis.


Keesokan harinya syuting variety show di mulai kembali. Para bintang tamu pria dan wanita di kumpulan dalam dua ruangan.


Arnold mendatangi Bridav dan bertanya kepadanya, " Apa kau pernah memberi bunga kepada Indira?" tanyanya penasaran


"Entahlah aku sedikit lupa, lagipula sepertinya cewek seperti ia tidak begitu suka dengan bunga," jawab Bridav


Di tempat berbeda Reynold mencoba untuk menanyakan pertanyaan yang sama kepadanya.


"Apa Beidav pernah memberimu bunga?"


"Tentu saja pernah?" jawab Indi

__ADS_1


"Kapak tepatnya?" tanya Reynold lagi


"Semalam saat main game?" jawab Indi membuat Reynold terkejut mendengarnya.


__ADS_2