KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG

KEKASIHKU TERNYATA DEWI PERANG
Bab 71


__ADS_3

Komentar netizen membanjiri acara live malam itu. Mereka mengaku telah mendapatkan satu tips untuk menghemat uang. Melihat bagaimana perjuangan Indi untuk mentraktir Mario tanpa harus mengeluarkan uang, dan juga memberi hadiah super hero kepada Bridav sudah mampu memberikan sebuah pembelajaran kepada mereka.


Bridav terus mengikuti Indi saat gadis itu mengajaknya jalan-jalan menikmati pemandangan kota Prancis di malam hari.


Ia bahkan mengikuti Indira duduk ditengah jalan hanya untuk melihat bintang-bintang di langit.


"Wah indah sekali malam ini," ucap Indi mendongakkan kepalanya


Kameraman yang melihat mereka benar-benar terkejut setengah mati saat melihatnya, apalagi dia tahu jik Bridav memiliki OCD.


Bagaimana mungkin ia duduk begitu saja tanpa memeriksa arau membersihkan dahulu jalanan itu??


Indi kemudian meminta hotspot kepada Bridav. Lelaki itu dengan senang hati langsung membaginya.


"Ngomong-ngomong yang mana nama hotspot nya?" tanya Indi


"MENYUKAIMU," jawab Bridav malu-malu


Indi segera menyambungkan hotspot nya.


"Yes tersambung, tapi password nya apa?" tanya gadis itu lagi


Mendengar pertanyaan Indi tiba-tiba pandangan mata Bridav seketika berubah. Entah apa yang membuat raut wajah pria itu seketika sulit ditebak.


"Kamu kenapa?" tanya Indi saat mengetahui raut wajah Bridav yang berubah


"Tidak apa-apa," jawabnya mencoba bersikap biasa


"Kalau gitu ayo kasih tahu apa password hotspot nya," desak Indi


Pemuda itu kemudian memberitahu Indira password hotspot nya," Password nya adalah ulang tahun mu," jawabnya lirih


"Ok," jawab Indi


Ia segera mengetik ulang tahunmu lalu mulai menghubungkan hotspot tersebut. Alhasil ia tidak terhubung dengan hotspot itu.


"Kok salah sih password nya!" seru Indi dengan wajah kesal


"Maksudnya bukan tulisan ulang tahunmu, tapi tanggal ketik tanggal lahir mu," jawab Bridav mencoba memberitahunya pelan-pelan


Indi kemudian segera mengganti password nya dengan kata tanggal lahir mu. Melihat Indi kembali gagal menangkap maksud ucapannya, membuat Bridav segera mengambil ponselnya dan mengganti password nya dengan angka haru lahir, bulan, dan tahun kelahiran Indira.


Indira begitu terkejut saat tahu Password hotspot Bridav, ia benar-benar tak menyangka jika pemuda itu hafal tanggal lahirnya.


"Wah ini benar-benar kejutan," ucap Indi tak percaya


"Apa kau marah?" tanya Bridav dengan wajah serba salah


"Tentu saja tidak, aku malah terharu, sekaligus senang ternyata ada yang ingat dan hafal hari ulang tahun ku," jawab Indi tersipu

__ADS_1


"Syukurlah, aku kira kau akan marah padaku," jawab pemuda itu lega


"Kenapa kau berpikir seperti itu, apa aku terlihat menakutkan?" tanya Indi dengan wajah manyun


"Tentu saja tidak, kau itu sebenarnya sangat manis dan cantik," jawab Bridav seketika membuat wajah Indi memerah


"Ah...kau bisa saja," jawab gadis itu menutupi wajahnya


"Mungkin bagi orang yang belum mengenal mu, kau terlihat begitu dingin dan angkuh, tapi setelah mengenal mu mereka akan tahu jika kau adalah pribadi yang hangat dan sangat perhatian," imbuh Bridav


"Uunncch terimakasih atas pujiannya, ah aku terasa terbang malam ini," sahut Indira begitu bahagia mendengar pujian dari Bridav


"Wah hampir saja aku lupa," ucap Indi kemudian membuka ponselnya


Ia kemudian membuka game onlinenya dan mengajak pemuda itu untuk main bareng.


"Yuk sekarang saatnya kamu coba seberapa hebat Hero yang aku berikan padamu tadi," ucap Indi menantang pemuda itu untuk melawannya satu lawan satu.


"Ok," jawab Bridav kemudian membuka aplikasi game onlienya


Ia begitu senang saat tahu Indi membelikannya Hero dengan level tinggi.


"Thanks Indi, kau sepertinya sangat tahu apa yang aku inginkan," jawab pemuda itu begitu senang


Ia kemudian langsung menerima tawaran Indi untuk main bareng.


Namun seberapa kuat pertahanan Indi, Bridav selalu mampu mengalahkan gadis itu dengan superhero pemberiannya turret.


"Ah sial, bagaimana aku selalu kalah dalam peperangan online, padahal aku sangat mahir berperang dalam dunia nyata," celoteh Indi


Karena selalu kalah saat melawan Bridav maka Indipun menyudahi permainannya.


"Sepertinya kali ini aku harus menyerah padamu," ucap Indi kemudian mematikan ponselnya.


Saat ia kembali menatap bintang-bintang di langit, Bridav kemudian memberikan kejutan kepadanya.


"Taraaa!!" seru pemuda itu menyodorkan sebuah kotak hadiah kepadanya


"Apa ini??" tanya Indi begitu terkejut saat melihat kotak hadiah besar ditangan Bridav


"Hadiah buat kamu, seperti kamu yang memberiku hadiah aku juga ingin memberikan sesuatu untukmu," ucapnya kemudian memberikan kotak hadiah itu padanya


"Apa aku boleh membukanya?" tanya Indi


"Tentu saja, bukalah!" sahut Bridav


Indi segera membuka kotak hadiah itu, gadis itu benar-benar kaget bukan main saat mengetahui hadiah yang diberikan oleh Bridav.


Ia begitu bahagia hingga tersenyum manis seperti bunga saat melihat sebotol anggur Bordeaux fi depannya.

__ADS_1


Ia tak menyangka jika Bridav akan memberikan hadiah itu untuknya.


"Kau benar-benar tahu apa yang aku inginkan Bri, thank you so much," ucap Indi kemudian memeluk pemuda itu erat.


"Sama-sama Ndi," jawab Bridav kemudian melepaskan pelukannya


"Apa aku boleh mencicipinya?" bisik Indi


"Boleh, tapi jangan sekarang, tunggu sampai siaran live berakhir," bisik Pemuda itu


Indi mengangguk dan kemudian memberikan isyarat kepada kameraman bahwa mereka telah meyelesaikan misinya.


Saat melihat kamera sudah mati Indi segera meminum sedikit anggur itu.


"Wah rasanya benar-benar luar biasa," ucap Indi kemudian berlari memeluk tiang listrik


Bridav yang melihatnya tersenyum kemudian mengejar gadis itu.


"Apa kau mau mencobanya?" tanya Indi memberikan botol itu padanya


Bridav segera meraih botol itu dan meneguknya sedikit.


"Bagaimana rasanya?" tanya Indi


"Sangat enak,"


Indi tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Bridav.


"That's right baby!" serunya kembali terkekeh


Ia kembali menatap bintang-bintang di langit yang begitu gemerlap malam itu.


"Andai saja aku bisa terbang aku sangat ingin pergi ke langit, aku ingin kembali ke khayangan, aku sangat merindukan pedangku, rindu bau amis darah, dan rindu semuanya!" celoteh Indi


Kali ini giliran Bridav yang menertawakannya. Ia mengira jika Indi mabuk setelah meminum anggur itu.


Melihat Indi yang bergerak memanjat tiang listrik membuat pemuda itu langsung mengikutinya memanjat tiang listrik itu juga.


"Kau tahu...aku adalah seorang Dewi Perang yang sangat sakti dan ditakuti oleh para iblis di khayangan, di sana ya di langit itu adalah tempat tinggal ku!" seru Indi menunjuk kearah langit


"Sekarang pun kau masih menjadi seorang Dewi perang, bahkan kau selalu memenangkan setiap pertarungan dan membuat musuh-musuh mu lari ketakutan," jawab Bridav membuat Indi merasa senang


"Tentu saja, aku tidak bisa membiarkan satu orangpun mengalahkan aku, kecuali kamu," jawab Indi kemudian tersenyum menatap Bridav


"Kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang?" tanya Indi lagi


"Apa?" jawab Bridav


"Aku ingin memetik bulan itu dan menggorengnya untukmu,"

__ADS_1


__ADS_2