
Indira tidak mengerti mengapa semua orang ingin mencari pacar.
"Apakah semua manusia harus memiliki seorang pacar?" tanyanya begitu polos
"Tidak juga sih, hanya saja dengan memiliki pacar membuat hidup kita menjadi lebih bersemangat," jawab Lee
"Oh begitu rupanya, baiklah kalau gitu aku akan membantumu mencari pacar,"
"Sungguh?"
"Tentu saja asalkan dengan satu syarat," jawab Indi
"Apa syaratnya?" tanya Lee
"Kamu harus mentransfer sejumlah uang sebagai biaya jasa pencarian pacar," jawab Indi
Lee langsung menjabat tangan gadis itu sebagai tanda sepakat.
Setelah ia mengirimkan sejumlah uang yang diminta oleh Indi, Lee pun menunggu jawaban Indi.
__ADS_1
Indi memberikan sedikit camilan untuk pria itu sambil menunggu keputusannya.
Melihat Lee begitu percaya padanya membuat Indi begitu senang. Bagaimanapun juga sebenarnya ia tidak memiliki kemampuan untuk mencari pasangan untuk Lee.
Jangankan mencarikan pacar untuk orang lain, dia sendiri masih menjomblo.
Indi terlihat memikirkan sesuatu, ia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa memberikan jawaban yang tepat untuk Lee agar ia tak perlu mencari pacar untuknya tapi tetap mendapatkan uang darinya.
Seketika sebuah ide gila terbersit dalam benak Indira.
"Setelah aku pikir, ternyata apa yang aku lakukan itu tidak baik," ucap Indi menghampiri Lee yang masih mengunyah camilan dalam mulutnya.
"Mencarikan pacar untuk orang lain itu tidak baik karena sebenarnya pacaran itu dilarang dalam agama kita. Karena sejatinya pacaran itu lebih banyak mudorotnya daripada kebaikannya. Jadi apapun alasannya tetap tidak dibenarkan jika aku bersikeras mencarikan pacar untuk mu. Jangankan aku bahkan Tuhan pun tidak akan membantumu menemukan kekasihmu," jawab Indi
Tentu saja jawaban Indi membuat Lee begitu sedih. Bagaimanapun juga ia begitu kecewa saat tak berhasil mendapatkan pacar seperti keinginannya.
Ia kemudian mengambil masker wajah hadiah pemberian Aqila untuk Indi saat pertemuan pertama mereka.
Indi yang tak membutuhkan masker itu langsung mempersilakan Lee saat pemuda itu meminta izinnya untuk membawa masker wajahnya
__ADS_1
"Bawa saja lagipula aku tidak membutuhkannya," jawab Indi
Setelah berterima kasih, Lee segera meniggalkan ruangan itu.
Keesokan harinya Aqila menelpon Lee. Wanita itu memberitahukan kepadanya jika salah satu kopernya tertinggal di tempat sang pengawal.
Aqila meminta pengawal itu untuk mengeluarkan masker wajah dari koper itu. Sang pengawal tak ambil pusing dan memberi masker wajah yang ia ambil dari kamar Indira dan memberikan kepadanya.
Sementara itu, sutradara mulai melancarkan serangan live untuk membangunkan para bintang tamu. Ia membangunkan para artis satu per satu. Semua bintang tamu langsung kalang kabut mendengar suara keras Reynold yang meminta mereka segera berkumpul dalam hitungan waktu yang cukup singkat.
Bridav begitu terkejut saat mendapati air panas di kamarnya tiba-tiba mati.
Pada saat bersamaan, ia segera mengetuk pintu kamar Indira.
Karena water heater do kamarnya rusak ia berusaha untuk meminjam air panas di kamar Indi untuk menggosok giginya.
"Water heater di kamar ku rusak sehingga air panas di kamarku tidak bisa keluar. Aku tidak bisa gosok gigi jika tidak menggunakan air panas, jadi bolehkan aku meminjam air panas mu sebentar saja," pinta Bridav
Wanita itu berkata, "Jangan anggap aku bodoh… aku tahu tujuan mu datang ke kamarku, kay pasti datang untuk memakai odol gigi gratis milikku bukan?" jawab Indi
__ADS_1